Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 35


__ADS_3

Adinda sudah di pindahkan ke ruangan pasien, walaupun anaknya cuman satu tidak kembar seperti Aisyah dan Maryam , Adinda tetap bersyukur memiliki anak yang begitu tampan sekali. Davin sudah mengadzani anaknya itu, ia merasa terharu merasakan rasanya menjadi seorang ayah.


"Kalian sudah menyiapkan namanya?". Tanya Ayah Ramli padanya.


"Alhamdulillah sudah ayah". Jawab mereka berdua pada Ayah Ramli.


"Wah siapa namanya nih?". Tanya Bunda Halwa pada mereka.


"Namanya adalah Muhammad Fikri Asy Syafi'i". Jawab Adinda pada bundanya.


"Nama yang bagus, semoga kelak kamu menjadi anak yang sholeh , berbakti Sama kedua orangtua mu ya Fikri sayang nya oma". Ujar Bunda Halwa menatap cucu nya.


"Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin, makasih bunda". Ujat Adinda padanya yang hanya diangguki oleh bundanya.


Beberapa menit kemudian, datang Aisyah dan Maryam bersama para suami nya, anak anak mereka titipkan pada orangtua nya, Aisyah menghampiri baby boy serta mengucapkan selamat pada Adinda begitu pun juga dengan Maryam.


"Mas Davin". Panggil Adinda membuat Davin yang sedaritadi menatap anaknya pun menoleh.


"Iyaa syaang kenapa?". Tanya Davin pada istrinya.


"Aku pengen sesuatu mas". Jawab Adinda pada suaminya.


"Loh kok masih ngidam? kan lahirannya udah sayang". Ujar Davin pada istrinya.


"Jangan salah vin, habis melahirkan pasti butuh asupan makanan, karena tenaganya terkuras". Ujar Adam pada adik iparnya.


"Oh yaa? apakah kak Aisyah dan kak Maryam juga sama?". Tanya Davin pada Adam dan Ilham.


"Ya sama lahh, namanya juga ibu baru melahirkan Davin, kamu itu aneh dehh". Yang menjawab adalah Ayah Ramli bukan Adam maupun Ilham.


Davin pun pergi setelah bertanya apa yang di inginkan oleh istrinya, saat dalam perjalanan membelikan nasi Padang untuk istrinya, ia melihat aneka jajanan pasar pun langsung membeli nya untuk jaga jaga jika istrinya ingin memakan jajanan pasar.


Beberapa menit kemudian Davin sampai di rumah sakit, ia memasuki ruangan istrinya yang ternyata sudah menyisakan Adam dan Aisyah serta kedua mertuanya, karena Ilham dan Maryam harus pulang sebab anak mereka rewel.


"Assalamu'alaikum". Salam Davin pada mereka.


"Waalaikumussalam". Jawab mereka pada Davin.


"Sayang, nih nasi Padang yang kamu mau". Ujar Davin pada istrinya.


"Makasih ya mas". Ujar Adinda pada suaminya.

__ADS_1


"Iya syaang, mau makan sekarang? biar Mas suapin". Ujar Davin pada istrinya.


"Iyaa boleh mas". Ujar Adinda sambil tersenyum pada suaminya.


Adinda makan sambil tersenyum, karena merasa bahagia memiliki suami yang mengerti keadaannya, sedangkan yang melihatnya hanya bisa menghela nafasnya, Aisyah menghampiri Baby Fikri yang membuka matanya.


"Assalamu'alaikum ponakan ateu". Salam Aisyah pada Baby Fikri yang hanya menatapnya.


"Bangun yaa sayangg, selamat datang ke dunia". Ujarnya sambil menatap Baby Fikri.


"Masya Allah, anak bunda bangun ternyata". Ujar Adinda sambil tersenyum.


"Dek, kenapa jadi ikutan manggilnya ayah bunda sihh?". Tanya Adam pada adiknya.


"Terserahh dong, emang ada yang larang?". Tanya Adinda dengan kesal.


"Kita aja manggil orangtua ayah bunda abangg". Ujarnya lagi pada Adam.


Adam terdiam mendengar apa yang di ucapkan Adinda, sedangkan yang lainnya terkekeh dengan perdebatan adik kakak tersebut, Aisyah mengusap tangan suaminya agar tenang karena suaminya itu tidak mau panggilan ayah bunda banyak yang gunakan.


"Mas udah ahh, banyak yang panggilannya ayah bunda diluaran sana, bukan kita aja sayang". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Heum iyaa deh sayang". Ujar Adam sambil tersenyum pada istrinya.


