
Tak terasa kini sudah akan menyambut lebaran idul fitri, Hasan dan Husein berada di masjid untuk takbiran disana, tidak hanya Hasan dan Husein tetapi ada Fikri serta Adnan, Aisyah akan melaksanakan sholat ied dimasjid dekat rumah orantuanya.
“Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu Akbar walillaahil hamdu. Allahu akbar kabiro walhamdulillahi katsiro wa subhanallahi bukrotaw wa ashiila. Laa ilaaha illallaahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin.
Walaw karihal kaafirun. Laa ilaaha illallaahu wahdah shodaqo wa'dah, wanashoro 'abdah, wa a'azza jundahuu wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu Akbar walillaahil hamdu.”.
"Dek Ayok pulang ah, besok kesiangan". Ujar Hasan pada adiknya.
"Bentar bang, biasanya juga abang yang suka lama diem di masjid". Ujar Husein padanya.
"Buruan ih keburu pintu du kunci sma bunda". Ujar Hasan padanya.
"Bentar deh bang, ngga akan di kunci lah orang ayah aja ada disini Tuh sama uncle ilham". Ujar Husein pada abangnya.
"Ohh iya ya lupa, abang kira kita dimasjid sekitar rumah sendiri, eh iya sekarang kan di masjid dekat rumah nenek dan kakek ya". Ujar Hasan padanya.
"Bener banget kak". Ujar Husein pada abangnya.
Keesokkan harinya jam 4 shubuh para istri sudah sibuk membuat sesuatu di dapur, semuanya terbagi tugas hingga beberapa jam kemudian Aisyah serta yang lannya telah siap dengan baju gamis serta koko mereka.
Aisyah menempatkan Shaf paling depan tetapi di luar masjid, begitupun juga dengan yang lainnya, beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat ied berjamaah, selesai sholat mereka bersalam salaman bersama warga sekitar.
"Maaf ya bunda kalau abang punya salah sama bunda, maafin abang bikin bunda capek". Ujar Hasan pada Aisyah.
"Iyaa sayang maafin bunda juga kalau punya salah sama anak anak bunda yang cantik dan tampan ini". Ujar Aisyah mengecup pipi mereka satu persatu.
"Iyaa bunda, bunda ngga ada salah sama kita kok". Ujar Arsyila memeluk Aisyah.
"Sekarang minta maaf sama Ayah sana". Ujar Aisyah pada kelima anaknya.
"Iyaa bunda". Ujar mereka lalu menghampiri Adam yang sedang duduk bersama Ilham.
Adam yang melihat kedatangan anak anaknya pun menghentikan obrolannya bersama Ilham, kini Adam hanya menatap anak anaknya yang tiba tiba menghampiri Adam, tetapi hanya diam saja membuat Aisyah yang melihat itu dari jauh menepuk jidatnya.
Astagfirullah kenapa malah pada diam sih. Batin Aisyah mengulum senyumnya.
"Ada apa kalian nyamperin ayah?". Tanya Adam yang pura pura tidak tau.
"Kita mau minta maaf sama ayahh". Jawab Hasan mewakili yang lainnya.
__ADS_1
"Ohh ya dimulai dari siapa dulu?". Tanya Adam menatap kelima anaknya.
"Tentunya dari anak pertama, kak Arsyila silahkan maju". Ujar Hasan padanya.
"Aish iyaa dehh". Ujarnya pada Hasan.
"Ayah maafin Arsyi ya kalau punya salah sama ayah, maaf juga kalau suka bikin ayah kesel, maaf ya ayah". Ujarnya sambil memeluk Adam dan mencium tangan ayahnya.
"Iyaa sayang ayah juga minta maaf ya kalau ada salah sama anak ayah, maaf juga kalau ayah pernah ngingkar janji sama kalian, maaf yaa". Ujar Adam mengecup kening anaknya satu persatu.
"Masya allah, terharu abang ngeliatnya". Ujar Ilham pada Adam.
"Ish ganggu suasana aja sih bang". Ujar Adinda pada Ilham yang cengengesan.
"Ehehhe maaf yaa maaf". Ujar Ilham terkekeh pada ponakannya.
"Iyaa gapapa kok uncle". Ujar mereka kompak pada Ilham membuat Ilham tersenyum tipis.
