
Kini Adam serta keluarga kecilnya sedang liburan ke Bali membuat Aisyah serta ketiga anaknya selalu senang, kini kehamilan Aisyah sudah memasuki bulan ketiga, awalnya Adam khawatir pada kandungan istrinya tetapi saat ia sudah bertanya pada dokter, Adam pun tak terlalu khawatir pada istrinya.
"Jangan lari sayang, ingat kandungan kamu". Ujar Adam pada istrinya.
"Hehe maaf ya mas, abisnya aku senang banget". Ujar Aisyah menatap suaminya.
"Iyaa sayang aku tau, tapi ingat juga dong sama anak kita". Ujar Adam mengelus perut istrinya.
"Iyaa mas maaf dehh". Ujar Aisyah memeluk suaminya.
Kehamilannya yang kedua membuat Aisyah begitu manja pada suaminya, padahal saat kehamilan pertama ia tidak terlalu manja tetapi suaminya yang manja, hingga membuat Adam kini senang karena istrinya begitu manja padanya.
"Ngga pengen sesuatu sayang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Heum aku pengen mas aja deh". Jawab Aisyah terkekeh.
"Dasar bumil manja". Ujar Adam pada istrinya.
"Biarin wlee". Ujar Aisyah sambil menjulurkan lidahnya walaupun Adam tak bisa melihatnya.
"Anak anak jangan main jauhh". Ujar Adam memerhatikan ketiga anaknya.
"Ya yahh". Ujar mereka bersama.
Beberapa menit kemudian mereka telah berada di kamar penginapan yang lebih bagus, karena Adam ingin membuat keluarga kecilnya nyaman, sambil mengelus perut istrinya yang mulai sedikit buncit Adam menatap sikembar yang tepar karena terus berlari.
"Ngga nyangka bakalan punya anak lagi". Ujar Adam menatap Aisyah.
"Iyaa lahh orang mas terlalu rajin". Rengek Aisyah pada suaminya.
"Haha tapi kamu suka kan syang". Ujar Adam menggoda istrinya.
"Ihh apaan sih mas". Ujar Aisyah memalingkan wajahnya malu.
"Kita udah nikah lama sayang, masih aja malu". Ujar Adam pada istrinya.
"Lama apanya mas? yang lama tuh kaya ayah dan bunda, umi dan Abi, kita baru satu tahun menjelang dua tahun mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Masa sayang?". Tanya Adam menatap istrinya.
"Iyaa suamiku sayangg". Jawab Aisyah dengan gemas.
Adam yang melihat itu terkekeh lalu memeluk istrinya serta mengecup keningnya, Adam mengajak Aisyah untuk beristirahat karena ia lumayan lelah, Aisyah mengangguk setuju ajakan suaminya karena ia pun merasakannya.
__ADS_1
Sebelum tidur Aisyah dan Adam membersihkan dirinya karena dari luar pastinya gerah, mereka kini tidur dengan pulas sambil Adam memeluk istrinya yang tidur menyamping , hingga beberapa jam kemudian keduanya terbangun mendengar alarm di ponsel Aisyah.
"Adzan Ashar mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah yuk kita wudhu lalu sholat ashar berjamaah". Ajak Adam pada istrinya.
"Yaudah mas dulu aja, aku mau diam dulu belum ngumpul nyawa nya nih". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah syaang , mas tinggal wudhu yaa". Ujar Adam terkekeh pada istrinya.
"Iyaa mas, orang kamar mandi nya aja deket". Ujar Aisyah pada suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah, sedangkan ketiga anaknya masih tertidur pulas saat Aisyah menatapnya, Adam seperti biasa jika Aisyah sedang hamil ia akan membacakan surat tertentu atau sholawat.
"Anak ayah baik baik ya sayang, jangan bikin bunda sakit". Ujar Adam setelah selesai membacakan sholawat.
"Ayah ga sabar melihat kamu lahir sayang". Ujarnya mengecup perut istrinya.
"Ish mas, anak kita aja masih kecil tuh, emangnya kamu ngga akan capek gitu ngurus nya nanti?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Ngga akan, karena kita melakukannya bersama sayang". Jawab Adam menatap istrinya.
