
Aisyah serta ketiga anaknya sedang berkunjung ke rumah kediaman orangtuanya, kini ketiganya sudah lancar berjalan hingga kadang tidak mau di gendong oleh Aisyah maupun Adam. Sesampainya di rumah kediaman keluarga Syafi'i, Aisyah mengucapkan salam dan masuk ke dalam rumah.
"Nenek". Panggil mereka pada Umi Humairah.
"Masya allah cucu nenek, udah pintar bicara ya". Ujar Umi Humairah memeluk cucu nya satu persatu.
"Yah Nek". Oceh Baby Hasan pada Umi Humairah.
"Owhh cucu oma pintar sekalii". Ujar Bunda Halwa yang memang sedang bermain di rumah Umi Humairah.
"Omaa". Panggil mereka karena baru mengetahui keberadaan Bunda Halwa.
"Sini sayang, peluk oma". Ujarnya merentangkan tangannya.
Aisyah yang melihat itu senang, ia pun memeluk Umi Humairah karena rasa rindu nya, Aisyah selalu manja pada Umi Humairah membuat Bunda Halwa terkejut karena baru mengetahui tentang sifat menantunya.
"Bunda baru tau, kamu begitu manja sayang". Ujar Bunda Halwa pada Aisyah.
"Hihi aku memang selalu seperti ini jika bersama umi, bunda". Ujar Aisyah terkekeh.
"Kenapa ke bunda juga ga manja sayang?". Tanya Bunda Halwa pada Aisyah.
"Aku takut bunda ilfil nanti". Jawab Aisyah pada Bunda Halwa.
"Ya ngga mungkin dong sayang". Ujar Bunda Halwa tersenyum pada Aisyah.
"Hum baiklah bunda, nanti manjanya ya bun, sekarang Aisyah rindu pada Umi". Ujar Aisyah dipelukan Umi Humairah.
Umi Humairah tertawa pelan karena anaknya yang masih seperti anak kecil, ia memeluk Aisyah serta mengecup kepala anaknya, Bunda Halwa yang melihat itupun tersenyum tipis lalu kembali bermain dengan cucu nya.
"Oh ya Adam mana?". Tanya Bunda Halwa pada Aisyah.
"Mas Adam ada urusan bun". Jawab Aisyah menatap Bunda Halwa.
"Bukannya minggu libur ya, urusan apa memangnya?". Tanya Bunda Halwa padanya.
"Tadi bilang sama Aisyah ketemu Client bunda". Jawab Aisyah pada Bunda Halwa.
"Ah iyaa emang sih, bunda baru ingat kalau Ayah juga menemani Adam tadi". Ujar Bunda Halwa terkekeh.
"Biasa faktor U". Ujarnya lagi pada Aisyah.
Beberapa jam kemudian Adam menjemput Aisyah serta anaknya, namun sebelum mereka pulang Adam memberikan sesuatu kepada para orangtua tersebut, dia memberikan obat herbal untuk kebaikkan tubuh.
__ADS_1
Saat dalam perjalanan pulang menuju rumah kediaman mereka, Aisyah hanya terdiam tidak biasanya pikir Adam, lalu ia melirik sekilas ternyata istrinya itu tertidur mungkin lelah karena sedang hamil pikirnya.
"Sayang bangun, udah sampe". Ujar Adam pada istrinya.
"Ohh udah sampe ya mas?". Tanya Aisyah diangguki oleh suaminya.
"Sini sama ayah sayang". Ujar Adam menggendong Baby Hasan.
Sementara itu Ambar dan Mira yang melihat mereka pulang, segera menghampiri dan mengambil alih Baby Husein dan Baby Arsyi, mereka masuk bersama ke dalam rumah, tetapi sepertinya Adam harus kembali masuk ke dalam mobil karena tiba tiba Aisyah pingsan.
"Ambar, Mira! kalian bawa masuk baby Hasan". Ujar Adam pada mereka.
"Baik tuan". Ujar mereka berdua.
"Ya allah sayang, kamu kenapa?". Tanya Adam panik.
"Ya Allah semoga istri hamba tidak kenapa napa". Ujarnya sambil terus menyetir mobilnya.
Hingga beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah sakit, segera saja dokter memeriksa keadaan Aisyah sedangkan Adam menunggu nya di luar ruangan, ia mondar mandir saking khawatirnya pada Aisyah.
