Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 73


__ADS_3

7 bulan kemudian..


Aisyah serta keluarga kecilnya berkunjung ke pesantren yang berada di sukabumi, untuk menjenguk anaknya Hasan, ya Hasan minta untuk masuk pesantren saat umurnya masih 7 tahun dan kini usia anak anak Aisyah sudah memasuki umur 8tahun dan 6tahun untuk Alyssa dan Ayra.


"Assalamualaikum". Salam Aisyah pada Kiyai Ahmad.


"Waalaikumussalam". Jawab Kiyai Ahmad pada Aisyah.


"Maaf Kiyai, kedatangan kami sekeluarga ingin menjenguk Hasan". Ujar Adam pada nya.


"Oh nak Hasan, kebetulan sekali beliau sedang ada di ruangan, sebentar saya panggilkan". Ujarnya pada Aisyah dan Adam.


"Biar Ning Tias aja Kiyai". Ujar seseorang pada nya.


"Baiklah, panggilkan Hasan kemari". Ujarnya diangguki olehnya.


Beberapa saat kemudian Hasan datang ke ruangan betapa terkejutnya ia saat melihat keluarganya datang, tidak ada yang mengasih dia kabar makanya Hasan terkejut melihat keluarga nya berada di pondok pesantren ini.


"Assalamualaikum". Salam Hasan pada mereka.


"Waalaikumussalam". Jawab mereka padanya.


"Abang kangenn". Ujar Alyssa terlebih dahulu memeluk Hasan.


"Abang juga kangen, Adek abang yang comel ini". Ujarnya dengan gemas.


"Ah bunda sama ayah Apakabar?". Tanya Hasan padanya.


"Alhamdulillah bunda sama ayah baik sayang". Jawab Aisyah mengelus kepala anaknya.


"Bagaimana belajarnya di pesantren?". Tanya Adam pada anaknya.


"Alhamdulilah seru yah walaupun awalnya ngga terbiasa, tapi lama kelamaan terbiasa". Jawab Hasan pada ayahnya.


"Syukurlah kalau begitu, kamu betah tinggal di pondok pesantren bang?". Tanya Adam pada anaknya.


"Alhamdulillah betah, tapi ya jelas kangen suasana rumah juga". Jawab Hasan pada Adam.


"Yang penting kamu semangat belajarnya ya bang, jangan stres mikirin yang dirumah, gapai semua ilmu yang ingin abang perdalam". ujar Adam pada anaknya.


"Iyaa ayah in syaa allah, pasti abang akan selalu semangat". Ujar Hasan pada ayahnya.


Aisyah yang melihat interaksi kedua pria yang berbeda umur tersebut pun tersenyum, sungguh Aisyah merindukan putranya yang memang sudah beberapa bulan di pondok pesantren, Hasan akan pulang jika ia mau dan libur saja.


"Semoga ilmu yang abang dapatkan bisa bermanfaat juga bagi orang lain ya bang". Ujar Aisyah pada putranya.


"Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin bunda". Ujar Hasan dengan semangat.


"Abang jaga diri baik baik ya, soalnya kan abang jauh dari kita, kalau sakit bukan bunda yang ngurusin abang kan". Ujar Alyssa pada Hasan.


"Iya dek abang akan jagaa diri baik baik disini". Ujar Hasan pada adiknya.


"Oke kalau begitu abangg". Ujarnya terkekeh membuat para santri yang melihatnya gemas.

__ADS_1


"Kalau begitu kita permisi ya pak Kiayi, tolong Titip anak saya, kalau terjadi apa apa kabari saya lansgung". Ujar Adam pada nya.


"Iyaa kamu tenang saja Dam, Hasan baik kok selama disini". Ujarnya sambil tersenyum tipis.


"Baiklah, sayang ingat pesan bunda dan ayah oke". ujar Adam pada anaknya.


"Iyaa siap ayah". Ujarnya dengan tersenyum.


Aisyah serta keluarga kecilnya pamitan pulang, Hasan menyalimi tangan kedua orangtua nya serta Arsyila, berbeda dengan Husein dan kedua adikya yang lain menyalimi tangan Hasan, membuat pak Kiyai yang melihat itu tersenyum haru.


Beruntung Hasan memiliki orangtua yang mendidik nya dengan baik, Aisyah serta keluarga kecilnya melambaikan tangannya pada Hasan yang menatap keluarganya, hingga beberapa saat mobil itu tak terlihat lagi oleh pandangan Hasan.


Puk.


"Kamu beruntung memiliki mereka San". Ujar Kiyai padanya.


"Benar Kiyai, Hasan beruntung memiliki mereka". Ujarnya sambil tersenyum pada Kiyai.


