
Aisyah dan Maryam merasa terkejut lagi dan lagi, dulu Arsyila yang dilamar oleh Arham sekarang Ainun yang dilamar oleh Nizzam sepupu Arham, sungguh membuat Maryam terkejut karena ia tidak terlalu kenal dengan Sarah dan Azam serta Nizzam.
"Benar benar aku sangat terkejut dengan semua ini".Ujar Aisyah menatap Maryam.
"Kakak juga ngga nyangka Syah". Ujar Maryam pada Aisyah.
"Udah kalian jangan terkejut begitu, harusnya kalian bersyukur karena ada yang mau sama Ainun juga Arsyila". Ujar Ilham pada istri dan adiknya.
"Ish abang gampang banget bilangnya". Gerutu Aisyah pada abangnya.
"Hahaha jelas dong". Ujar Ilham pada adiknya.
"Udah jangan berdebat lagi". Ujar Adam pada mereka berdua.
"Yang harus kalian pikirkan adalah Ainun, Ainun masih shock mendengarnya". Ujarnya lagi pada mereka.
"Benar apa yang dibilang sama Adam". Ujar Ayah Ramli pada mereka.
"Lebih baik kalian susul Ainun ke kamar nya". Ujar Bunda Hawa pada mereka berdua.
"Baiklah bunda". Ujar Ilham dan Maryam pada Bunda Halwa.
"Okee siip". Ujar Bunda Halwa sambil tersenyum pada mereka berdua.
Kini tersisa hanya ada Aisyah Adam serta yang lainnya kecuali Ikham, Maryam dan Ainun yang sedang berada di kamar Ainun, Arsyila terdiam karena ia juga merasa terkejut bahwa sepupunya juga akan di lamar oleh Nizzam yang merupakan sepupu dari Arham calon suaminya.
"Sayang, kenapa kamu tiba tiba jadi pendiam gini?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Ngga papa kok bunda, Arsyi cuman pengen diem aja". Jawabnya pada bundanya.
"Beneran ngga papa sayang? ngga bohongkan saMa bunda? inget loh bohong dosa sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Beneran bunda, ngapain juga Arsyi bohong sama bunda, Arsyi emang gapapa bunda". Ujarnya pada bundanya.
"Iyaa deh bunda percaya sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Gaboleh percaya sama kakak bun, musyrik". Ujar Husein sambil terkekeh..
"Iyaa bun, percaya tuh saMa Allah Swt". Ujar Ayra pada bundanya.
"Ihh kalian nyebelin banget sih". Ujar Arsyila pada saudaranya.
"Haha biarin aja wlee". Ujar Ayra sambil menjulurkan lidahnya pada kakaknya.
"Udah ah jangan ribut terus". Ujar Hasan pada mereka berdua.
.'
"Iyaa maaf". Ujar keduanya pada Hasan.
__ADS_1
"Seperti Hasan yang abangnya saja". Ujar Ilham yang baru saja kembali bersama Maryam dan Ainun.
"Haha benar apa yang abang bilang". Ujar Aisyah pada abangnya.
"Ya jelas benar dongg". Ujarnya sambil duduk disamping Abi Ali.
Mereka terus saja berbincang hingga tak menyadari waktu sudah mendekati adzan ashar, membuat mereka yang melaksanakan sholat langsung mempersiapkan diri kecyali Aisyah dan Maryam yang sedang berhalangan.
Dengan di imami oleh Abi Ali, sholat ashar berjamaah pun selesai seperti biasa mereka akan berkumpul untuk membahas tentang agama, hingga pertanyaan Arsyila membuat yang lainnya tertegun.
"Kek, bagaimana jika seorang suami menikahi wanita lain tanpa sepengetahuan istrinya, apa hukumnya?". Tanya Arsyila pada Abi Ali.
"Heum kenapa kamu bertanya seperti itu syaang?". Tanya Adam pada anaknya.
"Iyaa kan Arsyi pengen tau makannya Arsyi nanya sama kakek ayah". Jawabnya pada ayahnya.
"Jangan bahas ini ya syang". Ujar Adam pada anaknya.
"Kenapa jangan ayah? aku kan pengen tau". Ujar Arsyila dengan cemberut.
"Kalau kamu mau tau, belajar dek". Ujar Ainun pada Arsyila.
"Belajar apa sih kak?". Tanya Arsyila pada kakak sepupunya.
