
Sholat terawih bersama keluarga kecil adalah impian Aisyah selama ia belum menikah, kini mimpi itu telah terwujud membuat Aisyah senang bukan main, Adam sebagai kepala keluarga selalu bisa membimbing anak dan istrinya, bahkan Adam tak pernah letih memberi tau mereka untuk sholat dan membaca al Qur'an.
"Ayah bunda, Ayok ke masjid". Ajak Hasan dengan semangat.
"Iyaa tunggu di mobil ya sayang, bunda belum membawa alat sholat nya". Ujar Aisyah diangguki oleh mereka.
"Udah syang?". Tanya Adam yang menunggu Aisyah.
"Udah, yuk mas". Jawab Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di masjid dekat rumah mereka, anak anak sudah pada turun masuk ke dalam masjid, Aisyah turun bersama suaminya menyusul anak anak yang sudah masuk ke dalam masjid.
Seperti biasa Aisyah akan duduk disamping Sarah dan Husna, mereka berbincang mengenai anak anak sambil menunggu adzan isya berkumandang, setelah beberapa menit akhirnya adzan berkumandang, Aisyan dan yang lain nya berdiri untuk sholat sunnah.
"Syah, kamu akan sholat berapa rakaat?". Tanya Sarah padanya.
"Ya seperti biasa mbak, 23 rakaat, kenapa emangnya?". Tanya Aisyah pada Sarah.
"Kamu ngga capekkk, ketika imamnya lambat banget baca surat nya?". Tanya Sarah padanya.
"Ngga kok ngapain capek, kan aku cuman jadi makmum mbak, kalau lari baru aku capek". Jawab Aisyah sambil terkekeh..
"Yaudah deh Syah gimana kamu". ujarnya diangguki oleh Aisyah.
Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat berjamaah di masjid, Aisyah telah melipat alat sholat nya, tinggal menunggu anak dan suaminya keluar dari masjid, karena Aisyah menunggu di mobil.
"Assalamualaikum bunda". Ujar mereka pada Aisyah.
"Waalaikumussalam, anak bunda yang sholeh sholehah". Ujar Aisyah menatap kelima anaknya.
"Bunda, ayok kita pulang". Ujar Hasan padanya.
"Iya ayok sayang, pamitan dulu sama yang lain". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Oke bunda". Ujarnya sambil berpamitan pada seluruh warga.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah, Aisyah dan keluarga kecil nya memasuki rumah sesudah mengucapkan salam, Aisyah dan Adam memasuki kamar mereka karena seperti biasa anak anak akan langsung setelah pulang sholat terawih.
"Mas ngga nyangka ya anak anak tumbuh dengan baik dan cepat ". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa sayang benar apa yang kamu bilang". Ujar Adam memeluk istrinya.
"Oh ya mas, bagaimana tadi di kantor ngga ada masalah kan? ". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Hanya masalah kecil sayang, kamu ngga perlu memikirkannya". Jawab Adam sambil tersenyum pada istrinya.
__ADS_1
"Yaudah deh mas, semoga saja masalah nya cepat selesai baik itu masalah kecil atau besar". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iya aamiin sayang makasih syang". Ujar Adam menatap istrinya.
Adam membisikkan sesuatu pada Aisyah, yang membuat pipi nya merah merona, Adam mengunci pintu kamarnya karena mereka akan melakukan hubungan intim, setelah Adam mengunci pintu ia pun mematikan lampu kamarnya hanya tersisa lampu di meja laci.
"Ahh mas Adam". Desah Aisyah saat suaminya mengecup lehernya.
"Semakin berisi saja sayang". Ujar Adam sambil meremas lembut dua gunung kembar milik istrinya.
"Mas geli ihh". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Udah nikmatin aja sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Baiklah mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Beberapa jam kemudian mereka baru menyelesaikannya jam 11 malam, Aisyah dan Adam langsung saja tidur karena mereka akan mandi saat jam 2 malam, keduanya tidur saling berpelukan membuat tidur mereka lelap.
"Sayang, bangun udah jam set2 malam, kita kan mau mandi besar". Ujar Adam membangunkan istrinya.
