Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 90


__ADS_3

Kehamilan Adinda sudah memasuki usia ke 7 bulan, untung saja apa yang di idamkan Adinda untuk kehamilan yang ketiga tidak terlalu aneh, bisa dipenuhi oleh semua orang karena Adinda selalu melibatkan Aisyah serta yang lainnya, bahkan kini Adinda mengidam ingin makan di suapi oleh abangnya Adam.


"Udah gede juga masih aja pengen disuapin". Ledek Ilham pada Adinda.


"Mas ih jangan gangguin Dinda nya, kasian tau". Ujar Maryam mencubit perut suaminya.


"Aduhh iyaa syang ngga". Ujar Ilham sambil mengusap perutnya yang sakit.


"Gitu aja sakit, gimana kalau kamu ada diposisi ibu hamil coba". Ujar Maryam dengan gemas pada suaminya.


"Pastinya mas tidak akan kuat sayang". Ujarnya pada sang istri.


"Nah makanya jangan jahil saMa bumil". Ujarnya pada sang suami.


"Iyaa sayang engga akan". Ujarnya pada Maryam.


"Iyaa deh Iyaa". Ujar Maryam pada suaminya.


Beberapa menit kemudian mereka semua pamitan untuk pulang pada Adinda dan Davin, selama dalam perjalanan pulang Adam dan Aisyah tak hentinya berbincang mengenai anak anak, sedangkan keempat anaknya sudah terlelap di kursi mobil belakang.


"Mas, kapan abang Hasan pulang lagi ya??". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Nanti juga ngabarin sayang, mungkin sekarang memang lagi pengen di pondok pesantren belum mau pulang". Jawab Adam pada istrinya.


"Heum tapi bunda kangen sama abang yah". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa sabar sayang, namanya juga abang lagi cari ilmu disana". Ujar Adam sambil mengelus kepala istrinya.


"Heum iyaa deh mas". ujarnya pada sang suami.


"Kamu. mau mampir ke suatu tempat engga?". Tanya Adam. pada istrinya.


"Heum. mampir ke supermarket mas". Jawab Aisyah pada suaminya.


"Mau beli apa Sayang?". Tanya Adam diangguki oleh istrinya.


"Mau beli cemilan buat ngemil di rumah, sekalian beli kue juga". Ujarnya pada sang suami.


"Okee siap ratuku". Ujarnya pada Aisyah.


"Mas ih jangan gitu ah manggilnya". Ujarnya sambil memalingkan wajahnya.


"Loh emangnya kenapa sayang?". tanya Adam pada istrinya.


"Gaboleh pokonya mas". Jawabnya pada Adam.


"Ah kamu malu ya syang". Ujarnya sambil terkekeh pada istrinya.


"Ihh apaan ngga mas". Ujarnya dengan pipi memerah.


"Kalau engga, kenapa Tuh pipi nya merah gitu? padahal ga pake blash on loh sayang". Ujar Adam semakin membuat Aisyah malu.


"Udah ah Aisyah mau ke dalam". Ujarnya sambil berlalu dari hadapan Adam dengan membawa Baby Kahfi yang berada digendongannya.


Adam yang melihat itupun terkekeh, ia dan anak anaknya turun dari mobil menyusul Aisyah yang sudahh masuk kedalam supermarket, Adam menyuruh anak anaknya untuk berpegangan tangan agar tidak berpencar pikirnya.


"Sayang, kamu ih ngambek saMa mas". Ujar Adam saat melihat istrinya.

__ADS_1


"Abisnya mas nyebelin". ujarnya pada suaminya.


"Iya maaf ya sayangku cintakuu istriku". Ujarnya sambil tersenyum pada istrinya.


"Iyaa aku maafin , awas bikin malu aku lagi". Ujarnya pada suaminya.


"Iyaa engga syaang". Ujarnya pada Aisyah.


"Yaudah ayo masih banyak yang harus aku beli". Ujarnya pada Adam.


"Iyaa syaang, mas yang dorong troli nya biar kamu mudah sayang". Ujarnya pada sang istri.


"Yaudah makasih ya mas". Ujarnya sambil tersenyum pada suaminya.


"Iyaa sama sama sayang". Ujarnya pada Aisyah.


Beberapa menit kemudian mereka selesai belanja berbagai makanan, Aisyah kalap membeli nya karena sangat menggiurkan dan juga untuk stok dirumahnya, karena memang cemilan sudah pada habis dirumahnya.


