Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 56


__ADS_3

Dua bulan kemudian, Aisyah sedang berada di rumah sakit menunggu Adinda yang akan melahirkan, anak anak ia titipkan di rumah bunda dan umi nya begitu juga dengan yang lainnya, beberapa menit kemudian terdengar suara bayi menangis selang 3menit kedua.


Adinda yang berada di dalam ditemani oleh Davin tersenyum senang saat melihat kedua anak kembar nya, sesuai dengan apa yang di ingin kan oleh anak pertamanya Baby Fikri, Adinda melahirkan sepasang anak perempuan dan laki laki, membuat Adinda dan Davin merasa terharu.


"Selamat ya, anak kalian yang pertama kali keluar berjenis kelamin laki laki dan yang keluar kedua berjenis kelamin perempuan, berat badannya normal 3,5 kg". Ujar Dokter pada Adinda dan Davin.


"Terimakasih dok". Ujar mereka berdua pada dokter tersebut.


"Nanti akan ada perawat yang akan memindahkan nyonya Adinda ke ruangan pasien". Ujar Dokter pada nya.


"Ah iya terimakasih sekali lagi dokter". Ujar Adinda sambil tersenyum padanya .


"Baiklah kalau begitu saya permisi". Ujar Dokter tersebut diangguki oleh keduanya.


Beberapa menit kemudian kini Adinda telah berada di ruangan pasien, kedua bayi nya berada di dekat Adinda hanya dikasih jarak sedikit, Aisyah serta yang lainnya masuk ke dalam untuk melihat bayi tersebut serta mengucapkan selamat pada mereka berdua.


"Selamat ya Din, sekarang tambah personil baru". Ujar Aisyah pada Adinda.


"Iyaa makasih kak". Ujar Adinda pada Aisyah.


"Iya sama sama din". Ujar Aisyah pada adik iparnya.


"Masya Allah, tampan dan cantiknya anak kamu". Ujar Maryam pada Adinda.


"Iyaa makasih kak". Ujar Adinda padanya.


"Siapa nih namanya?". Tanya Umi Humairah mendekati box bayi.


"Namanya adalah Muhammad Ridwan Asy Syafi'i dan Putri Adiba Dirgantara". Jawab Adinda dan Davin.


"Masya allah, berarti dipanggilnya Baby Ridwan dan Baby Adiba saja". Ujar Umi Humairah diangguki yang lain.


Beberapa jam kemudian Adinda telah tertidur karena rasa kantuknya, ia belum di perbolehkan untuk pulang ke rumah karena kondisi tubuhnya yang lemah, Davin senantiasa menjaga istrinya dengan rutin.


Adam yang melihat itupun mengizinkan Davin untuk mengambil cuti beberapa hari, tentu saja Davin merasa bahagia dan mengucapkan terimakasih pada abang iparnya itu, Davin menatap kedua anaknya yang sangat lucu.


"Anak ayah, jadilah anak yang sholeh sholehah, menurut sama kedua orangtua, semoga menjadi orang yang bisa membawa ayah dan bunda ke surga paling mulia, aamiin yaa rabbal'alamin". Ujarnya mengecup kening mereka satu persatu.


"Aamiin yaa rabbal'alamin mas". Ujar Adinda yang mendengar doa suaminya.


"Iyaa sayang". Ujar Davin pada istrinya.


"Mas kapan Dinda pulang?". Tanya Adinda pada suaminya.

__ADS_1


"Nanti saja tunggu dokter datang dan tanyakanlah pada dokter sayang". Jawab Davin pada istrinya.


"Heum baiklah mas". ujarnya pada Davin.


Beberapa menit kemudian Aisyah serta yang lainnya pamitan untuk pulang pada Adinda dan Davin, selama dalam perjalanan pulang Adam dan Aisyah menyempatkan diri mereka mampir ke toko membeli sesuatu.


"Bagaimana mas dengan yang ini?". Tanya Aisyah menunjukkan sebuah baju bayi.


"Bagus ssyangg ,belikan satu untuk Baby Ridwan dan Baby Adiba". Jawab Adam pada istrinya.


"Okee udah mas, yuk bayar mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Yaudah sayang, nanti dirumah bungkusnya ya sayang". Ujar Adam diangguki oleh istrinya.


Mereka berdua baru saja keluar dari toko , sekarang mereka akan melanjutkan perjalanan menuju rumah Umi dan bunda untuk menjemput anak anaknya, selama dalam perjalanan Adam dan Aisyah selalu berbincang mengenai anak anak.


