
Empat tahun kemudian..
Kini semua anak Adam dan Aisyah sudah lengkap berada dirumah, karena Hasan sudah lulus dari pesantrennya dengan nilai yang sangat sempurna membuat mereka sangat bangga pada Hasan.
"Sekarang kalian sudah remaja aja, padahal bunda rasa baru sebentar melihat kalian waktu bayi". Ujar Aisyah menatap anak anaknya dengan berkaca kaca.
"Bunda jangan sedih gitu dongg, kita masih akan selalu menjadi anak kecil dihadapan bunda". Ujar Hasan memeluk bundanya.
"Iyaa benar kata bang Hasan bunda". Ujar Husein yang ikut memeluk bundanya.
"Bunda senang, akhirnya kita bisa berkumpul kembali dengan lengkap apalagi anak bunda yang satu ini, betah banget dipondok". Ujar Aisyah mengusap rambut anaknya.
"Iyaa kita juga senang bunda, akhirnya keluarga kita lengkap". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Ah iya Hasan denger kakak akan di lamar oleh bang Arham?". Tanya Hasan pada Arsyila.
"Benar banget itu bangg". Sahut Ayra pada abangnya.
"Wahh engga nyangka ternyata bang Arham beneran ngga bohong". Ujar Hasan membuat mereka menoleh padanya.
"Maksud abang apa?". Tanya Husein pada abang kembarannya.
"Jadi waktu itu, udah lama sihh saat kalian pulangg dari pesantren, tiba tiba ada bang Arham datengg kirain Hasan bareng sama kalian tetapi ternyata Bang Arham naik motor, bang Arham juga bilang sama Hasan kalau akan melamar Kak Arsyi kirain aku cuman bercanda ternyata beneran". Jawabnya pada mereka.
"Owalah terus lama engga abang Arham diem disananya?". Tanya Husein padanyaa.
"Engga lama sih cuman ada 10 menitan karena abang Arham juga mau kuliah katanya, bang Arham juga kasih aku buku untuk memudahkan pelajaran di pondok pesantren". Jawabnya pada Husein.
"Masya Allah baik banget ya abang Arham, beruntung dong Kak Arsyi dilamar bang Arham". Ujar Ayra pada kakaknya.
"Bukan hanya kakakmu yang beruntung tapi abang Arham juga akan beruntung, ya sama sama beruntung menurut bunda". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Emangnya kenapa bunda?? ". Tanya Arsyila penasaran pada bundanya.
"Iyaa kamu pinter, sholehah, apalagi cita cita jadi seorang guru begitupun dengan Arham sayang". Jawabnya pada anaknya.
Arsyila hanya menggangguk nganggukkan kepalanya mengerti, mereka kembali berbincang riang sambil menunggu kepulangab ayah mereka, ya Adam sedang ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan di kantor.
Tak berselang lama Adam pun pulang, ia melihat Hasan yang membuka pintu membuatnya langsung memeluk anaknya, karena ia tidak mengetahui kapan anaknya pulang ke rumah.
"Kapan kamu pulangnya? kenapa engga kabarin ayah?". Tanya Adam pada anaknya.
"Aku tadi jam sembilan pagi pulangnya ayah, sengaja ngga ngabarin ayah biar jadi kejutan hehe". Jawab Hasan sambil cengegesan pada ayahnya.
"Aish kamu ini, yaudah yuk masuk". Ujar Adam merangkul pundak anaknya.
"Wah ayah sama abang lama banget, habis ngapain sih?". Tanya Husein melihat mereka berdua.
__ADS_1
"Tadi kita ngobrol dulu". Jawab Hasan sambil duduk di samping Husein.
"Ngobrolin apa emangnya?". Tanya Husein pada abangnya.
"Ada deh". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada adiknya.
"Abang pelit bangett". Ujar Husein pada kembarannya.
"Udah jangan pada ribut, lebih baik sekarang kalian bersiap siap untuk makan siang". Ujar Aisyah menengahi mereka semua.
"Okee bunda". Ujar mereka pada Aisyah.
Beberapa menit kemudian mereka sudah berkumpul di ruang makan, Hasan yang memimpin doa sebelum makan hingga kini mereka makan dengan nikmat hanya terdengar suara dentingan garpu dan sendok, setelah selesai makan seperti biasa para perempuan memberekan piring bekas mereka makan.
Ting!
...Caca Caresa...
