
Huek huek huekk
"Sayang kamu kenapa?". Tanya Arham dengan panik pada istrinya.
"Gatau mas, eneuk banget cium aroma durian". Jawabnya pada sang suami.
"Bukannya kamu suka durian ya sayang? kok eneuk gitu?". Tanya Arham heran pada istrinya.
"Gatau aku juga mas, Huek huek". Jawabnya dengan mual mual.
"Kamu masuk angin sayang?". Tanya Arham pada istrinya.
"Kayanya iyaa deh mas". Jawabnya dengan lemas pada suaminya.
"Yaudah sini sayang, mas bantu kamu rebahan di kasur". Ujar Arham pada istrinya.
"Iyaa makasih mas". Ujar Arsyila dengan jalan perlahan dibantu oleh suaminya.
Tok
Tok
Tok
Arham menoleh mendengar suara ketukan pintu membuatnya segera membuka pintu setelah membantu istrinya merebahkan diri di ranjang, ia melihat Aisyah yang terlihat begitu khawatir dari halisnya yang terangkat.
"Apa terjadi sesuatu pada Arsyi nak?". Tanya Aisyah pada menantunya.
"Iyaa bun, daritadi muntah muntah tapi ngga ada yang keluar". Jawabnya pada mertuanya.
"Apa? coba bunda lihat". Ujarnya diangguki oleh menantunya.
"Sayang apa yang kamu rasakan?" Tanya Aisyah pada anaknya.
"Aku mual bunda, tapi waktu aku muntah ngga ada yang keluar cuman air doang, pusing juga bunda". Jawabnya dengan lemas pada bundanya.
"Mungkin kamu hamil sayang". Celetuk Adam di belakang mereka.
"Hamill? ngga mungkin ayahh, orang Mas Arham selalu ngeluarin diluar ups". Ujar Arsyila keceplosan membuat mereka terkejut terutama Arham.
"Sayangg kamu kok malah bilangg ihh". Ujar Arham sambil menutup wajahnya.
"Hehe maaf ya mas". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada suaminya.
"Huft yaudah gapapa, udah terlanjur juga". Ujar Arham sambil menghela nafasnya panjang.
"Jangan marah dong Mas". Ujarnya pada sang suami.
"Mas ngga marah kok sayang". Ujar Arham pada istrinya.
"Beneran ngga marah kan? ". Tanya Arsyila dengan berkaca kaca.
"Iyaa sayang beneran, mas ngga marah kok". Jawabnya pada sang istri.
__ADS_1
Aisyah yang melihat tingkah anaknya begitu yakin jika anaknya sedang hamil, tetapi ia tidak akan berharap lebih karena takutnya hanya masuk angin pikirnya, Adam mengajak istrinya untuk kembali ke kamar mereka untung saja Aisyah langsung menurutinya.
"Sayangg, aku yakin Arsyi pasti hamil". Ujar Aisyah pada suaminya saat mereka tiba dikamar.
"Sayang jangan terlalu berharap, ngga baikk nanti ujungnya kecewa loh". Ujar Adam pada istrinya.
"Huft iyaa mas, maaf yaa". Ujar Aisyah memeluk suaminya.
"Iyaa gapapa sayang". Ujar Adam membalas pelukan istrinya.
"Yaudah lanjut tidur aja yuk mas". Ajak Aisyah pada suaminya.
"Iyaa ayok syaang". Ujar Adam pada istrinya.
"Semoga aja memang benar Arsyi hamil mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa doakan saja sayang". Ujar Adam sambil tersenyum tipis pada istrinya.
Beberapa menit kemudian mereka sudah tertidur lelap, waktu tak terasa hingga Aisyah terbangun subuh subuh saat mendengar suara muntah muntah dari kamar anaknya, segera Aisyah memakai kerudung serta cadar sederhananya untuk melihatnya.
"Ada apa ? Arsyi masih mual mual Ham?". Tanya Aisyah pada Arham.
"Iyaa nih bun, kayanya masuk anginnya parah deh". Jawabnya dengan cemas.
"Yaudah bawa ke dokter aja Ham". Ujar Aisyah pada menantunya.
"Arsyi yang ngga mau bun, Arham jadi bingung harus bagaimana". Ujarnya mengeluh pada Aisyah..
"Yaudah nanti bunda panggil dokter aja kesini". Ujar Aisyah pada menantunya.
