
Aisyah serta keluarga kecilnya mengantar Hasan kembali masuk pondok pesantren, sungguh Aisyah masih merindukan nya tetapi apa boleh buat, baby Kahfi ia titipkan pada kedua orang tuanya karena tidak mungkin Aisyah membawa baby Kahfi dengan perjalanan lumayan membutuhkan waktu dua jam kalau tidak macet.
Untung saja Aisyah sudah menyetok banyak Asi untuk baby Kahfi, jadi kedua orangtuanya tidak akan pusing karena asi Aisyah juga sangat banyak, selama dalam perjalanan Aisyah selalu berbincang dengan anak anaknya walaupun pikirannya terbagi pada baby Kahfi.
Ting!
...Umikku 🤗❤...
...Online...
Assalamualaikum Aisyah sayang
^^^Waalaikumussalam umi, kenapa? baby Kahfi nangis?^^^
Ngga syang, malah asik main sama abangnya Zafran.
^^^Oh Zafran, Ada disana Umi?^^^
Iyaa ada , Zahra juga ada nak
^^^Baiklah umi, kalau gitu Aisyah titip dulu ya Umi, nanti Aisyah pulang ke rumah Umi ya , bawa Baby Kahfi Umi.^^^
Baiklah nak, hatihati ya dijalannya
^^^Iyaa umi Aamiin yaa rabbal'alamin 🤲🏻🙏🏻^^^
Beberapa menit kemudian mereka sampai di pondok pesantren dimana tempat Hasan belajar, semuanya turun dari mobil untuk masuk ke dalam pondok pesantren, banyak teman Hasan yang menatap keluar karena mobil Adam menjadi perhatian mereka.
"Assalamu'alaikum Kiyai". Salam mereka pada Kiyai.
"Waalaikumussalam, mari masuk". ujarnya pada Aisyah dan keluarga kecilnya.
"Bagaimana kabarnya pak?". Tanya Adam basa basi padanya.
"Alhamdulillah kabar saya baik, kalian sendiri gimana?". Tanya Kiyai menatap mereka.
"Alhamdulillah baik baik saja Kiyai, kedatangan kami hanya ingin mengantar anak kami Hasan dan tolong Titip anak kami". Ujar Adam pada Kiyai.
"Syukurlah kalian baik baik saja, baik nak Hasan selalu baik dia tidak pernah nakal saMa sekali". Ujar Kiyai sambil tersenyum pada Hasan.
"Alhamdulillah kalau begitu, kami senang dengarnua". Ujar Adam sambil tersenyum ramah pada Kiyai.
"Bagaimana nak Hasan selama dirumah? membuat rindumu terobati?". Tanya Kiyai padanya.
"Alhamdulillah terobati pak Kiyai, karena saya juga melihat adik kecil saya pak, mungkin akan agak lama ketemu dengan adik saya". jawab Hasan sambil tersenyum tipis.
"Memangnya kamu mempunyai adik lagi? bukannya mereka adalah kakak dan adikmu nak?". Tanya Kiyai membuat semuanya mengulum senyumnya.
"Adik kecil yang dimaksud anak kami adalah anak terakhir namanya Muhammad Al-Kahfi Dirgantara , anak yang mengobati rasa rindu istri saya pada anak kami Hasan selama berada di pondok pesantren". Bukan Hasan yang menjawab melainkan Adam..
__ADS_1
"Oh seperti itu, namanya bagus ya nak Adam". Ujarnya pada Adam.
"Benar pak, istri saya yang memberikannya nama". Ujarnya sambil tersenyum pada Kiyai.
Mereka terus berbincang hingga beberapa menit kemudian Adam serta keluarga kecilnya berpamitan pada Kiyai dan Hasan, karena mengingat baby Kahfi yang takutnya rewel membuat mereka hanya mampu berada selama satu jam di pondok pesantren.
Selama dalam perjalanan pulang, Aisyah memainkan ponselnya karena tengah mengabari umi nya jika ia sedang dalam perjalanan pulang, keempat anaknya sudah tertidur lelap karena kelelahan, membuat Aisyah hanya berbincang mengenai baby Kahfi pada Adam suaminya.
"Mas Adam". Panggil Aisyah pada suaminya.
"Iyaa kenapa syang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Sebentar lagi imunisasi anak, mas bisa temani Aisyah engga?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Bisa sayang, mas akan menemani istri mas tercinta imunisasi anak". Jawab Adam pada istrinya.
