
"Kak Arsyi ada yang nyari kakak di depan". Ujar Ayra padanya.
"Siapa?". Tanya Arsyila padanya.
"Temen kakak kayanya, perempuan". Jawabnya sambil berlalu pergi dari hadapan kakaknya.
"Ishh belum jelas, main pergi aja". Gumam Arsyi sambil keluar dari kamar nya.
Arsyila melihat Caca sahabat satu satunya sedang duduk bersama Kak Ainun, ia pun menghampiri mereka berdua yang sedang asik menulis sesuatu, Caca yang melihat kedatangan sahabatnya pun langsung memeluknya.
"Kenapa sih Ca?". Tanya Arsyila pada sahabatnya.
"Tau engga Syii?". Tanya Caca padanya.
"Engga tau lah orang kamu belum bilang". Jawabnya sambil terkekeh.
"Ah benar juga ya, Syii ada kabar bahagia". Ujarnya pada Arsyila.
"Kabar bahagia apa Ca??". Tanya Arsyila penasaran.
"Kamu juara ke satu baca Qur'an". Jawabnya dengan tersenyum senang.
"Ah yang bener kamu? ngga bohongkan?". Tanya Arsyila yang masih terkejut.
"Buat apa Caca bohong sama kamu, coba aja tadi kamu masuk sekolah pasti kamu juga senang". Ujarnya pada sahabatnya Arsyila.
"Ya aku kan sakit Ca, makanya masuk tapi aku senang mendengarnya". Ujar Arsyila tersenyum senang pada sahabatnya Caca.
Aisyah menghampiri mereka yang terlihay senang, membuat Arsyila, Aina serta Caca menoleh pada Aisyah yang sudah duduk disebrang mereka duduk, Arsyila tersenyum pada bundanya berkat semangat bunda da ayahnya akhirnya Arsyila memenangkan lomba baca Qur'an tersebut.
"Ada apaa sih sayang?". Tanya Aisyah penasaran.
"Arsyi dapat juara satu lomba baca al-Qur'an bunda". Jawab Arsyila tersenyum pada bundanya.
"Masya Allah benarkah sayang? ". Tanya Aisyah tersenyum senang pada anaknya.
"Iyaa bunda buat apa Caca bohong sama Arsyi". Jawabnya sambil memeluk bundanya.
"Alhamdulillah bunda senang mendengarnya, itu artinya kamu berhasil menutup mulut mereka yang selalu membully kamu sayang". Ujar Aisyah memeluk anaknya.
"Iyaa bunda, ini juga berkat ayah dan bunda yang selalu memberikan Arsyila support, makasih bunda". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Iyaa sayang sama sama". Ujar Aisyah sambil tersenyum tipis pada anaknya.
Beberapa menit kemudian Caca berpamitan pada Arsyila dan yang lainnya karena orangtua nya telah menjemputnya, Arsyila mengantar sahabatnya sampai depan rumah lalu menyalimi tangan kedua orangtua sahabatnya sebelum akhirnya sahabatnya pulang.
__ADS_1
"Sayang masuk yuk, kenapa kamu diem diluar ". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Kakak masih engga percaya kalau kakak juara pertama lomba membaca al Qur'an bunda". Ujarnya sambil tersenyum haru.
"Iyaa sayang bunda juga bangga sama kamu". Ujar Aisyah mengelus kepala anaknya.
"Yaudah masuk aja yuk bun". Ajak Arsyila pada bundanya.
"Iyaa Ayok sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Bunda, ayah juga pasti banggakan?". Tanya Arsyila pada bundanya.
"Tentu saja sayang , ayah pasti bangga sama kamu sayang". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Alhamdulilah kalau begitu bun". Ujarnya sambil tersenyum pada bundanya.
Aisyah menyuruh semua anaknya untuk tidur siang setelah sedaritadi belajar, merekapun memasuki kamarnya masing masing begitupun dengan Aina yang akan tidur dikamar adiknya Arsyila, Aisyah pun ikut memasuki kamarnya sendiri.
Semoga keluargaku selalu berada di lindungan mu Ya Allah Aamiin yaa rabbal'alamin. Batin Aisyah menatap langit langit kamarnya.
Beberapa jam kemudian Aisyah terbangun dari tidurnya setelah alarm yang tadi ia siapkan berbunyi, Aisyah meregangkan tangannya sebelum turun dari ranjang tidur nya, setelah membersihkan badannya Aisyah keluar dari kamar untuk membangunkan anak anaknya yang masih tidur.
