
Dua bulan kemudian, bulan puasa Ramadhan tiba, untuk pertama kalinya Aisyah melaksanakan puasa Ramadhan sudah mempunyai anak yang lucu lucu serta suami yang sangat pengertian dan perhatian, semenjak pertemuan Adam dan keluarga kecilnya dengan keluarga kecil Idris kini mereka menjadi dekat.
"Assalamualaikum". Salam Idris pada mereka.
"Wa'alaikumussalam". Jawab Adam karena Aisyah yang sedang di dapur kecuali anaknya yang asik bermain.
"Wah bang Idris Apakabar?". Tanya Adam memeluk ayah dari dua anak kembar yang saat itu ia sedang liburan di bali.
"Alhamdulillah baik Dam, oh ya maaf istri saya agak lambat, ia masih mengurus anaknya yang susah sekali dibangunkan". Ujar Idris pada Adam.
"Iyaa gapapa bang, santai aja, mari duduk bang". Ujar Adam pada Idris.
"Assalamualaikum". Salam seorang wanita membuat keduanya menoleh.
"Waalaikumussalam, mari masuk mba". Ujar Adam pada istrinya Idris yang bernama Husna.
Aisyah yang sedang berada di dapur mendengar suara orang sedang berbincang pun penasaran, segera ia menghampiri suaminya yang sedang berbincang dengan sosok yang ia kenal dua bulan yang lalu.
"Kedatangan tamu rupanya, assalamualaikum mas mbak". Ujar Aisyah pada mereka.
"Waalaikumussalam Aisyah". Jawab keduanya.
"Arham dan Khadijah kemana mbak?". Tanya Aisyah padanya.
"Itu mereka sedang mengajak main anak anakmu". Jawab Husna dengan lembut.
"Mbak mau buka bersama dirumah kami?". Tanya Aisyah pada Husna.
"Tidak perlu Syah, cuman sebentar kok mampir aja". Jawab Husna dengan sopan.
Masya allah lembut sekali mbak Husna ini, aku jadi merindukan mbak Sarah, Apakabar ya?. Batin Aisyah bertanya tanya.
Adam menatap istrinya yang terdiam menepuknya pelan membuat Aisyah tersadar dari lamunannya, lalu menoleh pada jam yang sudah menunjukkan pukul lima sore, sebentar lagi mendekati buka puasa membuat Aisyah berpamitan untuk ke dapur.
"Syah, kita jadi buka bersama aja". Ujar Husna yang menghampiri Aisyah ke dapur.
"Beneran mbak? ngga bohongkan?". Tanya Aisyah dengan gembira.
"Iyaa beneran, kenapa sih senang banget?". Tanya Husna terkekeh pada Aisyah.
"Karena dihari pertama puasa Ramadhan, aku ingin buka bersama akhirnya terwujud". Jawab Aisyah pada Husna.
__ADS_1
"Ohh begitu, pantas saja". Ujar Husna terkekeh pada Aisyah.
Kedua wanita tersebut sedang memasak sesuatu bersama, sementara kedua pria sedang memperhatikan anaknya yang sedang bermain sambil menunggu buka, ketiga anak Adam memang tidak berpuasa karena masih kecil.
Beberapa menit kemudian suara adzan menggema membuat semua yang berada di rumah Adam pun mengucapkan alhamdulillah, Aisyah dan Husna membawa minuman manis untuk berbuka puasa, mereka berbuka yang manis terlebih dahulu lalu sholat magrib berjamaah kemudian makan yang berat.
"Kamu pimpin doa dam". ujar Idris padanya.
"Baiklah bang". Ujar Adam pada Idris.
"Bismillahirrahmanirrahim allahumma bariklana fima rozaktana waqina adzabannar". Ujarnya lalu mengusap kedua tangan di Wajahnya.
"Yaudah mari makan mbak Husna bang Idris". ujar Aisyah pada mereka.
"Iyaa Syah". Ujar keduanya pada Aisyah.
Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis, mereka terdiam sejenak karena perutnya yang masih kenyang, hingga Idris dan Husna berpamitan pada mereka karena sebentar lagi akan terawih.
Aisyah dan Adam mengantar keluarga kecil Idris ke depan pintu, setelah melihat kepergian mereka Adam dan Aisyah masuk kembali ke dalam rumah, Aisyah membereskan piring bekas berbuka tadi dibantu oleh Ambar dan Mira.
