
Kanaya Putri Khoirun Nissa menatap tak percaya pada orang yang dihadapannya, ia mengenal orang tersebut begitupun sebaliknya membuat para orangtua mengingatkan mereka jika tatapan adalah Zina Mata.
"Naya". Panggil Hasan padanya.
"Bang Hasan". Ujarnya pada Hasan.
"Loh kalian saling kenal?". Tanya Kiyai pura pura seolah tidak tau mereka sudah saling mengenal.
"Tentu saja kenal abi". Jawab Kanaya pada Abinya.
"Syukurlah kalau kalian saling mengenal". Ujar Kiyai pada mereka berdua.
"Memangnya kenapa Kiyai?". Tanya Hasan padanya.
"Ya karena orang yang akan dijodohkan dengan Kanaya adalah kamu Hasan". Jawabnya membuat keduanya terkejut.
"Apaa? Abi ngga bohongkan saMa aku?". Tanya Kanaya pada Abinya.
"Ya, dan kamu sudah menyetujuinya sayang". Jawabnya pada sang putri.
"Bagaimana bisa Abi kenal dengan bang Hasan". Ujar Kanaya pada Abinya.
"Tentu saja Abi kenal karena Hasan kan masantren di pesantren Abi sayang". Ujarnya pada anaknya.
"Ah iya juga ya, kan aku kenal sama bang Hasan juga di pesantren". Ujarnya pada Abinya.
Mereka melanjutkan perbincangan mereka lebih lanjut mengenai pernikahan, membuat Hasan dan Kanaya semakin terkejut karena kedua orangtua mereka telah membicarakan hal ini dengan jauh, tanpa mereka ketahui kapan kedua orangtuanya ini bertemu dan merencanakan semuanya.
Beberapa menit kemudian Kanaya serta kedua orangtuanya berpamitan pada Hasan serta kedua orangtuanya untuk pulang, mereka bertiga mengantar keluarga Kanaya sampai depan pintu hingga akhirnya mobil itu tak terlihat lagi.
"Ciee abangg mau nikah niih". Ujar Ayra sambil menggoda pada abangnya.
"Diem dek jangan ngegoda abang deh". Ujar Hasan pada adiknya.
"Dihh abang malu malu". Ujar Alyssa yang ikut menggoda sang abang.
"Ihh kalian berdua ya seneng banget ngegoda abangg". Ujar Hasan menggelitiki pinggang mereka berdua membuat keduanya tertawa geli.
"Hahaha abang Stopp geli bangg hahaha". Ujar Ayra pada abangnya.
"Hahah iyaa bangg STOP please geli bang hahah bunda bantuu Alyssa bunda". Rengek Alyssa pada sang bunda.
"Sayang sudah jangan gelitiki mereka, nanti yang ada ngga bisa berhenti loh ketawanya". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Huft baiklah sekarang kalian berdua menang". Ujar Hasan pada mereka berdua.
"Makasih ya bunda udah nolongin kita berdua dari jailnya abang". Ujar Ayra pada bundanya.
"Iyaa bunda bener apa yang dibilang Kak Ayra". Ujar Alyssa pada bundanya.
__ADS_1
"Udah lebih baik sekarang kalian belajar gih di kamar". Ujar Adam menengahi mereka.
"Oke siap laksanakan ayah". Ujar mereka dengan kompak pada Ayah mereka.
"Siip baguss, itu baru anak anak ayah". Ujar Adqm pada anak anaknya.
Aisyah menatap kepergian anak anaknya yang pergi menuju kamarnya masing masing, Adam yang melihat itupun merasa heran pada istrinya, ia merangkul pundak istrinya membuat Aisyah tersadar dan menoleh pada suaminya.
"Kenapa mas? ". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Kamu yang kenapa syaang?". Tanya Adam pada sang istri.
"Aku ngga papa kok mas". Jawabnya pada suaminya.
"Beneran gapapa kan sayang? apa kamu sakit?". Tanya Adam panik.
"ngga papa mas, aku engga sakit mas tenang oke". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Syukurlah kalau kamu beneran ngga sakit sayang". Ujar Adam memeluk sang istri.