"Makasih ya mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa sama sama sayang". Ujarnya tersenyum pada istrinya.
Beberapa jam kemudian mereka sampai di rumah kediaman keluarga Syafi'i, Aisyah membangunkan anak anaknya sementara Adam membuka bagasi untuk mengambil barang barang mereka, Aisyah memasuki rumah disusul oleh Adam dan anak anaknya.
"Assalamualaikum". salam Aisyah diikuti dengan suami serta anak anaknya.
"Waalaikumussalam". jawab Umi Humairah dan Abi Ali.
"Baby Kahfi tidur dikamar Syah, kecapean main mungkin". Jawab Umi Humairah pada anaknya.
"Ohh gitu, syukurlah kalau tidur, Aisyah pikir akan rewel ternyata ngga ya". Ujarnya pada Umi Humairah.
"Ngga nak, malah sangat anteng". Ujarnya pada anaknya.
Beberapa menit kemudian mereka berpamitan pada Umi Humairah dan Abi Ali untuk pulang, selama dalam perjalanan menuju rumah kediaman mereka , anak anak berbincang riang membuat Aisyah tersenyum mendengar percakapan mereka.
"Bunda, bunda bisa buatkan pantun ngga?". Tanya Husein padany.
"Pantun? pantun yang seperti apa bang?". tanya Aisyah pada anakny.
"Pantun lucu bunda". Jawab Husein pada Aisyah.
"Bisa bang, bunda bisa buat pantun". ujarnya pada anaknya.
"Ohh ya coba katakan bunda". Ujar Husein dengan gembira.
"Baiklah syaang". ujarnya pada anaknya.
"Horee, cepetan bunda". Ujarnya tidak sabar.
"Iyaa syang sabar dong". Ujar Aisyah terkekeh.
__ADS_1
Duduk santai membaca koran
Membacanya sambil makan petisan
Seenak-enaknya makan di restoran
Lebih enak makan gratisan
"Sudah ya, bunda tidak bisa jika pantun jenaka, hanya itu saja". Ujarnya sambil terkekeh.
"Iyaa baiklah bunda tidak papa". Ujar Husein sambil tertawa pelan mendengar pantun tersebut.
"Iyaa emang enaknya makan gratisan ya bunda, gaperlu mengeluarkan uang". Ujar Arsyila tertawa pelan pada Aisyah.
"Haha iyaa syang, makanya bunda selalu pengen gratisan kalau belanja". Ujar Aisyah terkekeh pada anak anaknya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, semuanya turun sedangkan Adam membuka pintu untuk membantu istrinya karena sedang menggendong anaknya yang masih kecil, Aisyah tersenyum pada suaminya.
Anak anaknya sudah memasuki kamar mereka masing masing, karena ada tugas yang belum mereka kerjakan, Aisyah dan Adam akan menyusul ke kamar mereka untuk menyuruh mereka belajar diruang tengah, agar keduanya mudah memberikan arahan.
"Sayang bagaimana? ada yang terasa sulit?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Belum ada untuk saat ini bunda". Jawabnya pada Aisyah.
"Baiklah sayang, bunda akan masak terlebih dahulu untuk makan siang, mas kamu temani mereka ya". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iya syang mas akan temani mereka, kamu masak aja syaang". Ujarnya pada sang istri.
"Baiklah mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Beberapa menit kemudian kini mereka tengah makan siang bersama, semuanya terdiam menikmati makanannya hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun.
"Bunda, Adek bangun". Ujar Ayra pada nya.
"Ah iyaa sebentar sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iya bunda, kayanya adek juga lapar liat kita makan". Ujarnya pada Aisyah.
"Iyaa bunda, kasian Adek minum susu terus kapan makan nasinya?". Tanya Alyssa pada nya.
"Belum saatnya sayang, tunggu jika sudah setahun umurnya baru Adek bisa makan nasi". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Ohh gitu ya bunda". Ujarnya diangguki oleh Aisyah.
Aisyah berjalan menghampiri anaknya lalu membawanya masuk kedalam kamar, ia menyusui anaknya yang sangat cepat sekali menyusu nya, membuat Aisyah tersenyum menatap anaknya, jika sudah tumbuh gigi mungkin Aisyah akan kembali merasakan sakit nya.
"Sehat sehat syangnya bunda". Ujar Aisyah menatap baby Kahfi.
"Bunda sayang kamu sayang". Ujarnya sambil membelai pipi lembut anaknya.
__ADS_1