Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 40


__ADS_3

Tak terasa kini usia anak Adam dan Aisyah sudah memasuki umur 12 bulan yang berarti sudah masuk 1tahun, perkembangan anaknya sangat cepat apalagi Baby Husein dan Baby Hasan sudah mulai berbicara aktiv berbeda dengan Baby Arsyi yang aktiv penggerakannya.


"Sini anak bunda". Ujar Aisyah kepada mereka sambil merentangkan tangannya.


"Nda luk luk". Ujar mereka pada Aisyah.


"Hatihati sayang, kalian belum bisa benar berjalan, mas jaga dibelakang dan kamu juga Zafran". Ujar Aisyah pada mereka berdua.


"Siap sayang". Ujar Adam padanya.


"Siap aunty". Ujar Zafran padanya.


Hingga salah satu dari mereka telah sampai kedalam pelukan Aisyah, siapa lagi jika bukan Baby Arsyi yang memang sebagai kakak dari kedua anaknya yang lain, Baby Hasan dan Baby Husein dituntun oleh Adam dan Zafran.


Kini usia Zafran sudah memasuki umur 7 tahun kurang, ia sudah masuk sekolah dasar yang dimiliki keluarga Adam, Zafran juga semakin gemoy karena badan serta pipi nya berisi.


"Masya allah, anak bunda makin lancar berjalan yaa". Ujar Aisyah pada baby Arsyi.


"Yahh Nda". Oceh baby Arsyi padanya.


"Gemes sekali kamu sayang". Ujarnya mengecup pipi sang anak.


"Iyaa aunty benar, baby Arsyi semakin menggemaskan begitu juga dengan yang lainnya". Ujar Zafran pada Aisyah.


"Anak ayah yang tampan ini pastinya tidak mau kalah kan? tapi semuanya butuh proses sayang, sabar ya". Ujar Adam memeluk keduanya.


Beberapa jam kemudian Adam mengantar Zafran pulang, sedangkan Aisyah mengajak anaknya bermain bersama sambil menunggu suaminya pulang, hingga tak terasa salah satu dari mereka tertidur dengan tengkurap.


Dikarenakan Aisyah serta anaknya tiduran dikasur lantai, membuat semuanya tertidur pulas disana, Adam yang saat itu sudah pulang pun terkejut melihat pemandangan di depannya itu, lalu ia menghampiri istri serta anaknya.


"Astagfirullah, istri dan anakku tidur di kasur lantai yang tipis, apa ngga sakit badan mereka". Ujar Adam khawatir.


"Sayang Hey bangun, ngapain tidur di kasur lantai yang tipis begini?". Tanya Adam pada istrinya.


"Mas, udah pulang? kok aku ga denger ya?". Tanya Aisyah dengan wajah sayu nya.


"Iya ngga akan denger, kamu nya aja tidur sayang". Jawab Adam pada istrinya.


"Ahh iyaa mas lupa hehe". Ujarnya terkekeh membuat Adam gemas.


"Sayang, pindah ke kamar nanti sakit badan kalian". Ujar Adam pada istrinya.

__ADS_1


"Iyaa mas, maaf ya habisnya nunggu mas sambil tiduran pasti ujungnya ketiduran". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa gapapa sayang, tapi lain kali jangan di kasur lantai yang tipis begitu, di kamar aja sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Baiklah mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


Setelah Adam dan Aisyah memindahkan anak mereka ke ranjang yang lebih nyaman, Aisyah masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya agar tidak mengantuk lagi, lalu menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa kamar mereka.


"Mas Adam, ngga di kantor ngga di rumah, kerja terus". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Kerjaan mas banyak sayang, makanya mas selalu mengerjakan nya di kantor ataupun di rumah, apalagi di kantor yang memang tempat mas kerja". Ujar Adam menatap istrinya.


"Yaudah, mau Ais bikin kan kopi mas?".Tanya Aisyah pada suaminya.


"Boleh sayang, sebelum nya terimakasih". Jawab Adam diangguki oleh istrinya.


Beberapa menit kemudian Aisyah kembali sambil membawa segelas kopi untuk suaminya, ia menyimpannya di meja membuat Adam menoleh pada istrinya, Adam mengucapkan terimakasih pada istrinya lalu membaca bismillah sebelum meminumnya.


