Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 112


__ADS_3

Seluruh keluarga kecil Aisyah mengucapkan selamat pada Arham yang baru saja mendapatkan juara pertama lomba adzan paling merdu, Arsyila memberikan bucket bunga pada Arham yang sudah ia anggap sebagai abangnya.


"Selamat ya abang, semoga nanti di akhirat abang bisa mengangkat derajat Orangtua abang, Aamiin yaa rabbal'alamin". Ujar Arsyila pada Arham.


"Makasih ya Arsyi". Ujar Arham pada Arsyila yang menundukkan kepalanya.


"Iyaa abang sama sama, kalau begitu Arsyila kembali bersama yang lainnya ya". Ujar Arsyila pada Arham.


"Iyaa say--Arsyi". Ujar Arham membuat Arsyila kebingungan.


"Yaudah kalau gitu". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan Arham.


"Ham gasabar banget sih kamu tuh". Gumamnya pada dirinya sendiri.


"Aduh ini aku harus bilang sama bunda secepatnya buat ngelamar Arsyila". Gumamnya lagi sambil menatap bucket bunga pemberian pujaan hatinya.


Adam menyadari itu dari jauh jika anak dari temannya sangat menyukai anaknya, tapi Arsyila masih kecil umurnya saja belum masuk 18 tahun, tapi Adam membiarkannya asal jangan melewati batasnya.


Aisyah menepuk pundak suaminya pelan karena sedaritadi ia tidak mendengarkannya berbicara, Adam menoleh pada istrinya yang baru saja menepuk pundak nya lalu Aisyah mengajak suaminya berkumpul bersama dengan Husna serta keluarga kecilnya.


"Selamat sekali lagi ya nak Arham". Ujar Aisyah pada Arham.


"Iyaa terimakasih Aunty". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada Aisyah.


"Iyaa sama sama nak Arham". Ujar Aisyah pada nya.


"Selamat ya bang, semoga semakin pintar kesana nya". ujar Husein padanya.


"Iyaa makasih Husein". Ujar Arham padanya.


"Abang, jangan lupa nanti malem ada kumpul keluarga". Ujar Mutia kembarannya.


"Iyaa dekk abang ngga akan lupa, karena bunda selalu ngingetin abang". Ujar Arham sambil tersenyum tipis pada adiknya.


Beberapa menit kemudian mereka berpisah saling berpamitan untuk pulang ke rumah, kini Aisyah sekeluarga sudah berada dalam perjalanan pulang, Arsyila terdiam menatap pemandangan dari jendela mobil.


"Kak, abang Arham keren ya". Ujar Husein pada Arsyila.


"Kak ihh".


"KAK ARSYI". Teriaknya kesal karena kakaknya tidak mendengarnya.


"Apaan sih dek? berisik tauu". Ujar Arsyila menatap adik kembarannya.


"Habisnya ya aku tadi manggil ga nyahut nyahut". Ujar Husein dengan kesal pada kakaknya.


"Astagfirullah maaf ya dek". Ujarnya pada sang adik.

__ADS_1


"Kakak ngelamunin apaan sih? sampai sampai adek yang ganteng ini di anggurin?". Tanya Husein pada Arsyila.


"Engga ngelamunin apa aapa daritadi kakak cuman ngeliatin pemandangan dari kaca". Jawabnya pada Husein.


"Ngga bohong kan kakak?". Tanya Husein dengan menatapnya intens.


"Engga lah ngapain kakak bohong". Jawabnya pada Husein.


"Heum yaudah kalau gitu, eh aku tadi bilang sama kakak kalau bang Arham keren kan kak". ujarnya pada sang kakak.


"Iyaa keren dek". Ujarnya pada adiknya.


"Kaya ngga ikhlas banget sih bilangnya kak". Ujar Husein padanya.


"Ish emangnya kakak harus gimana sih dek?". Tanya Arsyila pada adiknya.


"Harusnya semangat dong bilangnya kak". Jawabnya pada kakaknya.


"Masa kakak harus sambil lompat lompat terus bilang keren ya bang Arham". Gerutunya pada adiknya.


"Udah deh abang sama kakak jangan berantem, berisik". Ujar Kahfi menatap jengah keduanya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, semuanya turun dari dalam mobil dengan cepat bahkan kelima anaknya dengan cepat masuk kedalam rumah setelah mengucapkan salam.


"Ah akhirnya bisa rebahan". Ujar Ayra sambil merebahkan tubuhnya dikursi sofa.


