Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 106


__ADS_3

Arham menatap seseorang dengan tak berkedip membuat Husna menyenggol anaknya, Arham menoleh pada bundanya itu namun sesaat ia menyadari menatap anak dari teman bundanya terlalu lama, ia menundukkan pandangannya.


"Kalau kamu suka, tunggu dia besar saat ini umurnya saja belum bisa kamu ambil dari keluarganya Ham". Ujar Husna pada anaknya.


"Heum baiklah bunda, maafkan Arham tapi nanti ayah sama bunda, bantu Arham ya untuk melamar Arsyila nanti". Ujarnya dengan pelan pada Husna.


"Iyaa syang, bunda dan ayah pasti membantumu". Ujar Idris yang mendengar perkataan anaknya.


"Makasih ayah bunda".Ujarnya sambil tersenyum senang pada kedua orangtuanya.


"Iyaa sama sama sayang". Ujar Husna pada putranya.


Aisyah dan Adam menghampiri mereka bersama suaminya , mereka duduk bersebrangan dengan keluarga kecil Husna, mereka kemudian berbincang bersama kecuali kelima anaknya yang sedang bermain.


"Ah gimana kuliah kamu nak??". Tanya Aisyah pada Arham.


"Alhamdulillah baik Aunty". Jawab Arham dengan sopan pada Aisyah.


"Syukurlah kalau begitu nak". Ujarnya pada Arham.


"Iyaa Aunty". Ujar Arham sambil tersenyum tipis padanya.


"Bagaimana dengan sekolah kamu sayang?". Tanya Husna pada Arsyila.


"Alhamdulillah semakin susah pelajaran nya Aunty". Jawab Arsyila dengan jujur.


"Semuanya akan mudah kalau kita mau belajar sayang". Ujar Husna pada Arsyila.


"Kaya Adiba kata katanya ya bun". Ujar Arsyila menatap bundanya.


"Iyaa emang benar sayang". Ujar Aisyah tersenyum pada anaknya.


"Nah benar ternyata". Ujarnya sambil tertawa kecil.


"Sayang lebih baik kamu ajari adikmu Kahfi belajar lagi". Ujar Adam pada Arsyila.


"Okee siap ayah". Ujarnya sambil bangkit dari duduknya.


Arsyila berpamitan pada mereka semua karena tidak enak jika pergi begitu saja, setelah Arsyila pergi dari pandangan mereka membuat Arham menundukan kepalanya, ia menyadari sesuatu jika Adam menatapnya dengan tajam.


"Mas kenapa natap nak Arham begitu?". Tanya Aisyah mengusap pelan lengan suaminya.


"Mas hanya menatapnya saja sayang, emangnya kenapa?". Tanya Adam yang berusaha biasa saja.


"Mas jangan bohong deh sama aku". Ujar Aisyah menatap tajam pada suaminya.


"Engga ada yang mas bohongin sayang". Ujar Adam dengan santai pada istrinya.


"Okee kalaau mas ngga mau jujur sama aku, gapapa". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada suaminya.

__ADS_1


"Kalau begitu kita pamit aja ya Syah, Dam". Ujar Idris pada mereka berdua.


"Ah baiklah kalau begitu". Ujar Aisyah sambil bangkit dari duduknya.


"Sayang kamu engga ikut anter?". Tanya Adam pada sang istrinya.


"Engga dulu deh mas, maaf ya mbak abang". Jawabnya pada mereka.


"Iyaa gapapa Syah". ujar Idris dan Husna bersamaan pada Aisyah.


Setelah melihat mobil Idris berlalu dari hadapannya, Adam kembali masuk ke dalam rumah serta memghampiri istrinya yang sedang marah, Aisyah yang melihat suaminya datang menghampiri nya pun memilih pergi ke kamar.


"Ayah buat salah apa sama bunda? ". Tanya Arsyila saat melihat bundanya pergi.


"Ayah udah bikin bunda marah sama ayah sayang". Jawabnya dengan sedih.


"Ayah selalu aja begitu, ayah gaboleh buat bunda marah apalagi lagi datang bulan". Ujar Arsyila memberitahu sang ayahnya.


"Ah baiklah makasih ya putri ayah yang cantik, ayah mau ke kamar nyusul bunda". Ujar Adam diangguki oleh anaknya.


"Ayah selalu saja begitu". Gumam Arsyila menatap punggung ayahnya.


"Sayang buka pintunya, mas minta maaf sayang". Ujar Adam dari luar kamar.


"Sayangg buka pintunya". Ujar Adam sekali lagi.


