
Aisyah membantu anaknya yang terus saja mual mual, karena Arham sedang ada pertemuan dengan Client, membuat Aisyah dengan hati hati merawat anaknya yang sedang hamil.
"Hamil menyiksakan bunda"..Ujar Arsyila pada Aisyah.
"Sstt sayangg, jangan gitu, ini tuh anugerah dari Allah buat kamu da Arham". Ujar Aisyah pada putrinya.
"Iyaa maafin Arsyi ya bunda". Ujarnya pada sang bunda.
"Yaudah gapapa sayang, jangan sedih maafin bunda ya". Ujarnya sambil memeluk anaknya.
Beberapa menit kemudian Aisyah menghela nafasnya lega, karena sebelumnya Arsyila terus saja meminta Arham untuk pulang, padahal posisi Arham tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, Adam melihat istrinya yang baru saja kembali setelah mengantar anaknya ke kamar.
Ting!
...Arham Menantuku...
...Online...
Assalamu'alaikum bunda, bagaimana keadaan Arsyi?
^^^Waalaikumussalam Ham, Alhamdulilah sekarang sudah tidur karena sedaritadi terus saja merengek ingin bertemu dengan kamu^^^
Syukurlah kalau begitu bunda, Arham usahakan untuk pulang cepat bun
^^^Yaudah sana kembali bekerja Ham^^^
Baiklah bunda, Wassalamualaikum
^^^Waaalaikumussalam Ham^^^
Aisyah menatap anaknya dengan pandangan sulit di artikan, sebenarnya Aisyah kurang menyetujui anaknya menikah saat umurnya masih muda, minimal ia ingin Arsyila menikah saat umur 26tahun tetapi anaknya sendiri yang memberikan syarat pada Arham.
"Seandainya bunda lebih dekat dengan kamu saat kecil mungkin ngga akan seperti ini". Gumamnya sambil mengelus kepala anaknya.
"Mas Arham". Ngigau Arsyila dalam tidurnya.
"Dalam tidur pun kamu selalu memanggil suamimu sayang". ujarnya sambil tersenyum tipis pada anaknya.
"Semoga kamu serta keluarga kecil kamu bahagia selalu ya sayang, bunda menyayangimu". Ujar Aisyah sambil mengecup kening anaknya.
"Bunda harap kamu bisa menjadi seperti bunda, dalam keadaan apapun selalu menemani suami kamu ya sayang". Gumam Aisyah sambil tersenyum pada anaknya yang sedang tertidur.
Beberapa menit kemudian Aisyah memilih keluar dari kamar anaknya, ia menuju dapur membuatkan makanan untuk anak serta menantunya, saat Aisyah sedang asik membuatnya tiba tiba Arsyila menghampirinya.
"Bundaa". Panggilnya pada Aisyah.
"Loh sayang kamu bangun? bukannya waktu bunda tinggal masih tidur loh". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Habisnya wangi masakan bunda kecium sampai kamar tau engga, jadinya aku laper". ujarnya pada Aisyah.
"Owalah seperti itu toh, yaudah sini makan sayang kebetulan bunda buatkan makanan kesukaan kamu". Ujar Aisyah sambil tersenyum tipis pada anaknya.
__ADS_1
"Asik, mana bunda". Ujarnya dengan tidak sabaran pada Aisyah.
"Ini sayang, makan pelan pelan aja nanti takutnya kesedak, jangan lupa baca doa dulu sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Okee siap bunda". Ujar Arsyila sambil tersenyum senang pada bundanya.
"Iyaa sayang". Ujar Aisyah sambil mengelus kepala anaknya.
Ting!
...Suamiku Sayang 🤗😘❤...
...Online...
Assalamu'alaikum istriku
^^^Wa'alaikumussalam suamiku, ada apa mas?^^^
Sayang mas cuman mau tanya, kamu mau dibelikan apa pulang kerja mas?
^^^Aku ngga butuh apa apa mas, yang aku mau kamu pulang dengan selamat sampai rumah mas^^^
Ah rasanya mas semakin mencintai kamu sayang
^^^Ya tentu saja Aisyah gituloh 😂😂^^^
Aisyah menyimpan ponselnya saat suaminya tidak membalas pesannya, ia menatap anaknya yang tanpa ia sadari sudah tertidur setelah menghabiskan makanannya, Aisyah yang melihat kepala anaknya hendak jatuh pun langsung menahannya bersamaan dengan Arham masuk.
"Waalaikumussalam Ham, sudah pulang ternyata? iji Arsyi habis makan bunda ngga sadar dia udah tidur aja ditinggal beberapa menit sama bunda". Ujar Aisyah pada Arham.