Terdengar suara pintu ruangan terbuka dan terlihat lah dokter yang menangani istrinya, segera Adam menghampiri dokter tersebut dengan perasaan panik.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?". Tanya Adam padanya.
"Baiklah dokter terimakasih, apakah saya boleh masuk?". Tanya Adam padanya.
"Silahkan pak, kalau begitu saya permisi". Jawabnya sambil berlalu pergi dari hadapan Adam.
Adam masuk ke dalam, Aisyah masih belum sadarkan diri, ia duduk di kursi samping ranjang istrinya, Adam mengecup tangan istrinya berkali kali, ia sungguh khawatir dengan keadaan istrinya, mungkin kehamilan keduanya cukup melelahkan.
"Cepatlah bangun sayang, mas sangat mengkhawatirkan dirimu". Ujar Adam menatap istrinya.
"Seandainya mas tidak meminta membuatkan adik untuk mereka mungkin kamu ngga akan seperti ini". Ujar Adam mengecup kening istrinya.
Dua puluh menit kemudian Aisyah mengerjapkan matanya, ia menatap sekeliling nya yang penuh dengan warna putih, lalu ia menatap seorang Pria yang sedaritadi menunggu dirinya sadar, Aisyah menggerakkan tangannya.
"Alhamdulillah sayang ,syukurlah kamu sadar sayang". Ujar Adam memeluk istrinya.
"Mas sangat mengkhawatirkan kamu sayang". Ujarnya pada Aisyah.
"Maaf ya mas, udah buat kamu khawatir sama aku". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa syaang, janji sama mas? jangan seperti ini lagi, mas ngga sanggup sayang". Ujar Adam menatap istrinya.
__ADS_1
"Aku ngga bisa janji mas, Allah yang maha segalanya". Ujar Aisyah tersenyum tipis pada suaminya.
Beberapa jam kemudian, Aisyah di perbolehkan pulang hanya saja tidak boleh melakukaj hal yang berat ataupun yang membuat nya capek, Adam menjadi posesif terhadap Aisyah membuat Aisyah kesal karena berjalan saja tidak boleh.
"Mas ihh aku pengen jalan, gamau digendong mas". Rengek Aisyah pada suaminya.
"Kamu gaboleh kelelahan sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Tapi aku bosen di kamar terus mas, aku gamau digendong emangnya aku lumpuh apa". ujar Aisyah kesal pada suaminya.
"Sayang dengerin perkataan suami, jangan membantah, dosa". Ujar Adam membuat Aisyah terdiam.
Aisyah duduk di sofa bersama suaminya, para anaknya berjalan menghampiri dirinya, serta di ikuti oleh Ambar dan Mira, mereka membantu ketiga anak kembar tersebut duduk di sofa samping bunda dan ayahnya.
"Unda nda papa?". Oceh Baby Hasan pada nya.
"Bunda gapapa syaang". Jawab Aisyah mengusap rambut anaknya.
"Nal Unda?". Kini oceh Baby Husein pada Aisyah.
"Iya benar syang". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Pat cembuh ya Nda". Ujar Baby Arsyi padanya.
"Iyaa sayang aamiin yaa rabbal'alamin, makasih ya anak bunda yang sholehah". Ujar Aisyah mengecup pipi gembul anaknya.
Beberapa menit kemudian Adam kembali membawa Aisyah ke kamar untuk istirahat, sedangkan para anaknya sedang ditidurkan oleh Ambar dan Mira, Adam memeluk istrinya agar membuat istrinya tertidur pulas.
Aisyah tertidur pulas dipelukan suaminya, karena begitu nyaman sedangkan Adam terus mengelus rambut istrinya, karena memang Aisyah tidak memakai kerudung saat di depan keluarga kecilnya, kecuali jika sedang berkumpul dengan keluarga besar.
Hoekk Hoekkk hoekk
"Sayang, kamu masih mual?". Tanya Adam pada istrinya.
"Iyaa mas". Jawab Aisyah dengan lemas.
"Kenapa ngga aku aja yang ngalaminnya sayang, aku ga tega liat kamu sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Ngga papa mas, udah kodrat perempuan ya seperti ini". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Heum baiklah sayang, mas akan selalu menjadi ayah dan suami siaga". Ujar Adam memeluk istrinya.
Beberapa menit kemudian mereka berdua keluar dari kamar mandi, keduanya kembali berbarimg ditempat tidur, hingga beberapa menit kemudian mereka tertidur pulas, bahkan keduanya saling berpelukan satu sama lain membuat yang lain nya iri.
__ADS_1