"Mas, Aisyah masak dulu ya buat makan siang". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa sayang, nanti panggil Mas ya kalau udah". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa suamiku". Ujar Aisyah mengedipkan matanya membuat Adam terkejut.


"Mas yang mengajarinya". Ujar Aisyah terkekeh.


Aisyah sedang memasak makanan kesukaan suaminya, serta ia juga menyiapkan makanan untuk anak anaknya, beberapa menit kemudian selesai sudah Aisyah memasak lalu ia menghidangkan makanan tersebut di atas meja makan.


Aisyah kembali masuk kamar untuk memanggil suaminya, sesaat tatapannya menatap suaminya yang tengah tertidur pun tak tega membangunkannya, tetapi Adam harus makan siang hingga membuat Aisyah mengguncang badan suaminya dengan pelan.


"Udah selesai sayang?". Tanya Adam dengan suara khas bangunnya.


"Udah sayang, bangun yuk makan siang dulu". Jawab Aisyah pada suaminya.


"Yaudah sebentar mas cuci muka dulu". Ujarnya diangguki oleh Aisyah.


"Ayok sayang". Ujar Adam yang merangkul istrinya.


Kebetulan anak anaknya sudah bangun, sekalian saja Aisyah bawa ke ruang makan, karena mereka juga harus makan, Aisyah menyuruh suaminya makan terlebih dahulu karena Aisyah harus menyuapi anaknya.


"Aku suapi juga ya sayang". Ujar Adam pada istrinya.

__ADS_1


"Ngga usah mas, aku bisa nanti seudah menyuapi mereka". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Gapapa sayang, ini aaaa". Ujar Adam menyuruh Aisyah membuka mulutnya.


"Makasih yaa mas". ujar Aisyah tersenyum pada suaminya.


Mereka makan dengan khidmat hingga Adam beberapa kali nambah karena masakan istrinya selalu membuatnya lapar, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis.


"Alhamdulilah habis makannya, pinternya anak bunda dan ayah". ujar Aisyah mengecup kening anaknya satu persatu.


"Yahh Nda". Oceh mereka pada Aisyah.


"Sini sama ayah sayang". Ujar Adam yang baru saja mencuci tangan nya.


"Yehh yah yahh". Oceh Baby Hasan padanya.


"Non den, biar bibi aja yang nyuci piring bekas nya". Ujar pekerja dirumah mereka.


"Gausah bii, biar Aisyah aja". Ujar Aisyah padanya.


"Gausah, biar bibi aja non, kan memang tugas bibi". Ujarnya pada Aisyah.


"Yaudah, makasih ya bi". Ujarnya diangguki oleh Bi Siti.


Beberapa jam kemudian adzan ashar berkumandang, Aisyah dan Adam melaksanakan sholat berjamaah di musholah, seusai sholat seperti biasa keduanya membaca al Qur'an bersama, hingga Adam menyuruh istriku untuk menghafal satu surat.


Aisyah membacanya dengan merdu, sambil memejamkan matanya Aisyah menyetor hafalannya pada sang suami, hingga beberapa menit kemudian Adam mengecup kening istrinya sebagai hadiah utama karena hadiah yang sebenarnya sudah ada di kamar.


"Masya allah mas, mukena nya bagus banget". Ujar Aisyah menatap hadiah nya.


"Kamu suka sayang?". Tanya Adam pada istrinya.


"Sangatt sukaa mas, makasih banyak mas". Jawab Aisyah memeluk suaminya.


"Iyaa syaang, semoga bermanfaat bagi kamu ya". Ujar Adam membalas pelukan istrinya.


"Pasti bermanfaat mas". Ujar Aisyah berkaca kaca Menatapnya.


Aisyah mencoba mukena tersebut, sungguh ia sangat senang karena ini adalah mukena yang kedua ia pakai adalah pemberian suaminya, yang pertama adalah mukena dari hantaran suaminya itu, melihat istrinya senang membuat Adam pun senang.


Syukurlah kamu menyukainya sayang, mas bersyukur mempunyai istri seperti kamu. Batin Adam menatap istrinya dengan tersenyum.

__ADS_1


Aisyah memberikan sesuatu pada suaminya, membuat Adam mengangkat alisnya, namun Aisyah menyuruh suaminya membukanya nanti saat Aisyah tidak di hadapannya, Adam hanya bisa menganggukkan kepalanya menandakan ia setuju.


__ADS_2