Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 110


__ADS_3

Aisyah dan keluarga kecilnya kembali berkunjung ke pesantren tempat Hasan mencari Ilmu, Kahfi yang memang jarang bertemu dengan abangnya merasa senang, sesampainya di pesantren yang berbeda yaitu daerah Bogor.


"Assalamualaikum bunda ayah adek kakak". Ujar Hasan pada mereka.


"Waalaikumussalam abangg". Ujar mereka kecuali Arsyila yang memanggil nya adek.


"Abang kangen banget sama kalian". Ujar Hasan memeluk mereka satu persatu.


"Kita juga kangen sama abang". Ujar Husein memeluk abang kembarannya.


"Coba sini abang gendong, Adek Kahfi nya bunda". Ujar Hasan pada bundanya.


"Yaudah nih bang, awas berat loh". Ujar Aisyah pada anaknya sambil terkekeh.


"Tubuh adek ringan bunda engga berat ih". Ujar Kahfi tidak terima dikatakan berat oleh bundanya.


"Hahaha iyaa deh sayang ringan kok". Ujarnya sambil terkekeh menatap anaknya.


Aisyah dan Adam hanya menatap anak anaknya yang saling berbincang riang, membuat Aisyah tersenyum tipis melihat anak anaknya yang sudah lama sekali Aisyah tidak melihat suasana seperti ini saar di rumah, Adam pun menyadari hal itu.


"Abang kapan abang pulangnya? ". Tanya Husein pada kembarannya.


"Saat usia kita memasuki umur 17 tahun baru deh abang engga akan masantren lagi". Jawab Hasan pada kembarannya.


"Beneran bang?". Tanya Ayra saat mendengarnya.


"Iyaa bener dong, makanya kalian harus sabar okee". Ujar Hasan pada mereka.


"Okee siapp". Ujar mereka pada Hasan.


"Bagaimana dengan pendidikan kamu disini?". Tanya Aisyah menatap Hasan.


"Alhamdulillah sangat baik bunda, teman teman Hasan juga sangat baik intinya the best deh abang masantren disini". Jawabnya dengan tersenyum senang pada bundanya.


"Syukurlah kalau kamu senang, tapi ingat harus jaga kesehatan kamu". ujar Aisyah pada anaknya.


"Okee siap bundaa". Ujarnya pada Aisyah.


"Baguslah kalau gitu, kalau ada apa apa di pesantren kamu kabari bunda atau ayah ya sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Iyaa bundaku yang cantik". Ujar Hasan sambil tersenyum pada bundanya.


Beberapa jam kemudian Aisyah serta keluarga kecilnya pamit untuk pulang pada Hasan, sedih memang tetapi mereka harus sabar menunggu jika ingin Hasan cepat selesai menambah ilmunya.


Hasan menatap sedih mobil keluarganya yang sudah jauh dari pandangannya, seseorang menepuk pundaknya membuat Hasan menoleh yang ia kejutkan adalah Arham yang menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Loh bang Arham kapan kesini? bareng sama bunda?". Tanya Hasan kaget.


"Engga abang kesini naik motor". Jawabnya pada Hasan.


"Ohh iya terus abang ada perlu apa disini?". Tanya Hasan pada nya.


"Abang pengen memberikan buku ini padamu Hasan, semoga bermanfaat ya". Ujar Arham mengeluarkan buku dari tasnya.


"Ah ini yang Hasan butuhkan, syukron ya bang". Ujar nya dengan tersenyum senang.


"Iyaa saMa sama kalau gitu abang pamit ya, assalamualaikum". Ujar Arham pada Hasan.


"Waalaikumussalam bang". Jawab Hasan sambil tersenyum tipis melihat kepergian Arham.


Kembali pada Aisyah dan yang lainnya, mereka menyimpang ke tempat makan karena Husein lapar dan begitu juga dengan yang lainnya, karena jarak Bogor dan Jakarta lumayan dekat membuat mereka tidak perlu waktu beberapa jam untuk sampai ke rumah.


Sesampainya dirumah mereka langsung memasuki kamarnya setelah tadi memberikan makanan pada para pekerja dirumah, Aisysah dan Adam memasuki kamar mereka sementara anak anaknya mungkin sudah tertidur lelap.


"Mas, aku masih engga nyangka deh Hasan akan betah, biasanya kebanyakan anak anak pasti ngga akan betah kan mas". Ujarnya pada suaminya.


