
Aisyah dan Adam menghadiri acara pernikahan rekan kerja, mereka juga membawa anak mereka kecuali Hasan yang memang di pesantren, disana juga ada keluarga kecil Azam dan Idris, membuat mereka menghampiri kedua keluarga kecil tersebut.
"Assalamualaikum". Salam Adam beserta keluarga kecilnya.
"Waalaikumussalam". Jawab mereka padanya.
"Apakabar bang? Zam?". Tanya Adam pada mereka berdua.
"Alhamdulilah baik Dam". Jawab mereka berdua pada Adam.
"Syukurlah kalau baik baik aja". Ujar Adam pada mereka berdua.
"Ah anakmu mana Dam?". Tanya Azam padanya.
"Anakku yang mana Zam?". Tanya Adam padanya.
"Itu Hasan kayanya". Jawabnya pada Adam.
"Dia lagi di pesantren sama kaya Arham". Ujar Adam padanya.
"Masya allah, sudah berapa lama dam?". Tanya Azam padanya.
"Sudah 9 bulan zam". Jawab Adam padanya.
"Kaya ibu hamil mengandung 9 bulan dam". Ujar Azam terkekeh pada nya.
"Haha iyaa, yaudah mending kita masuk aja, daritadi ngobrol terus". ujar Adam padanya.
Mereka pun masuk ke dalam gedung pernikahan rekan kerjanya, Aisyah mengucapkan selamat pada pengantun perempuan sedangkan Adam mengucapkan selamat pada pengantin laki laki, setelahmya mereka memakan makanan yang tersedia disana.
"Bunda, Ayra pengen ice cream boleh?". Tanya Ayra padanya.
"Boleh, di antar sama abang atau kakak ya syang". Jawab Aisyah padanya.
"Iyaa bunda". Ujar Ayra padanya.
"Hati hati ya kak, bawa adek nya kan ramai takutnya kalian jatuh". Ujar Aisyah pada Arsyila.
"Iyaa siap bunda". Ujarnya pada Aisyah.
Aisyah memperhatikan terlebih dahulu anak anaknya, dirasa aman ia pun makan kembali bersama suaminya, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa, Aisyah langsung mencari anak anaknya.
"Kak Khadijah apa kabar?". Tanya Arsyila terdengar oleh Aisyah yang sedang mencari mereka.
"Alhamdulillah kakak baik, kalian apa kabar?". Tanya Khadijah pada keempatnya.
"Alhamdulillah kita juga baik kak". Jawab mereka kompak membuat Khadijah tersenyum.
"Kakak cantik kalau senyum". Ujar Husein membuat Aisyah melotot.
"Sayang, jangan tatap orang yang bukan mahram abang, walaupun abang mengenalnya". Ujar Aisyah pada anaknya.
__ADS_1
"Kenapa bunda?". Tanya Husein bingung.
"Itu namanya zina mata syaang". Jawab Adam dibelakang mereka semua.
"Zina itu apa ayah? zina apa aja?". Tanya Husein padanya.
"Nanti kita bahas di mobil ya sayang". Ujar Adam pada anaknya.
"Baiklah Ayah". Ujar Husein pada Adam.
Beberapa menit kemudian mereka pamitan pada kedua keluarga kecil yang masih disana, Adam dan keluarga kecilnya memilih pulang setelah makan dan berbincang sebentar dengan rekan kerjanya, Aisyah serta anak anaknya sudah masuk ke dalam mobil tersisa Adam yang belum masuk.
"Ayah lama banget sih". Ujar Ayra padanya.
"Iyaa maaf ya sayang, tadi bicara dulu sama teman ayah". Ujar Adam pada anaknya.
"Yaudah gapapa ayah". Ujarnya pada Adam.
"Ngga ada yang tertinggal kan sayang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Ngga ada mas, anak anak juga udah lengkap eh kurang satu kan di pesantren". Jawab Aisyah sambil terkekeh.
"Ayahh". Panggil Husein saat Adam sudah menjalankan mobilnya.
"Iyaa kenapa bang?". Tanya Adam padanya.
"Kata Ayah akan bahas tentang zina kan, daritadii abang penasaran tau Yah". Jawab Husein pada Adam.
"Jadi Zina itu apa ayah?". Tanya Husein padanya.
"Zina terbagi dua bagian yaitu Zina besar dan Zina Kecil, Zina besar adalah salah satu dosa besar yang bisa mendatangkan siksa pedih bagi pelakunya. Tak hanya mendatangkan dosa besar, zina juga bisa menimbulkan kemudharatan lain seperti penyakit menular seksual. Zina kecil diartikan sebagai perbuatan yang dapat menghantarkan seseorang melakukan zina besar". Jawab Adam pada anaknya.
"Jenis jenis nya apa saja?". Tanya Ayra padanya.