"Yaudah sini, biar Arham yang gendong Arsyi bun". Ujar Arham pada Aisyah.
"Yasudah hati hati kamu bawanya". Ujarnya hanya diangguki oleh Arham.
"Semoga kalian berdua selalu bahagia". Gumam Aisyah menatap keduanya yang sudah menjauh.
"Seandainya saja Hasan juga menyusul kakak kembarannya menikah pasti seru". Ujar Aisyah sambil terkekeh.
"Bunda". Panggil Arham pada Aisyah.
"Eh iya kenapa Ham? sudah menidurkan Arsyi ke kamar?". Tanya Aisyah pada menantunya.
"Sudah dong bun, kalau belum ngga mungkin Arham ada dihadapan bunda". Jawabnya pada Aisyah sambil tersenyum tipis.
"Haha benar juga apa yang kamu ucapkan Ham, oh ya kamu belum makan?". Tanya Aisyah pada menantunya.
"Haha iyaa bunda, benar bunda Arham belum makan tapi nunggu ayah Adam pulang aja, biar makan barengan". Jawabnya pada Aisyah.
"Udah makan sekarang aja, ayah Adam masih lama nanti juga bunda yang temani Ham". Ujarnya pada Arham.
"Baiklah kalau begitu, gapapa Arham makan duluan bun?". Tanya Arham pada mertuanya.
__ADS_1
"Iyaa gapapa dong Ham, masa bunda larang sih". Jawabnya pada Arham.
"Hehe ya kan takutnya gitu bun". Ujarnya sambil tertawa kecil.
Aisyah meninggalkan menantunya yang sedang makan, ia sungkan jika berada berdua dengan menantunya yang menurutnya tidak baik, Aisyah memilih untuk rebahan di kamarnya karena merasa lelah hingga beberapa menit kemudian Aisyah tertidur dengan sangat lelap..
"Sayang bangun hei". Ujar Adam membuat Aisyah mengerjapkan matanya.
"Loh mas sudah pulang? maaf ya aku malah ngga nyambut saat kamu pulang mas". Ujar Aisyah pada suaminya dengan raut wajah merasa bersalah..
"Udah sayang ngga papa kok". Ujar Adam pada istrinya.
"Ah iyaa mas mau mandi dulu? makan dulu atau aapa dulu?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Mas sudah melakukan semuanya syang". Jawabnya pada Aisyah.
"Kenapa mas engga bangunin aku daritadi?" . Tanya Aisyah pada suaminya.
"Mas engga enak bangunin kamu sayang, jadi mas biarkan saja tetapi karena mumpung sekarang mendekati waktu menjelang adzan ashar mas bangunkan kamu". Jawabnya pada Adam.
"Ish aku kan jadi ngga melayani suamiku saat pulang mas ih". Ujarnya kesal pada sang suami.
"Sayang, mas ngga mau kamu capek, mas tau kamu seharian ini menghadapi sikap anak kita yang manja". Ujar Adam sambil menatap istrinya.
"Iyaa tapi kan mas--".
"Udah jangan banyak tapi tapi sayang, sekarang bangun terus bersihkan badan kamu dan kita siap siap sholat ashar berjamaah". Ujar Adam pada istrinya.
"Baiklah mas". Ujarnya pada sang suami.
"Iyaa sana sayangg, mas tunggu disini". Ujarnya hanya diangguki oleh istrinya.
Adam menunggu istrinya sambil membaca ayat suci al Qur'an, hinggaa beberapa menit kemudian Aisyah selesai membersihkan badannya membuat Adam menoleh pada istrinya, Aisyah menghampiri suaminya yang menatapnya dengan lembut.
"Sayangg, sudah?". Tanya Adam pada istrinya.
"Sudah mas, ayok kita ke ruang musholah". Jawabnya pada suaminya.
"Iyaa ayok sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Oh ya jangan lupa bangunkan anak anak mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Sayang sekarang Arsyi sudah mempunyai imamnya sendiri". Ujar Adam membuat Aisyah seketika sadar bahwa anaknya bukan seorang gadis.
...----------------...
Maaf ya gays sebelumnya, seperti biasa tiada bosan author mengatakan maaf karena selalu update telat ataupun engga update, karena Author kelelahan pulang kerja gays, mohon di maklumi ya gays, Terimakasih :)
Maaf juga kalau pada ujungnya aku ngga update, biasanya kuota habis atau akunya ketiduran gays, maafin aku sekali lagi ya guys, terimakasih sebelumnya ya gays:)
Jangan lupa juga Like and Comment juga Vote ya gays sebanyak banyaknya kalau bisa hehe:)
__ADS_1