Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 91


__ADS_3

Kini mereka sedang berada dirumah kediaman Adinda dan Davin, Adinda meminta para suami yang untuk memanjat pohon layaknya monyet , membuat mereka para lelaki menghela nafansya kesal tetapi apa boleh buat keinginan bumil jika tidak dipenuhi akan membuat anaknya ileran.


"Nih tangkap pisangnya, makan diatas". Ujar Ayah Ramli yang memang disuruh memberikan pisang pada mereka oleh Adinda.


"Nah jangan lupa suara monyetnya juga". Ujar Aisyah terkekeh.


"Ish gini amat sih baru kali ini loh Adinda ngidamnya nyiksa kita tau ga". Ujar Ilham pada Davin dan Adam.


"Haha benar, tapi biarlah dariapda nanti anakku ileran kan gawat". Ujar Davin sambil terkekeh padanya.


Adinda yang melihat mereka hanya tersenyum senang sambil mengelus perutnya yang sudah membesar , Aisyah pun turut senang melihatnya apalagi Baby Kahfi yang berada digendongannya melihat sang ayah manjat pohon.


"Dek, udah dong". Teriak Adam dari atas.


"Gamau bang, pokonya sampai pisangnya habis baru kalian bisa turun". Ujar Adinda membuat ketiga pria tersebut kesal.


"Yang bener aja dong sayang, perut mas kenyang makan pisang terus". Ujarnya pada Adinda.


"Gamau tau, pokoknya kalian harus terus makan pisangnya sampai habis dan jangan lupa suara monyet nya juga ya". Ujar Adinda membuat yang lainnya tertawa kecuali ketiga pria tersebut.


"Yaudah okee". pasrah mereka bertiga pada Adinda.


Hingga beberapa menit kemudian akhirnya ketiga pria tersebut selesai memenuhi keinginan bumil tersebut, membuat Adinda tersenyum senang pada mereka bertiga tetapi senyuman itu di artikan bahaya oleh ketiganya.


"Kalian kenapa natap aku kaya gitu?". Tanya Adinda menatap ketiga pria tersebut.


"Ngga papa sayang, udah yuk masuk ke dalam rumah". Jawab Davin merangkul istrinya.


"Beneran mas? ngga bohong?". Tanya Adinda pada suaminya.


"Buat apa mas bohong sayang? ngga ada kerjaan banget sih". Ujarnya pada sang istri.


"Yaudah kalau gitu syaang". Ujarnya pada suaminya.


Mereka masuk ke dalam rumah Adinda dan Davin, terlihat anak anak menatap mereka semua sambil memakan kue buatan Aisyah, membuat Aisyah senang melihat mereka yang makan dengan lahap, Aisyah duduk disamping anaknya Hasan yang sedang mengusap kotoran dipipi Ayra.


"Sayang, yang bener dong makannya masa belepotan gitu makannya sayang". Ujar Aisyah menatap Ayra putrinya.


"Iyaa maaf bunda, habisnya kue buatan bunda enak banget bun". Ujar Ayra pada Aisyah.


"Iyaa deh kalau gitu, jangan terlalu banyak makan makanan yang manis ya sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Iyaa siap bunda". Ujar mereka pada Aisyah.


"Siip syangnya bunda". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.


Beberapa menit kemudian Aisyah dan keluarga kecilnya pamitan untuk pulang pada Adinda dan Davin, sesudah menyalimi tangan serta mengucapkan salam mereka pun memasuki mobilnya, anak anaknya pada melambaikan tangan pada keluarga besar.


Sesampainya mereka di pekarangan rumah kediaman nya, Aisyah turun dari mobil karena kelima anaknya sudah masuk ke dalam rumah, Aisyah menggelengkan kepalanya saat melihat anaknya langsung tepar di ruang tengah mungkin malas jalan ke kamar pikirnya.


"Anak anak tidur tuh selalu aja di ruang tengah syaang". Ujar Aisyah pada suaminya.

__ADS_1


"Biarin aja sayang, mungkin yang lebih dekat hanya ke ruang tengah karena malas menaiki tangga untuk menuju kamar". Ujar Adam pada istrinya.


"Ah benar juga ya mas, yaudah biarin aja deh nyenyak gitu mereka nya mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Yaudah mending kita ke kamar sayang mas juga lelah syaang". Ujarnya diangguki oleh istrinya.


"Sayang tolong nyanyikan lagu daerah yang kamu tau". ujarnya pada sang suami.


