
Kini usia baby Fikri sudah memasuki usia empat bulan, Adinda sedang menyusui anaknya dengan lembut sambil menepuk pantat anaknya, Davin memasuki kamar nya ia melihat pemandangan yang sangat indah.
"Assalamu'alaikum kesayangannya ayah". Salam Davin menghampiri keduanya.
"Waalaikumussalam ayahh". Jawab Adinda pada suaminya.
"Masya Allah, anak ayah haus banget keliatannya yaa, ini punya ayah loh sebelumnya". Ujar Davin membuat Adinda mendelik.
"Mas ihh, jangan ngomong gitu, anak kita pasti ngedengerin apa yang kamu maksud". Ujar Adinda pada suaminya.
"Iyaa dia ngedengerin sayang, tapi dia kan belum ngerti". Ujar Davin pada istrinya.
"Hiss mas kalau dibilangin ngeyell". Ujar Adinda sambil menenangkan baby Fikri.
Davin yang melihat itu pun tersenyum, ia mengecup kening istrinya sebelum membersihkan badannya, karena dekat dengan anaknya harus bersih dari kuman yang ia bawa dari luar, Adinda melihat itu senang karena suaminya selalu membersihkan badannya sebelum mendekati anaknya.
"Assalamualaikum anak ayah". Salam Davin setelah membersihkan badannya.
"Waalaikumussalam ayah". Jawab Adinda layaknya anak kecil.
"Anak ayah makin gembul yaa pipinya". Ujar Davin mengelus pipi sang anak.
"Iyaa dong kan bunda makannya banyakk walau cuman asi". Ujar Adinda pada suaminya.
"Syukurlah anak Ayahh makin sehatt makin berisi". Ujar Davin menatap baby Fikri.
"Iyaa dong ayahh". Ujar Adinda sambil tersenyum pada suaminya.
Davin keluar untuk makan, karena Adinda sudah menyiapkan sebelum suaminya pulang ke rumah, sambil menunggu suaminya selesai makan Adinda mengajak anaknya bermain bersama hingga anaknya tersenyum senang.
"Ahh gemasnya anak bunda". Ujar Adinda menatap anaknya.
Sedangkan di rumah kediaman Aisyah dan Adam mereka menatap senang, karena anak mereka sudah bisa membalikkan badannya ke samping walaupun dengan susah payah, Aisyah memotret anaknya sebagai kenangan masa kecil.
"Masya Allah lucu sekali anaknya bunda, udah mulai aktiv ya sayang". Ujar Aisyah mengecup pipi mereka.
"Ehh sayangnya bunda ketawa karena bunda kecup ya sayang". Ujar Aisyah mengecup kembali pipi mereka satu persatu.
"Liat mas, mereka tertawa lagii". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa sayang, mas senang melihatnya". Ujar Adam pada istrinya.
"Wahh semakin berkembang yaa mas, ga sabar liat mereka berdiri deh mahh terus jalan deh". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Sayangku cintakuu, duduk dulu baru berdiri syang". Ujar Adam pada istrinya.
__ADS_1
"Iyaa Biarinlah mas". Ujar Aisyah sambil terus menatap anaknya.
Adam mengajak Aisyah serta anaknya untuk berjalan jalan dengan jalan kaki , walau hanya mengelilingi jalan perumahan sekitarnya, anaknya terlihat senang melihat sekitarnya karena banyak anak kecil juga yang main.
"Capek Syaang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Ngga terlalu mas". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Yaudah habis ini kita pulang ya sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Anak ayah juga capek keliatannya". Ujar Adam melihat mata anaknya sayu.
Adam dan Aisyah kembali ke rumah mereka, sesampainya di rumah langsung disambut oleh para pekerja di rumahnya, keduanya masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam.
Adam dan Aisyah melaksanakan sholat ashar berjamaah, setelahnya mereka kembali berkumpul di ruang tengah bersama, kebetulan kedatangan kedua orangtua Aisyah jadi mereka akan makan malam bersama.
"Assalamu'alaikum cucu oma yang ganteng dan cantik". Ujar Umi Humairah mengusap pipi gembul cucu nya.
"Waalaikumussalam oma". Jawab Aisyah dengan suaranya seperti anak kecil.
"Masya Allah cucu opa semakin berisi, berapa kilo berat badannya Syah?". Tanya Abi Ali pada Aisyah.