Keadaan Abi Ali sudah membaik dan pelaku yang membuat rem mobil blong adalah Devan, orang yang sama yang membuat Ayah Ramli kecelakaan, Adam memberikan hukuman mati untuk Devan karena selalu mencoba membunuh orang terdekatnya.


"Sayang, kamu jangan melamun". Ujar Adam melihat istrinya melamun.


"Ah iyaa maaf mas". Ujarnya pada Adam.


"Iyaa gapapa sayang, kamu jangan banyak pikiran ya gabaik loh". Ujarnya pada sang istri.


"Iyaa mas ngga kok, yaudah yuk lanjut jalan lagi mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa ayo sayang". Ujarnya sambil menoleh ke belakang.


"Cepat banget anak anak tidurnya". Ujar Adam melihat keempat anaknya yang tertidur.


"Iyaa sih, yaudah kita berangkat sekarang". Ujar Adam diangguki oleh istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, seperti biasa Aisyah membangunkan terlebih dahulu anak anaknya, setelah nya baru Aisyah turun dari mobil dengan bantuan suaminya yang membukakan pintu mobil.


Ting!


...Adinda Adikku...


...Online...


Assalamu'alaikum kak, udah sampai rumah?


^^^Waalaikumussalam, baru sampai din, tadi ke supermarket dulu, kenapa din?^^^


Ah Dinda boleh minta tolong ngga?


^^^Minta tolong apa Din? mungkin kakak bisa bantu^^^


Adinda pengen liat para suami manjat pohon kak, bang Adam bang Ilham sama Mas Davin kak, terus makan pisang dan suara monyet nya juga


^^^Hahha kamu ngidam ada ada aja sih Din 🤣^^^


Ihh biarin aja dong kak 😂


^^^Haha yaudah nanti kakak sampaikan ya, mas Adam lagi mandi soalnya^^^

__ADS_1


Okee siap kak, ditunggu kabarnya ya kak 😉


^^^Haha iyaa siapp din 😂👌🏻^^^


Adam yang sudah selesai mandi pun menghampiri istrinya yang sedang menatap anaknya, Adam duduk disamping istrinya membuat Aisyah menoleh pada suaminya, teringat dengan pesan Adinda pun membuat Aisyah menahan tawanya sejenak sebelum berbicara pada suaminya.


"Kenapa syaang?". Tanya Adam menatap istrinya.


"Mas, Adinda ngidam lagi mas". Jawab Aisyah membuat Adam waswas.


"Ngidam apa syang?". tanya Adam dengan ragu ragu.


"Ngidam pengen liat mas, bang Ilham sama Davin manjat pohon terus makan pisang, sambil mengeluarkan suara monyet mas". Jawab Aisyah terkekeh pada suaminya.


"Aapaa??!! yang bener aja sih kalau ngidam". Ujar Adam pada istrinya.


"Harus dituruti loh mas, takutnya ileran nanti anaknya". Ujarnya pada suaminya.


"Heum baiklah sayang". Ujarnya lesu pada Aisyah.


Aisyah yang melihat suaminya seperti itu pun terkekeh, membuatnya tak sabar untuk hari besok melihat suami tampannya memanjat pohon, Adam yang melihat istrinya tertawa pun hanya senang karena setidaknya Aisyah tidak bersedih lagi.


Senyuman terlukis di wajahku


Disaat ku mengingat kamu


Tawamu manismu membuatku rindu


Tak sabar ingin bertemu ..


Suara lembut menyapa aku


Lembutnya selembar hatimu


Tulusnya setulus cinta padaku


Ku sadar beruntungnya aku..


Hidupku tanpamu


Takkan pernah terisi sepenuhnya


Karena kau separuhku


Berbagi suka duka


Saling mengisi dan menyempurnakan


Karena kau separuhku...


Aisyah yang mendengar itupun baper, karena Adam yang tiba tiba menyanyikan lagu untuknya, sedangkan anak anaknya yang mendengar ayahnya menyanyikan lagu selain sholawat pun bertepuk tangan karena suara ayahnya sangat merdu.


"Wah ayah hebat ya, bisa nyanyi sholawat bisa juga nyanyi yang lainnya". Ujar Husein pada Ayahnya.


"Hahah bisa aja kamu nak". ujar Adam pada anaknya.


"Ihh beneran loh ayah hebat banget, suara Ayah juga sama bagusnya dengan bunda". Ujar Arsyila pada ayahnya.

__ADS_1


"Ahaha iyaa makasih ya sayangnya ayahh". Ujar Adam mengecup pipi gembul mereka satu persatu.


__ADS_2