Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 78


__ADS_3

"Bunda , adek kangen abang Hasan". Ujar Ayra pada Aisyah.


"Iyaa sayang sama bunda juga, tapi kan abang Hasan lagi belajar untuk mencari ilmu yang bermanfaat". Ujar Aisyah memeluk putrinya.


"Rasanya ngga ada abang, terasa hampa bun, ngga ada yang jail lagi dirumah". Ujar Alyssa padanya.


"Giliran abang jail, kalian ngadu ke Bunda". Ujar Aisyah terkekeh.


"Iyaa tapi Alyssa rindu bunda". ujarnya pada Aisyah.


"Iyaa udah nanti kita bicara sama ayah, siapa tau ayah ada waktu buat berkunjung ke pesantren tempat abang mencari ilmu ya". Ujar Aisyah diangguki oleh anaknya.


Beberapa menit kemudian Adam pulang kerja melihat anaknya menangis dipangkuan istrinya, Adam pun menghampiri mereka berdua lalu duduk disamping Aisyah , Aisyah menyalimi tangan suaminya diikuti oleh anak anaknya, Adam menyimpan tasnya terlebih dahulu.


"Anak ayah kenapa nangis syang?". Tanya Adam padanya.


"Ayra pengen ketemu abang Hasan mas, makanya nangis begini, katanya kangen". Jawab Aisyah pada suaminya.


"Kangen abang? kita bisa nelpon buat denger suara abang mau?". Tanya Adam padanya.


"Tapi Ay pengen meluk abang ayah". Ujarnya pada Adam.


"Baiklah nanti ayah pikirkan lagi waktunya yah, takutnya bertabrakan dengan jadwal pertemuan ayah". Ujar Adam mengelus kepala anaknya.


"Baiklah ayah, janji yaa?". Tanya Ayra padanya.


"Ayah gabisa janji Syaang, tapi in syaa allah ayah bisa mewujudkan kemauan anak ayah yang cantik ini". Jawabnya dengan lembut.


"Makasih ya ayahh". Ujarnya memeluk Adam.


"Iyaa sama sama sayang". Ujar Adam mengelus punggung anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka makan bersama dengan tenang, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, anak anak langsung mengerjakan tugas yang diberikan guru.


Seperti biasa Adam dan Aisyah hanya memberitahu jika ada yang sulit mereka jawab, selama beberapa menit anak anaknya masih aman tidak mengeluh tentang soal yang susah, membuat Adam dan Aisyah hanya melihat tulisan mereka yang ternyata pelajaran matematika yang telah Aisyah ajarkan.


"Alhamdulillah selesai". Ujar Husein menutup bukunya.


"Ngga ada yang susah bang?". Tanya Ayra padanya.


"Alhamdulillah, semuanya telah bunda ajarkan jadi abang mudah mengerjakannya". Jawab Husein padanya.


"Sama Ay juga bang, tugasnya gampang dan pernah di ajarkan oleh bunda dan ayah". Ujar Ayra padanya.


"Syukurlah kalau tidak ada yang susah dimengerti oleh kalian, itu artinya kalian pintar". Ujar Aisyah menatap anak anaknya.

__ADS_1


"Iya bunda". Ujar mereka pada Aisyah.


Husein mengusap perut Aisyah dengan tiba tiba membuat Aisyah menoleh pada anaknya, ia mengusap rambut anaknya yang sangat halus membuat Husein tersenyum pada Aisyah, melihat abangnya yang di elus oleh bundanya membuat ketiga anaknya yang lainnya ikut mendekati Aisyah dan Adam.


"Bunda ini adek nya cowok apa cewek?". Tanya Arsyila pada Aisyah.


"Belum tau sayang, karena belum waktunya mengetahui jenis kelamin Adek". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Emang harusnya bisa mengetahui jenis kelamin Adek kapan bunda?". Tanya Alyssa pada Aisyah.


"Sekitar 7 bulan usia kandungan bunda". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Ah jadi penasaran deh, Adek abang ini cewek apa cowok ya bun". Ujar Husein dengan gemas membuat Aisyah tersenyum pada anaknya.


"Abang Hasan apakah tau, jika bunda sedang mengandung Adek?". Tanya Ayra pada Aisyah.


