Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 116


__ADS_3

Aisyah dan Adam serta Husna dan Idris sedang membicarakan tentang Arham yang ingin ada kaitan dengan Arsyila, padahal umur Arsyila saja masih 13 tahun masih kecil pikir Aisyah.


"Arham tetap kekeh ingin menjadikan Arsyila istrinya". Ujar Husna pada Aisyah.


"Aduh gimana dong mbak, habisnya Arsyila belum mengerti apapun tentang pernikahan". Ujar Aisyah pada Husna.


"Tenang, Mbak ngga akan membuat Arsyila tergesa gesa mengambil jawaban". Ujar Husna tersenyum tipis pada Aisyah.


"Baiklah mbak, terimakasih sudah mengerti mbak". Ujar Aisyah pada Husna.


"Iyaa saMa saMa Syah". Ujar Husna sambil tersenyum tipis pada Aisyah.


"Mbak kenapa bisa Arham suka sama Arsyila?". tanya Aisyah pada Husna.


"Ntahlah Syah mbak juga ngga tau pasti kenapa bisa Arham suka sama Arsyi". Jawabnya pada Aisyah.


"Heum gitu ya mbak". Ujar Aisyah yang diangguki oleh Husna.


"Lebih baik kita tunggu saja sampai usia mereka berdua sudah menginjak umur 20tahun an". Ujar Idris pada mereka berdua.


"Benar juga ya, yaudah kalau gitu kita tunggu mereka besar aja". Ujar Aisyah padanya.


Beberapa menit setelah berbincang lama dengan Husna dan Idris, Aisyah serta keluarga kecilnya berpamitan pada mereka berdua untuk pulang, selama dalam perjalanan Aisyah terdiam memikirkan anakanya yang akan dilamar oleh Arham.


"Sayang ada yang kamu pikirkan?". Tanya Adam pada istrinya.


"Engga ada kok mas". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada suaminya.


"Beneran sayang? Jangan bohong loh". Ujar Adam pada istrinya.


"Beneran syang, ngga bohong kok". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Yaudah mas percaya sama kamu sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Oh ya mas, sebelum pulang mampir dulu ya ke rumah Dinda". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa siap istriku". Ujar Adam pada istrinya.


"Bunda kita mau ke rumah abang Fifik?". Tanya Kahfi pada bundanya.


"Iyaa syaang kita akan kerumah abang Fifik". Jawabnya pada anaknya.


"Horeee!! kangen banget sama abang Fifik". Ujar Kahfi sambil tersenyum senang.


"Senangnya anak bunda yang mau ketemu abang Fifik". Ujar Aisyah mengulum senyumnya.

__ADS_1


"Iyaa seneng dong bunda". Ujarnya sambil tertawa kecil.


Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah kediaman Adinda dan Davin, mereka mengucapkan salam sebelum memasuki rumah tersebut, pintu terbuka memperlihatkan Adiba yang menatap mereka dengan senyuman manisnya.


"Mari masuk". Ujar Adiba pada mereka.


"Bunda kamu mana sayang?". Tanya Aisyah pada keponakannya.


"Ada aunty, sebentar Adiba panggilkan dulu bundanya". Jawabnya pada Aisyah.


"Baiklah sayang, kita tunggu disini". Ujar Aisyah pada ponakannya.


"Sebentar ya aunty". Ujar Adiba sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.


"Kak Aisyah, sejak kapan kalian datang?". Tanya Adinda yang baru saja datang setelah beberapa menit dipanggil oleh anaknya.


"Baru sepuluh menitan din". Jawabnya pada adik iparnya.


"Bagaimana kabar kalian? baik baik kan?". Tanya Adinda yang baru saja duduk.


"Alhamdulillah baik din, kalian gimana?". Tanya balik Aisyah pada adik iparnya.


"Alhamdulilah kita juga baik kak". Jawab Adinda sambil tersenyum tipis.


"Oh ya kemana anak anak yang lain?". Tanya Adam karena hanya melihat Adiba.


"Aunty Dinda, boleh ngga Kahfi ke kamar abang Fifik ?". Tanya Kahfi pada Aunty nya.


"Boleh dong sayang, tapi jangan ganggu abang ya". Jawabnya pada ponakannya.


"Iyaa siap aunty". Ujar Kahfi sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.


Aisyah menatap ponakannya dengan intens membuat Adiba salah tingkah, begitupun Adinda yang menatap kakak iparnya penuh tanya karena menatap anaknya dengan intens, hingga deheman Adam membuat keduanya tersadar.