"Pasti betah lah sayang kalau udah terbiasa contohnya kan anak kita sendiri sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa juga sih mas". Ujar Aisyah sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Sayang, kamu beneran cuman pengen punya anak 6 aja?". Tanya Adam pada istrinya.


"Iyaa engga papa sih sayang, mas cuman nanya aja kok". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada istrinya.


"Heum yaudah kalau gitu kita tidur sekarang mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa Ayok tidur tapi sebelum tidur Mas pengen olahraga sayang kamu tau sendiri kan". Ujarnya pada istrinya.


"Yaudah iyaa ayok mas, lagian aku kan ngga bisa nolak karena takutnya dosa". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Baiklah sayang, sebelumnya kita sholat sunnah dulu". Ajak Adam diangguki oleh istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat sunnat bersama sebelum berhubungan i***m, Adam memulainya dengan membaca bismillah serta doa di ubun ubun istrinya hingga akhirnya Adam memulai permainan panas mereka.


Beberapa jam kemudian mereka selesai melakukan hubungan intim bersama, mereka pun mandi bersama untuk mempersingkat waktu, untung saja waktu masih menujukan pukul 10 pagi hingga masih ada waktu untuk mereka tidur.


"Bunda sama ayah udah bangun?". Tanya Husein pada sang ayah bunda.


"Udah abang, kalau belum ngga mungkin bunda sama ayah ada disini". Jawab Aisyah sambil terkekeh pada anaknya.


"Heheh iya juga ya bunda, pertanyaan abang aneh banget ya". Ujar Husein menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Hahaha gapapa kok sayang anggap aja basa basi". Ujar Adam mengelus rambut anaknya.


"Hahah benar juga ya ayah". Ujar Husein pada ayahnya.


"Lagi pada bahas apa nih? seru banget kayanya". Ujar Arsyila menghampiri mereka bertiga.


"Engga bahas apa apa kak". Ujar Husein pada kakaknya.


"Ah massa?". Tanya Arsyila tidak percaya pada adik kembarannya.


"Beneran kak, tanya aja bunda sama ayah". Jawabnya pada Arsyila.


"Bener yah bun?". Tanya Arsyila pada mereka berdua.


"Iyaa bener sayang". Jawab mereka berdua kompak pada Arsyila.


"Yaudah deh percaya". Ujarnya sambil menyender di bahu bundanya.


"Kenapa anak bunda?". Tanya Aisyah pada anaknya..


"Arsyi kangen banget sama Tiara bunda". Jawabnya pada sang bunda.


"Yaudah nanti kita ketemu aja, kebetulan Aunty Sarah dan Uncle Azam lagi ada di Indonesia". Ujar Adam membuat Arsyila langsung menoleh pada ayahnya.


"Yang bener yah?". Tanya Arsyila dengan semangat.


"Benar sayang, ngapain juga ayah bohong". Jawabnya sambil tersenyum pada anaknya.


"Kapan yah kita kesana?". Tanya Husein pada ayahnya.


"Besok deh kita kerumah Aunty Sarah dan Uncle Azam". Jawabnya pada anaknya.


Arsyila dan Husein tersenyum senang mendengar jawaban dari ayahnya, Aisyah yang melihat anak anaknya pun ikut tersenyum tipis, lalu mengalihkan pandangannya pada anak anaknya yang lain.


"Loh sayang, kamu kok bajunya kotor?". Tanya Aisyah pada Kahfi.


"Itu bun main sama anak tetangga diluar". Jawabnya pada Aisyah.


"Ya ampun sayang, baju kamu warnanya putih, pasti susah ngilangin kotorannya". Ujar Aisyah dengan lembut pada anaknya.


"Maaf ya bunda, nanti adek yang bantu cuci bajunya". Ujar Kahfi merasa bersalah.


"Udah gapapa sayang bunda engga marah kok". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Makasih ya bunda". Ujar Kahfi hendak memeluknya tetapi mengingat bajunya yang kotor membuatnya menghentikan niatnya.

__ADS_1


Adam yang melihat itupun menyuruh anaknya untuk segera berganti pakaian yang lansgung diangguki oleh Kahfi, Aisyah mengantar anaknya untuk berganti pakaian karena takutnya anaknya tidak bisa.


Beberapa menit kemudian Aisyah dan Kahfi turun kembali kebawah menghampiri mereka yang sedang menonton acara televisi dengan asiknya membuatnya Aisyah tersenyum.


__ADS_2