...Online...
Assalamu'alaikum Syii
^^^Waalaikumussalam Ca, kenapa?^^^
Aku denger adik kamu udah pulang dari pesantren ya?
Ngga papa, cuman aku mau ngajak kamu ngerjain tugas Syii
^^^Ah iya tugas apa ya Ca?^^^
Tugas kesenian Syii, masa lupa sih? kita kan disuruh buat kesenian dari barang bekas
^^^Yaudah kita buat aja wadah alat tulis dari botol Aqua Ca, atau tas dari cangkang kopi^^^
Nah Good, kapan ngerjainnya? mau sekarang apa besok?
^^^Heum besok aja ya Ca, abang aku kan baaru pulang masa aku pergi keluar sih^^^
Yaudah besok aja dehh, yaudah udah dulu ya Syii, Wassalamualaikum
^^^Okee deh besok yaa, iya waalaikumussalam Caca cantikku^^^
Arsyila menyimpan ponselnya di meja, ia kembali menatap keluarganya, lalu tiba tiba bayangan tentang ia dan Arham muncul membuatnya menggelengkan kepalanya dengan cepat, membuat seluruh keluarga menatap Arsyila panik.
"Kenapa sayang? kepalanya pusing?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Iyaa kak ,kenapa?". Tanya Hasan pada Arsyila.
__ADS_1
"Ngga, ngga papa kok, kalian gausah panik gitu, aku ngga papa". Jawab Arsyila pada mereka semua.
"Beneran sayang? ngga bohongkan saMa bunda?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Beneran bunda, buat apa kakak bohong sama bunda ataupun yang lainnya". Jawab Arsyila sambil tersenyum tipis pada bundanya.
"Yaudah bunda percaya sama kamu sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Oh ya bunda, besok kakak mau ngerjain tugas kerja kelompok saMa Caca". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Dimana ngerjainnya sayang?". Tanya Adam pada putrinya.
"Di rumah Caca ayah". Jawabnya pada sang ayah.
"Baiklah ayah izinkan, tetapi nanti pulangnya adik kamu jemput ya". Ujar Adam pada anaknya.
"Adik aku yang mana yah? adik aku kan banyak". Ujar Arsyila sambil terkekeh pada ayahnya.
"Hahaha benar juga syaang, biar Hasan yang menjemput kamu pulang nantinya". Ujar Adam pada anaknya.
"Yaudah siap deh kalau begitu". Ujar Arsyila pada ayahnya.
Beberapa menit kemudian mereka membubarkan diri, Hasan memasuki kamarnya yang sudah lama sekali tidak ia gunakan, rasanya sangat nyaman tidur di kasur sendirian, karena di pesantren sangat berbeda dengan dirumah sendiri.
"Apakabar Naya disana?". Gumamnya sambil tersenyum tipis mengingat anak Kiyai.
"Astagfirullah, ngga boleh mikirin orang yang bukan mahram bagimu Hasan". ujarnya pada dirinya sendiri.
"Lebih baik aku tidur saja, sudah lama tidak merasakan tidur dikasur empuk dan luas ini". ujarnya sambil memejamkan matanya.
Sedangkan di kamar Aisyah dan Adam, mereka berdua termenung memikirkan anak sulungnya Arsyila, tiga tahun lagi Arsyila akan dilamar kembali oleh Arham membuat mereka begitu banyak pikiran.
"Rasanya ngga akan lama lagi, salah satu anak kita akan dibawa pergi suatu saat nanti sama suaminya Mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa mas pasti akan sedih melihatnya syaang". Ujar Adam pada istrinya.
"Semoga aja nanti Arsyila dan Arham hidup dengan bahagia ya mas". ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa sayang aamiin yaa rabbal'alamin ". ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa aamiin mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah yuk tidur sayang, tapi sebelum tidur ada yang harus kita lakukan sayang". Ujar Adam pada istrinya.
Tanpa menunggu jawaban istrinya Adam langsung melakukan hubungan intim , hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melakukan hubungan intim terlihat istrinya yang tertidur karena kelelahan.
Adam mencium bibir istrinya serta ********** dengan lembut, hingga akhirnya Adam tertidur dengan posisi yang sangat intim, Aisyah sendiri hanya bisa pasrah karena sudah dibuat lelah oleh suaminya sendiri.
__ADS_1
Jangan lupa Like Comment Votenya ")