Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 75


__ADS_3

Kini hanya ada Aisyah dan keempat anaknya yang berkunjung ke rumah Umi Humairah dan Abi Ali, karena Hasan tentu saja berada di pondok pesantren, Aisyah rindu dengan tingkah anaknya yang dulu sering jahil pada keluarganya.


"Abang Hasan ngga kesini Aunty?". Tanya Fikri padanya.


"Abang Hasan kan di pesantren syaang". Jawab Aisyah pada Fikri.


"Yah, Fikri padahal pengen main sama abang". Ujarnya lesu pada Aisyah.


"Abang lagi cari ilmu disana sayang". Ujar Adam pada ponakannya.


"Kenapa ga disini aja sih Uncle? kan sama aja cari ilmu". Ujar Fikri padanya.


"Iyaa bedanya yang abang kamu cari adalah Ilmu akhirat, memperdalam ilmu Agamanya". Ujar Adam pada ponakannya.


"Ohh gitu ya, kaya abang Arham kan? dia juga pesantren ya Yah?". Tanya Fikri pada Davin.


"Iyaa benar nak". Jawab Davin padanya.


"Kalau gitu Fikri juga mau masuk pesantren Yah bun". ujarnya pada kedua orang tuanya.


Adinda dan Davin yang mendengar itupun terkejut, karena anaknya masih kecil sudah mau pesantren seperti abangnya, bukannya tidak mengizinkan tetapi Adinda tidak akan bisa tenang karena anaknya itu bandelnya minta ampun.


"Engga boleh". Ujar Adinda membuat Fikri menoleh padanya.


"Kenapa ngga boleh bunda? abang Hasan aja dibolehin kok sama Aunty dan Uncle". Ujar Fikri pada Adinda.


"Pokonya ngga boleh sayang, nurut sama bunda oke". Ujar Adinda dengan tegas.


"Heum yaudah deh bun". Ujarnya dengan lesu.


Kini tersisa hanya para orangtua kecuali anak anak sedang bermain, Aisyah menatap Adinda yang sedih melihat putranya menjadi tidak bersemangat dalam bermainnya, Aisyah pernah ada diposisi itu tetapi akhirnya Aisyah mengizinkan anaknya masuk pesantren.


"Lebih baik kamu pertimbangkan dulu din, kasian loh kalau memang Fikri pengen memperdalam ilmu agamanya juga seperti Hasan". Ujar Aisyah pada adik iparnya.


"Iyaa nanti aku pikirkan kak". Ujar Adinda pada Aisyah.


"Ingat jangan membuat Fikri merasa tersakiti karena kamu menjawabnya dengan keras, dia masih kecil Din". Ujar Aisyah pada nya.


"Iya maaf kak, Dinda hanya takut kak". ujarnya sambil menunduk.


"Iyaa gapapa din". Ujar Aisyah padanya.

__ADS_1


"Mas Davin gimana menurut kamu?". Tanya Adinda pada suaminya.


"Mas hanya bisa mendukung Syaang, jika itu niat baik tetapi jika niatnya tidak baik baru mas akan melarang Fikri masuk pesantren". Jawab Davin menatap istrinya.


"Baiklah mas, dinda akan mencoba mengikhlaskan Fikri masuk pesantren, jika benar dia ingin masuk ke pesantren, tetapi jangan yang jauh ya mas". Ujar Adinda pada suaminya.


"Sayang, biarkan anak kita bagaikan kejarlah ilmu sampai ke negeri China ibaratnya jangan terlalu membuat anak kita terasa tidak bebas ingin masuk ke pesantren mananya". Ujar Davin pada istrinya.


Adam yang mendengar itupun mengangguk setuju dengan apa yang dibilang oleh Davin, begitupun dengan Aisyah yang sudah mulai mengerti tentang kebebasan, kekang boleh asal jangan terlalu di kekang karena mereka juga butuh kebebasan.


"Anak anak ayo pulang". Ujar Aisyah pada mereka berempat.


"Yah kok udah mau pulang lagi aja sih bunda?". Tanya Husein padanya.


"Kalian ngga ingat? bukannya punya tugas ya". Ujar Aisyah membuat mereka berhenti bermain.


"Oh Iyaa benar bunda, untung aja bunda ngingetin kita, kalau ngga gimana coba". Ujar Arsyila pada Aisyah.


"Iyaa syangg yaudah yuk pamitan sama yang lainnya". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Baikk bunda". ujar mereka padanya.