"Kakak ngapain sih tatap Adiba segitunya?". Tanya Adinda pada kakak iparnya.


"Ah engga papa kok din, hanya saja kakak ingin melihatnya". Jawabnya pada Adinda.


"Engga memungkinkan dong kakak tiba tiba cuman pengen lihat Adiba, pasti ada sesuatu kan kak". Ujar Adinda menatap kakak iparnya.


"Iyaa memang, kedatangan kakak kesini ingin bertanya pada kamu tentang Adiba". ujar Aisyah membuat yang lainnya penasaran.


"Emangnya Adiba kenapa kak?". Tanya Adinda saat anaknya hendak bertanya.


"Eheum, sebelumnya kamu tau ada yang mencoba melamar putrimu?". tanya Aisyah membuat semuanya terkejut begitupun dengan Adiba.

__ADS_1


"Haa? emangnya siapa kak? apa aku kenal orangnya? apa usianya saMa dengan Arham atau Nizzam?". Tanya Adinda pada kakak iparnya.


"Ya umurnya sih beda empat tahun dengan Adiba". Jawabnya pada Adinda.


"Aunty tau dari mana? kalau ada yang mau melamar Adiba?". Tanya Adiba yang masih terkejut.


"Tentu saja Aunty tau sayang, karena yang ingin melamar kamu adalah anaknya teman Aunty". Jawabnya membuat yang lain terkejut termasuk Adam yang tidak mengetahui teman istrinya yang mana.


Melihat wajah mereka yang sangat terkejut apalagi suaminya, Aisyah pun menjelaskan siapa yang Aisyah maksud dengan detail dari pertemuan Adiba dengan anak temannya serta rencana Zidan yang merupakan anak Syarifah dan Hafash yang ingin melamar Adiba.


Adam yang terkejut baru mengetahui jika Hafash yang merupakan rekan kerjanya ternyata kenal dengan istrinya dari Syarifah, hingga penjelasan Aisyah tentang mengapa bisa mengenal Syarifah membuat Adam tersenyum haru.


"Jadi kakak menolong Mbak Syarifah saat ia ditabrak oleh orang yang engga bertanggung jawab?". Tanya Adinda pada kakak iparnya.


"Iyaa benar, saat itu kakak mau mengantarkan makan siang buat Mas Adam, tapi karena melihat mbak Syarifah yang kakinya kesakitan akibat ditabrak membuat kakak berhenti, makanya waktu itu aku datang sedikit terlambat ke kantor kamu mas". Jawab Aisyah sambil menatap mereka.


"MasyaAllah baik sekali istriku ini, mas beruntung mendapatkan istri seperti kamu sayang". Ujar Adam menatap istrinya.


"Iyaa kak aku juga merasa terharu, ah bagaimana Zidan mengenal Adiba?". Tanya Adinda pada Aisyah.


"Itu karena mereka tidak sengaja bertemu di jalan, iyakan sayang?". Tanya Aisyah pada Adiba.


"Iyaa benar Aunty, kok Aunty tau?". Tanya Adiba pada Aisyah.


"Jelas tau, karena Zidan yang memberitahukannya pada Aunty". Jawab Aisyah pada ponakannya.


Beberapa menit kemudian setelah mereka banyak berbincang tentang Adiba, Aisyah serta keluarga kecilnya berpamitan pada Adinda dan para ponakannya untuk pulang, selama dalam perjalanan Adam tak hentinya mengucapkan kata cinta pada istrinya.


"Ayah ihh ngga capek apa daritadi bilang aku mencintaimu terus pada bunda". Ujar Kahfi pada ayahnya.


"Ayah engga akan pernah bosan sayang". Ujar Adam pada anaknya.


"Mungkin bunda yang bosan mendengarnya". Ujar Arsyila membuat Aisyah melotot.


"Kata siapa bunda bosan ayah mengucapkan seperti itu? yang ada bunda sangat senang dan bahagia, itu artinya Ayah sangat mencintai bunda". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Kan kakak bilangnya mungkin bunda ih". Ujar Arsyila pada bundanya.


"Hahah iya deh iya sayang". ujar Aisyah tertawa pelan pada anaknya.


"Semoga aja nanti aku dapet suami seperti ayah". Ujar Ayra membuat mereka terkejut.


"Sayang kamu masih kecil nak". ujar Aisyah terkekeh pada anaknya begitupun juga yang lainnya.


...****************...

__ADS_1


Maaf baru update lagi, kemarin habis kuota + hp ku ngeblank jadi harus nunggu 12 jam kalau mau nyala kembali, jangan lupa Like Comment and Vote ya gays :)


__ADS_2