
Dua bulan kemudian, Aisyah dan keluarga kecilnya kembali menjenguk anaknya Hasan yang berada dipondok pesantren, Hasan menunggu mereka diluar gerbang karena di izinkan oleh Kiyai, saat mobil Aisyah sampai di depan pesantren.
"Assalamualaikum bunda, ayah, kakak, Adek abangg". Salam Hasan pada mereka.
"Waalaikumussalam abangg, adekk". Jawab mereka pada Hasan.
"Kangen abangg". Ujar Alyssa memeluk Hasan.
"Abang juga kangen kalian". Ujar Hasan memeluk Adiknya.
"Abang baik baik aja kan disini?". Tanya Ayra padanya.
"Alhamdulillah abang baik baik aja dek". Jawabnya pada adiknya.
"Beneran abang? ngga bohongkan? kalau bohong hidungnya kaya pinokio". Ujar Ayra padanya.
"Abaang beneran dek ngga bohong". Ujarnya terkekeh.
Hasan menatap perut Aisyah yang sudah agak buncit, ia pikir bundanya makan sangat banyak hingga membuat perutnya seperti itu, Aisyah yang menyadari tatapan anaknya pun tersenyum, ia meraih tangan Hasan lalu meletakkan nya di perut Aisyah membuat Hasan mengerti bahwa bundanya sedang mengandung adiknya.
"Ini dalam perut dedek bayi kan bun? bukan karena makanan?". Tanya Hasan padanya.
"Iyaa lah nak ini dedek bayi bukan lemak". Jawab Aisyah terkekeh pada anaknya.
"Lelaki apa perempuan bunda?". Tanya Hasan dengan semangat.
"Belum bisa dilihat jenis kelaminnya sayang, karena masih belum keliatan". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Oh gitu ya bunda, Adek abang didalam sana jangan rewell ya jangan bikin susah bunda, kasian". Ujar Hasan mengelus perut bundanya.
"Iyaa abang". Ujar Aisyah dengan suara seperti anak kecil.
Kini mereka sedang berada di ruang tamu pondok pesantren, Hasan sedaritadi mengobrol dengan adik dan kakaknya, Ayra juga sedaritadi memeluk Hasan seolah tidak akan bertemu kembali saja pikirnya. Aisyah hanya tersenyum melihat anaknya yang sangat dekat dengan abangnya.
"Abang janji ya jaga diri abang baik baik disini". Ujarnya pada Hasan.
"Iyaa Adek abang bawel sekali ya". Ujarnya terkekeh pada adiknya Ayra.
"Ish Ayra kan khawatir abang kenapa napaa ntar". Ujarnya pada Hasan.
"Iyaa syang abang akan selalu menjaga diri abang dengan baik". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada adiknya.
"Bener ya bang?". Tanya Ayra padanya.
"Iyaa beneran Adek abang yang cantik dan imut". Jawab Hasan dengan gemas pada nya.
"Nih Alyssa yang paling sering nanyain abangnya, tapi yang lengket malah Ayra". Ujar Aisyah terkekeh pada mereka.
"Heheh ngga mau peluk abang Syaang?". Tanya Hasan terkekeh pada Alyssa yang malu malu.
"Udah sana peluk abang, bentar lagi kita pulang loh syaang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Baiklah bunda". Ujar nya pada bundanya.
Ayra dan Alyssa memeluk Hasan dengan erat membuat Hasan tersenyum tipis pada adiknya, dulu memang ia senang menjahili adiknya atau siapapun itu tetapi sekarang ia sudah berubah lebih baik lagi bahkan sudah lancar membaca al Qur'an.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Aisyah pamitan pada Hasan serta Kiyai, mereka pun mengucapkan salam sebelum pulang, Alyssa dan Ayra menyalimi tangan Hasan membuat anak pesantren yang lain gemas melihat nya.
"Hati Hati ya ayah bawa mobilnya, jangan ngebut loh". Ujar Hasan padanya.
"Iyaa siap bos". Ujarnya terkekeh pada Hasan.
"Yaudh kita berangkat ya abang, dahh abangg". Ujar Aisyah melambaikan tangannya diikuti oleh keempat anaknya.
"Alhamdulillah ya mas, Hasan semakin baik banget dalam belajarnya". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa syang mas juga senang melihat perubahannya". Ujar Adam pada istrinya.