"Sayangnya abang tidak mengetahuinya sayang, karena abang sedang menghadapi ujian, jadi bunda sengaja tidak memberitahu abang agar abang fokus ujiannya". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Ohh gitu ya bunda, tapi jika abang Hasan sudah selesai ujiannya , bunda akan memberitahu abang Hasan jika bunda sedang mengandung?". Tanya Ayra padanya.


"Tentu saja sayang, bunda akan memberitahu abang". Jawab Aisyah padanya.


"Syukurlah bunda, kasian kan kalau abang ngga tau tentang adek". Ujar Husein padanya.


Adam pun ikut merebahkan tubuhnya saat istrinya sudah tidur, ia mengusap perut istrinya yang masih rata, lalu menyanyikan sholawat di depan perut istrinya, hingga beberapa menit kemudian Adam selesai menyanyikan lagu sholawat untuk anaknya, kini Adam sudah tidur lelap disamping Aisyah.


"Mas bangun". Ujar Aisyah membangunkan suaminya.


"Kenapa syaang?". Tanya Adam pada istrinya.


"Aisyah kayanya ngidam deh mas". Ujarnya pada Adam.


"Ngidam sayang? kamu mau apa bilang sama mas". ujar Adam padanya.


"Aku pengen di nyanyikan lagu mas, tapi lagu nya populer yang romantis". Ujar Aisyah sambil menunduk.


"Baiklah sayang akan mas nyanyikan untuk istri mas tercinta". Ujarnya sambil tersenyum pada istrinya.


Andai ku dapat memilih


Semua wanita


Yang hidup di dunia


Ku akan memilih

__ADS_1


Dia


Tuhan


Kau begitu baik


Menghadirkan dia


Masuk ke dalam hidupku


Saat kumerasa tak sanggup lagi mencinta


Adam menyanyikan terus lagu nya hingga membuat Aisyah tersenyum senang, hingga beberapa menit kemudian Adam selesai menyanyikan lagu untuk istrinya, Aisyah langsung memeluk suaminya karena senang telah dinyanyikan oleh sang suami sedangkan Adam hanya bisa tersenyum.


Beberapa jam kemudian mereka keluar dari kamar setelah sadar sudah akan mendekati waktu ashar, keempat anaknya pun sudah bangun dan menunggu mereka di ruang tengah sambil menonton kartun Nusa, keduanya mendekati mereka berempat.


"Seru banget kayanya bang". Ujar Aisyah pada Husein.


"Iyaa memang seru bunda". Ujar Husein padanya.


"Ah iya bunda sama ayah, nyenyak kan tidurnya?". tanya Husein pada Mereka.


"Iyaa nyenyak, memangnya kenapa sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Ngga papa bunda, cuman nanya aja". Jawabnya sambil tersenyum pada Aisyah.


"Heum yaudah kalau begitu". Ujarnya pada anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah di musholah, seperti biasa selesai melaksanakan sholat berjamaah Merekaa akan selalu menyempatkan membaca Qur'an walau hanya satu atau dua ayat.


Aisyah dan Adam akan membenarkan bila ada pembacaan yang salah dari anak anaknya, hingga beberapa menit kemudian mereka baru selesai membaca al Qur'an bersama, mereka keluar dari ruangan bersama sama dengan Aisyah yang tersenyum senang.


"Semoga aja anak bunda baik cowok maupun cowok nantinya bisa seperti abang dan kakaknya". Ujar Aisyah mengelus perutnya yang rata.


"Aamiin yaa rabbal'alamin sayang". Ujar Adam uang ikut mengelus perut istrinya.


"Mas kira kira namanya nanti siapa ya?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Nanti saja sayang, memikirkan nya karena masih jauh juga kan". Jawab Adam padanya.


"Iyaa juga sih mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


Mereka berdua kembali ke ruang Tengah menghampiri keempat anaknya, lalu duduk sehingga menonton acara yang sangat seru, mereka tertawa bersama karena acara tontonan sangat lucu hingga membuat Aisyah memukul paha suaminya saking lucunya.


Maaf ya guys, kalau telat ketiduran soalnya:(

__ADS_1


__ADS_2