
Ainun dan Adnan sedang duduk bersama menatap adik sepupu mereka yang sedang mendebatkan hal yang tidak berguna sama sekali, karena mereka berdebat masalah ayam apa telur duluan yang lahir.
"Ayam kak".
"Telur dulu dek"
"Ayam"
"Telurr"
"Udahh Stopp!! kalian ini membicarakan hal yang tidak penting tau engga". Ujar Ainun kesal.
"Hahaha maaf ya kak". Ujar keduanya pada Ainun.
"Ga berguna kalian berdebat masalah ayam dan telur, lebih baik banyak belajar tuh". Ujar Ainun dengan kesal.
"Udah dong kak, jangan kesal gitu napa". Ujar Husein pada kakak sepupunya.
"Heum yaudah kakak ngga akan kesal lagi kalau kalian berdua belajar". Ujarnya sambil tersenyum pada kedua adik sepupunya.
"Belajar apa kak?". Tanya Husein padanyaa.
"Ya belajar pembelajaran dong". Jawabnya dengan gemas pada adik sepupunya.
"Hehe maaf ka". Ujar Husein sambil tersenyum tipis pada Ainun.
Ainun memilih pergi dari sana karena tidak mau kepalanya meledak karena kesal, sedangkan mereka bertiga yang ditinggalkan oleh Ainun hanya bisa menghela nafasnya, karena lagi dan lagi mereka berdebat yang tidak penting di depan Ainun.
Aisyah yang baru saja sampai di ruang tengah merasa heran, karena melihat Ainun yang kebetulan pergi berpasan dengan Aisyah yang baru saja datang, ia duduk sambil meletakkan cemilan di meja.
"Kak Ainun kenapa? kalian membuatnya kesal lagi?". Tanya Aisyah pada anak dan ponakannya.
"Iyaa ateu, tadi mereka berdua mendebatkan hal yang tidak penting, masalah ayam dan telur mana yang lebih dulu lahir". Jawab Adnan pada Aisyah.
"Astaghfirullah pantas saja kak Ainun kesal seperti itu". Ujar Aisyah menatap kedua anaknya.
"Iyaa maaf bunda". Ujar Arsyila dan Husein bersamaan pada Aisyah.
"Minta maaf sama Kak Ainun". Ujar Aisyah pada kedua anaknya.
"Baiklah bunda". Ujar keduanya sambil bangkit dari duduknya.
"Kak, aku dan Husein minta maaf ya udah buat kakak kesal". Ujar Arsyila setelah mengetahui keberadaan Ainun dimana.
"Heum baiklah kakak maafkan, asal jangan diulangi lagi ya". Ujar Ainun pada mereka berdua.
"Iyaa kak kita ngga akan ulangin lagi". Ujar Arsyila disetujui oleh Husein.
__ADS_1
"Udah dong, Kak Ainun gabung lagi yuk, bunda bikin cemilan enak loh". Ujar Husein mengajak kakak sepupunya.
"Heum baiklah kakak gabung". Ujar Ainun pada mereka berdua.
Aisyah yang melihat Ainun telah kembali bersama kedua anaknya pun tersenyum senang, mereka kembali duduk bersama dengan Adnan yang sedaritadi fokus menonton acara televisi tanpa menyadari keberadaan mereka bertiga.
"Serius amat abang nontonnya". Ujar Husein dengan tiba tiba membuat Adnan terkejut.
"Ihh kalian kapan udah ada disini?". Tanya Adnan menatap ketiganya.
"Makanya abang jangan terlalu fokus jadi ngga sadar kita udah disini kan". Ujar Ainun pada kembarannya.
"Heheh maaf habisnya seru banget tau film nya". Ujar Adnan sambil cengengesan pada mereka bertiga.
"Emang film apaan?". Tanya Arsyila pada abang sepupunya.
"Film Aisyah eh maaf ya ateu Aisyah bukan maksud ga sopan tapi nama film nya sama kaya nama ateu". Rengek Adnan pada Aisyah.
"Haaha iya engga papa kali Adnan". Ujar Aisyah sambil tertawa pelan pada ponakannya.
"Kasian banget ya Aisyah saking khusunya sholat ia sampai tertimpa bangunan masjid akibat tsunami apalagi kakinya di amputasi hiks". Ujar Arsyila dengan sedih menonton film tersebut.
Aisyah yang mendengar namanya memang sama dengan Film tersebut, membuat banyaknya kesalahpahaman contohnya baru saja Maryam memarahi anak dan ponakannya karena memanggil Aisyah tanpa memanggil bunda atau ateu.
