Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 81


__ADS_3

Tengah malam Aisyah terbangun, karena merasakan sakit pada perutnya, Aisyah mengguncang tubuh suaminya dengan kencang, membuat Adam langsung terjaga ia melihat istrinya yang meringis kesakitan sambil memegang perutnya membuat Adam lansgung menggendong istrinya.


"Sayang kamu tahan ya, mas akan meminta tolong pada bibi". Ujarnya dengan panik.


"Mangg, cepat buka pintu mobil!" Teriak Adam membuat supirnya terjaga.


"Baik den, kita mau kemana den?". Tanya supirnya pada Adam.


"Kita ke rumah sakit mang". Jawab Adam dengan panik.


"Baik den". Ujarnya pada Adam.


Hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, Adam langsung menggendong istrinya sampai ke ruang bersalin, dokter yang melihat itu langsung saja menangani Aisyah, Adam diam sebentar diluar karena ia haus untung saja supirnya membelikan ia air minum.


...Bunda Halwa ❤...


...terakhir dilihat kemarin pukul 22.30...


^^^Assalamu'alaikum bunda, bun Adam minta tolong jagain anak Adam yang lainnya bun, adam sedang berada di rumah sakit karena istri Adam akan melahirkan bun.^^^


Waalaikumussalam, ya Allah baiklah, semoga Aisyah lancar melahirkannya, ibu dan anaknya selamat sehat sentosa, Aamiin yaa rabbal'alamin 🤲🏻🙏🏻


^^^Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin bunda, makasih doanya, kalau gitu Adam masuk ke ruangan bersalin dulu bun, Wassalamualaikum.^^^


Waalaikumussalam sayang.


Beberapa menit kemudian Aisyah telah melahirkan seorang bayi laki laki yang lucu, berat badan nya 4 kg sangat membuat para dokter tersenyum karena setiap Aisyah melahirkan pasti berat badan anak anaknya melebihi berat badan anak orang lain.


"Selamat ya pak bu, anaknya laki laki, silahkan di adzankan". ujar Dokter tersebut pada Adam.


"Baik dok". Ujarnya mengambil bayi mungil tersebut.


"MasyaAllah anaknya tampan ya sayang". Ujar Adam setelah mengadzankan anaknya.


"Iyaa mas sama seperti mas kan". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Haha iyaa syaang". Ujar Adam tertawa pelan pada istrinya.


Beberapa menit kemudian Aisyah sudah dipindah ruangan ke ruangan pasien, kini semuanya masuk ke dalam ruangan Aisyah, mereka menatap anak bayi yang sangat lucu, hendak menanyakan jenis kelaminnya Tetapi tatapannya berhentii pada kertas yang berada di box yang bertulis bahwa anak Adam dan Aisyah adalah laki laki.


"Wah siapa nih namanya?". Tanya Adinda padanya.


"Namanya adalah Muhammad Al Kahfi Dirgantara panggil aja Al atau Kahfi". Jawab Aisyah pada adik iparnya.

__ADS_1


"Masya Allah namanya bagus sekalih kak". Ujar Adinda menatap kagum bayi laki laki tersebut.


"Iyaa benar apa yang dibilang oleh dinda". Ujar Maryam pada Aisyah.


"Iyaa makasih ya kalian udah mau datang menjenguk" Ujar Aisyah pada mereka berdua.


"Udah gapapa lagian" . Ujar Adinda padanya


Beberapa menit kemudian, Aisyah merasakan lapar diperutnya dan itu terdengar oleh mereka membuat Aisyah malu ditatap oleh mereka, hingga akhirnya Adam yang membelikan makanan untuk Aisyah serta menyuapi istrinya yang masih lemas.


"Masih lapar sayang?". tanya Adam padanya.


"Masih mas". Jawabnya dengan pelan.


"Yaudah makan lagi syaang , mumpung masih banyak". ujarnya pada Aisyah.


"Iyaa mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Alhamdulillah habis". Ujar Adam saat beberapa menit kemudian selesai menyuapi istrinya.


"Alhamdulillah kenyang mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Syukurlah sayang, yaudah minum dulu". Ujar Adam dianggguki oleh Aisyah.


Selama dalam perjalanan Aisyah hanya tidur karena badannya masih lemas, sedangkan untuk anaknya sedang di gendong oleh Umi Humairah, Bunda Halwa berbeda mobil dengan mereka makanya terpisah, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Aisyah dan Adam.