"Yaudah sana kembali belajar San". ujarnya pada murid Guz Zaki.


"Baik Kiyai, assalamualaikum". Ujar Hasan padanya.


"Waalaikumussalam San". Jawabnya sambil tersenyum pada Hasan.


Sedangkan Aisyah selama dalam perjalanan selalu berbincang dengan anaknya yang lain untuk mengalihkan rasa rindunya pada Hasan, padahal baru saja mereka bertemu tetapi Aisyah merasakan rindu kembali pada anaknya.


"Bunda, abang mau nanya". Ujar Husein padanya.


"Apa arti dari Ana Uhibbuka Fillah?". Tanya Husein padanya.


"Memangnya siapa yang mengatakan itu, hingga abang bertanya pada bunda?". Tanya Aisyah padanya.


"Jawab aja bunda". Ujarnya pada Aisyah.


"Baiklah baik". Ujarnya pada anaknya.


"Ana Uhibbuka Fillah itu artinya adalah saya mencintaimu (laki laki) karena Allah swt". Ujarnya lagi pada anaknya.


"Ohh itu artinya, aduh ada ada aja". ujar Husein sambil menggelengkan kepalanya.


"Emangnya kenapa sih bang?". Tanya Ayra padanya.


"Iyaa itu ada yang ngasih surat sama abang isi nya begitu ih". Jawab Husein dengan kesal.


"Aduh ada ada aja, padahal kalian masih kecil loh". Ujar Aisyah mengulum senyumnya.


Beberapa menit kemudian anak anaknya tertidur karena mengantuk, menyisakan Aisyah yang menemani suaminya menyetir, Adam sudah menyuruh istrinya untuk tidur saja tetapi Aisyah tidak mau membiarkan suaminya tanpa ada yang menemani nya bicara.


"Mas coba Jawab pertanyaan Aisyah, biar ngga ngantuk". ujarnya pada Adam.


"Iyaa apa? kamu mau nanya apa sayang?". Tanya Adam tanpa melirik Aisyah karena sedang fokus ke jalan.


"Apa bahasa inggris nya aku?".

__ADS_1


"Sayang padahal itu mudah loh, I (ai)".


"Kalau bahasa inggrisnya cinta apa?".


"Love sayang". jawab Adam padanya.


"Kalau bahasa inggrisnya kamu apa?".


"You, kenapa sih sayang?".


"Kalau digabung jadi apa mas? coba baca". Ujar Aisyah pada suaminya.


"I Love you". Ujar Adam pada istrinya.


"I Love you too mas". Ujar Aisyah sambil terkekeh.


"Hahah sayang kamu bisa aja". Ujar Adam tertawa pelan pada istrinya.


"Belajar gombal mas, dari internet hehee". ujar Aisyah terkekeh pada suaminya.


"Ada Ada aja kaamu sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Biarin aja mas, biar kehibur juga". Ujar Aisyah diangguki oleh suaminya.


Beberapa jam kemudian mereka baru tiba dirumah, karena tadi macet parah, membuat Aisyah juga ketiduran, untung saja Adam sudah terbiasa dengan namanya macet perjalanan dan juga lamanya perjalanan jadi sudah dipastikan tidak akan mengantuk dengan cepat.


Mereka masuk ke dalam rumah dengan lemas karena baru bangun tidur kecuali Adam, semuanya masuk ke kamar mereka untuk melanjutkan tidurnya, karena masih siang juga pikir Adam jadi ia juga akan tidur.


Ting!


...Bunda Halwa ❤...


...Online...


Assalamualaikum sayang, kamu dirumah kan?


Apa kalian tidur siang?


Yaudah kalau begitu bunda nanti kesana sore jam 4 ya sayang.


Wassalamualaikum sayang.


Adam tidak mendengarnya karena sudah terlelap, wajar saja dalam perjalanan sangat melelahkan, apalagi jika sudah macet, ingin sekali cepat sampai rumah pikir Adam, hingga saat sampai rumah Adam langsung masuk ke kamar karena mengantuk.


"Hoaamm jam berapa ini". Guman Aisyah saat melihat jam dinding.


"Jam 2 siang ternyata, mas bangun mas udah jam 2 mau mendekati waktu ashar, mending kita mandi dulu mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Baiklah sayang". ujar Adam pada istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka keluar dari kamar, untuk membangunkan anak anaknya yang masih tertidur pulas, anak anaknya terbangun dengan wajah yang masih sangat mengantuk.


Mereka sholat Ashar berjamaah didalam ruang musholah seperti biasanya, hanya saja tidak ada Hasan diantara shaf mereka, membuat Aisyah merindukannya.

__ADS_1


__ADS_2