"Zina Al Laman, terbagi menjadi beberapa jenis, Zina Ain , Zina Qalbi, Zina Lisan dan Zina tangan (Yadin)". Jawab Aisyah padanya.
"Itu pengertian nya gimana bun?". Tanya Arsyila padanya.
"Zina Ain Adalah zina yang dilakukan oleh mata saat seseorang memandang lawan jenisnya dengan perasaan senang atau penuh hawa nafsu. Kedua Zina Qalbi Adalah zina yang dilakukan oleh hati yaitu ketika memikirkan atau mengkhayalkan lawan jenis dengan perasaan senang dan bahagia. Ketiga Zina Lisan Adalah zina yang dilakukan oleh lisan atau ucapan ketika membicarakan lawan jenis yang diikuti dengan perasaan senang. dan Terakhir adalah Zina Tangan (Yadin) Adalah zina yang dilakukan oleh tangan. Ini terjadi ketika seseorang dengan sengaja memegang bagian tubuh lawan jenisnya diikuti dengan perasaan senang, bahagia atau penuh dengan hawa nafsu". Jawab Aisyah panjang lebar pada anak anaknya.
Semua anaknya menggangguk nganggukkan kepalanya mengerti, Aisyah yang melihat itu hanya tersenyum pada anak anaknya, ia meminum air putih yang tadi ia beli karena haus, setelah meminum nya Aisyah kembali menatap keempat anaknya yang menatapnya.
"Kenapa kalian tatap bunda? haus juga?". Tanya Aisyah dengan lembut pada anak anaknya.
"Iyaa bun, haus juga". Jawab Arsyila mewakili yang lainnya.
"Baiklah, ini minum syang pelan pelan ya". Ujar Aisyah diangguki oleh mereka berempat.
"Bunda, nyanyikan lagu sholawat lagi dong". Ujar Ayra padanya.
"Lagu sholawat apa syang?". Tanya Aisyah padanya.
__ADS_1
"Bebas bunda, yang penting Ay pengen tidur mendengar bunda menyanyikan lagu sholawa". Jawab nya pada Aisyah.
"Baiklah sayang, sebentar". Ujarnya sambil menarik nafasnya sebelum ia mulai menyanyikan lagu sholawat.
مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُمْ ، كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُمْ
MAN ANA MAN ANA MAN ANA LAULAKUM
KAIFA MA HUBBUKUM KAIFA MA AHWAKUM
مَا سِوَىَ وَلَا غَيْرَكُمْ سِوَاكُمْ ، لَا وَمَنْ فِي الْمَحَبَّةْ عَلَيَّ وَلَاكُمْ
MA SIWAYA WA LA GHOIROKUM SIWAKUM
LA WA MAN FIL MAHABBAH ‘ALAYYA WALAKUM
أَنْتُمْ أَنْتُمْ مُرَادِي وَأَنْتُمْ قَصْدِي ، لَيْسَ أَحَد فِي الْمَحَبَّة سِوَاكُمْ عِنْدِي
ANTUM ANTUM MURODI WA ANTUM QOSHDI
LAISA AHAD FIL MAHABBAH SIWAKUM ‘INDI
مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُمْ ، كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُمْ
MAN ANA MAN ANA MAN ANA LAULAKUM
KAIFA MA HUBBUKUM KAIFA MA AHWAKUM
كُلَّمَا زَادَنِى فِى هَوَاكُمْ وَجْدِي ، قُلْتُ يَا سَادَتِي مُحْجَتِي تَفْدَاكُمْ
KULLAMA ZADANI FI HAWAKUM WAJDI
QULTU YA SADATI MUHJATI TAFDAKUM
لَوْ قَطَعْتُمْ وَرِيْدِيْ بِحَدِّ مَاضِي ، قُلْتُ وَالله أَنَا فِى هَوَاكُمْ رَاضِي
LAU QOTHO’TUM WARIDI BIHADDI MADLI
QULTU WALLOHI ANA FI HAWAKUM RODLI
مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُمْ ، كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُمْ
MAN ANA MAN ANA MAN ANA LAULAKUM
KAIFA MA HUBBUKUM KAIFA MA AHWAKUM
Aisyah selesai menyanyikan lagu sholawat untuk anak anaknya, terlihat keempat anaknya tertidur dengan lelap setelah mendengar Aisyah menyanyikannya lagu, Adam yang sedaritadi mendengar pun tersenyum senang pada istrinya, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman Nya..
"Semoga kalian tumbuh menjadi anak yang sholeh sholehah syang". Gumam Aisyah menatap keempat anaknya.
Semoga abang sehat sehat di pesantren , Aamiiin yaa rabbal'alamin . Batin Aisyah mendoakan Hasan anaknya.
__ADS_1