Beberapa menit kemudian Aisyah dan Adam sampai dirumah Bunda Halwa terlebih dahulu untuk menjemput Baby Alyssa dan Baby Ayra, setelah itu mereka lanjut menjemput sikembar tiga yang berada di rumah Umi Humairah.


"Assalamualaikum umi". Salam mereka pada Umi.


"Waalaikumussalam, loh udah pulang?". Tanya Umi Humairah yang sedang bermain dengan Baby Arsyi.


"Iyaa Umi, anak anak ngga rewel kan Umi?". Tanya Aisyah padanya.


"Alhamdulilah kalau begitu Umi". ujar Aisyah diangguki oleh Uminya.


"Umi maaf ya gabisa lama, Aisyah dan mas Adam ingin menjemput anak anak". Ujar Aisyah lagi pada bundanya.


"Iyaa ngga papa sayang, karena daritadi Umi ditemani oleh mereka". Ujar Umi Humairah padanya.


"Baiklah Umi, kalau begitu Aisyah dan Mas Adam pulang ya Umi". Ujar Aisyah menyalimi tangan Uminya.


"Iyaa nak, hatihati bawa mobilnya ya nak Adam". Ujar Umi Humairah padanya.


"Iyaa Umi Siap, kalau begitu kita berangkat, assalamualaikum umi". Ujar Adam pada Umi Humairah.


"Iya waalaikumussalam". Ujar Umi Humairah pada mereka.


Selama dalam perjalanan menuju rumah kediaman mereka, yang biasanya akan ramai karena suara anak anaknya, sekarang menjadi senyap karena anak anaknya tertidur, mungkin kelelahan bermain dengan neneknya pikir Aisyah.


"Mereka terlalu aktif sepertinya sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Iya memang mas". Ujar Aisyah pada suaminya.

__ADS_1


"Biasanya akan bertanya tentang kisah nabi". Ujar Adam terkekeh pada istrinya.


"Haha iya juga mas". Ujar Aisyah sambil tertawa pelan.


"Syaang, kamu yakin ngga mau bekerja sesuai mimpi kamu menjadi dokter?". Tanya Adam pada istrinya.


"Aku kan lulusan fakultas Bisnis mas bukan dokter". Jawab Aisyah dengan terkekeh.


"Heheh lupa mas sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Wajar aja udah tua". Ujar Aisyah tertawa pelan.


"Wah, mas masih mudah tuhh". Elak Adam pada istrinya.


"Ngaku aja deh mas". Ujar Aisyah terkekeh.


"Ish kamu mah sayang, umur tua muka mas masih muda". Ujar Adam dengan percaya diri.


"Haha iyaa deh mas iyaa". Ujar Aisyah pada suaminya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman mereka, Adam turun terlebih dahulu untuk memanggil para pengasuh membantunya membawa anak anaknya, tentu saja Mira, Ambar serta yang lainnya segera menghampiri Adam.


"Wah kompak pada tidur, ngga kaya biasanya". Ujar Mira terkekeh pada Aisyah.


"Haha iyaa nih mir, kecapean mereka main sama nenek dan oma nya". Ujar Aisyah pada Mira.


"Yaudah, kak Aisyah duluan aja masuk nanti kita nyusul". Ujar Mira diangguki oleh Aisyah.


Beberapa menit kemudian para pengasuh menidurkan sikembar dua dan sikembar tiga ke kamarnya, setelah menidurkan anak majikannya para pengasuh kembali menghampiri Aisyah yang memang menyuruh mereka kesana.


"Ada apaa kakk Aisyah manggil kita?". Tanya Mira mewakili yang lainnya.


"Cuman mau tanya, apa tadi ada yang ke rumah?". Tanya Aisyah pada mereka.


"Ada deh Kak kalau ngga salah". Jawab Ambar padanya.


"Siapa? kamu ingat wajahnya? atau dia menyebutkan namanya?". Tanya Aisyah pada nya.


"Kalau ngga salah perempuan deh Kak, namanya siapa ya heum ahh namanya adalah Husna kak". Jawab Ambar membuat Aisyah terkejut.


"Bawa anak dan suaminya?". Tanya Aisyah pada mereka.


"Iyaa benar kak". Jawab Mereka pada Aisyah.

__ADS_1


Aisyah menyuruh mereka kembali kerja, Aisyah mengirim pesan pada Husna, merupakan permintaan maafnya karena tidak tau Husna ke rumah, karena sedang berada di rumah sakit, untung saja Husna memakluminya.


__ADS_2