"Iyaa gapapa kak, makasih udah datang kak". Ujar Adinda diangguki oleh Aisyah.


Ketika Aisyah dan Adam pergi, kini tersisa Davin dan Adinda di ruangan karena kedua orangtua mereka berdua sedang makan di kantin, Davin mengucapkan terimakasih pada istrinya berulang kali membuat Adinda jengah mendengarnya.


"Mas udah ihh aku bosen dengernya tauu". Ujar Adinda pada suaminya.


"Iyaa maaf sayang maaf". Ujar Davin sambil terkekeh pada istrinya.


"Iyaa mas gapapa". Ujar Adinda sambil tersenyum pada suaminya.


"Sayang, kalau kamu ngantuk tidur aja biar Mas yang jaga baby Fikri". Ujar Davin pada istrinya.


"Yaudah ya mas, aku tidur sebentar gapapa kan?". Tanya Adinda pada suaminya.


"Iyaa gapapa sayang, tidur aja kamu pasti masih lemas karena habis melahirkan". Jawab Davin pada istrinya.


Adinda pun terlelap dengan cepat karena memang ia lemas, Davin menjaga baby Fikri sambil tersenyum bahagia menatapnya, hingga beberapa saat kemudian kedua orangtua mereka masuk ke ruangan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum". Salam mereka pada Davin.


"Waalaikumussalam Ayah Bunda Abi Umi". Jawab Davin pada mereka.


"Loh Adinda tidur?". Tanya Ayah Ramli padanya.


"Iyaa Yah, kasian lemes hamil melahirkan". Jawab Davin pada Ayah Ramli.


"Iyaa juga, keliatan banget apalagi tadi udah olahraga ibu hamil dulu". Ujar Ayah Ramli padanya.


"Lebih baik ayah bunda Abi sama umi pulang aja, biar Davin yang menjaga Adinda". Ujar Davin pada mereka.


"Beneran vin? gapapa?". Tanya Ayah Ramli padanya.


"Iyaa gapapa Ayah, mending kalian istirahat aja takutnya nanti sakit". Jawab Davin pada Ayah Ramli.


Kini tersisa Davin yang menjaga Adinda serta anaknya, Davin memeriksa ponselnya karena ada pekerjaan sedikit dari bos nya, beberapa menit kemudian Adinda terbangun dan melihat suaminya yang tertidur di samping nya.


"Ya ampun, kasian banget mas pasti capek juga". Ujar Adinda mengusap rambut suaminya.


"Terimakasih ya Allah, semoga kau memberikan suami yang bisa membimbing hamba ke jannahnya, terimakasih banyak ya Allah". Ujarnya lagi sambil menatap suaminya.


"Tampan bangett ayah kamu nak". Ujar Adinda sambil menatap anaknya.


"Anna Uhibbuka Fillah Mas Davin". Ujarnya mencium kening suaminya.


Davin yang merasakan sesuatu yang basah pun langsung membuka matanya dan melihat istrinya sedang tersenyum, Davin membalas senyuman istrinya lalu mencium tangan istrinya dengan lembut.


"Kenapa ngga bangunin mas saat kamu bangun sayang?". Tanya Davin padanya.


"Kasian, mas juga pasti saMa kelelahan kan". Jawab Adinda pada suaminya.


"Padahal gapapa sayang, lagian mas kan harus siaga terus". Ujar Davin pada istrinya.


"Makasih ya mas, baby Fikri pasti beruntung mempunyai ayah seperti kamu mas". Ujar Adinda pada suaminya.


"Pasti baby Fikri akan sangat beruntung mempunyai bunda seperti kamu sayang, karena sudah mengandungnya selama 9bulan, melahirkan penuh perjuangan hidup dan mati, merawatnya, mendidiknya penuh kasih sayang". Ujar Davin sambil tersenyum pada istrinya.


Davin dan Adinda menatap buah hati mereka bersama, betapa senangnya mereka diberikan keturunan yang begitu tampan, seperti wajah orang korea, karena kulit nya putih sekali padahal mereka berdua tidak terlalu putih tidak terlalu coklat.


"Alhamdulillah ya mas, diberikan keturunan yang sempurna". Ujar Adinda pada suaminya.

__ADS_1


"Iyaa sayang". Ujar Davin sambil mengecup kening istrinya.


Maaf ya guys, kemarin ga update karena kelelahan:)


__ADS_2