
Aisyah dan Adam serta keluarga kecilnya sedang bermain di rumah kediaman keluarga Dirgantara, begitupun juga dengan yang lainnya karena Bunda Halwa dan Ayah Ramli merindukan suasana berkumpul bersama mereka.
"Assalamu'alaikum Ayah bunda". Salam Aisyah dan Adam pada mereka berdua.
"Assalamu'alaikum opa oma". Salam keempat anak pasangan inisial A.
"Waalaikumussalam, ahh sini sayangnya oma". Ujar Bunda Halwa merentangkan tangannya.
"Arsyila kangen banget sama oma". Ujarnya yang berada di pelukan sang oma.
"Oma juga kangen sama kamu lebih tepatnya kalian semua". Ujar Bunda Halwa menatap kelima cucunya.
"Jadi ngga ada yang kangen opa nih?". Tanya Ayah Ramli pura pura sedih.
"Tentu saja kangen opa". Ujar mereka berempat memeluk sang Opa.
"AAH cucu opa udah pada besar aja, udah 10tahun umurnya bentaran lagi ke sebelas". Ujar Ayah Ramli menatap mereka berlima.
"Jelas tumbuh harus ke atas bukan ke samping opa"..Ujar Arsyila dengan terkekeh.
"Bisa aja kamu Arsyi". Ujar Ayah Ramli terkekeh.
"Bagaimana kabar bunda?". Tanya Aisyah menyalimi serta memeluk bundanya.
"Alhamdulilah baik sayang, kabar kalian bagaimana?". Tanya Bunda Halwa padanya.
"Alhamdulillah kita juga baik bunda". Bukannya Aisyah yang menjawab melainkan suaminya.
"Ah syukurlah kalau kalian baik baik saja". ujarnya sambil tersenyum pada mereka berdua.
"Ah ya bagaimana dengan Hasan dipondok?". Tanya Ayah Ramli pada mereka berdua.
"Alhamdulillah baik baik saja Yah". Jawab Adam pada ayahnya.
"Syukurlah kalau begitu dam". ujarnya pada anaknya.
"Iyaa yah". Ujar Adam sambil tersenyum tipis.
Mereka asik berbincang bersama mengenai berbagai hal yang mereka bicarakan, hingga tak selang lama Baby Kahfi menangis dengan kencang membuat mereka menoleh pada istrinya yang sedang mencoba menenangkan anaknya.
Adam mengambil alih anaknya yang masih menangis kedalam pangkuannya, tetapi Baby Kahfi masih saja menangis membuat Ayah Ramli dan Bunda Halwa bergantian menggendong baby Kahfi tetapi tetap saja tidak berhenti menangis membuat Aisyah cemas.
Ting!
...Unknown Number...
...Online...
__ADS_1
Assalamualaikum, dengan ibu Aisyah?
^^^Waalaikumussalam, iyaa benar dengan saya sendiri, ini siapa ya?^^^
Saya Hafidzah bu, orang pondok pesantren selaku wali kelas nya Hasan.
^^^Ah ya ada apa bu? Apaa terjadi sesuatu pada anak saya? apa dia sakit?^^^
Ibu harap tenang, baru saja kami mendapatkan musibah bu, Hasan salah satu murid yang mendapati luka luka akibat robohnya bangunan yang belum jadi karena tidak terlalu kokoh, maaf bisakah ibu kemari? sekarang kami sedang berada di rumah sakit terdekat dari pondok.
^^^Astagfirullah ya Allah, bagaimana bisa anak saya luka luka bu? baiklah saya dan keluarga saya akan berangkat ke sana sekarang, terimakasih infonya bu^^^
Nanti saja kita bicarakan di rumah sakit bu, saya tunggu kedatangan ibu dan sekeluarga.
Semuanya menatap Aisyah yang terdiam serta perlahan air matanya mengalir membuat Adam panik langsung memberikan Baby Kahfi pada bundanya, Adam memeluk istrinya yang terisak keras membuat Baby kahfi semakin menangis.
"Sayang, Hey ada apa? siapa yang mengirim pesan?". Tanya Adam dengan cemas.
"Mas, Hasan mas hiks hiks kita pergi sekarang ke rumah sakit mas". Ujar Aisyah dengan air mata terus mengalir.
"Rumah sakit? Hasan sakit sayang?". Tanya Adam menatap istrinya.
"Nanti saja aku jelaskan lebih baik sekarang kita kesana mas". Jawab Aisyah dengan masih terisak.
"Baiklah syaang". Ujarnya mengelus punggung istrinya.
