
Dua bulan berlalu, setelah lebaran idul fitri Aisyah mulai kembali berjualan kupat tahu setiap pagi di depan rumah, membuat banyak pelanggan yang menyukai kupat tahu yang Aisyah buat, terkadang anak anak juga ingin sarapan dengan kupat tahu tidak dengan nasi.
"Masya allah kupat tahu buatan bunda memang enak". Ujar Hasan pada Aisyah.
"Yaudah kalau enak habiskan ya, jangan ngomong lagi ga baik makan sambil bicara". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iya siap bunda". Ujar Hasan lalu kembali memakan kupat tahu buatan Aisyah.
"Sayang, kamu yakin akan terus jualan kupat tahu?". Tanya Adam pada istrinya.
"Ya selagi mendapatkan uang halal, mengapa tidak?". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah gimana kamu aja syaang". Ujarnya diangguki oleh istrinya.
Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa, Aisyah mengantar anak anaknya sampai pintu mobil karena rumah belum Aisyah kunci, setelah di kunci Aisyah masuk ke dalam mobil dan duduk di samping suaminya.
"Sekolah yang bener yaa syaang". Ujar Aisyah pada mereka semua.
"Iyaa siap bundaku sayang". Ujar mereka pada Aisyah..
"Siip sayang, gaada tugas dari guru kan?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Ngga ada bunda". Jawab mereka bersama.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sekolah SD terlebih dahulu, dilanjutkan pergi ke sekolah TK tempat Alyssa dan Ayra sekolah, sesampainya disana Aisyah serta kedua anaknya turun lalu menyalimi tangan Adam sebelum Adam lanjut untuk berangkat ke kantor.
"Assalamualaikum". Salam Aisyah serta kedua anaknya.
"Waalaikumussalam, wah akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga". Ujar Adinda pada Aisyah.
"Emang ada apa din?". Tanya Aisyah pada adik iparnya.
"Tadi ada kepala yayasan katanya sedang membutuhkan seorang guru yang bisa mengajarkan tentang agama kak". Jawab Adinda pada Aisyah.
"Ya terus ada hubungannya dengan kakak?". Tanya Aisyah mengangkat alisnya pada Adinda.
"Itu dia kak', katanya kakak cocok jadi guru agama di sinii". Jawab Adinda pada Aisyah.
"Apa? tapi din, kamu tau sendiri kan kakak pasti gabisa menjadi guru disini". Ujar Aisyah pada adik iparnya.
"Iyaa kak, aku juga udah bilang gitu sama kepala yayasan". Ujar Adinda padanya.
"Terus bagaimana jadinya? ". Tanya Aisyah dengan cemas.
"Ya katanya sih gapapa kak". Jawabnya membuat Aisyah lega.
Beberapa jam kemudian Aisyah berpamitan pada Adinda pulang terlebih dulu beserta anaknya, karena Adam sudah menjemput mereka bahkan saat masuk ke dalam sudah ada ketiga anaknya yang menunggu.
"Assalamu'alaikum". salam Aisyah beserta kedua anak nya.
"Waalaikumussalam". Jawab Adam serta ketiga anaknya.
"Udah dijemputt kirain sesudah menjemput aku dan kedua anak kembar mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa sekalian sayang, tadi kan lewat jalan sekolah ketiga anak kembar kita, makanya sekalian mas jemput". Ujar Adam pada istrinya.
"Ohh gitu, yaudah deh mas". Ujar Aisyah diangguki oleh suaminya.
Selama dalam perjalanan menuju rumah, mereka berbincang dengan riang mengenai pembelajaran hari ini yang mereka dapatkan, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah, Aisyah turun terlebih dahulu di ikuti oleh anak anaknya.
__ADS_1
"Bunda, abang ada tugas". Ujar Hasan padanya.
"Oh ya tugas apa abang?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Tugas matematika bunda, abang ngga ngerti". Jawab Hasan pada Aisyah.
"Yaudah sini bunda liat dulu soalnya". Ujar Aisyah diangguki oleh anaknya.
"Nihh bunda". Ujarnya sambil memberikan bukunya.
