
Tak terasa kini Baby Ridwan dan Baby Aida sudah memasuki usia 7 bulan, semuanya senang melihat perkembangan kedua bayi, Aisyah dan Maryam mendekati kedua bayi tersebut membuat Baby Ridwan dan Baby Aida segera membuka kan tangannya meminta digendong.
"Uluh uluh, ponakan Aunty pengen di gendong iyaa". ujar Aisyah menggendong Baby Ridwan.
"Senang ya sayang". Ujarnya ketika Baby Ridwan bergerak bahagia.
"Baby Adiba juga sama senangnya kan kaya abang". Ujar Maryam sambil menggendong Ponakannya.
"Kamu kapan nambah lagi kak?". Tanya Adinda pada Maryam.
"Ah doakan saja". ujarnya pada Adinda dengan tersenyum malu.
"Ih malu malu segala kak". Ujar Adinda terkekeh padanya.
Beberapa jam kemudian semuanya pamit pulang dari rumah Adinda, tentu saja Adinda mengantar mereka sampai depan, hingga beberapa saat kemudian mobil mereka tak terlihat lagi barulah Adinda masuk kembali ke rumahnya.
"Astagfirullah, abangg aduhh jangan mainin pipi adeknya kaya gitu dong bang". Ujar Adinda dengan gemas menatap putra pertamanya.
Bagaimana Adinda tidak gemas, karena Baby Fikri menguyel uyel pipi kedua adik kembar nya, sedangkan Baby Fikri yang ketahuan hanya nyengir saja pada Adinda, hais keturunan siapa anak nya itu pikir Adinda.
"Ada apaa sayang?". Tanya Davin memghampiri istrinya.
"Itu liat abang sayang, tadi mainin pipi adeknya ngeyel banget dibilangin jangan kata aku, nurun dari siapa sih? kamu ya mas". Ujar Adinda pada suaminya.
"Ya enggalahh, mas ga gitu saja, bisa saja dia mengikuti abangnya Hasan yang ngeyel". Ujar Davin pada istrinya.
"Ah benar juga ya, mungkin garagara melihat tingkah abangnya, dia juga jadi kaya gitu". Ujar Adinda sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Abang ,anaknya bunda yang sholeh, sini sayang". Ujarnya pada baby Fikri.
"Kenapa bunda?". Tanya Baby Fikri saat ia sudah ada dihadapan bundanya.
"Abang jangan bandel ya sayang, nanti bunda tinggalin loh, mau". Ujar Adinda pada putranya.
"Hiks hiks jangan bunda, jangan tinggalin abang hiks, abang janji gaakan bandel lagi". Ujar Baby Fikri terisak memeluk Adinda.
Davin yang melihat itu mengulum senyumnya, karena anak pertama mereka sangatlah lucu ketika menangis, Davin ikut memeluk keduanya membuat Baby Fikri senang ada di pelukan kedua orang tua nya, Davin mengusap air mata anaknya.
"Janji itu harus ditepati loh abang". Ujar Davin menatap putranya.
"Iya ayahh, abang akan tempatin kok". Ujar nya dengan lugu.
"Masya allah gemasnya anak bunda, tepati sayang bukan tempatin". Ujar Adinda mencium pipi anaknya.
"Iyaa tempatin bunda". Ujar Baby Fikri malah membuat kedua orangtuanya tertawa.
"Ihh kok malah ketawa, emangnya ada yang lucu bunda?". Tanya Baby Fikri dengan cemberut.
"Iya sayang, ada yang lucu yaitu anak bunda". Jawab Adinda sambil tersenyum.
"Aku emang lucu bunda". Ujar Baby Fikri dengan percaya diri.
"Bunda menyebut Adek abang loh yang lucu, bukan abang". Ujar Adinda sambil terkekeh.
__ADS_1
"Ih ayah bunda kok nyebelin banget sih". Gerutu Baby Fikri pada Davin.
Sedangkan disisi lain Aisyah serta keluarga kecilnya baru saja sampai dirumah kediaman mereka, Aisyah dibantu oleh pengasuh untuk membawa anak anak ke dalam rumah, Ambar yang gemas dengan Baby Alyssa pun mengelus pipi nya.
Setelah menidurkan mereka berlima diranjang tidurnya , kini Aisyah tengah membersihkan badannya kecuali Adam yang tengah menunggu Aisyah, setelah membersihkan badannya Aisyah menghampiri suaminya yang sedang memainkan ponselnya.
"Mas, sana bersihkan badan mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa sayang". Ujar Adam pada istrinya.
