
Berbeda di rumah keluarga kecil Ilham dan Maryam, yang terbangun adalah Ilham yang mendengar suara istrinya yang muntah muntah, ia pun menyusulnya serta memijat leher belakang istrinya.
"Masih mual sayang?". Tanya Ilham pada istrinya.
"Masih mas". Jawab Maryam dengan lemas.
"Lebih baik mas yang mengalami masa mual sayang, daripada kamu". Ujar Ilham tak tega melihat istrinya.
"Gapapa mas, ini sudah wajar untuk ibu hamil". Ujar Maryam sambil tersenyum tipis pada suaminya.
Ilham mengajak istrinya untuk tidur kembali karena masih malam, tetapi Maryam diam saja membuat Ilham mengurungkan niatnya untuk tidur. Maryam mendekati suaminya yang entah kenapa makin tampan di matanya.
"Mas.. aku mau. ". Ujar Maryam dengan malu pada suaminya.
"Mau Apaa sayang?". Tanya Ilham pada istrinya.
"Mauu peluk mas". Jawab Maruam dengan malu.
"Bukannya setiap hari mas selalu peluk kamu yaa". Ujar Ilham langsung membawa istrinya dalam dekapannya.
"Rasanya sangat nyaman mas dipelukan mas seperti ini". Ujar Maryam pada suaminya.
"Yasudah lebih baik kita tidur kembali sayang, masih malam hari". Ajak Ilham diangguki oleh istrinya.
Beberapa jam kemudian, Ilham terbangun mendengar suara adzan shubuh, ia pun lebih dahulu ke kamar mandi sebelum membangunkan istrinya yang kelelahan, setelah selesai dari kamar mandi barulah Ilham membangunkan sang istri
"Assalamu'alaikum wahai bidadari ku, bangunlah waktunya sholat subuh sayang". ujar Ilham dengan lembut di telinga Maryam.
"Eum waalaikumussalam mas, kenapa baru membangunkan ku, padahal sudah adzan kan?". Tanya Maryam yang sedang terduduk dikasur.
"Kasian kamu lelah sayang, mau mas bantu untuk ke kamar mandi?". Tanya Ilham pada istrinya.
"Gausah mas, lagian mau udah wudhu kan". Ujarnya diangguki oleh Ilham.
Beberapa menit kemudian, keduanya selesai melaksanakan sholat shubuh berjamaah, Maryam mencium tangan suaminya sedangkan Ilham mencium kening istrinya dengan lembut.
"Assalamu'alaikum anak ayah, baik baik didalam sana ya, jangan bikin bunda lemas sayang, ayah selalu menunggu mu lahir ke dunia". Ujar Ilham didepan perut istrinya yang agak buncit.
"Waalaikumussalam ayah, Iya ayah siap". Ujar Maryam sambil tersenyum pada suaminya.
"Sayang, mas bacakan sholawat yaa untuk baby". Ujar Ilham membuat Maryam mengangguk senang.
Ilham menghadapkan wajahnya dekat perut istrinya sebelum membacakan sholawat badar untuk anaknya.
Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah
Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah
Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah
Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
__ADS_1
Ilaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah
Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii’a Adziyyatin Wahrif
Makaa idal ‘idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
llaahi Naffisil Kurbaa Minal’Ashiina Wal’Athbaa
Wakulli Baliyyatin Wawabaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
Fakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat
Wakam Min Ni’matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah
Wakam Aghnaita Dzal ‘Umri Wakam Autaita D’Zal Faqri
Wakam’Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
Laqad Dlaaqat’Alal Oalbi Jamii’ul Ardli Ma’ Rahbi
Fa Anji Minal Balaas Sha’bi Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
Atainaa Thaalibir Rifdi Wajullil Khairi Was Sa’di
Fawassi’ Minhatal Aidii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
Falaa Tardud Ma’al Khaibah Balij’Alnaa’Alath Thaibah
Wain Tardud Faman Ya-Tii Binaili Jamii’i Haajaati
Ayaa jalail mulimmaati Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
llaahighfir Wa Akrimnaa Binaili Mathaalibin Minnaa
Wadaf i Masaa-Atin ‘Annaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
llaahii Anta Dzuu Luthfin Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu ‘Athfin
Wakam Min Kurbatin Tanfii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
Washalli ‘Alan Nabil Barri Bilaa ‘Addin Walaa Hashri
Wa Aali Saadatin Ghurri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
Setelah membacakan sholawat untuk anaknya, ilham pun menciumnya, Maryam yang sedaritadi mendengar suaminya bersholawat menangis karena merdunya suara sang suami.