4 x 4 \= 16
"Untuk soal yang pertama itu gini sayang 4 + 4 \= 8 + 4 \= 12 + 4 \= 16 jadi jawabannya adalah 16 sayang". Ujar Aisyah pada Hasan.
10 : 2 \= 5
"Kalau soal yang kedua abang coba tulis, 10 dibagi 2 itu misalkan abang bagikan 10 permen pada bunda dan yang lainnya 2 biji nah berapa jadinya?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Heum 5 bunda". Jawab Hasan pada bundanya.
5 + 3 \= 8
"Kalau soal yang ketiga ngga mungkin ngga tau kan bang?". Tanya Adam yang melihat soalnya.
"Jawabannya 8 bukan yah?". Tanya Hasan ragu ragu.
"Iyaa benar jawabannya 8". Jawab Adam membuat anaknya mengangguk.
100 - 20 \= 80
"Soal yang ke empat itu sama seperti pembagian bedanya ini dikurang, misal ya 5 permen abang di kasih 2 pada Ayra, permen abang berarti sisa 3 biji, coba abang hitung 100 dikurang 20". Ujar Aisyah padanya.
"Nah bun 80". Ujarnya dengan semangat pada Aisyah.
"Pinter banget anak bunda". Ujar Aisyah mengusap rambut anaknya.
10 - 2 + 8 \= 16
__ADS_1
"Soal terakhir itu coba abang kurangkan seperti tadi lalu di tambah, misalnya gini 5 dikurang 3 jadinya 2 lalu ditambah 4 jadinya 6, ngerti bang?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Alhamdulillah ngerti bunda, makasih yaa bun". Ujar Hasan memeluk bundanya.
"Iyaa saMa saMa sayang". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.
Beberapa jam kemudian mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah di musholah rumah, Aisyah menyalimi tangan suaminya diikuti anaknya.
"Ayah bagaimana dengan kabar abang?". Tanya Hasan padanya.
"Abang Arham maksud kamu?". Tanya Adam padanya.
"Iyaa lah siapa lagi emangnya Yah". Jawab Hasan padanya.
"Ya siapa tau bang Nizzam". Ujar Adam pada putranya.
"Bang Nizzam beda setahun sama Hasan, ini abang paling besar kan abang Arham ayah". Ujar Hasan padanya.
"Ohh iyaa ya, abang Arham baik baik aja kok". Ujar Adam pada anaknya.
"Emangnya abang Arham kemana Yah?". Tanya Arsyila pada ayahnya.
"Abang Arham pesantren di sukabumi". Jawab Adam membuat mereka terkejut.
"Loh kapan Ayah? sama Kak Khadijah juga?". Tanya Arsyila pada ayahnya.
"Ngga, cuman abang Arham karena kak Khadijah ngga mau jauh dari uma dan aba nya". Jawab Adam pada putrinya.
Mereka pun menggangguk nganggukkan kepalanya mengerti, Aisyah mengajak anak serta suaminya makan siang ,mereka menikmati makan siangnya dengan tenang, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun.
"Cita cita abang jadi apa?". Tanya Alyssa pasa Hasan.
"Jadi Ustadz dek". Jawab Hasan dengan tegas.
"Wih beneran bang?". Tanya Husein padanya.
"Iyaa beneran, abang pengen jadi ustadz". Jawab Hasan padanya.
"Kalau kalian cita citanya pengen jadi apa?". Tanya Aisyah menatap anak anaknya.
"Kalau Arsyila pengen jadi dokter bun". Jawab Arsyila padanya.
"Husein pengen jadi captain pilot"
"Alyysa pengen jadi CEO kaya Ayah"
"Ayra pengen jadi istri sultan".
Semuanya tertawa mendengar jawaban Ayra yang menurut mereka ngawur, tetapi Ayra menatap mereka dengan serius karena perkataannya adalah memang keinginan nya, membuat semuanya tidak lagi tertawa saat melihat Ayra menatap mereka dengan tatapan serius.
"Kamu yakin sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Yakin bunda, Ayra pengen jadi istri sultan kaya artis Nagita slavina". Jawab Ayra menatap Aisyah.
"Yaudah kamu berdoa aja sayang". Ujar Aisyah.
"Iyaa bunda". Ujar Ayra padanya.
__ADS_1