
Arsyila sedang diam disebuah taman sekolah TK, menunggu adik adiknya yang masih menulis karena Arsyila lebih cepat dalam menulis pelajaran berbeda dengan dua kembarannya itu, saat itu datanglah Arham yang memang mengenali Arsyila.
"Assalamualaikum". Salam Arham padanya.
"Waalaikumussalam, loh abang Arham kan?". Tanya Arsyilla pada nya.
"Iyaa ini abang, kamu masih ingat ternyata". Jawab Arham tanpa menoleh pada Arsyila.
"Iyaa inget dong kan sering video call lewat ponsel bunda bang". Ujar Arsyilla yang juga tidak menatap pada Arham.
"Kamu dan adik kamu apa kabar?". Tanya Arham padanya.
"Alhamdulillah aku dan adikku baik , abang dan adik abang baik juga kan?". Tanya balik Arsyila pada Arham.
"Alhamdulilah abang dan adik abang juga baik, ah ya kemana Hasan dan Husein?". Tanya Arham pada Arsyila.
Belum sempat Arsyila menjawab pertanyaan Arham, kedua adik kembarannya datang menghampiri Arsyila dan Arham, mereka berdua tampaknya berlari dari kelas menuju taman karena tidak mau kakak mereka diculik orang, Arham yang kebetulan membawa minum pun memberikan pada mereka berdua.
"Makasih bang, tau aja kita haus". Ujar Hasan disetujui oleh Husein.
"Iyaa sama sama". Ujar Arham sambil tersenyum pada mereka berdua.
"Ah iyaa lupa, assalamualaikum bang". Ujar Husein pada Arham.
"Waalaikumussalam, makanya lain kali jangan langsung bicara, udah tau capek habis lari". Ujar Arham terkekeh pada mereka berdua.
Arham pamitan untuk pulang setelah Arsyila ada kembarannya, karena tadi sebenarnya Arham takut Arsyila di culik oleh penjahat, makanya Arham menemani Arsyila sambil menunggu kembarannya datang, Arham juga memberi jarak dalam duduknya agar tidak terlalu dekat dengan Arsyila.
Beberapa menit kemudian Aisyah menjemput ketiga anaknya yang memang ia telat tadi, untung saja ketiga anaknya masih ada di dekat sekolah jika tidak ketakutan Aisyah akan terjadi saat itu juga, selama dalam perjalanan menuju rumah ketiga anaknya hanya diam saja tidak ada yang berbicara.
"Tumben ngga ngobrol, kenapa nih?". Tanya Aisyah pada ketiga anaknya.
"Ngga kenapa napa bunda, lagi males aja". Jawab Husein pada Aisyah.
"Yaudah kalian tidur aja ya, nanti bunda bangunkan". Ujar Aisyah pada mereka bertiga.
"Baik bunda". Ujar ketiga nya pada Aisyah.
"Semoga anak bunda dan ayah selalu dilindungi oleh Allah swt, aamiin yaa rabbal'alamin". Gumam Aisyah sambil melirik ketiga anaknya lewat kaca depan.
Beberapa menit kemudian Aisyah sampai di rumah kediaman nya, Aisyah membangunkan ketiga anaknya untung saja mereka mudah dibangunkan jika tidak akan lama membangunkan mereka, Aisyah membuka pintu rumahnya terlihat Alyssa dan Ayra yang menunggu mereka di ruang tengah.
"Assalamualaikum". Salam Aisyah diikuti dengan ketiga anaknya.
__ADS_1
"Waalaikumussalam". Jawab Alyssa dan Ayra sambill menyalimi tangan mereka.
"Nunggu lama ya sayang". Ujar Aisyah kepada kedua anaknya.
"Ngga kok bunda, daritadi kita lagi nonton tv". Ujar Ayra pada Aisyah.
"Yaudah, Kakak abang kalian ganti baju dulu sana". Ujar Aisyah pada ketiga anaknya.
"Baik bunda". Sahut mereka bertiga.
Sambil menunggu ketiga anaknya turun ke bawah, Aisyah memasak makanan untuk anak anaknya makan, kebetulan para pekerja Aisyah pulangnya jika bulan puasa ramadhan tiba, karena Aisyah selalu ingin para pekerja nya juga puasa serta lebaran bersama keluarga mereka.
"Assalamualaikum bunda". Salam Adam pada Aisyah.
"Waalaikumussalam, udah pulang aja mas? biasanya sore loh". Ujarnya pada Adam.