"Loh sayang, kamu kenapa nangis?". Tanya Ilham panik.
"Gapapa mas, aku cuma terharu karena mendengar suara suamiku sangat merdu jika sedang bersholawat ataupun mengaji al Qur'an". Jawab Maryam tersenyum pada suaminya.
__ADS_1
"Sayang, kamu pun tak kalah merdu dengan mas, semoga nanti anak kita lahir menjadi anak yang sholeh dan sholehah". Ujar Ilham mencium kening istrinya.
"Aamiin yaa rabbal'alamin mas". Ujar Maryam memeluk suaminya.
Saat sedang asik berpelukan, terdengar ketukan pintu dari luar, membuat mereka segera melepaskan pelukannya, Maryam membuka mukena nya sebelum membuka pintu.
"Assalamu'alaikum kakk". Salam Aisyah saat Maryam membuka pintu.
"Waalaikumussalam Aisyah, tumben kemari? ada apa?". Tanya Maryam mengajak Aisyah ke ruang tamu.
"Ahh kak, Aisyah datang kesini ingin makan masakan abang". Jawab Aisyah pada Maryam.
"Kamu ngidam?". Pertanyaan yang konyol menurut Adam yang mendengar nya.
"Yaiyalah kak, orang lagi hamil". Ujar Adam padanya yang langsung kena cubitan dari Aisyah.
"Aww sayang Sakitt, kenapa dicubitt sih?". Tanya Adam pada istrinya.
"Mas sih, ngga bisa ya ngomongnya baik baik, kak Maryam sama kaya aku lagi hamil, perasaannya sensitif mas". Jawab Aisyah kesal pada suaminya.
"Sudah Syah, gapapa kok emang pertanyaan aku aja yang bodoh". Ujar Maryam pada adik iparnya.
"Ada apaa Ini?". Tanya Ilham menghampiri mereka.
"Kamu kenapa bilang bodoh?". Tanya nya pada istrinya.
"Gapapa mas, Ohh ya mas, Aisyah ngidam ingin makan masakan kamu katanya". Jawab Maryam pada suaminya.
Ilham yang mendengar hal itu langsung saja menoleh pada adiknya, yang ternyata mengangguk membenarkan ucapan istrinya, Ilham pun menuruti keinginan adiknya demi ponakan nya tidak ngeces/keluar air liur.
"Ada yang perlu aku bantu mas?". Tanya Maryam yang menyusul suaminya ke dapur.
"Tidak perlu sayang, kamu duduk saja, ingat kamu jangan kelelahan sayang". Jawab Ilham padanya.
"Beneran mas?". Tanya Maryam padanya.
"Beneran syang, lagian mas masak juga yang mudah kok". Jawab Ilham yang memindahkan masakannya kedalam piring.
"Nahh ini dia sudah jadi, sayang kamu tunggu disini, mas akan panggil mereka dulu". Ujar Ilham pada istrinya.
"Baik mas". Ujar Maryam pada suaminya.
Beberapa menit kemudian, mereka sarapan bersama di rumah kediaman Ilham dan Maryam, masakan Ilham begitu enak, membuat Aisyah terus menambah sedangkan Adam yang melihat itu tersenyum senang.
"Sehat sehat ya sayangnya Ayah dan Ibu". Ujar Adam sambil mengelus perut istrinya.
"Iyaa siap ayah". Ujar Aisyah tersenyum pada suaminya.
"Please deh kalian gausah melakukan itu di depanku". Ujar Ilham kesal pada dua adiknya.
"Ya biarin lah". Ujar Aisyah sambil berlalu pergi.
__ADS_1
Ilham yang melihat itu kesal tetapi istrinya menenangkan nya, semenjak hamil sikap Aisyah rada bar bar membuat Ilham takut ponakannya bar bar seperti emaknya. Ilham mengingat masa kecilnya dulu bersama Aisyah, dulu Aisyah tomboi sekali penampilannya.
"Jangan sampai Aisyah junior menyebalkan seperti Aisyah saat kecil". Gumam Ilham sambil bergidik ngeri.