"Sayangnya bunda bangun nak". Ujarnya pada anaknya.
"Masih ngantuk bunda". Ujar Husein pada bundanya.
"Heum baiklah bunda". Ujar Husein dengan lemas.
"Udah ayok semuanya bangun sayangg". Ujar Aisyah membangunkan anaknya yang lain.
"Iyaa bunda". Sahut mereka semua pada Aisyah.
"Yaudah bunda tunggu ya diluar". Ujar Aisyah diangguki oleh kelima anaknya.
"Jangan lama, jangan sampai kalian ketiduran di kamar mandi, ngga boleh loh". Ujar Aisyah lagi pada anaknya.
"Iyaa siap bundaku yang cantik". Ujar mereka kompak walaupun Kahfi tidak begitu jelas berbicaranya.
Aisyah keluar dari kamar anaknya sambil menunggu kelima anaknya serta ponakannya bersiap, Aisyah memasak beberapa menu untuk mereka makan nanti, hingga beberapa menit kemudian terdengar suara seseorang menyebut salam bersamaan dengan Aisyah yang baru saja selesai memasak.
"Waalaikumussalam mas". Ujar Aisyah saat membukakan pintu lalu mencium tangan suaminya.
"Anak anak kemana sayang?". Tanya Adam sambil berjalan menaiki tangga bersama istrinya.
"Kayanya masih di kamar deh, juga Aina masih disini mas". Jawab Aisyah pada suaminya.
__ADS_1
"Loh mas kira udah pulang". Ujar Adam pada sang istri.
"Belum mas, katanya pengen nginap tapi gatau jadi gatau engga". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Heum baiklah kalau begitu". Ujarnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya mengerti.
Saat Adam dan Aisyah baru akan membuka pintu kamarnya kelima anaknya serta ponakannya keluar dari kamar, membuat Aisyah dan Adam menoleh melihatnya karena melihat penampilan mereka sangatlah rapih seperti hendak berpergian aja.
"Kalian mau kemana kok rapih sekali?". Tanya Adam menatap mereka.
"Kan mau sholat ashar ayah". Jawab Arsyila pada ayahnya.
"Iyaa maksudnya kan sholat ashar tidak harus memakai jaket, ini kalian kenapa memakai jaket?". Tanya Aisyah yang juga keheranan.
"Kan nanti ayah dan bunda harus antar Kak Ainun makanya kita udah pake jaket". Jawab Arsyila pada bundanya.
"Emang kapan bunda kamu kasih kabar?". Tanya Aisyah pada ponakannya.
"Tadi lewat ponsel Arsyi Aunty" . Jawab Aina pada Aunty Aisyah.
"Ah baiklah kalau begitu, kalian tunggu di musholah ya , nanti ayah sama bunda nyusul". Ujar Aisyah pada mereka berenam.
"Okee siap bunda, aunty". Ujar mereka pada Aisyah.
Beberapa menit kemudian Aisyah dan Adam menuruni tangga menuju ruang mushola. Kini Adam bersiap menjadi imam untuk melaksanakan salat ashar berjamaah bersama istri, anak serta keponakannya. Hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah.
Kini mereka makan bersama sebelum mengantar Ainun pulang ke rumahnya, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, Aisyah dibantu oleh Arsyila dan Aina membereskan piring bekas mereka makan ke dapur.
Lima menit kemudian kini mereka sudah dalam perjalanan mengantar Ainun pulang, selama dalam perjalanan mereka asik berbincang riang mengenai pembelajaran sekolah, bahkan Arsyila juga sudah memberitahu ayahnya tentang ia yang juara pertama lomba membaca al Qur'an.
"Ayah senamg mendengarnya, tingkatkan lagi ya sayang". Ujar Adam sambil tersenyum pada anaknya.
"Iya siap ayahku". Ujar Arsyila pada ayahnya.
"Bagaimana sekolah kamu kak Ainun?". Tanya Aisyah pada ponakannya.
"Alhamdlilah sangat menyenangkan apalagi pembelajaran matematika". Jawabnya sambil tersenyum cerah pada Aisyah.
"Ga salah denger kan? kakak suka sama pelajaran matematika? menurut Husein sangat susahh". Ujar Husein yang mendengar jawaban Ainun.
"Ya emang kakak sangat menyukai pembelajaran hitung berhitung dek". Ujar Ainun pada adik sepupunya.
"Huftt baiklah terserah kakak aja deh". Ujar Husein sambil menghela nafasnya.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen serta Votenya 😁😁