Dua jam kemudian mereka sampai dirumah kediaman, Aisyah membangunkan anak anaknya, untuk saja mereka cepat bangunnya hingga Aisyah tak harus berulang kalii membangunkan anak anaknya, Aisyah dan Adam masuk belakangan.
Aisyah dan Adam masuk ke dalam kamar mereka karena anak anaknya sudah memasuki kamar mereka masing masing, Aisyah mengganti bajunya terlebih dahulu sebelum rebahan di kasur begitupun dengan Adam suaminya.
Ting!
...Bunda Halwa ❤🤗...
...Online...
Assalamu'alaikum menantu bunda
^^^Wa'alaikumussalam mertua Aisyah 😂🤭^^^
Haha kamu bisa aja sayang 🤭
^^^Hhaa ada apa bunda?^^^
^^^Dua minggu lagi bunda, kenapa emangnya?^^^
Boleh bunda yang antar sayang? sekalian pulangnya mau main ke rumah kamu
^^^Boleh bunda, kebetulan Mas Adam tidak bisa mengantar Aisyah ngecek kandungan^^^
Bagusslahh kalau begitu biar bunda aja ya sayang
^^^Iyaa bundaku syaang 🤗❤^^^
Yaudah kalau gitu udah dulu ya sayang, Wassalamualaikum
^^^Iyaa bunda Wa'alaikumussalam^^^
Aisyah menyimpan ponselnya di nakas, lalu menatap Adam yang menatapnya, Aisyah memeluk suaminya seraya menjadikan lengan suaminya bantal, Adam mengelus rambut istrinya yang sangat lembut dan panjang itu.
"Mas, kan ngecek kandungan dua minggu lagi, kata bunda biar bunda aja yang antar, kebetulan mas ngga bisa antar kan, jadi bolehkan sama bunda?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Iyaa syang boleh kok". Jawab Adam pada istrinya.
"Yaudah kalau begitu mas". Ujarnya sambil tersenyum.
"Sayang, mas udah lamaa loh puasa". Ujarnya membuat Aisyah paham.
"Iyaa mas, tapi pelan yaa". Ujarnya pada suaminya.
__ADS_1
Mereka pun melakukan apa yang seharusnua mereka lakukan, hingga beberapa jam kemudian mereka baru selesai dan tertidur pulas karena kelelahan, Adam bangun terlebih dahulu lalu mengecup bibir istrinya sekilas sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
"Sayang bangun sana mandi dulu". Ujar Adaam pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujarnya dengan lemas.
"Ayo cepet udah jam set3 sore loh". Ujarnya membuat Aisyah segera terjaga.
"Yaudah Aisyah mandi dulu mas". Ujarnya pada Adam.
"Iyaa syang, mas bangunkan anak-anak yaa!". teriak Adam dari luar.
"Iyaa mas". Ujar Aisyah padanya.
Hingga beberapa menit kemudian Aisyah selesai mandi besar, ia pun segera menyusul suaminya yang pasti sudah ada di musholah, terlihat keempat anaknya yang sedang menunggu Aisyah, ia hanya tersenyum melihat nya.
Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah, Aisyah menyiapkan makanan yang telah ia masak lalu setelahnya memanggil suami serta anak anaknya untuk makan sore.
Makan sore hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, karena masakan Aisyah selalu enak membuat suami ataupun anaknya menambah.
"Bunda , abang ada pantun buat bunda". Ujarnya pada Aisyah.
"Pantun gimana bang? mana bunda mau denger ". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Bunga mawar dihinggapi kupu-kupu,
Karena mawar indah mempesona.
Surgaku ada di bawah telapak kaki ibu,
Karena ibu berhati mulia
Buah jambu buah markisa,
Dipetik di ujung desa.
Hati ibu sungguh mulia,
Kasihnya membawa ke surga.
Tanam jagung tanam tebu,
Tanamnya di tengah sawah.
Terima kasih padamu ibu,
Telah membesarkan sepenuh jiwa
Aisyah yang mendengar itupun merasa terharu sekali, ia memeluk anaknya Husein dengan gemas sekali hingga membuat anaknya geli, karena Aisyah menciumi seluruh wajah anaknya.
"Aduh bunda geli ish". Ujarnya pada Aisyah.
"Habisnya bunda gemas syaang, makasih ya pantun nya". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iya bunda sama sama". Ujarnya pada Aisyah.
__ADS_1
Aisyah tersenyum senang melihatnya, ia pun kembali mencium pipinya, membuat Husein terus menerus mengatakan geli padanya.