Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 94


__ADS_3

Lima bulan kemudian..


Tepatnya Baby Dani memasuki usia yang ke 5 bulan, anak Adinda dan Davin semakin gembul saja bahkan menggendong nya saja berat, Adinda merasa bersyukur karena Adiba memiliki adik dan abang lelaki semua.


"Wah dedek senyum nya manis banget sih bun". Ujar Fikri pada Adinda.


"Iyaa dong abang". Ujarnya pada anak sulungnya.


"Bunda, abang mau nanya deh". Ujarnya pada Adinda.


"Mau nanya apa sayang?". Tanya Adinda menatap putranya.


"Bagaimana bisa Adek lahir dari perut bunda? terus bagaimana buatnya?". Tanya Fikri membuat Adinda menoleh pada suaminya.


"Ah buatnya pakai perasaan kasih sayang dong". Jawab Davin membuat Adinda melototkan matanya.


"Ajarin abang dong ayah". Ujar Fikri pada Davin.


"Ngga bisa sayang, sedikit susah". Ujar Davin pada anaknya.


"Susah gimana ayah?". Tanya Fikri pada ayahnya.


Saat Davin akan menjawabnya tiba tiba Adinda merasa perutnya sakit bahkan kepalanya pusing, membuat mereka panik karena tadi Adinda baik baik saja, Adinda yang pingsan membuat Davin makin panik langsung saja ia memanggil dokter untuk ke rumahnya.


"Sayang, bangunn". Ujarnya dengan menepuk pipi istrinya pelan.


"Sayang, kamu sakit apa sih? ". Tanya Davin dengan berkaca kaca menatap istrinya.


"Ayah bunda baik baik aja kan?". Tanya Fikri yang juga ikutan sedih.


"Pasti bunda gapapa abang, kita doakan aja ya abang". Jawabnya sambil mengelus rambut anaknya.


"Semoga kamu baik baik saja sayang". Gumam Davin mengecup tangan istrinya.


Beberapa menit kemudian dokter yang Davin tunggu tunggu akhirnya datang, Davin langsung saja menyuruh dokter perempuan tersebut memeriksa keadaan istrinya, hingga beberapa menit kemudian dokter tersebut keluar dari kamar.


"Bagaimana keadaan istriku dok?". Tanya Davin dengan panik.


"Istri tuan hanya kelelahan saja , tolong jangan sampai istri tuan terlalu banyak melakukan aktifitas dan juga jangan sampai banyak pikiran ya tuan". Jawabnya membuat Davin lega.


"Tapi ngga ada yang parah kan dok? soalnya tadi istri saya megang perut dan kepalanya?". Tanya Davin padanya.


"Mungkin karena akan mentruasi tuan, makanya jadi begini ditambah kelelahan makin membuatnya pusing". Jawabnya pada Davin.


"Baiklah kalau begitu terimakasih ya dok". Ujarnya pada dokter tersebut.


"Iyaa tuan, sama sama kalau begitu saya permisi, assalamualaikum tuan". Ujar dokter tersebut pada nya.


"Iyaa waalaikumussalam dok". Ujarnya sambil berlalu masuk ke dalam kamar nya.


Davin serta anak anaknya sedang di dalam kamar, istrinya masih belum bangun dari pingsannya membuatnya serta anak anaknya sedih, bahkan Baby Dani pun merasakannya karena sekarang ia menangis membuat Davin langsung menggendong nya.


"Stt stt sayang, lapar ya anak ayah heum, mau minum sayang?". Tanya Davin menatap anaknya.


"Tunggu bunda bangun ya sayang, bundanya lagi tidur nak". Ujarnya menatap anaknya yang sedih.


"Mas Davin". Panggil Adinda dengan lemah membuatnya menoleh.


"Sayang kamu udah sadar, syukurlah kamu ngga papa syaang, maafin mas ya buat kamu jadi begini". Ujar Davin memegang tangan istrinya.


"Iyaa mas gapapa kok, sinikan baby Dani pasti laparkan sayang". Ujarnya mengambil alih Baby Dani dalam gendongan suaminya.


"Uhh lapar banget ya jagoan ayah". ujar Davin melihat anaknya yang lahap.


"Dulu abang juga gitu ayah?". Tanya Fikri pada ayahnya.


"Iyaa bahkan abang lebih cepat sekali, gampang hausnya abang tuh". Jawab Davin menatap anaknya.


"Kalau Adiba gimana Yah?". Tanya Adiba pada Davin.


"Kalau kakak Adiba tuh jarang banget hausnya sekali haus bisa lama". Jawab Davin pada anaknya.


"Wah Iyaakah yah?". Tanya Adiba padanya.


"Iyaa sayang". Jawabnya sambil tersenyum pada anaknya yang sangat cantik.

__ADS_1


Sedangkan di kediaman Aisyah dan Adam mereka sedang mengadakan makan siang bersama, dengan tenang Aisyah menyuapi anaknya yang mulai memakan bubur nestle, dengan lahap Baby Kahfi memakannya dengan cepat.


"Pelan pelan saja sayang". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.


"Yah bu". celoteh anaknya pada Aisyah.


"Ah anak bunda gemas sekali sih"..Ujarnya mengecup kening anaknya.


"Kita juga ngga kalah gemesin kan bun?". Tanya Ayra pada bundanya.


"Iyaa kalian juga sama sama gemesin". jawab Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.


"Sayang, bentar ya mas angkat telpon dulu". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa mas, silahkan"..Ujar Aisyah pada suaminya.


"Bunda tolong nyanyikan lagu dong bun". Ujar Ayra pada nya.


"Baiklah sayang, dengarkan ya bunda akan menyanyikan lagu kisah sang rosul". Ujar Aisyah diangguki olehnya.


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


فِى لَيَالِى المَولِدِ


فِى لَيَالِى المَولِدِ


Abdullah nama ayahnya, Aminah ibundanya


Abdul muthalib kakeknya, Abu thalib pamannya


Khadijah istri setia, Fatimah putri tercinta


Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka


Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka


Oh penuh suka duka, oh penuh suka duka


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُ # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


فِى لَيَالِى المَولِدِ


فِى لَيَالِى المَولِدِ


Dua bulan di kandungan wafat Ayahandanya


Tahun gajah dilahirkan yatim dengan kakekya


Sesuai adat yang ada disusui Halimah


6 tahun usianya wafat ibu tercinta


Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka


Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka

__ADS_1


Oh penuh suka duka, oh penuh suka duka, oh penuh suka duka


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


فِى لَيَالِى المَولِدِ


فِى لَيَالِى المَولِدِ


8 tahun usia kakek meninggalkanya


Abuthalib-pun menjaga paman paling membela


Saat kecil penggembala dagang saat remaja


Umur 25 memperistri Khodijah


Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka


Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka


Oh penuh suka duka, oh penuh suka duka


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


فِى لَيَالِى المَولِدِ


فِى لَيَالِى المَولِدِ


Di umur ke-30 mempersatukan bangsa


Saat peletakkan batu Hajar Aswad mulia


Genap 40 tahun mendapatkan risalah


Ia pun menjadi Rasul Akhir para annbiya


Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka


Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka


Oh penuh suka duka, Oh penuh suka duka


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو # فِى لَيَالِى المَولِدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو # مِن مَعَانِى اَحمَدِ


فِى لَيَالِى المَولِدِ

__ADS_1


فِى لَيَالِى المَولِدِ


Selesai menyanyikan lagunya, Aisyah menidurkan baby Kahfi yang ternyata ketiduran begitupun yang lain tertidur dengan bersandar pada sofa.


__ADS_2