
Tiga bulan kemudian, Aisyah kini sedang mengajarkan anaknya untuk berjalan dengan cara di tuntun oleh nya, Adam juga membantu Aisyah begitu juga dengan Ambar dan Mira mereka menjaga di depan takutnya Baby kembar jatuh.
Hari Ini tepatnya Baby Alyssa dan Baby Ayra memasuki usia 1 tahun 1 bulan, keduanya mulai belajar walaupun sering terjatuh tetapi mereka tidak menangis, bahkan mereka tertawa senang saat terjatuh.
"Masya allah pinternya anak bunda". Ujar Aisyah menatap haru anak anaknya.
"Iyaa bunda". ujar mereka memeluk Aisyah kecuali sikembar dua.
"Semoga kalian tumbuh menjadi orang yang hangat, bijak, berbakti sama bunda dan ayah ya syangnya bunda". Ujar Aisyah pada ketiga anaknya.
"Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin bunda". Ujar mereka bertiga pada Aisyah.
"Yaudah yuk sayang, kita hampiri kakek dan nenek". Ajaknya diangguki mereka bertiga.
"Masya allah cucu kakek dan nenek sudah semakin pintar berjalan dan berbicara yaa". Ujar Umi Humairah memeluk mereka satu persatu dengan gemas.
"Makasih nenek". Ujar mereka pada Umi Humairah.
Kini mereka semua sedang berbincang riang sambil memperhatikan sikembar bermain, Adam berbincang dengan mertua lelakinya tentang perusahaan, berbeda dengan Aisyah dan Umi Humairah keduanya berbincang tentang perkembangan sikembar.
Beberapa jam kemudian kedua orangtua Aisyah pamit untuk pulang, Adam mengantar keduanya sampai pintu sedangkan Aisyah sedang menyusui sikembar dua karena memang mereka masih menyusu, beda dengan sikembar tiga yang sudah tidak meminum susu lokal akan tetapi susu kotak.
"Anak ayah haus banget kayanya". Ujar Adam melihat Baby Alyssa dan Baby Ayra menyusu.
"Iyaa pasti haus yah, karena mereka juga belajar berjalan". Ujar Baby Hasan padanya.
"Iyaa kalian juga pernah berada di posisi adik kalian". Ujar Adam menatap ketiga anaknya.
"Iya juga sih Yah". Ujar Baby Arsyi padanya.
"Lebih baik kalian belajar berhitung lagi pada Mbak Mira, Mbak Ambar sama yang lainnya". Ujar Adam langsung diangguki oleh ketiga anaknya.
Adam duduk disamping istrinya, ya jika sedang dikamar Aisyah selalu membuka kerudungnya kecuali jika sedang diluar kamar, walaupun kebanyakan perempuan Aisyah segan membuka kerudung karena takut tiba tiba Davin atau siapapun yang datang.
"Sayang". Panggil Adam pada istrinya.
"Iyaa kenapa Hubby?". Tanya Aisyah pada nya.
"Bikin adik buat sikembar yu". Jawab Adam membuat Aisyah menatapnya tajam.
"Kamu aja yang hamil sana". Ujar Aisyah kesal pada suaminya.
"Hahaa bercanda sayangg, maaf yaa". Ujar Adam sambil tertawa.
__ADS_1
"Mending bikin adik tapi tidak mendapatkan jatah ke depannya atau tidur diluar malam ini Heum?". Tanya Aisyah membuat Adam terdiam.
"Mending tidur diluar aja deh sayang daripada ga dapet jatah kedepannya". Jawab Adam pada istrinya.
Beberapa jam kemudian tak terasa sudah memasuki waktu magrib, Adam sholat di masjid jika Aisyah sedang berhalangan, tadi Aisyah datang bulan saat akan sholat ashar membuat Adam mau tak mau ia melaksanakan sholat ashar dirumah.
Aisyah menunggu suaminya sambil menyiapkan makan malam dibantu oleh Mira, hingga tak terasa Adam pulang jam set8 malam karena sekalian sholat Isya di masjid, Adam mengganti baju nya terlebih dahulu dengan baju tidur.
"Anak anak udah tidur sayang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Udah mas". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Syukurlah". Ujarnya pada Aisyah.
"Kenapa bersyukur mas? mas ngerasa bosan?". Tanya Aisyah padanya.
"Bukan begitu sayang, kamu salah paham, maksud mas syukur mereka ga tidur malam karena gabaik". Ujar Adam mengusap bahu istrinya.