Beberapa menit kemudian kini mereka tengah berada dalam perjalanan pulang, selama dalam perjalanan tidak ada hentinya anak anak bertanya pada Aisyah, tentang hukum Tajwid dan yang lainnya.


"Hukum Ikhfa Syafawi terjadi apabila mim mati bertemu dengan huruf ba (ب) . Cara membacanya dengan menyamarkan bacaan mim mati di bibir sambil didengungkan". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Ohh gitu ya bun, hurufnya apa aja bun?". Tanya Alyssa begitu penasaran.


"Hanya ada satu sayang yaitu huruf ba (ب)". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Baiklah bunda, sebenarnya masih banyak lagi yang mau Alyssa tanya". Ujar Alyssa padanya.


"Ya tanya aja sayang, bunda akan berusaha menjawabnya". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Baiklah bunda, sekarang hukum mad arid lissukun apa bunda?". Tanya Alyssa padanya.


"Hukum mad arid lissukun adalah salah satu hukum bacaan mad dalam ilmu tajwid. Dalam membaca Al Quran, ilmu tajwid memudahkan pembacaan ayat sehingga tidak salah dan mengubah arti. Hukum mad arid lissukun diterapkan dengan memanjangkan suara dengan suatu huruf di antara huruf-huruf mad atau lain (layyin) ketika bertemu dengan hamzah (ء) atau sukun (ه).". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Ohh gitu ya bunda, jenis huruf mad apa bunda?". Tanya Alyssa pada Aisyah.


"Huruf wawu mati (و) yang berada setelah huruf yang berharakat dhammah ( ُ- )

__ADS_1


Huruf ya' mati (ي) yang berada setelah huruf yang berharakat kasrah ( ِ- )


Huruf alif (أ) yang berada setelah huruf yang berharakat fathah ( ﹷ ).". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Masya Allah, bunda aku ingin pintar seperti bunda". Ujarnya pada Aisyah.


"Kamu jugA pintar sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Beneran bun?". Tanya Alyssa padanya.


"Beneran dong sayang, masa bunda bohong sih". Ja-wab Aisyah sambil tersenyum padanya.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai dirumah mereka, segera saja anak anak pada masuk kecuali Aisyah yang harus dituntun oleh suaminya karena sedang hamil yang kini maju dua bulan.


Adam menuntun Aisyah dengan hati hati karena takutnya ada lantai licin yang mereka tidak ketahui, sedangkan anak mereka menunggu kedua orangtua nya di ruang tengah, hingga akhirnya Adam dan Aisyah menyusul anak anaknya.


"Bunda ayah, ada yang mau abang omongin". ujar Husein padanya.


"Ngomongin apa syaang?". Tanya Aisyah merasa jantungnya seakan copot.


"Boleh ngga abang punya ponsel bun?". Tanya Husein sambil menunduk.


"Kenapa memangnya syang? ada tugas dari sekolah??". Tanya Aisyah padanya.


"Bukan bunda, lebih tepatnya Husein pengen searching di internet tentang pelajaran". jawab Husein padanya.


"Kan bisa pakai ponsel bunda Syaang". ujarnya pada anaknya.


"Abang takut ganggu bunda aja". ujarnya pada Aisyah.


"Ya engga ganggu sayaang , lagian bunda dirumah terus kan". Ujar Aisyah pada anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka pada masuk ke dalam kamar untuk tidur siang, apalagi Aisyah yang kebanyakan nya ngantuk unyuk kehamilannya yang ketiga, Adam senantiasa menjaga istrinya bahkan menuruti kemauan istrinya kecuali makan pedas dan buah yang menggandung keguguran tidak boleh.


Aisyah termenung kembali mengingat anaknya Hasan, ia begitu merindukan anaknya yang sangat tampan bahkan saMa dengan Husein, Aisyah menarik nafasnya sebelum kembali tidur bersama suaminya.


"Mas, kayanya Aisyah ngidam deh". Ujar Aisyah membuat Adam menoleh.


"Ngidam apa syaang? bilang sama mas". Ujar Adam pada Aisyah.


'"Pengen ice cream syang, terus sama cake readvelvet". Ujar Aisyah pada suaminya.

__ADS_1


"Oke sayang aku beliin ya". Ujar Adam diangguki oleh Aisyah.


"Kamu ngidam langsung yang manis manis, udah tau kamu itu manis dari dulu" . Ujar seseorang tersenyum pada Aisyah.


__ADS_2