
Semenjak di katakan hamil sudah selama sebulan kandungannya, membuat seluruh keluarganya senang mendengarnya bahkan Arham sangat posesif pada istrinya, membuat Arsyila kesal pada suaminya tetapi ia mewajarkan saja.
"Kamu kalau perlu apa apa bilaang saMa aku ya syaang". Ujar Arham pada istrinya.
"Iyaa mas, kamu udah bilang itu beberapa kali loh". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Ya kan mas pengen jadi suami siaga sayang seperti ayah selalu siaga pada bunda". Ujar Arham pada istrinya.
"Heum yaudah deh kalau kaya gitu mas". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Iya sayang jadi kalau kamu ngidam apa Apaa bilang sama aku ya". Ujar Arham pada istrinya
"Okee siap suamiku sayang". Ujarnya pada sang suami.
"Siip sayangku". Ujar Arham pada istrinya.
Aisyah menghampiri keduanya di ikuti oleh anak anaknya yang lain, mereka mengucapkan selamat pada Arsyila yang kini tengah hamil bahkan Kahfi dengan semangat memeluk keduanya dengan erat, membuat Aisyah khawatir perut Arsyila tertekan oleh pelukan anak bungsunya.
"Akhirnya jadi juga debaynya". Ujar Kahfi menatap mereka berdua.
"Hahaha iyaa nih dek, berkat doa kalian semua, calon debaynya udah hadir diperut kakak". Ujar Arsyila pada mereka semua.
"Ini juga karena ikhtiar kamu dan Arham sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Haha benar apa yang bunda bilang". Ujar Arham sambil tertawa pelan pada mertuanya.
"Udah jangan ganggu bumil, kita keluar aja kecuali Arham". Ujar Adam pada mereka.
"Okee kita keluar aja". Ujar Aisyah yang menyetujui ucapan suaminya.
Aisyah serta yang lainnya keluar dari kamar Arsyila dan Arham, kini mereka duduk di ruang tengah sambil mengemil cemilan yang mereka sukai, hingga beberapa menit kemudian Arham menghampiri mereka membuat Aisyah dan Adam menatapnya.
"Ada apaa Ham?". Tanya Adam padanya.
"Arsyila ngidam ayahh". Jawabnya pada sang mertua.
"Ngidam? Ngidam apa?". tanya Aisyah pada menantunya.
"Ngidam pengen makan buah mangga muda yang langsung diambil dari pohonnya". Jawabnya pada Aisyah.
"Ah mudah itu, ayah sengaja menanam pohon mangga di belakang rumah, biar memudahkan kalian jika para istri sedang ngidam". Ujarnya pada menantunya Arham.
"Baiklah kalau begitu Arham ke halaman belakang dulu ya bunda ayah". Ujarnya pada mereka berdua.
"Iyaa ham". Ujar keduanya pada Arham.
Beberapa menit kemudian Arsyila keluar kamar karena lama menunggu suaminya, ia menyandar pada bahu bundanya membuat Aisyah menoleh pada putrinya yang begitu manja terhadapnya, hingga beberapa menit kemudian Arham memasuki rumahnya dengan membawa banyak buah mangga.
"Wah banyak banget mas". Ujar Arsyila pada suaminya.
__ADS_1
"Tentu dong sayang , karena istri mas yang minta jadi mas ambilkan". Ujar Arham pada istrinya.
"Makasih ya mas, kamu memang suami idaman sama seperti yang ayah lakukan pada bunda". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Iyaa sama sama sayang, tentu saja aku harus menjadi suami idaman dan siaga sayang". Ujar Arham sambil mengelus kepala istrinya.
"Mas, boleh minta tolong kupasin buahnya?". Tanya Arsyila pada suaminya dengan memelas.
"Tentu saja boleh sayang, kamu tunggu sebentar ya, mas ke dapur dulu". Jawabnya pada sang istri.
"Okee, makasih sebelumnya ya mas". Ujarnya hanya diangguki oleh suaminya.
Sambil menunggu suaminya kembali dari dapur, Arsyilla berbincang bersama bundanya mengenai kehamilan yang dulu bundanya rasakan, hingga beberapa menit kemudian Arham kembali dengan sepiring buah mangga muda yang sudah ia kupas dan potong potong pada istrinya.
"Wah seger nihh". Ujarnya sambil menelan ludahnya melihat buah mangga muda tersebut.
"Yaudah makan buah mangga mudanya , jangan lupa berdoa sayang". Ujar Arham pada istrinya.