"Kenapa tiba tiba syaang?". Tanya Adam pada istrinya.


"Ya nyanyikan saja mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Baiklah syaangku". Ujarnya diangguki oleh istrinya.


Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang


Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang.


Kuku na Ranggaos reujeungpamatukna ngeluk


Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk


Saha anu bisa nyusul kana tandangna


Gancang jeung partentang Taya bandingannana


Di pikagimir Di Pikaserab ku sasama


Manuk dadali manuk pang gagahna


Perlambang sakti indonesia jaya


Manuk dadali pang kakoncarana


Resep ngahiji rukun sakabehna


Hirup santunan tara pahiri hiri


Silih pikanyaah teu inggiis bela pati.


Manuk dadali gandung siloka sinatria


Kersakumna bangsa di negara Indonesia.


"Udah syang". Ujar Adam pada istrinya.


"Ah baiklah mas". Ujarnya pada suaminya.


"Udah itu aja syang?". tanya Adam melongo menatap istrinya.


"Iyaa mas itu aja". Jawabnya sambil terkekeh.

__ADS_1


"Aish dasar kamu inii sayang". Ujarnya pada istrinya.


"Hehe maaf mas". Ujarnya pada suaminya.


Beberapa menit kemudian kini keduanya sudah tertidur pulas, saling berpelukan membuat keduanya saMa saMa merasakan kenyamanan, hingga beberapa jam kemudian mereka baru terbangun dari tidurnya karena sangat pulas.


"Mas, kayanya kita terlalu nyenyak ya tidurnya". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa syaang, sampai ngga sadar udah mau jam 3 sore aja". Ujarnya pada istrinya.


"Yaudah yuk bersihkan badan mas". Ujarnya pada suaminya.


"Berdua Syaang?". Tanya Adam menggoda istrinya.


"Ya engga lah sendiri sendiri aja mas". Jawab Aisyah dengan gemas.


"Yaudah Syaang, kamu dulu aja kalau begitu". Ujar Adam pada istrinya.


"Sendiri sendiri mas bukan bergantian, mas mandi dikamar, Aisyah di bawah dekat ruang musholah". Ujarnya pada suaminya.


"Kalau gitu mending mas yang dibawah kamu di atas sayang". Ujarnya dengan ambigu.


"Ishh mas serius deh". Ujarnya kesal pada suaminya.


"Hahah iyaa syaang, yaudah mas mandi di bawah kamu di kamar aja syaang". Ujarnya sambil mengelus rambut sang istri.


"Yaudah, sana mandi mas". Ujarnya sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Aisyah pikir ia memang sendirian di kamar mandi karena suaminya berada di bawah, tetapi Aisyah salah karena tiba tiba ada yang mengelus kedua gunung kembarnya dengan lembut membuat Aisyah melotot, ia berbalik melihat suaminya yang tersenyum menyebalkan menurutnya.


"Mas ihh, katanya mau mandi di bawah". Rengek Aisyah pada suaminya.


"Ngga bisa sayang, mas ngga bisa jauh dari kamuu". Ujarnya memeluk tubuh istrinya.


"Mas ih awas, Ais mau mandi mas". Ujarnya berusaha melepaskan tangan suaminya.


"Ngga akan sebelum kamu kasih jatah dulu". Ujar Adam membuat Aisyah kesal.


"Yaudah deh tapi sebentar ya, udah mau mendekati adzan ashar loh mas". Ujarnya pada sang suami.


"Iyaa sayang sebentar kok". Ujarnya sambil tersenyum senang.


Beberapa menit kemudian mereka selesai membersihkan badannya, Aisyah terlihat sekali kesal pada suaminya disuruh sebentar malah membuat badan Aisyah sakit, Adam yang melihat itupun memeluk istrinya.


"Maafin mas sayang". ujarnya dengan lembut.


"Mas bilang cuman sebentar tapi kenapa lama". Ujarnya kesal pada suaminya.


"Iyaa maaf maaf sayang". Ujarnya pada Aisyah.


"Yaudah gapapa, sekarang mending kita ke ruang musholah mas, anak anak pasti nungguin". Ujarnya diangguki oleh suaminya.

__ADS_1


Dan benar saja saat mereka berdua sampai di musholah, terlihat anak anaknya yang sudah bersiap siap untuk melaksanakan sholat ashar berjamaah, Adam langsung maju ke depan sebagai imam, sedangkan istri dan anaknya makmum.


__ADS_2