Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 132 (Khusus Arham & Arsyila)


__ADS_3

Tiga bulan kemudian..


Kehamilan Arsyila sudah memasuki bulan kelima, perutnya sudah terlihat membuncit membuat Arham terus gemas menciumi perut istrinya, tetapi juga membuat Arsyila geli dengan tingkah sang suami.


"Mas ihh udah dongg, geli tau ngga". Ujar Arsyila pada suaminya.


"Habisnya mas tuh gemes, udah ga sabar liat calon anak kita nendang nendang diperut kamu". Ujar Arham pada istrinya.


"Hahah iyaa sihh, tapi akunya geli mas". Ujar Arsyila pada suaminya.


"Iyaa maaf ya Humairah ku". Ujar Arham pada istrinya.


"Iyaa gapapa habibi". Ujar Arsyila sambil tersenyum tipis pada suaminya.


Beberapa menit kemudian mereka keluar dari kamar, untuk menghampiri Husna dan Idris, ya sekarang mereka menginap di rumah kediaman kedua orangtua Arham.


"Sayang sinii". Ujar Husna pada Arsyila.


"Iyaa bunda, kenapa?". Tanya Arsyila saat ia sudah duduk disamping mertuanya.


"Sayang, bagaimana kehamilan kamu ada yang susah engga? ngidam apa sekarang?". Tanya Husna sambil mengelus perut Arsyila.


"Alhamdulilah kehamilan aku baik bunda, untuk ngidam aku belum ada tapi kalau ada nanti aku bilang sama mas Arham". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada mertuanya.


"Ah baiklah kalau begitu, kalau ada apa apa bilang sama bunda juga ya syang". Ujar Husna pada menantunya.


"Okee siap bunda". Ujarnya pada Husna..


Ting!


...Bunda Cantikku 🤗😘❤...


...Online...


Assalamu'alaikum Cantiknya bunda


^^^Waalaikumussalam bunda cantiknya Arsyi, ada apa bunda? kangen ya sama Arsyi hehe^^^


Iyaa syaang, bunda kangen banget sama anak bunda yang cantik ini


^^^Bunda sama ayah apa kabar nih? adik adiknya aku juga apakabar? sehat sehatkan kalian?^^^


Alhamdulillah kabar ayah dan bunda baik sayang, begitupun juga dengan adik adikmu, hanya saja Husein banyak berubah


^^^Berubah bagaimana maksud bunda?^^^


Iyaa jadi pendiem banget sekarang Arsyi


^^^Mungkin ada yang Husein pikirkan bunda, hingga membuatnya menjadi pendiam seperti itu^^^


Sepertinya benar, banyak yang Husein pikirkan sayang semenjak pembicaraan tentang perjodohan


^^^Apaa?? bunda dan ayah mau ngejodohin Husein gitu? bunda kan tau Hasan aja belum menikah bun^^^


Iyaa sayang bunda tau, maka dari itu bunda ingin menghentikan perjodohan ini nak


^^^Yaudah kalau gitu nanti dibicarakan lagi bunda, aku mau makan dulu, lapar hehe^^^


Yaudah sayang kalau gitu udah dulu ya syang Wassalamualaikum


^^^Iyaa bunda, waalaikumussalam^^^

__ADS_1


"Siapa sayang?". Tanya Arham pada istrinya.


"Bunda mas". Jawab Arsyila pada suaminya.


"Ada apa sama Bunda sayang?". Tanya Arham pada sang istri.


"Bunda cuman lagi kangen aku aja mas". Jawabnya pada Arham.


"Ngga terjadi sesuatu kan sayang?". Tanya Arham pada istrinya.


"Engga mas". Jawabnya pada sang suami.


"Udah lebih baik kalian makan dulu aja, nanti lanjut lagi ngobrolnya". Ujar Husna pada anak dan menantunya.


"Okee siap bunda". Ujar keduanya pada Husna.


"Kalau gitu bunda sama ayah ke kamar dulu ya". Ujar Husna pada mereka berdua.


"Bun, jangan buat adik lagi". Ujar Arham dengan santai pada bundanya.


"Apaan sih kamu Arham!". Kesal Husna pada anaknya.


"Hehehe maaf bunda". Ujarnya sambil cengengesan pada bundanya.


"Yaudah kalian makan aja yaa, nanti bunda saMa ayah nyusul". Ujar Husna hanya diangguki oleh keduanya.


Arham dan Arsyila makan dengan tenang, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa, mereka berdua saling mengucapkan alhamdulillah saat makanan mereka berdua habis.


"Bagaimana anak babah di dalem perut umah?". Tanya Arham sambil mengelus perut istrinya.