Hingga beberapa jam kemudian mereka sampai disebuah rumah sakit, dengan cepat semuanya berlari menuju ruang IGD disana terlihat seorang yang memakai hijab berwarna merah menbuat mereka secepatnya menghampirinya.
"Assalamu'alaikum". Salam mereka pada nya.
"Waalaikumussalam, bu Aisyh pak Adam". Tanya Hafidzah pada Adinda.
"Bagaimana kondisi anak saya?". Tanya Adam langsung to the point.
"Masih diperiksa oleh dokter, karena tadi lumayan banyak luka serta darah keluar banyak". Jawabnya pada mereka berdua.
"Pantas saja baby Kahfi menangis dengan keras, memungkinkan Baby Kahfi merasakan apa yang terjadi pada abangnya". Ujarnya pada sang suami.
"Kita doakan aja yang terbaik untuk abang sayang". Ujar Adam mengelus punggung istrinya.
Hafidzah menjelaskan apa yang membuat Hasan sampai bisa memasuki rumah sakit, hingga beberapa menit kemudian dokter yang menangani Hasan keluar dari ruangan IGD, membuat semuanya menoleh pada dokter tersebut.
"Bagaimana kondisi anak saya dok?". Tanya Adam padanya.
"Butuh darah golongan B+ disini sedang kosong karena pasien kritis". Jawabnya membuat Aisyah terisak..
"Baik dok ambil darah saya, karena saya golongan darah B+". Ujar Adam padanya.
__ADS_1
"Kalau begitu ikuti suster tersebut pak". Ujar dokter tersebut diangguki oleh Adam.
Aisyah dan keempat anaknya terisak karena Hasan yang kritis, sungguh membuat hati Aisyah sakit sekali melihat anaknya terbaring lemah, hingga beberapa menit kemudian Hasan sudah melewati masa kritisnya dan kini sudah dipindang ruang ke kamar pasien VVIP.
Semua keluarga sudah mengetahui tentang Hasan yang masuk ke rumah sakit, ingin sekali mereka berkunjung tetapi ada anak anak kecil yang ingin sekali ikut apalagi Baby Kahfi tidak akan bisa masuk ruangan karena masih bayi.
Ting!
...Adinda Adikku...
...Online...
Assalamu'alaikum kak Aisyah, gimana kondisi abang Hasan kakk?
^^^Waalaikumussalam din, alhamdulillah abang sudah melewati masa kritisnya tapi sekarang dia belum sadar atau koma din 😢^^^
Innalillahi wa inailaihi roji'un, semoga ponakanku cepat sembuhnya ya kak, Aamiin yaa rabbal'alamin
^^^Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin din, makasih doanya din, kakak rasanya masih ga percaya^^^
Sabar kak ,banyak berdoa saMa Allah kak untuk kesembuhan Hasan
^^^Iyaa din, bagaimana kabar Baby Kahfi ya?^^^
Alhamdulillah Baby Kahfi udah tenang kak
^^^Alhamdulikah kalau begitu din , kakak cemas banget memikirkan nya, pikiran kakak terbagi antara Hasan dan Baby Kahfi.^^^
Iyaa kak, santai aja Baby Kahfi anteng kok disini, karena daritadi digendong sama bang Ilham
^^^Ah iya syukurlah kalau begitu din^^^
Iyaa kak, udah dulu ya Kak, kalau ada apa apa kabarin aku kak, Wassalamualaikum
^^^Iyaa din, waalaikumussalam^^^
Aisyah bangkit dari duduknya, ia menitipkan anak anaknya pada sang suami karena ia ingin pergi ke musholah dan ternyata mereka semua ingin ikut juga, hingga membuat suster menyanggupi untuk menunggu pasien tersebut.
Kini mereka sedang melaksanakan sholat untuk kesembuhan Hasan, di imam mi oleh Adam semuanya berdoa untuk kesembuhan Hasan hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat berjamaah, kini mereka sudah kembali ke dalam ruangan.
"Bang, sayangnya bunda bangun, jangan buat bunda khawatir nak". Ujar Aisyah mengusap tangan anaknya.
"Sabar sayang, doakan saja untuk kesembuhan anak kita". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Aisyah memeluk suaminya.
"Abang bangun hiks, abang udah janji ngha akan sakit loh hiks hiks bangun abangg". Ujar Ayra yang memeluk abangnya.
__ADS_1
"Dek sabar, nanti abang kamu sedih liat kesayangannya menangis".Ujar Husein menenangkan Ayra yang menangis dengan kencang.