Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 45


__ADS_3

Lebaran idul fitri pun tiba, sebelum berkumpul bersama di rumah kediaman keluarga Syafi'i, Aisyah bermaafan dengan suaminya terkadang Aisyah merasa belum benar menjadii seorang istri serta ibu, Adam mencium kening istrinya serta mengelus perut Aisyah yang sudah memasuki usia ke 6 bulan.


"Yaudah yuk, sekarang kita berangkat ke rumah Abi". Ajak Adam pada istrinya.


"Hayu mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Anak anak ayo kita berkunjung ke rumah kakek". Ujar Adam memangku salah satu dari mereka.


Sontak saja mereka bersorak senang mendengarnya, membuat Adam tersenyum pada anaknya yang begitu lucu pikirnya, sebelumnya mereka juga sudah bermaafan pada Sarah, Husna, Azam dan Idris saat di masjid.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman keluarga Syafi'i dengan cepat, karena jalanan tidak terlalu macet, Umi Humairah yang melihat mobil berhenti di depan rumahnya pun berkaca kaca.


"Assalamualaikum umii abii". Salam mereka pada Umi Humairah dan Abi Ali.


"Waalaikumussalam nak". Jawab keduanya pada mereka.


"Maafin Ais ya umi banyak salah sama umi, belum bisa membanggakan umi dan Abi". Ujar Aisyah memeluk Umi Humairah serta Abi Ali.


"Kata siapa anak umi ini belum bisa membanggakan umi dan Abi? Umi dan abi sangat bangga saat kamu selalu memenangkan juara satu lomba membaca al Qur'an dan juga saat kelulusan nilai kamu paling tinggi sayang ". Ujar Umi Humairah pada putrinya.


"Aku merasa itu saja tidak cukup Umi". Ujar Aisyah pada Uminya.


"Umi dan Abi yang merasakannya syang, cukup nurut sama perintah suami kamu aja sekarang, ingat kamu sudah menjadi seorang istri dan ibu sayang". ujar Abi Ali pada anaknya.


Adam yang melihat itupun merasa terharu sekali, hingga beberapa menit kemudian semuanya telah kumpul di rumah kediaman keluarga Syafi'i, Adam bersalaman dengan yang lainnya kecuali perempuan yang bukan mahramnya.


Davin memeluk bos atau sahabat atau kakak iparnya itu, Adam membalas pelukan dari Davin karena dulu Adam juga sangat dingin pada Adam, namun kini Adam begitu hangat pada nya karena bagaimana pun kini Davin telah menjadi bagian keluarganya.


"Maaf ya abangg, kalau banyak salah sama kamu". Ujar Davin padanya.


"Iyaa maaf juga jika abang membuatmu selalu kerepotan". Ujar Adam pada adik iparnya itu.


"Itu kan udah kewajibanku sebagai asisten kamu bang". Ujar Davin terkekeh pada Adam.

__ADS_1


"Ahh iyaa benar juga, Ohh ya mana Adinda?". Tanya Adam pada Davin.


"Lagi ngumpul tuh di ruang keluarga bang". Jawab Davin menunjuk ke arah ruang keluarga.


"Yaudah kita juga samperin mereka". ajak Adam diangguki oleh Davin.


Posisi Davin dan Adam tadi berada di depan pintu , langsung saja keduanya menghampiri yang lainnya, saat mereka duduk ternyata semua sudah tersedia, ya mereka akan makan ketupat dengan opor buatan mertua Adam bersama sama.


"Gimana mas?". Tanya Aisyah tiba tiba pada Adam.


"Gimana apanya sayang?". Tanya Adam pada istrinya.


"Enak opor ayam buatan umi apa buatan aku yang ada di rumah?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Sayang, kalau soal bumbu semuanya hampir sama tapi terkadang beda rasa, jelas buatan umi lebih enak, tapi buatan kamu juga enak sayang". Jawab Adam dengan hatihati karena Aisyah sensitif.