"Mas kita siap siap untuk terawih di masjid". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Kamu yakin kuat sayang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Yaudah Ayok kita siap siap, Ohh ya karena Mira dan Ambar sedang berhalangan, titipkan saja ketiganya pada mereka". Ujar Adam pada istrinya.
"Baiklah mas". ujar Aisyah pada suaminya.
Beberapa menit kemudian keduanya berpamitan untuk berangkat ke masjid, Adam dan Aisyah berangkat menggunakan mobil karena jarak masjid dari kediaman mereka lumayan jauh, jika berjalan takutnya tidak keburu dan akan melelahkan Aisyah..
Sesudah sampai di masjid, Aisyah berpisah dengan suaminya, Aisyah menghampiri kedua orang yang ia kenal sedang berbincang menunggu Adzan Isya, setelah ia mendekat dengan keduanya ternyata memang Aisyah kenal karena kedua orang tersebut adalah Husna dan Sarah.
"Assalamu'alaikum". Salam Aisyah pada mereka berdua.
"Waalaikumussalam". keduanya menoleh saat menjawab salam dari Aisyah.
"Mbak Husna, mbak Sarah". sapa Aisyah pada mereka berdua.
"Eh Aisyah? kamu terawih disini juga?". Tanya Husna padanya.
"Iya kan ini masjid yang lumayan dekat dengan rumah mbak". Jawab Aisyah padanya.
__ADS_1
"Mbak Husna kenal dengan Aisyah?". Tanya Sarah padanya.
"Iyaa mbak kenal dek saat waktu Mas Idris ada urusan di Bali". Jawab Husna padanya.
"Loh mbak Husna kenal juga dengan mbak Sarah?". Tanya Aisyah padanya.
"Tentu saja kenal, orang Sarah adik mbak". Jawab Husna membuat Aisyah terkejut.
"Masya allah ternyata dunia ini sempit yaa, hingga aku bertemu dengan kalian". Ujar Aisyah terkekeh membuat keduanya ikut terkekeh.
Beberapa menit kemudian mereka melaksanakan sholat terawih dengan khusu hingga selesai sampai sholat witir, Aisyah merapihkan mukena nya begitupun yang lainnya, selama menunggu para suami keluar dari masjid mereka berbincang bersama.
"Aku ingin tau alamat mbak Sarah dan mbak Husna dimana? biar nanti saat idul fitri atau kapanpun aku bisa berkunjung ke sana". Ujar Aisyah pada mereka berdua.
"Baiklah Syah, nanti saja mbak kirimkan lewat chat, kan sudah ada nomor mbak". Ujar Husna terkekeh pada Aisyah.
"Ohh iyaa ya aku lupa mbak hehe". Ujar Aisyah terkekeh padanya.
"Oh ya Syah, aku dengar kamu hamil, berapa bulan?". Tanya Sarah pada nya.
"Alhamdulillah sudah lima bulan mbak". Jawab Aisyah padanya.
"Masya allah, semoga nanti lahirannya lancar ya Syah, Aamiin yaa rabbal'alamin". Ujar Sarah mengelus perut Aisyah.
"Aamiin yaa rabbal'alamin mbak terimakasih doanya". Ujar Aisyah tersenyum kepada nya.
Sarah dan Husna tersenyum balik pada Aisyah hingga beberapa saat kemudian para suami mereka keluar dari masjid bersama, Adam Idris dan Azam menghampiri sang istri mereka yang sudah menunggu di luar.
"Assalamualaikum". Salam mereka pada para istri.
"Waalaikumussalam mas". Jawab mereka bertiga berbarengan pada suaminya.
"Masya allah ternyata dunia sempit ya, mempertemukan kita lagi di masjid walau berbeda tempat". Ujar Azam menatap Adam.
"Ahh iyaa benar yang kau bilang Zam". Ujar Adam terkekeh.
"Yaudah mending kita pulang aja, kan besok bisa ketemu lagi, karena memang kebetulan rumah kita berada dekat dengan masjid ini". Ujar Idris pada mereka.
"Ah pantas saja mbak tadi tidak memberikan alamat rumah langsung, orang ternyata kita sedaerah mbak". Ujar Aisyah pada Husna.
"Iyaa Syah hehe". Ujar Husna terkekeh pada Aisyah.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun membubarkan diri karena mengingat anaknya dirumah, hingga beberapa menit kemudian Aisyah dan Adam sampai di rumah kediaman mereka, mereka bersyukur karena anak anaknya masih tertidur pulas.