"Ohh iyaa deh mas". Ujarnya pada Adam.
"Yaudah sekarang kita makan malam terlebih dahulu". Ujar Adam pada istrinya.
Keduanya makan bersama para pekerja, walaupun para pekerja sangat sungkan, tetapi Aisyah memaksa mereka hingga akhirnya suasana terasa hangat layaknya keluarga.
Beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, karena masakan Aisyah semakin enak dirasa, Aisyah senang jika semuanya suka dengan masakannya.
"Iyaa mas izinkan syaang, nanti pulangnya mas jemput". Ujar Adam pada Aisyah.
"Makasih ya mas". Ujar Aisyah memeluk suaminya.
"Iyaa sama sama istriku". Ujar Adam pada istrinya.
"Mas, Aisyah ngantuk, setiap datang bulan pasti begini". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah ayo tidur syaang". ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Aisyah memeluk suaminya.
Pasangan suami istri tersebut telah terlelap setelah membaca doa mau tidur, beberapa menit kemudian Adam terbangun mendengar suara tangisan anaknya, segera saja ia menggendong anaknya agar kembali tidur.
"Bobo lagi ya anak Cantiknya ayahh". Ujar Adam pada baby Alyssa sambil menepuk pantat nya.
"Iyaa syaangg bobo". Ujar Adam menatap putrinya.
__ADS_1
"Alhamdulillah, tidur lagi". Ujar Adam lalu menidurkan kembali anaknya.
"Hamba bersyukur memiliki mereka ya allah". Ujar Adam menatap wajah anak dan istrinya.
Adam kembali ke ranjang, memeluk istrinya dan tertidur dengan lelap, hingga tak terasa alarm jam sholat tahajud berbunyi, Adam terbangun untuk sholay tahajud di musholah, membuat Aisyah yang menyadari itu pun terbangun.
"Kenapa mas Adam ngga bangunin aku untuk sholat?". Gumam nya yang hanya terdengar oleh Aisyah.
"Ah iya aku lupa, aku kan lagi halangan ya". Ujar Aisyah terkekeh.
"Masih jam 2 dini hari, tidur lagi aja dehh". Ujarnya membaringkan dirinya dikasur.
"Tapi gabisa tidur, kalau ngga ada mas Adam". Gumamnya hingga beberapa menit kemudian tertidur.
Beberapa jam kemudian tepatnya jam 5 shubuh, Aisyah bangun membuat sesuatu untuk sarapan, hanya beberapa menit telah selesai, karena Aisyah memasak lebih praktis, tetapi Adam menyukai setiap makanan Aisyah buat.
Adam keluar dengan baju santainya, karena berangkat ke kantor masih lama, Aisyah yang melihat itupun langsung menyiapkan sarapan untuk suaminya , Adam yang melihat itu pun tersenyum bahagia.
Masya allah Cantiknya istriku, betapa beruntungnya aku memilikinya. Batin Adam tersenyum senang.
"Kenapa mas liatin Aisyah kaya gitu?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Ngga sayang, mas cuman bersyukur memiliki istri serta anak yang seperti kalian". Jawab Adam pada istrinya.
"Aisyah juga sama mas". Ujar Aisyah tersenyum pada suaminya.
"Iya sayang, oh ya sayang kamu berangkat jam berapa ke rumah abang? ". Tanya Adam pada istrinya.
"Jam 10 siang mas". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Yaudah kalau gitu nanti berangkatnya hati hati sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iya mas siap". Ujar Aisyah pada suaminya.
Mereka berdua sarapan bersama, hingga tak terasa mereka selesai memakan sarapannya, Adam minum kopi sejenak sambil menunggu jam 7 karena masih ada waktu ke kantor, Aisyah menemani suaminya yang sedang meminum kopi.
"Mas ngga ada meeting sama client?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Ada syang, tapi nanti siang, kayanya mas cuma meriksa berkas berkas saja sesampainya di kantor". Jawab Adam pada istrinya.
"Baiklah mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Beberapa menit kemudian Aisyah mengantar suaminya ke depan, lalu mencium tangan suaminya sedangkan Adam mencium kening istrinya, setelah melihat mobil suaminya tak terlihat Aisyah kembali masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
...****************...
Maaf ya guys, agak lama soalnya lagi sakit, doain ya semoga author cepet sembuh 🤧