"Hoaammm iyaa mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Ayo sayangg". Ajak Adam pada istrinya.
"Manjanya istrikuu". Ujar Adam terkekeh pada istrinya.
"Kapan lagi coba Aisyah bisa manja sama mas". Ujar Aisyah yang berada di gendongan Adam.
"Iyaa sayang, karena kamu harus mengalah pada anak anak". Ujar Adam pada istrinya.
"Nah itu mas tau". Ujar Aisyah padanya.
Beberapa menit kemudian, kini mereka sedang melaksanakan sahur bersama, walau masih mengantuk Aisyah harus terbangun karena anak anak pasti akan lapar jika tidak sahur, Adam yang sama ngantuknya dengan Aisyah pun hanya diam.
"Ayah sama bunda lagi maraham ya?". Tanya Hasan pada mereka berdua.
"Nggaa sayang, emangnya kenapa?". Tanya Aisyah sambil melirik suaminya.
"Abisnya pada diem dieman, biasanya kan suka ngobrol habis sahur tuh". Jawab Hasan pada Aisyah.
"Ah bunda dan ayah hanya sedang malas sayang ,makanya daritadii diem aja". Ujar Aisyah disetujui oleh Adam.
"Ohh gitu yaa bunda". Ujar Hasan diangguki oleh Aisyah.
Beberapa jam kemudian Adam dan Aisyah mengantar anak anaknya sekolah, seperti biasa Aisyah akan menunggu di sekolah TK setelah Adam mengantar Aisyah dan anak anak, Adam pun akan menjemput mereka kembali jika sempat.
__ADS_1
Ting!
...Kak Maryam...
...Online...
Assalamu'alaikum Aisyah, kakak boleh minta tolongg ngga 😢
^^^Waalaikumussalam kak, minta tolong apa kak?^^^
Aisyah badan Nadzar dan Rayyan panas Syah, kakak takut 😢
^^^Innalillahi kak, bagaimana kalau Adinda saja yang kesana, soalnya Aisyah ngga bawa mobil kak, gimana?^^^
Yaudah boleh deh kalau ngga repotin 😢🙏🏻
^^^Iyaa sebentar ya kak, kakak tenang aja dirumah kak, Wassalamualaikum^^^
Waalaikumussalam Syah
Aisyah menceritakan nya pada Adinda dan membuat Adinda terkejut, ia pun menitipkan anak anak nya pada kakak ipar nya, Aisyah menunggu dengan cemas karena takut terjadi kenapa napa pada ponakannya, semoga saja cepat sembuh pikir Aisyah sambil berdoa.
Beberapa jam kemudian, Adam menjemput Aisyah bersamaan datangnya Ilham yang sengaja Adinda suruh menjemput anak mereka karena Adinda sedang menemani Maryam dirumah sakit, menjaga kedua ponakan kembarnya yang demam tinggi.
"Bagaimana kabar Nadzar dan Rayyan din?". Tanya Aisyah saat sampai di rumah sakit.
"Masih demam tinggi kak". Jawab Adinda menyandar pada bahu Davin.
"Ya allah semoga cepat sembuh dari sakitnya, Kasiann masih kecil". Ujar Aisyah pada Adinda.
"Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin kak". Ujarnya pada Aisyah.
Beberapa jam kemudian mereka hanya bisa menemani Maryam sampai jam 5 sore, karena mereka juga harus buka puasa di rumah, selama dalam perjalanan menuju rumah Aisyah selalu memikirkan keadaan Ponakannya.
"Udah syang jangan banyak pikiran, doakan saja semoga Nadzar dan Rayyan segera sembuh". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas aamiin yaa rabbal'alamin". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Hasan jadi sedih bunda denger dek Nadzar dan dek Rayyan masuk rumah sakit". Ujar Hasan pada Aisyah.
"Iyaa doakan adeknya ya bang". Ujar Aisyah diangguki oleh anaknya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah mereka, Aisyah turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil, barulah anak anak nya turun setelah Aisyah bukakan pintunya. Mereka segera minum air setelah mendengar adzan magrib berkumandang.
Alhamdulillah terimakasih atas kenikmatannya yaAllah. Batin Aisyah.
__ADS_1