"Iyaa mas, jika dilakukan bersama maka tidak akan terasa capek yang ada hanya senang mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Mereka berdua memasuki kamar dimana tadi mereka tidur, karena mereka sholat di kamar yang lain, Aisyah dan Adam melihat ketiganya yang sudah bangun, keduanya menghampiri anak anaknya.
"Baru aja ayah sama bunda, mau bangunin kalian, eh udah bangun rupanya". Ujar Aisyah mencium pipi ketiganya.
"Ya unda, hihi". Ujar Baby Arsyi terkekeh.
"Aih gemasnya anak bunda inii". Ujar Aisyah memeluk ketiga nya bersamaan.
"Anak anak mulu nih yang dipeluk, ayah nya ngga". Ujar Adam menatap istrinya.
"Ah ayah mah nantii aja yaa belakangan". Ujar Aisyah terkekeh menatap suaminya.
Mereka pun keluar kamar bersama, karena Adam akan mengajak mereka makan sore di luar, kebetulan cuaca sangat mendukung, tidak mendung dan tidak terlalu panas, Adam menyuruh istri dan anak anaknya duduk dikursi yang kosong.
Adam memanggil pelayan untuk memesan makanan, untung saja ada makanan khusus anak yang berumur 1tahun, jadi ia tidak perlu repot mencari cari makanan untuk anak anaknya, Aisyah menatap suaminya yang selalu siaga terhadap keluarga kecilnya.
"Selamat menikmati makanannya tuan dan nyonya". Ujar pelayan tersebut setelah menyimpan pesanan mereka.
"Acikk akann". Oceh Baby Arsyi dengan gembira.
__ADS_1
"Iyaa syaang, makan ya biar tambah gede". Ujar Adam pada anaknya.
"Ya yahh". Baby Arsyi tersenyum pada Ayahnya.
"Pinternya anak ayah dan bunda". Ujar Adam mengelus kepala mereka bertiga.
Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis, kini Adam mengajak istri serta anaknya meminum kelapa degan sambil menunggu sunset, Aisyah menyandar di bahu suaminya sedangkan anak anaknya asik mengoceh menatap langit.
"Masya allah, indahnya mas". Ujar Aisyah saat melihat sunset.
"Iyaa sayang, sama indahnya seperti kamu". Ujar Adam menatap istrinya.
"Jangan gombal deh mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Mas serius sayang, bukan gombal". Ujar Adam pada istrinya.
Keduanya saling menatap hendak mendekati wajah istrinya, namun ia tersadar sedang berada di area umum, Adam kembali menatap ke depan melihat anak anaknya yang sedang berbincang dengan seseorang.
"Sayang, kita samperin mereka". Ujar Adam pada istrinya.
"Ah ayo mas". ujar Aisyah pada suaminya.
Sedangkan saat itu ketiga anaknya sedang mengoceh dengan seorang anak lelaki dan perempuan, Aisyah menghampiri mereka bertiga begitu juga dengan Adam.
"Assalamu'alaikum tante om". ujar mereka pada Adam dan Aisyah.
"Waalaikumussalam". ujar keduanya menatap mereka berdua.
"Tante dan om orangtua mereka?". Tanya salah satu dari keduanya pada Aisyah dan Adam.
"Iyaa benar sayang, kenapa memangnya?". Tanya Aisyah pada anak kecil yang menurutnya sudah berumur 7tahun.
"Lucu sekali tante, beli nya dimana?". Tanya anak perempuan dengan polosnya.
Adam dan Aisyah yang mendengar itupun menahan tawanya, sangat lucu sekali pertanyaan anak perempuan tersebut, Aisyah saling menatap dengan suaminya karena bingung menjawabnya. Akhirnya Adam yang mengambil alih.
"Tidak beli sayang, ini dibuat dengan kasih sayang". Jawab Adam membuat Aisyah melotot.
"Ohh ya sayang, nama kalian siapa?". Tanya Aisyah agar mereka melupakan pertanyaan nya tadi.
"Ah iya kita lupa mengenalkan diri, nama saya Muhammad Arham Maulana, biasa dipanggil Arham dan ini adik kembaran saya namanya Khadijah Mutiara Putri biasa dipanggil Muti atau Putri". Jawab Arham pada Aisyah dengan lembut.
Gemas sekalii mereka, mereka juga kembar ternyata. Batin Adam menatap keduanya.
__ADS_1