Sambil menunggu suaminya selesai membersihkan badannya, Aisyah saling mengabari dengan Husna dan Sarah, Aisyah beruntung mengenal mereka berdua dengan tak terduga, karena memang Husna dan Sarah adik kakak.
...Assalamu'alaikum Ukhty...
...Tak kenal maka tak Sayang, makanya kenalan Yok biar sayang😉...
^^^Aisyah_Zahra^^^
^^^Assalamu'alaikum para ukhty^^^
Mbak Sarah
Waalaikumussalam Syah
Mbak Husna
Waalaikumussalam Syah
^^^Aisyah_Zahra^^^
Mbak Sarah
Alhamdulillah baik Syah, bahkan makin pintar, bagaimana kabarmu Syah?
Mbak Husna
Alhamdulillah Wasyukurillah baik Aisyah, anak anak selalu menanyakan Baby Alyssa dan Baby Ayra.
^^^Aisyah_Zahra^^^
^^^Alhamdulilah Aisyah baik mbak, anak anak selalu menanyakan kabar Nizzam mbak @Mbak Sarah^^^
^^^Alhamdulilah anak anak baik baik saja mbak, in syaa Allah Nanti Aisyah akan liburan ke Eropa sekalian berkunjung @Mbak Husna^^^
Mbak Husna
Masya Allah benarkah? mbak menantikan kehadiran mu Aisyah.
Mbak Sarah
Jangan lupa berjumpa denganku juga Syah
^^^Aisyah_Zahra^^^
__ADS_1
^^^Iya mbak, udah dulu ya, mas Adam udah kembali, Wassalamualaikum mbak^^^
Mbak Husna
Waalaikumussalam Syah
Mbak Sarah
Waalaikumussalam Aisyah.
Adam menghampiri istrinya yang sedang memainkan ponselnya, Aisyah menoleh pada suaminya dan tersenyum pada suaminya, Adam yang melihat senyuman istrinya merasa heran pasti ada maunya pikir Adam.
"Mas, nanti liburan ya ke Eropa saat anak anak libur". ujar Aisyah memandang suaminya dengan memelas.
"Iya Syaang, apasih yang ngga buat kamu". Ujar Adam pada istrinya.
"Makasih suamiku syaangg". Ujar Aisyah memeluk suaminya.
"Eitss ada bayarannya". ujar Adam membuat Aisyah melepaskan pelukannya.
"Ishh mas ga ikhlas nih namanya". Ujar Aisyah dengan cemberut pada suaminya.
"Ikhlas sayang tapi bayaran nya mas minta jatah yaa". Ujar Adam pada Aisyah.
"Itu bukan ikhlas namanya". Ujar Aisyah memalingkan wajahnya.
"Lucu banget sih istriku kalau cemberut ginii, keliatan makin Cantiknya loh sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Tau ah mas, nyebelin ". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Jangan marah dong sayang, mas cuma bercanda kok". Ujar Adam memeluk istrinya.
"Jangan diemin mas gini, mas ga suka sayang". Rengek Adam pada istrinya.
"Sayang ihhh". Ujar Adam pada istrinya.
Aisyah yang sebenarnya tidak marah mengulum senyumnya, melihat tingkah manja suaminya membuat Aisyah gemas sendiri, tetapi Aisyah ingin melihat sampai mana suaminya itu akan membujuk nya agar tidak marah.
"Istriku sayangku cintaku, jangan marah dong, udahan ya marahnya". Ujar Adam memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang, mas janji deh gaakan kaya tadi, tapi jangan diemin mas kaya gini". Ujarnya lagi pada istrinya.
"Sayangg mas gamau ahh kaya ginii". Rengek Adam pada istrinya.
Aisyah yang sudah tidak kuat pun membalikkan badannya dan menatap datar suaminya walau dalam hati ingin sekali ia tertawa sangat kencang, tetapi ia bisa menahan nya karena Aisyah sangat ahli merubah ekspresinya.
"Syaang jangan tatap mas dengan tampang datar kamu itu mas gasuka". Ujar Adam pada Aisyah.
"Heum yaa". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Jangan gitu dong sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas, Aisyah maafin udah ya mas jangan kaya gini". Ujar Aisyah pada suaminya.
__ADS_1
"Heum, jangan diemin mas lagi sayang". Ujar Adam pada istrinya.
Aisyah mengganggukkan kepalanya, membuat Adam lega karena melihat senyumannya istrinya kembali, Adam memeluk istrinya dengan erat sehingga membuat Aisyah memukul lengan suaminya karena sesak.