Padahal yang mereka bicarakan Aisyah yang berada didalam film bukan dirinya sendiri, hingga beberapa menit kemudian film Aisyah pun selesai dan ia langsung menjelaskan kesalahpahaman tersebut pada Maryam.
"Owalah ternyata gitu toh, eh iya kakak juga kok baru sadar kalau di film nya kan namanya Aisyah". Ujarnya terkekeh pada Aisyah adik ipar sekaligus sahabatnya.
"Iyaa bunda minta maaf sayang". Ujar Maryam pada anak anaknya.
"Iyaa gapapa kok bunda". Ujar Adnan dan Ainun.
"Maafin Aunty juga ya sayang". Ujar Maryam menatap Arsyila dan Husein.
"Iyaa gapapa Aunty". Ujar mereka berdua pada Aunty Maryam.
"Oh iya bunda, adek kemana kok ngga kelihatan daritadi?". Tanya Husein pada bundanya.
"Benar juga, Ridwan sama Nazar kemana bun?". Tanya Adnan pada bundanya.
"Adik adik kalian itu lagi di ajak Kak Mutia ke rumahnya". Jawabnya pada mereka.
"Ke rumah abang Arham?". Tanya Husein pada Aunty Maryam.
"Iyaa sama aja kan rumahnya". Jawabnya sambil terkekeh pada ponakannya.
"Mau ngapain emangnya?". Tanya Arsyila pada bundanya.
__ADS_1
"Kak Mutia katanya pengen ngajarin mereka belajar ngaji". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Ih kenapa engga ajak kakak juga sih". Ujar Arsyila dengan cemberut.
"Berarti adek Kahfi juga ikut bun?". Tanya Husein pada bundanya.
"Iyaa adekmu Kahfi juga ikut". Jawab Aisyah sambil tersenyum tipis pada anaknya.
Beberapa jam kemudian Aisyah serta keluarga kecilnya pamit untuk pulang serta akan menjemput ketiga anaknya yang masih berada dirumah kediaman Husna dan Idris, beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah kediaman Husna dan Idris.
"Assalamu'alaikum". Salam mereka sambil mengetuk pintu rumah tersebut.
"Waalaikumussalam, eh ayok masuk dulu". Jawab Husna setelah membuka pintu rumahnya.
"Ah iya makasih mbak". Ujar Aisyah pada Husna dengan tersenyum tipis.
"Iyaa ssma sama, kalian duduk aja dulu, aku akan panggilkan anak anak". Ujar Husna diangguki oleh Aisyah.
"Bunda, kalau abang Ridwan dan abang Nazar udah pulang berarti ya?". Tanya Arsyila pada bundanya.
"Iyaa sayang". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Bunda , Adek kangen banget sama bunda". Ujar Kahfi yang berlari memeluk Aisyah.
"Ya ampun padahal cuman ga ketemu beberapa jam loh sayang". Ujar Aisyah sambil mengelus rambut anaknya.
"Iyaa tapi rasanya seperti tidak bertemu seminggu bunda". Ujar Kahfi yang masih memeluk Aisyah.
"Adek ngga malu sama yang lain?". Tanya Arsyila pada adiknya.
"Malu? kenapa harus malu? kan Adek pakai baju". Jawabnya dengan polos.
"Aish ngga gitu juga sayang". Ujar Arsyila pada adiknya.
"Sudah sudah jangan ribut, kedatanganku kesini untuk menjemput anak anakku mbak, makasih sebelumnya telah mengajarkan anak anak mengaji ya Mutia". Ujar Aisyah pada Mutia yang terlihat menatap gemas Kahfi.
"Iyaa sama sama Aunty, lagian aku senang mengajari mereka". Ujar Mutia dengan lemah lembut pada Aisyah.
"Syukurlah kalau begitu, tetapi Kahfi tidak bandel kan?". Tanya Aisyah padanya.
"Alhamdulillah engga Aunty". Jawabnya pada Aisyah dengan tersenyum tipis.
"Alhamdulillah kalau begitu Aunty senang mendengarnya". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada Mutia.
Beberapa menit kemudian mereka pamitan pada Husna serta anaknya, setelahnya mereka memasuki mobil untuk melanjutkan perjalanan pulang mereka yang sempat tertunda beberapa menit yang lalu.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah, anak anaknya turun terlebih dahulu kemudian disusul oleh Aisyah dan Adam sambil membawa buah tangan untuk para pekerja di rumahnya.
__ADS_1
"Semoga mereka suka ya mas". Ujar Aisyah diangguki oleh suaminya.
Jangan lupa Like Comment Votenya :)