"Iyaa bang capek banget padahal cuman diem aja dimobil daritadi". ujar Ayra pada abangnya.


"Ya emang lebih capek diem daripada kerja sama". Ujar Husein sambil menatap kearah akuarium yang berisi ikan besar.


"Abang, nanti abang akan kuliah juga seperti abang Arham?". Tanya Alyssa yang sedaritadi diam saja.


"Entahlah abang juga gatau dek, gimana nanti aja". Jawabnya pada adiknya.


"Hem gitu ya bang". Ujarnya sambil mengangguk nganggukkan kepalanya.


"Iya adek abang Alyssa yang cantik". Ujar Husein sambil mengelus kepala adiknya.


"Lebih baik sekarang kalian istirahat dikamar masing masing". Ujar Aisyah pada anak anaknya.


"Okee siap bunda". Ujar mereka bersamaan pada Aisyah.


Aisyah menatap kelima anaknya yang sudah menaiki tangga untuk ke kamarnya masing masing, lalu Adam suaminya mengajak dirinya juga untuk istirahat di kamar mereka, Aisyah menyetujuinya karena memang ia pun sangat mengantuk sedaritadi di mobil.


Sehatkanlah keluarga hamba Ya Allah. Batin Aisyah sambil menatap langit langit.


Beberapa jam kemudian Aisyah bangun terlebih dahulu dari suaminya, ia beranjak memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri nya, setelah beberapa menit Aisyah baru keluar dari kamar mandi melihat suaminya yang sudah bangun.

__ADS_1


"Kapan bangunnya mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Baru beberapa menit yang lalu kok syaang". Jawabnya pada sang istri tercintanya.


"Heum baiklah kalau begitu". Ujarnya pada suaminya.


"Yaudah kamu duluan gih ke ruang musholah sayang, nanti mas nyusul". Ujar Adam pada istri tercintanya.


"Yaudah mas aku duluan ya sambil membangunkan anak anak". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa sayang". Ujar Adam sambil tersenyum tipis pada Aisyah.


"Terimakasih telah Takdirkan dia untukku tuhan". Gumam Adam menatap istrinya yang berlalu pergi dari hadapannya.


Aisyah dan kelima anaknya sedang menunggu suaminya di ruang musholah, hingga beberapa menit kemudian Adam datang ke ruang musholah membuat mereka langsung menoleh pada pintu yang terbuka.


"Maaf ya menunggu lama". ujar Adam diangguki mereka.


"Yaudah yuk mulai sholat ashar nya, abang iqomah ya ". Ujar Adam pada anaknya Husein.


"Baik ayaah". Ujar Husein pada ayahnya.


"Allahu'akbar".


Sholat ashar berjamaah di lakukan dengan khusu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah, kini semuanya duduk seperti biasa mereka akan setor hafalan pada Adam dan Aisyah serta Aisyah akan setor hafalan pada suaminya sendiri.


Setelah setor hafalan selesai mereka pun keluar dari ruang musholah, Aisyah berlalu pergi ke dapur sementara mereka ke ruang tengah, saat Aisyah tengah memasak datanglah Arsyila yang ingim membantu bundanya.


"Bunda, ajarin Arsyi masak dong". Ujar Arsyila pada bundanya Aisyah.


"Iyaa nanti kalau umur kakak udah 15tahun ya, sekarang baru 13tahun sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Yaudah deh kalau begitu bunda". Ujar Arsyila sambil menghela nafasnya.


"Iyaa syang, udah sana kembali lagi ke ruang tengah bentar lagi juga bunda selesai masaknya kok". Ujar Aisyah menyuruh anaknya.


"Iyaa siap bunda". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan Aisyah.


"Mas, anak anak saatnya makan". Ujar Aisyah setelah beberapa menit selesai masak.


"Iyaa bunda". sahut mereka bersamaan.


Mereka makan bersama dengan tenang hanya terdengar dentingan sendok dan garfu, setelah selesai makan seperti biasa Arsyila akan membantu bundanya membereskan piring bekas mereka makan tadi.


Aisyah terkadang sudah melarang anaknya tetapi Arsyila selalu berkata "belajarlah dari hal kecil" membuatnya tak pernah lagi melarang anaknya, setelah selesai mencuci piring mereka berdua menghampiri yang lainnya.


Mereka menikmati menonton acara televisi bersama sambil mengemil, hingga Kahfi tertidur dilahunan ayahnya karena sedaritadi Kahfi banyak makan.

__ADS_1


Jangan lupa Like Comment Votenya :)


__ADS_2