Tak berselang lama pintu terbuka menampilkan istrinya yang sedang menatapnya datar, Adam memasuki kamarnya lalu memeluk istrinya serta mencium keningnya membuat Aisyah diam seketika.


"Katanya mau ngejelasin yang tadi". Ujar Aisyah sambil menatap suaminya.


"Yaudah sayang mas akan jelaskan". Ujar Adam sambil menghela nafasnya.


"Jadi gimana mas? kok diem aja sih?". Tanya Aisyah yang melihat suaminya hanya diam saja.


"Jadi gini sayang, sedaritadi mas hanya menyadari dengan tatapan dari Arham yang terus saja menatap putri kita syaang, mas ngga suka lihatnya". Jawabnya pada Aisyah.


"Ah jadi nak Arham sedaritadi menatap Arsyila mas?". Tanya Aisyah yang terkejut.


"Iyaa Syaang, sepertinya Arham menyukai Arsyila dan mas tidak menyukai itu karena Arsyila juga masih kecil". Jawabnya dengan menggebu gebu.


"Iyaa sayang aku juga engga akan suka kalau nak Arham menyukai Arsyila yang umurnya saja belum 18 tahun lebih". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa syukurlah kalau istriku juga memahami kenapa mas tadi menatap tajam Arham". Ujar Adam sambil mengelus kepala istrinya.


Aisyah hanya mengangguk saja dalam pelukan suaminya, hingga beberapa menit kemudian mereka kembali keluar kamar untuk melihat anak anaknya yang berada diruang tengah, sesampainya disana keduanya duduk di kursi sofa.


"Bunda ayah?". Panggil mereka saat melihat kedua orangtua ada di ruang tengah.


"Iya Ssyang kenapa?". Tanya Aisyah pada anak anaknya.

__ADS_1


"Bunda sama ayah ngga Papaa kan?". Tanya Kahfi pada mereka berdua.


"Ayah sama bunda engga papa boy". Jawab Adam pada anaknya.


"Beneran bunda? ayah?". Tanya Husein memastikan.


"Iyaa beneran ngapain juga ayah bohong, iya kan bunda?". Tanya Adam menatap istrinya.


"Iyaa benar apa yang dibilang ayah sayang". Jawabnya sambil tersenyum pada anaknya.


"Syukurlah kalau begitu, Husein senang dengarnya bun". Ujarnya sambil tersenyum senang menatap kedua orangtuanya.


Aisyah dan Adam mengajari anak anaknya dengan lembut, hingga membuat Kahfi kelelahan karena sedaritadi terus belajar membuat matanya tidak bisa menahan lagi hingga akhirnya ia tertidur, Aisyah yang melihat itupun langsung menyuruh suaminya memindahkan Kahfi ke kamar.


"Sayang kalian juga masuk ke kamar masing masing ya". Ujar Aisyah pada mereka.


"Siap bundaa". Ujar keempat anaknya yang lain.


"Siip sayang". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.


"Iyaa bundaku". Ujar mereka pada Aisyah.


"Mas yuk ke kamar". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa Ayok sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa mas". Ujarnya sambil bangkit dari duduknya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di kamarnya, Adam sudah memindahkan Kahfi ke kamar anaknya yang memang sudah terpisah dengan mereka berdua, Adam kembali ke kamar menghampiri istrinya.


"Sayang, kamu ada niat buat pergi jalan jalan ke luar negeri engga?". Tanya Adam pada istrinya.


"Ada mas, Aisyah pengen banget ke Paris". Jawab Aisyah dengan tersenyum pada suaminya.


"Beneran sayang?". Tanya Adam menatap istrinya yang begitu senang.


"Iyaa mas, Aisyah pengen ke Paris bersama anak anak juga". Jawabnya dengan tersenyum senang pada suaminya.


"Yaudah nanti mas atur ya jadwal dikantor, biar bisa jalan jalan keluar negeri". Ujar Adam sambil mengusap rambut istrinya.


"Beneran sayang?". Tanya Aisyah dengan tersenyum senang.


"Beneran syang, karena sudah lama juga kita tidak berliburan". Jawabnya sambil tersenyum pada istrinya.


"Aahhh makasih suamiku". Ujarnya memeluk suaminya dengan erat.


Beberapa menit kemudian mereka tertidur lelap sambil berpelukan, membuat keduanya nyaman dengan tidurnya hingga beberapa jam kemudian mereka baru terbangun saat waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang.


Jangan lupa Like, Comment dan Like ya guys, terimakasih para readers terbaik:)

__ADS_1


__ADS_2