Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 159


__ADS_3

Dua Bulan Kemudian..


Hari ini adalah syukuran kehamilan Annisa yang sudah memasuki usia ke 7 bulan, banyak yang penasaran dengan jenis kelamin anak yang sedang Annisa kandung, tetapi Annisa sengaja tidak mengeceknya karena ingin membuat kejutan untuk keluarganya.


"Selamat ya sayang, dua bulan lagi kalian akan resmi menjadi orangtua". Ujar Bunda Syifa padanya.


"Iyaa makasih ya bunda". Ujar Annisa pada sang bunda.


"Husein bagaimana, kamu masih merasakan ngidam dan segalanya?". Tanya Syamil pada menantunya.


"Alhamdulillah sudah tidak terlalu ayah mertua". Jawab Husein padanya.


"Ah syukurlah kalau begitu". Ujar Syamil padanya.


"Iyaa ayah, tapi sekarang Nisa yang selalu ngidam". Ujar Husein pada mertuanya.


"Wah, benar apa yang dibilang oleh Husein sayang?". Tanya Syamil pada putrinya.


"Iyaa benar ayah". Jawab Annisa pada ayahnya.


"Sekarang kamu lagi ngidam ngga?". Tanya Syamil pada putrinya.


"Lagi ngga, ngga tau belum ayah". Jawab Annisa pada sang ayah.


"Heum baiklah sayang". Ujar Syamil padanya.


"Iyaa ayahh". Ujar Annisa padanya.


Beberapa menit kemudian mereka mengadakan acara makan bersama sama, Aisyah serta yang lainnya melayani para suaminya kecuali Husein yang melayani sang istri, Annisa sudah melarangnya tetapi suaminya itu tetap kekeuh ingin melayaninya.


"Padahal Nisa bisa ambil sendiri mas". Ujarnya pada sang suami.


"Udah gapapa sayang". Ujar Husein pada sang istri.


"Baiklah mas". Ujar Annisa pada suaminya.


"Yaudah kita makan sekarang aja". Ujar Fathiah pada mereka semua.


"Kamu udah lapar ya sayang". Ujar Kanaya pada keponakannya.


"Iyaa Aunty Naya". Ujar Fathiah padanya.


"Gemes banget sih ponakan Aunty yang cantik ini". Ujar Kanaya mencubit pipi Fathiah pelan.


"Hihi makasih Aunty Naya cantik". Ujar Fathiah padanya.


"Iya saMa saMa ponakan aunty". Ujar Kanaya sambil tersenyum manis padanya.


Mereka memakan makanan mereka di mulai dengan membaca doa makan yang di pimpin oleh Adam, mereka menikmati makanan mereka dengan tenang hanya terdengar dentingan sendok dan garpu, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa.


"Alhamdulillah kenyang". Ujar Fathiah pada mereka.

__ADS_1


"Iyaa benar, kenyang sekali karena masakannya enak banget". Ujar Fathir pada kembarannya.


"Syukurlah kalau kalian kenyang". Ujar Annisa pada kedua ponakannya.


"Iyaa Aunty Nisa". Ujar mereka berdua pada Annisa.


"Mas Ein". Panggil Annisa pada suaminya.


"Iyaa sayang kenapa?". Tanya Husein pada istrinya.


"Aku pengen sesuatu deh mas". Jawab Annisa pada suaminya.


"Pengen apa sayang? bilang aja sama mas". Ujar Husein pada sang istri.


"Pengen baso beranak kayanya enak deh dimakan rame rame mas". Ujar Annisa sambil mengelus perutnya.


"Sayang, kita baru aja makan loh". Ujar Husein pada sang istri.


"Iya tau mas, tapi aku pengen banget mas". Ujar Annisa dengan tampang sedihnya.


"Yaudah iyaa mas belikan ya sayang". Ujar Husein pada sang istri.


"Horeee, makasih ya suamiku". Ujar Annisa sambil memeluk sang suami.


"Iyaa sama sama sayang, yaudah mas jalan dulu yaa". Ujar Husein pada istrinya.


"Iyaa mas hati hati dijalannya yaa, kabarin aku ada engga nya baso beranak itu". Ujar Annisa pada suaminya.


"Iyaa siap sayang". Ujar Husein sambil tersenyum tipis pada istrinya.


"Tumben ngga ikut Fathiah pergi?". Tanya Arsyila pada sang anak.


"Lagi ngga mau aja ummah". Jawabnya sambil menatap sang ummah.


"Hum baiklah kalau begitu". Ujarnya sambil mengelus rambut sang anak.


"Mas, titip Fikran dulu bentar, aku mau ke air". Ujar Arsyila pada suaminya.