"Iya syaang kebetulan pekerjaan mas sudah selesai untuk hari ini". Ujar Adam pada istrinya.
"Yaudah mas mau mandi dulu apa makan dulu?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Mandi dulu sayang". Jawab Adam pada istrinya.
"Yaudah kalau gitu mas, Kebetulan tadi Aisyah sudah menyiapkan semuanya mas untuk mas mandi". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.
Beberapa menit kemudian Adam sudah kembali menghampiri mereka yang sedang duduk diruang tengah, Adam mengecup kening mereka satu persatu membuat Adam mendapatkan balasan dari mereka dan itu membuatnya sangat senang.
"Ayah ayo makan bersama". Ajak Hasan padanya.
"Kalian menunggu ayah ternyata". Ujar Adam pada anak anaknya.
"Iyaa ayah". Ujar mereka pada Adam.
"Yaudah hayu sayang". Ujar Adam pada mereka.
"Hayuu ayahh". Ujar mereka pada Adam.
Aisyah menyiapkan makanan nya ke meja makan, setelah nya Aisyah menuangkan nasi dan beberapa lauk ke dalam piring suaminya, mereka menikmati makanannya dengan khidmat hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa.
Aisyah sedang mengajari kedua anaknya Alyssa dan Ayra tentang nama nama hewan serta yang lainnya, karena ketiga anaknya yang lain sedang tidur siang begitu juga Adam yang mengeluh capek pada Aisyah, akhirnya hanya Aisyah yang mengajari kedua anaknya.
"Jawab pertanyaan bunda okee". Ujar Aisyah pada keduanya.
"Siapp bunda". Ujar keduanya pada Aisyah.
__ADS_1
"Hewan, hewan apa yang memiliki leher yang sangat panjang?". Tanya Aisyah pada keduanya.
"Jerapah bunda". Jawab mereka berdua kompak.
"Pintar anak bunda, oke sekarang lanjut". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.
"Buah, buah apa yang dalamnya berwarna ungu?". Tanya Aisyah pada mereka berdua.
"Buah Naga bunda". Jawab Alyssa padanya.
"Benar, jawabannya adalah Buah Naga, masih mau lanjut?". Tanya Aisyah pada keduanya.
"Lanjut bunda". Jawab mereka dengan semangat.
Aisyah mengajari mereka berdua sampai waktu mendekati ashar barulah mereka selesai, keduanya membangunkan ketiga kakaknya yang masih tidur di kamar, sedangkan Aisyah membangunkan suaminya yang juga masih tidur.
"Mas bangun, udah ashar mas". Ujar Aisyah menguncangkan badan suaminya.
"Mas bangun ihh". Ujarnya lagi pada suaminya.
"Heum iyaa syang ini mas bangun". Ujar Adam dengan suara seraknya.
"Yaudah, Aisyah siapkan dulu alat sholat nya di musholah ya mas". Ujar Aisyah diangguki oleh suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah, seperti biasa Adam akan menceritakan sebuah kisah tentang nabi ketika selesai sholat, akan tetapi itu dilakukan sehari sekali makanya saat anak anak ingin mendengar kisah nabi harus menjawab pertanyaan dari Aisyah.
"Sebutkan rukun iman, siapa yang bisa menjawab?". Tanya Aisyah pada mereka.
"Hasan bunda". Jawab Hasan pada Aisyah.
"Iyaaa apa saja rukun iman itu, yang pertama rukun iman kepada?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Allah bun, kedua iman kepada malaikat malaikat allah, ketiga iman kepada kitab allah, keempat iman kepada nabi dan rasul allah , kelima iman kepada hari kiamat atau hari akhir dan keenam iman kepada Qadha dan Qadar". Jawab Hasan dengan semangat pada Aisyah.
"Pinternya anak bunda dan ayah". Ujar Aisyah pada Hasan.
"Tapi kayanya nanti aja magrib ya ayah ceritakan kisah nabi, soalnya ayah ada kerjaan mendadak sayang". Ujar Adam pada anak anaknya.
"Yahh, yaudah deh nanti aja yah". Ujar mereka bersama.
"Maafin ayah ya sayang". Ujar Adam memeluk mereka satu persatu.
"Iya ayah". Ujar mereka pada Adam.
__ADS_1
Aisyah yang melihat itupun tersenyum senang, ia pun memeluk mereka dengan perasaan bahagia, beberapa menit kemudian mereka keluar dari ruangan musholah dengan saling berpegangan tangan.