"Makasih ya ponakan uncle yang cantik dan tampan". Ujarnya pada mereka.
"Iyaa sama sama Uncle jelek". Ujar mereka lalu tertawa.
Aisyah yang baru saja menyusul terkekeh ketika melihat abangnya yang cemberut dibilang jelek oleh ponakannya , Aisyah duduk di samping Maryam yang sedang menggendong Rayyan sedangkan Adinda menggendong kembarannya Nadzar.
"Tentu saja lucu, karena ayahnya juga lucu". Celetuk Ilham pada Aisyah.
"Dih apaan sih abang nyambung aja". Ujar Aisyah pada abangnya.
"Hehe biarin lah abangkan ayahnya sikembar". Ujar Ilham pada Aisyah.
"Iyaa deh iyaa abangg". Ujar Aisyah pada abangnya.
Beberapa menit kemudian mereka sedang makan siang bersama dengan opor ayam dan rendang buatan umi Humairah, semuanya menikmati makanan mereka hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun.
"Alhamdulillah habis, enak banget nenek". Ujar Hasan pada Umi Humairah.
"Syukurlah kalau cucu nenek suka". Ujar Umi Humairah pada Hasan.
"Nanti makan lagi deh". Ujar Hasan pada umi Humairah.
__ADS_1
"Kenapa ngga nambah lagi aja?". Tanya umi Humairah pada Hasan.
"Kenyang nek". Jawabnya sambil mengelus perutnya.
Umi Humairah pun terkekeh melihat nya, ia mengusap rambut cucu nya satu persatu, sungguh rasanya sangat bahagia, karena rumahnya ramai oleh anak serta cucu nya, serta kerabat dekat nya juga ada dirumah.
"Anak anak, kan ada tugas nih dari sekolah untuk belajar, nah bunda mau nanya saama kalian". Ujar Aisyah membuat anak Anakknya menoleh.
"Nanya apa bunda?". Tanya mereka kompak pada Aisyah.
"Sebutkan nama nama 25 nabi". Ujar Aisyah pada anak anaknya.
"Ayo siapa yang bisa menjawabnya". Ujar Adam menatap anak anaknya.
"Hasan dulu bu". Ujar Hasan pada Aisyah.
"Yaudah sebutkan syaang". Ujarnya pada anaknya.
"Nama nama nabi adalah adam, Idris, nuh,hud sholeh, ibrahim, lutf, ismail, ishak, yaqub, yusuf, ayub, Syuaib, musa, narun, dzulkifli, gatau kelanjutannya bunda". Rengek Hasan pada Aisyah.
"Husein bun". Ujarnya.
"Silakan sayang". Ujarnya pada anaknya.
"Nabi Adam As, nabi idris As, nabi nuh as, nabi hud as, nabi shaleh as, nabi ibrahim as, nabi luth as, nabi ismail as, nabi ishaq as, nabi yaqub as, nabi yusuf as, nabi ayyub as, nabi syu'aib as, nabi musa as, nabi harun as, nabi zulkifli as, nabi daud as.. heum ngga tau lagi bunda". Ujar Husein sedih pada Aisyah.
"Arsyi aja bunda tapi di nyanyikan ya nyebutnya". Ujar Arsyi diangguki olehnya.
"Adam, Idris, nuh Hud, shaleh, ibrahim luth, ismail ishaq, yaqub, Yusuf, ayyub , syu'aib, musa, harun, zulkifli, daud, sulaiman, ilyas, ilyasa, yunus, zakaria, yahya, isa, muhammad al mustoffa". Ujar Arsyi pada mereka.
"Masya allah merdunya suara anak bunda". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa pintar banget cucu oma". Ujar Bunda Halwa yang sedari tadi melihatnya.
"Iyaa dong oma". ujar Arsyi tersenyum senang pada Bunda Halwa..
Beberapa menit kemudian mereka pamitan untuk pulang ke rumah masing masing, terkecuali Aisyah dan keluarga kecil nya yang memang ingin menginap lagi di rumah kediaman keluarga Syafi'i, serta Hasan yang memang ingin makan Rendang buatan neneknya.
Alhamdulillah bisa berkumpul dengan keluarga. Batinnya.
__ADS_1
...****************...
Udah ya guys 3bab, pegel tanganku 😌