"Selamat datang kembali untuk Aisyah dan baby". Ujar mereka pada Aisyah.


"Makasih ya kalian udah membuat sambutan yang membuatku terharu". Ujar Aisyah pada mereka.


"Iyaa sama sama kak". Ujar Adinda pada Aisyah.


"Ah mana baby Kahfi?". Tanya Maryam padanya.


"Masih diluar sama umi kak". Jawab Aisyah pada nya.


"Yaudah yuk masuk". Ujarnya pada Aisyah.


Aisyah dan yang lainnya masuk ke dalam rumah , Aisyah langsung duduk di kursi sofa karena entahlah ia merasa lemas seperti tidak ada tenaga, Baby Kahfi yang menangis membuat Aisyah harus ke kamar karena tidak mungkin Aisyah menyusui anaknya didepan mereka.


Adam mengantar istrinya ke kamar mereka, anak anak yang melihatnya ingin mendekat tetapi sudah terlebih dulu dibawa oleh Adinda dan Maryam ke ruang tengah, Aisyah duduk sambil bersandar pada bantal yang berada di belakang nya.


"Anak bunda haus ya sayang, minum susu nya yang banyak ya sayang". Ujar Aisyah menatap anaknya.

__ADS_1


"Kayanya setiap anak lelaki gitu ya sayang". Ujar nya pada Aisyah.


"Ngga juga mas, ada juga anak perempuan yang menyusu nya cepat". Ujarnya pada suaminya.


"Iyaa tapi kebanyakan anak laki laki kan sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa juga sih mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa syaang". Ujarnya pada Aisyah.


Beberapa menit kemudian Adam kembali menghampiri keluarganya yang masih diruang tengah kecuali Aisyah yang tidur di kamar bersama baby, Adam duduk disamping Ilham abang iparnya, Ilham yang melihat itupun tersenyum.


"Bagaimana rasanya mempunyai anak 6 Dam?". Tanya Ilham pada nya.


"Alhamdulillah senang bang, abang juga anak 4 bukannya sama aja hanya beda dua". Jawab Adam pada Ilham.


"Haha iyaa benar juga sih, tapi kayanya abang cukup 4 anak aja deh, kasian kayanya setiap melihat Maryam lahiran penuh perjuangan banget". Ujar Ilham pada nya.


"Iyaa juga sih, aku juga kayanya cukup 6 anak aja bang". Ujar Adam padanya.


""Iyaa syukurlah kalau begitu". Ujarnya pada Adam.


Beberapa jam kemudian mereka semua pamitan untuk pulang kecuali para orangtua, mereka akan menginap agar Aisyah bisa mengurus nya karena pasti keempat anaknya juga masih belum bisa mengurus dirinya sendiri, maka dari itu Umi Humairah dan Bunda Halwa menginap dirumah Adam dan Aisyah.


"Aisyah masih tidur dam?". Tanya Bunda Halwa pada anaknya.


"Iya bun masih tidur, kenapa emangnya?". Tanya Adam pada bundanya.


"Yaa gapapa sih dam, karena Aisyah juga lagi masa nifas, ngga sholat jadi gapapa". Jawab Bunda Halwa pada anak nya.


"Yaudah kalau gitu, Adam ke kamar dulu takutnya Baby Kahfi menangis bun". Ujarnya diangguki oleh bundanya.


"Sayang, udah bangun ternyata". Ujar Adam saat membuka pintu kamarnya.


"Iyaa mas, tadi nangis makanya Aisyah bangun dan ternyata basah mungkin ga nyaman". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Pasti ngga nyaman sayang, kamu aja kalau datang bulan ngga nyaman kan". Ujarnya pada Aisyah.


"Iyaa mas, ngga nyaman banget tapi kodrat wanita kan begitu mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


Adam duduk di samping istrinya sambil melihat anaknya yang sudah tertidur, Adam merebahkan dirinya di kasur sambil menatap atap kamarnya, lalu menatap istrinya yang juga menatapnya hingga akhirnya mereka berdua tersenyum satu sama lain.


...****************...

__ADS_1


maaf kalau akhir akhir ini telat updatenya lagi sakit 🤧🤕:)


__ADS_2