"Okee siap suamiku sayang". Ujarnya sambil tersenyum pada suaminya.
"Iyaa sayang". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada istrinya.
"Makannya pelan pelan aja sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Habisnya seger banget bunda". Ujarnya pada sang bunda.
"Iyaa bunda tau sayang, tapi pelan pelan aja jangan cepet cepet makannya, nanti kesedak". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Nahkan baru aja bunda bilang, beneran kesedak nih minum dulu sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa maafin Arsyi ya bunda". Ujarnya sambil berkaca kaca padanya.
"Yaudah gapapa sayang, bunda ngga marah kok cuman kasian makanya bunda nyuruh kamu pelan pelan aja makannya". Ujar Aisyah mengelus kepala anaknya.
"Huft iyaa aku akan pelan kok bunda". Ujarnya sambil memakan kembali buah mangga muda tersebut.
Hingga beberapa menit kemudian Arsyila selesai menghabiskan buah mangga muda tersebut, membuat mereka terkejut melihatnya kecuali Adam karena ia sudah tidak heran kepada ibu hamil, pastinya akan ada yang seperti itu termasuk saat istrinya hamil dulu.
"Mas ngantuk". Ujarnya pada suaminya.
"Tapi sayang, kamu baru saja selesai makan ngga boleh langsung ditidurkan". Ujar Arham pada istrinya.
"Tapi aku engga kuat ngantuk mas". Rengeknya pada sang suami.
"Udah gapapa Ham, bawa aja ke kamar daripada kesiksa nahan ngantuk'". Ujar Adam pada menantunya Arham.
"Okee siap ayahh". Ujarnya pada Adam.
"Kalau gitu Arham pamit masuk kamar ya ayah bunda". Ujarnya lagi pada mereka berdua.
__ADS_1
"Iyaa Ham silahkan". Ujar Adam sedangkan Aisyah hanya menganggukkan kepalanya saja.
Ting!
...Mbak Husna 🤗❤...
...Online...
Assalamu'alaikum Syah
^^^Waalaikumussalam Mbak, kenapa?^^^
Aku dengar, Arsyi sedang hamil? berapa bulan? soalnya aku dengar dari Sarah
^^^Alhamdulillah benar mbak, sekarang Arsyi tengah hamil dengan kandungan yang sudah usia 1 bulan, memangnya Mbak kemana?^^^
Alhamdulillah syukurlah, aku senang mendengarnya Syah semoga ibu dan anaknya sehat sehat selalu, aku ada di Eropa Syah.
^^^Owalah pantas saja, ternyata lagi di Eropa toh^^^
Yaudah sampaikan salamku pada Arsyi ya Syah
^^^Oke siap Mbak nanti aku sampaikan^^^
Yasudah udah dulu ya Syah, Wassalamualaikum
^^^Iyaa mbak waalaikumussalam^^^
Adam menatap istrinya dengan pandangan penuh tanya, membuat Aisyah langsung menjelaskan pada sang suami tentang Husna yang mengirimkannya pesan, Adam mengangguk anggukan kepalanya mengerti apa yang diucapkan oleh istrinya.
"Sayang, kamu jangan ngelamun". Ujar Adam pada istrinya.
"Ah engga kok sayang, aku hanya sedang memikirkan tentang anak anak kita yang lainnya". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Memangnya apa yang kamu pikirkan sayang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Iyaa bagaimana nanti mereka sama seperti Arsyila mas mempunyai keluarga kecil masing masing". Jawabnya pada suaminya.
"Ya kita harusnya senang sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Tapi nanti kita hanya sisa berdua mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Anak terakhir kita kan Kahfi, pastinya harus tinggal dirumah ini sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Heum iya deh kalau gitu". Ujarnya padanya.
...****************...
Tak terasa besok puasa Ramadhan yang ke 6 ya guys :) rasanya baru kemarin puasa pertama tuh, semoga kalian selalu lancar dalam menjalani ibadah puasa ini, aamiin yaa rabbal'alamin :)
__ADS_1
Maaf juga ya guys, kebiasaan author selalu lama update bukan disengaja kok', tapi emang terkadang ketiduran terkadang males ngetiknya karena belum ada ilustrasi di pikiran authornya , jadi maaf sekali lagi guys sumpah bulan puasa banyak godaan nya initeh duh ah😭😭
Jangan lupa juga Like and Comment juga Vote ya gays, terimakasih :)