"Iyaa sayang, sini kasih sama mas". Ujar Arham pada sang istri.


"Bubu, mah na ana?". Tanya Fikran dengan celotehannya.


"Ummah mau ke air dulu sayang, tunggu sebentar ya sayang". Jawab Arham pada anaknya.


"Oh mah te air?". Tanyanya diangguki oleh Arham.


"Fikran sayang, sini sama Aunty Naya". Ujar Kanaya pada ponakannya.


"Biasanya Fikran itu ngga mau digendong sama yang lain loh Nay". Ujar Arham pada iparnya.


"Kan aku udah sering gendong Fikran bang, masa abang lupa sih". Ujar Kanaya pada kakak iparnya.

__ADS_1


"Ah iya benar juga, aduh mulai jadi pelupa deh abang". Ujarnya sambil terkekeh pada Kanaya.


Beberapa menit kemudian Husein dan Fathiah kembali dengan membawa bakso beranak yang diinginkan oleh Annisa, Annisa yang melihat itupun tersenyum senang pada sang suami dan Husein membalas senyuman istrinya dengan sangat manis.


"Astagfirullah, ini bakso apaan dek?". Tanya Arsyila yang baru saja kembali dari menidurkan Fikran dikamarnya.


"Bakso beranak kak, masa ngga tau sih". Jawabnya pada sang kakak perempuannya.


"Iyaa kakak baru lihat aja sih". Ujar Arsyila pada adik iparnya.


"Yaudah yuk makan bareng bareng". Ujar Annisa pada kakak iparnya.


"Ahh ngga dehh, kakak masih kenyangg , emangnya kamu belum kenyang tadi makan?". Tanya Arsyila pada adik iparnya.


"Nama nya juga lagi hamil wajar ajaa kali kak". Ujar Husein pada kakak perempuannya.


"Udah udah jangan pada ngobrol terus , nanti baksonya dingin loh" . Ujar Bunda Syifa pada mereka.


Pada akhirnya mereka pun memakan bakso tersebut bersama sama , karena Annisa yang memaksa mereka untuk memakannya bersama dengan Annisa yang membuat mereka tidak tega menolaknya , apalagi Annisa sedang mengandung buah hatinya.


Hingga beberapa menit kemudian , Annisa serta yang lainnya memakan bakso tersebut habis tak tersisa karena memang bakso yang di beli oleh Husein sangatlah enak , jelas saja karena Husein sudah langganan.


"Yaudah bunda sama ayah pulang ya sayang, jaga kandungan kamu baik baik yaa". Ujar Bunda Syifa pada anak perempuannya.


"Iya siap bunda , makasih ya bunda udah Dateng kesini". Ujar Annisa pada sang bunda.


"Ya masa sih bunda engga datengg ke acara syukuran calon cucunya bunda". Ujarnya dengan gemas pada sang anak.


"Husein jaga baik baik istri dan calon anak kalian , jangan sampai kejadian tak di inginkan terjadi!". Ujar Syamil dengan tegas.


"Iyaa siap ayah mertua, tenang saja Husein akan menjaga mereka dengan baik". Ujar Husein dengan sigap pada mertuanya.


"Syukurlah jika begitu". Ujarnya pada Husein.


"Hati-hati di jalannya ya ayah bunda serta yang lainnya". Ujar Annisa pada mereka semua.


"Kalau ada apa apa kabarin bunda ataupun yang lain yaa sayang". Ujar Bunda Aisyah pada menantunya.


"Iyaa siap bunda tenang aja". Ujar Annisa sambil tersenyum lebar pada mertuanya.


Hingga beberapa menit kemudian keluarga Annisa maupun Husein sudah berlalu dari rumah perkarangan mereka berdua, Annisa memasuki rumahnya kembali bersama sang suami , sungguh melelahkan rasanya mengandung besar seperti ini tapi Annisa menikmatinya.


...****************...


Nulis Bab \= 20 September 2023


Update Bab \= 21 September 2023


Maafkan Author yang baru update setelah sekian lama , karena dulu hp author rusak jadi ganti hp deh , selama beberapa bulan author juga lagi manja manjanya sama suami hehe


Yang berbeda sekarang adalah , author sudah tidak bekerja lagi semenjak pernikahan author dengan suami, di karenakan author nya juga capek + emang udah ada yang nafkahin aja sih :)

__ADS_1


Sekarang author sudah menikah nihh, maaf ya ngga ada kabar ke kalian selama beberapa bulan hihii :) kabar bahagianya author akan kembali update novel lagi hehe


Jangan lupa terus kasih karyaku Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)


__ADS_2