"Ngga papa gimana? kamu lemas begitu sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Banyakin istirahat juga nanti sembuh kok bun". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Tapi sayang badan kamu lemas begitu, yakin kuat?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Yakin kuat kok bunda". Jawabnya pada bundanya.
"Yaudah kalau gitu bunda tinggal ya sayang, kalau ada apa apa panggil bunda". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa siap bunda". Ujar Arsyila sambil tersenyum tipis pada bundanya.
Aisyah pergi meninggalkan Arham dan anaknya yang sedang di kamar, ia berjalan menuju kamarnya untuk membangunkan sang suami, akan tetapi ternyata suaminya sudah bangun saat ia membuka pintu kamar mereka berdua.
"Loh mas, kirain masih tidur". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Ya engga dong sayang, masa masih tidur sih". Ujar Adam pada istrinya.
"Hehe iyaa deh gimana kamu aja mas". Ujar Aisyah sambil terkekeh pada suaminya.
"Yaudah yuk siap siaap buat sholat shubuh sayang". Ajak Adam pada istrinya.
"Iyaa ayok mas". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.
__ADS_1
"Yaudah kamu duluan aja sayang kebetulan Mas pengen lihat kondisi anak kita". Ujar Adam pada istrinya.
"Loh katanya pengen berdua mas?". Tanya Aisyah membuat Adam menoleh.
"Emangnya boleh sayang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Boleh sayang, asal jangan lama aja kan mau sholatt shubuh". Jawabnya sambil menunduk pada suaminya
"Beneran boleh syaang? ngga bohongkan?". Tanya Adam pada istrinya.
"Beneran mas, buat apa Ais bohong sama mas". Jawabnya pada sang suami.
"Yaudah kalau gitu ayok kita ke kamar mandi sayang". Ujarnya mengajak sang istri.
"Iyaa ayok mas". Ujar Aisyah dengan malu malu pada sang suami.
Beberapa menit kemudian mereka baru selesai dari kamar mandi karena Adam menambah durasi, hingga mereka sedikit terlambat untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah bersama dengan para anak dan menantunya Arham.
"Ayah, Adek mau nanya". Ujar Kahfi pada Adam saat mereka selesai melaksanakan sholat shubuh berjamaah.
"Mau nanya apa anaknya ayah?". Tanya Adam sambik menatap anaknya.
"Jodoh lauhul mahfuz itu apa Yah? saat di sekolah ada pembahasan tentang jodoh". Ujar Kahfi pada ayahnya.
"Lauhul mahfudz jodoh adalah istilah yang digunakan untuk mengungkap takdir jodoh seseorang berdasarkan garis ketetapan Allah SWT". Ujarnya pada anaknya.
"Ohh begitu ya ayah, baiklah aku mengerti". Ujarnya pada ayahnya.
"Iyaa jagoan". Ujar Adam sambil mengelus rambut anaknya.
Beberapa menit kemudian Arsyila langsung berlari ke kamar mandi karena Arsyila yang sedang muntah muntah, membuat Aisyah merasa kasian pada anaknya karena selalu ingin muntah walaupun tidak ada yang keluar dari mulutku.
"Sayangg masih mual mual?". Tanya Aisyah khawatir pada anaknya.
"Aku ba-ik". Jawabnya sebelum kegelapan merenggutnya membuat Arham segera menggendong istrinya.
"Ham, jangan kebut bawa mobilnya, biasa aja Ham, ingatt kalian baru menikah beberapa bulan". Ujar Adam pada menantunya.
"Kamu juga harus ikut mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah kamu juga ikut sayang". Ujarnya hanya diangguki oleh Aisyah.
Hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah rumah sakit, Arsyila langsung ditangani oleh dokter sementara Arham berdoa demi kebaikan istrinya hingga tak terasa air matanya mengalir ketika mengingat istrinya yang pingsan.
"Semoga kamu baik baik aja sayang". Gumamnya sedih.
...****************...
Maaf ya gays seperti biasa ada bahan update lama ataupun engga update Karena capek banget pulang kerja selalu tidak menentu 😢
Jangan Lupa Like Comment and Vote nya juga ya guys :) Terimakasih sebelumnya hehe :)
Kalian is the best banget tau ngga 😁
__ADS_1
Maaf juga yang membuat update lama selain sinyal, karena akunya juga kadang ketiduran gays, jadi mohon dimaklumi ya sekali lagi, terimakasih semuanya yang sudah selalu membaca karyaku hehe, kalian baik :)