"Iyaa mas, maaf ya bikin kamu khawatir". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa gapapa kok sayang, mas bersyukur saja kamu baik baik saja sayang". Ujar Adam sambil terus memeluk istrinya.
"Udah ah mas sedihnya, lebih baik kita berkunjung ke rumah Arsyi sama Arham aja, bagaimana mas?". tanya Aisyah pada suaminya.
"Okee mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Beberapa jam kemudian mereka telah sampai dirumah kediaman Arsyila dan Arham, setelah beberapa menit yang lalu berebutan tempat duduk membuat Aisyah dan Adam merasa kesal pada anak anak mereka, padahal sudah beranjak dewasa pikir mereka berdua.
Ting Tong !
"Assalamu'alaikum". salam mereka dari luar.
"Waalaikumussalam, loh kok kalian kesini ga bilang dulu sama aku sih? eh ayok masuk bunda ayah adek". Ujar Arsyila pada mereka.
"Kita sengaja ngga bilang dulu sama kamu biar kejutan sayang". Ujar Aisyah yang sudah duduk dikursi sofa.
"Aku kira ada apa toh". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Kak, ada yang mau nikah loh". Ujar Ayra pada kakaknya.
"Nikah? siapa? bilang sama kakak". Ujar Arsyila dengan antusias mendengar akan ada yang menikah.
"Noh bang Hasan". Ujar Alyssa tanpa rasa bersalahnya membuat Hasan malu.
Arsyila yang mendengar itupun langsung menatap adik kembarannya, Hasan yang ditatap pun hanya bisa tersenyum kecil pada kakaknya, Arham yang kebetulan baru saja kembali bersama Fathir dan Fathiah pun merasa penasaran pada mereka.
"Lagi pada bahas apa nih?". Tanya Arham yang baru saja duduk disamping istrinya.
__ADS_1
"Kepo kamu mas". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Gitu amat kamu responnya sama mas, sayang". Ujar Arham pada istrinya.
"Haha maaf ya mas, ngga maksud gitu kok". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Iyaa gapapa sayangg". Ujar Arham pada istrinya.
"Babah, Uncle Hasan akan menikah?". Tanya Fathiah pada Arham.
"Tanya aja sama Uncle sayang". Jawab Arham pada anaknya.
"Uncle beneran mau nikah? kapan?". Tanya Fathiah pada Uncle nya.
"Anak kecil ngga boleh tau". Ujar Hasan pada ponakannya.
"Uncle pelut banget sih, tinggal ngasih tau doangg". Ujar Fathiah dengan cemberut pada Unclenya.
"Terserah Uncle dong". Ujar Hasan Ponakannya.
"Sudah jangan ribut lagi, bunda ayah semuanya kita makan siang bersama yuk". Ajak Arsyila pada mereka semua..
"Ayokk sayangg, kak, umah". Ujar mereka pada Arsyila.
Mereka semua menikmati makanan mereka dengan tenang, hingga beberapa menit kemudian Fathiah selesai terlebih dahulu membuat Arsyila dan Arham menggelengkan kepalanya, Fathiah memang seperti itu makan sedikit agar habis duluan tetapi jika lapar lagi ia tetap ingin ditemani yang lain.
"Sayang, jangan dibiasakan seperti itu". Ujar Arsyila pada anaknya.
"Kenapa memangnya umah?". tanya Fathiah pada umahnya.
"Karena nanti kamu sendiri yang akan tersiksa sayang". Jawab Arsyila dengan lembut pada anaknya.
"Baiklah umah, janji engga gitu lagi". Ujarnya.
...****************...
Nulis Bab \= Jumat, 14 April 2023
Update Bab \= Sabtu, 15 April 2023
Semangat terus ya gays, menjalani ibadah puasa Ramadhan 1444 Hijriyah nya :)
Author mulai lanjut ngetik jam 17.22 sore gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 150 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)
Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 18.49 malam karena author baru aja pulang kerja gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh istirahat gays :)
Maaf juga terkadang author selalu kelupaan, membuat waktu update bab jadi ngga menentu, kadang malem kadang siang kadang pagi kadang engga update malah, karena authornya kecapean habis kerja gays atau ngga karena sinyal yang tiba tiba suka hilang maaf yaa:(
Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)
__ADS_1