"Alhamdulillah sekarang sudah 7 kilo Abi". Jawab Aisyah pada Abi Ali.
"Ahh nanti bulan puasa kalian tinggal aja bareng Abi ya". Ujar Abi Ali pada mereka berdua.
"In syaa allah abi". Ujar keduanya pada Abi Ali.
Beberapa jam kemudian mereka sholat magrib berjamaah sebelum makan malam bersama, untung saja sikembar sudah tertidur pulas di kamar ditemani oleh Aisyah yang memang datang bulan saat akan wudhu.
Kini mereka tengah makan malam bersama dengan khidmat, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis, Aisyah segera membawa piring kotor ke dapur.
"Bagaimana perusahaan kamu Dam?". Tanya Abi ali pada menantunya.
"Alhamdulillah makin berkembang pesat Abi". Jawab Adam pada Abi Ali.
"Syukurlah kalau begitu , Abi beruntung memiliki menantu seperti kamu Dam". Ujar Abi Ali pada Adam.
"Abi bisa aja, Adam kan malu". Ujar nya terkekeh.
"Hahaha Adam kamu mulai berubah, biasanya kamu akan cuek jika bicara sama om". Ujar Abi Ali pada Adam.
"Hehe kan Adam mendapatkan bidadari cantik dari Abi". ujar Adam terkekeh.
__ADS_1
"Ihh mas maluu". ujar Aisyah mencubit perut suaminya.
Semuanya tertawa melihat Aisyah, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul jam 9 malam, Abi Ali dan Umi Humairah pamitan untuk pulang tetapi Aisyah menyuruh mereka menginap saja karena khawatir tetapi orangtuanya kekeuh ingin pulang.
"Yaudah hatihati ya, kalau udah sampai kabarin Zahra ya Abi Umi". ujar Aisyah pada kedua orang tuanya.
"Iyaa sayang, nanti umi kabarin kalau udah sampai, yaudah umi pulang ya sama Abi, assalamualaikum". Ujar Umi Humairah pada Aisyah.
"Iyaa umi, waalaikumussalam". Ujar Aisyah pada Umi nya.
"Ayok kita anter sampai depan Abi Umi". Ujar Adam pada kedua orang tuanya.
"Iyaa terimakasih nak Adam, tapi sebaiknya Aisyah diam saja dirumah, karena tidak baik wanita yang sedang berhalangan keluar rumah malam hari". Ujar Umi Humairah diangguki oleh Adam.
Aisyah menunggu suaminya di kamar sambil melihat ponselnya, ternyata adik iparnya mengirim pesan padanya merupakan foto dan saat ia membukanya ternyata baby Fikri yang tersenyum melihat kamera.
Ting!
...Adinda Adik Iparku...
...Online...
Assalamu'alaikum ateu Aisyah , aku senyum dong
^^^Waalaikumussalam, masya allah ponakan ateu lucu sekali sih 😍^^^
Main dong ateu sini sama abang Husein, abang hasan sama Kak Arsyi
^^^Iyaa nanti liat waktunya ya ponakan ateu, kita kumpul lagi nanti sama Abang Adnan dan Kak Ainun^^^
Baiklah, selamat malam kak, Wassalamualaikum
^^^Iya malam juga dek, waalaikumussalam^^^
Adam masuk ke kamar saat Aisyah sudah selesai chattingan dengan adik iparnya, Adam masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menaiki ranjang, Aisyah tersenyum pada suaminya yang sangat tampan.
"Kenapa liatin mas kaya gitu syaang?". Tanya Adam pasa istrinya.
"ngga kenapa napa mas, cuman aku bersyukur memiliki suami yang tampan seperti mas". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Baru sadar kalau mas tampan sayang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Udah sadar kok mas, dari dulu malah". Jawab Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.
__ADS_1
Adam memeluk istrinya dengan gemas hingga beberapa menit kemudian mereka tertidur lelap setelag membaca doa mau tidur, Aisyah yang memang sedang halangan merasa tidak enak pada perutnya.
Aisyah menekan nekan perutnya yang terasa melilit, untung aja Aisyah bisa menahannya jika tidak mungkin Aisyah sudah teriak teriak seperti dulu saat ia belum menikah dengan Adam, Aisyah terlelap kembali saat suaminya mengelus perutnya membuat perutnya tidak terlalu merasa sakit.