"Alhamdulillah sehat babah". Jawab Arsyila layaknya anak kecil pada sang suami.


"Syukurlah, jangan menyusahkan umah ya sayangnya babah". Ujar Arham sambil mencium perut sang istri.


"Sayang, kamu ngga ada ingin sesuatu lagi?". Tanya Arham pada istrinya.


"Belum ada mas, kalau ada nanti aku bilang sama mas Arham kok". Jawabnya pada sang suami.


"Yaudah kalau begitu". Ujarnya pada istrinya.


"Iyaa mas, oh ya mas, kapan dong kita ke Eropa?". tanya Arsyila pada suaminya.


"Liat situasi sayang, kalau kehamilan kamu aman ya kita pergi , kalau engga kita harus nunggu kehamilan kamu aman sayang". Jawab Arham pada sang istri.


"Heum padahal aku udah kangen banget sama Mutia loh mas". Ujarnya pada sang suami.


"Iyaa sabar sayangku cintakuu". Ujar Arham memeluk istrinya.


"Iyaa aku akan sabar suamiku". Ujarnya membalas memeluk sang suami.


Beberapa menit kemudian Husna dan Idris menghampiri mereka berdua yang sedang berada di ruang tengah, Arsyila menoleh pada kedua mertuanya yang menghampiri mereka berdua, Arsyila tiba tiba bersandar pada pundak Husna.


"Manjanya anak bunda". Ujar Husna mengusap kepala menantunya.


"Heum aku pengen di manja sama bunda, boleh?". Tanya Arsyila dengan tatapan memelasnya.


"Tentu boleh dong sayang, masa engga boleh sih". Jawabnya sambil mencubit kedua pipi menantunya dengan gemas.


"Makasih ya bunda". Ujarnya sambil memeluk Husna.


"Iyaa sama sama sayang, jangan sungkan yaa". Ujarnya hanya diangguki oleh Arsyila.

__ADS_1


"Sayangg, kamu kok diem aja?". Tanya Arham saat tidak mendengar suara sang istri.


"Menantu bunda sepertinya fokus menonton nih". Ujar Husna pada Arham.


"Sepertinya tebakan kamu salah sayang, liat Arsyila tertidur pulas". Ujar Idris pada istrinya.


"Apaa? yang benar?". Tanya Husna sambil menoleh ke samping.


"Eh benar saja istrimu tertidur lelap Ham". Ujarnya pada Arham.


"Yaudah kalau gitu Arham bawa aja ke kamar bun". Ujar Arham pada bundanya.


"Yaudah hati hati sayang bawanya". Ujar Husna pada anaknya.


"Oke siap bunda". Ujar Arham pada bundanya..


"Siip sayang". Ujar Husna sambil tersenyum pada anaknya.


Beberapa menit kemudian Arham sampai di kamar, ia merebahkan istrinya dengan perlahan lahan karena takutnya terbangun, setelah menidurkan istrinya ia memasuki toilet karena sakit perut hingga beberapa menit kemudian ia kembali menghampiri istrinya.


"Jangan bikin umah susah ya sayangnya babah". Ujar Arham sambil mengecup perut istrinya.


"Semoga baik satu atau dua anak yang tumbuh di rahim umah, menjadi anak yang berbakti dan membanggakan kedua orangtua ya syaang". Ujarnya lagi sambil mengelus perut istrinya.


"Babah sayang kalian serta umah". Ujarnya lagi lalu mengecup bibir istrinya dengan lembut.


"Ana uhibbuka fillah khumairah". Gumamnya sambil tersenyum tipis pada istrinya yang tertidur lelap.


Ting!


...Nizzam Zamm...


...Online...


Assalamu'alaikum bangg


^^^Waaalaikumussalam Zam, kenapa?^^^


Abangg tanda wanita hamil apa aja ya?


^^^Istri kamu hamil Zam?^^^


Bukan ihh, aku cuman mau nanya sama abang biat aku mudah menebaknya nanti


^^^Tanda tandanya sih biasanya mual mual, pusing atau apa ya, tapi terkadang yang hamil wanita yang merasakan tanda tandanya pria Zam^^^


Okee deh, makasih ya bangg, Wassalamualaikum


^^^Iyaa sama sama Zam, waalaikumussalam^^^


"Zam, ada ada aja sih". Gumamnya sambil tersenyum tipis menatap pesan dari Nizzam.


"Ngantuk juga ternyata"


......................


Semangat menjalani ibadah puasa yang ke - 10 Ramadhan nya gays:)


Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :)


Maaf kalau akhir akhir ini jarang update gays, lagi sibuk sibuknyaa kerja gays:)

__ADS_1


Mohon di maklumi ya gays, terimakasih sebelumnya:)


__ADS_2