"Ahh baiklahh sepertinya aku harus lebih banyak belajar agar rasanya sama seperti yang umi buat". Ujar Aisyah dengan tersenyum.


Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun karena memang momen inilah yang mereka tunggu, sangat menyenangkan makan bersama dengan keluarga besar.


"Aduh gini nihh kalau gaada penghalang, mereka pasti akan jatuh jika kasurnya ngga aman begini, aku harus bilang sama mas Adam". Gumam Aisyah menatap ketiga anaknya yang masih pulas tidur.


"Sayang, kamu ngapain?". Tanya Adam Tiba tiba membuat Aisyah terkejut.


"Ihh mas, ucap salam dong kalau masuk ,kaget tau". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa syaang maaf yaa". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa gapapa mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Kamu kenapa syaang? katanya cuman sebentar tapi kok lama?". Tanya Adam pada istrinya.


Aisyah pun menjelaskannya pada suaminya, bahwa tadi hampir saja anak mereka jatuh dari kasur karena tidak ada penghalang seperti di rumah, Adam pun mengerti maksud istrinya itu hingga keduanya kini diam saja tidak kembali ke ruang keluarga.

__ADS_1


Sedangkan di ruang keluarga, semuanya menunggu Adam dan Aisyah kembali namun sudah setengah jam tidak kunjung datang, hingga membuat abi dan umi akan mendatangi kamar mereka, saat Aisyah akan mencium suaminya terdengar salam dari luar.


"Assalamu'alaikum nak". Salam Umi Humairah.


"Waalaikumussalam". Jawab keduanya namun hanya Adam yang menghampiri mereka.


"Loh kamu kenapa sayang? yang lain nunggu kalian di ruang keluarga". Ujar Abi Ali pada putrinya.


"Ais gaakan tenang Abi, kalau nanti anak anak jatuh gimana? ngga ada penghalang masalahnya". Ujar Aisyah pada Abi Ali.


"Astagfirullah, kenapa ngga bilang daritadi saMa abi? kalau gitu tidurin aja di kasur lantai yang tebal biar kalian tidak terlalu khawatir". Ujar Abi Ali memberi saran.


"Bolehh Abi, mana kasur lantai nya?". Tanya Aisyah pada Abi nya.


Beberapa menit kemudian Aisyah dan Adam serta kedua orangtuanya kembali ke ruang keluarga setelah sikembar aman, yang lainnya sedang menyemil kue lebaran pun menoleh pada mereka berempat.


"Loh sayang, kamu ngapain di kamar? lama sekali". Ujar Bunda Halwa pada mereka berdua.


"Tadi cari kasur lantai yang besar dulu bunda, karena Aisyah takut kalau mereka tidur di kasur yang dewasa malah akan jatuh ke lantai". Ujar Aisyah sambil duduk disamping abangnya.


"Oh begitu toh , tapi sikembar masih pules?". Tanya Bunda Halwa pada Aisyah.


"Iyaa bunda masih pules". Jawab Aisyah pada Bunda Halwa.


Tak terasa waktu menunjukkan pukul dua siang, semuanya berpamitan untuk pulang kecuali Aisyah dan Adam yang memang akan menginap di rumah kediaman keluarga Syafi'i, Aisyah yang kebetulan lapar kembali langsung makan dengan porsi banyak membuat Adam serta kedua orangtuanya kaget.


"Astagfirullah sayang, kamu ga salah? itu banyak banget". Ujar Adam pada istrinya.


"Ngga salah mas, aku laparr soalnya". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Udah mas, jangan ajak aku bicara, aku lapar". Ujarnya lagi sebelum suaminya mengeluarkan suara.


'Yaudah umi dan Abi ke kamar dulu ya sayang". Ujar Umi Humairah sambil mengelus kepala Aisyah .

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Aisyah menghabiskan makanan porsi banyak tersebut hanya waktu 1 jam, membuat Adam tidak menyangka dengan ini karena tubuh istrinya berisi karena hamil jika sudah melahirkan juga sama makan banyak tapi tidak gendut pikir Adam.


__ADS_2