"Ya yang pengen kamu taulah gimana sih". Jawabnya pada Arsyila.
"Gitu aja marah kak". Ujar Arsyila pada kakak sepupunya.
"Pulang? ngga akan nginep Dam? ". Tanya Ayah Ramli pada anaknya.
"Engga dulu ayah, besok Adam ada perjalanan bisnis, belum nyiapin perlengkapan buat besok". Jawab Adam pada Ayah Ramli.
"Yaudah kalau gitu gapapa, karena kerjaan kamu juga penting". Ujar Ayah Ramli pada anaknya.
"Kalau gitu kita pamit pulang ya ayah bunda, umi abi". Ujar Adam pada mereka semua.
"Iyaa hati hati dijalannya ya". Ujar Ayah Ramli mewakili mereka semua.
"Iyaa ayah, assalamualaikum". Ujar Adam pada mereka semua.
"Waalaikumussalam". Jawab mereka pada Adam.
Adam serta keluarga kecilnya sudah dalam perjalanan pulang ke rumah, selama dalam perjalanan pulang Arsyila selalu bertanya soal pernikahan pada kedua orangtuanya, membuat Adam dan Aisyah kewalahan menjawabnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, langsung saja anak anaknya turun dari mobil membuat Aisyah menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang sudah remaja tetapi seperti anak kecil saja.
"Sayang, rasanya aku ngga bisa liat nanti Arsyila pisah sama kita". Ujar Adam pada istrinya.
"Begitupun yang dirasakan saMa kedua orangtua kita sayang". Ujar Aisyah pada suaminya.
__ADS_1
"Benar juga, mungkin ini yang dirasakan mereka saat aku membawamu pergi". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa begitulah syang". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Bunda, pengen ngemil sesuatu". Ujar Kahfi pada bundanya.
"Ngemil apa sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Ngemil keripik pisang tabur coklat enak kayanya bunda". Jawabnya pada Aisyah..
"Nah kebetulan bunda udah nyetok banyak keripik pisang nya kemarin". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Yang bener bunda?". Tanya Kahfi dengan raut wajah senang.
"Bener dong sayang coba cek lemari makanannya". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Okee bunda". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan kedua orangtuanya.
"Ada Ada aja anak itu". Ujar Adam melihat kepergian Kahfi dengan berlari ke kanan dan ke kiri.
"Hahah lucu banget sih padahal udah umur berapa tahun anak itu". Ujar Aisyah sambil tertawa kecil.
"Udah lebih baik kita masuk ke kamar sayang, mas harus menyiapkan barang untuk besok". ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa ayok sayang". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Anak anak ayah sama bunda ke kamar dulu ya, kalian ngemil aja diruang tengah". Ujar Adam pada anak anaknya.
"Okee siap ayahh". Ujar mereka pada Adam.
"Okee sipp". Ujar Adam sambil mengacungkan jempolnya.
Aisyah dan Adam pergi ke kamarnya meninggalkan anak anaknya yang berjalan ke ruang tengah, Adam merasa hidupnya jauh lebih bahagia sekarang walaupun beberapa tahun kemudian salah satu anaknya akan dibawa pergi dari hidupnya.
Sesampainya di kamar, Aisyah langsung menyiapkan apa saja yang akan dibawa oleh suaminya, sebenarnya ingin sekali Aisyah ikut hanya saja anak anaknya butuh perhatian darinya apalagi Kahfi yang masih kecil.
"Mas ini udah selesai, kamu mau ke kamar mandi dulu". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Aku ke air dulu ya sayang, gerah". ujar Adam diangguki oleh Aisyah.
"Heum semoga usaha kamu lancar terus ya mas, Aamiin yaa rabbal'alamin ". Ujarnya saat melihat punggung suaminya.
"Semoga saja suatu saat nanti anak anak kita akan sehebat kamu". Gumam Aisyah sambil tersenyum tipis.
"Gerah juga sihh habis beresin perlengkapan buat mas Adam besok". Ujar Aisyah sambil mengusap peluh di keningnya.
"Tidur bentar gapapa kali ya". Ujarnya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
...****************...
__ADS_1
Maaf ya kemarin engga update, karena capek banget pulang kerja sekarang juga capek gays, tapi masa aku ngga update lagi kan:-(
Jangan lupa Like Comment and Vote ya :)