Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 41


__ADS_3

Dua bulan kemudian wisuda Aisyah dilaksanakan setelah di mundurkan, seharusnya Aisyah dua bulan yang lalu sudah wisuda tetapi karena para dosen masih mengurus nilai makanya di mundurkan menjadi dua bulan selanjutnya.


Aisyah kini telah lulus kuliah dengan nilai tertinggi membuat kedua orangtuanya serta orang sekitarnya bangga, wisuda Aisyah berbarengan dengan Maryam dan juga Adinda , mereka wisuda disaksikan oleh keluarga kecil mereka bahkan anak mereka begitu gembira melihatnya.


"Selamat ya sayang, mas bangga sama kamu". Ujar Adam memberikan bucket pada istrinya.


"Makasih ya mas". Ujar Aisyah mencium tangan suaminya.


"Iyaa sama sama sayang". Ujar Adam sambil tersenyum pada istrinya.


"Selamat ya anak umi yang cantik, terimakasih telah membuktikan bahwa anak umi ini sangat membanggakan orangtua serta keluarganya". Ujar Umi Humairah memeluk putrinya tersebut.


"Terimakasih umi, ini semua jugaa berkat doa umi dan yang lainnya". Ujar Aisyah berkaca kaca menatapnya .


"Semoga kehamilanmu ini lancar sampai lahiran nanti". Ujarnya mengelus perut Aisyah yang rata.


Aisyah hamil untuk yang kedua kalinya karena ia lupa memakan obat pencegah kehamilan, tetapi ia tetap menjalani nya sambil mengurus ketiga anaknya yang masih pada kecil, untung saja keluarganya juga ikut membantu ia mengurus anaknya termasuk suaminya.


Adam serta anaknya menghampiri Aisyah, Baby Arsyi yang sudah lancar berjalan pun memeluk Aisyah membuat sang empunya menatap kebawah, menemukan anaknya yang sangat imut memakai kerudung.



"Masya Allah anak bunda cantik sekali sayang". Ujar Aisyah menggendong anaknya.


"Sayang, kamu lagi hamil loh". Ujar Adam pada Istrinya.


"Ya emang kenapa mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Gaboleh gendong sayang, takutnya kenapa napa sama kehamilan kamu". Jawab Adam pada istrinya.


"Ya masa aku harus diem aja mas, kan aku juga pengen gendong baby Arsyi". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Yaudah boleh sayang, tapi hatihati yaa jangan sampai kamu kena tendang kaki baby Arsyi". Ujar Adam pada istrinya.


"Oke aman mas". Ujarnya sambil tersenyum.


Aisyah membawa baby Arsyi menemui teman temannya, begitu juga dengan Maryam dan Adinda, teman mereka memegang pipi baby Arsyi yang gembul, membuat Baby Arsyi tertawa dan semuanya gemas menatap para bayi tersebut.


"Masya allah, cantik sekali kamu sayang". Ujar salah satu teman Aisyah.


"Makacih Nty". Oceh Baby Arsyi.


"Ihh gemas bangett sih Syah anak kamuu". Ujarnya menatap Baby Arsyi.


"Ahh pengen dong yang kaya gini satu". Ujar seseorang disamping Adinda..

__ADS_1


"Nikah sanaa". Ujar Adinda terkekeh.


Beberapa jam kemudian Aisyah dan keluarga kecil nya sudah pulang ke rumah, Aisyah langsung membersihkan badannya karena gerah, sedangkan Adam dan anaknya tiduran di ranjang karena lelahnya.


"Yah". Oceh Baby Hasan padanya.


"Iyaa jagoan ayah? kenapa?". Tanya Adam menatap Baby Hasan.


"Yah nda ana?". Ocehnya pada Adam.


"Bunda lagi mandi sayang, tunggu ya sayang, kamu lapar ya". Ujar Adam pada Baby Hasan.


"Oke Yah". Ocehnya pada Adam.


"Pinternya anak ayah". Ujar Adam mengelus rambut anaknya.


Beberapa menit kemudian Aisyah keluar dari kamar mandi, ia menghampiri suaminya yang terlelap bersama para anaknya, ia mengelus pipi suaminya membuat Adam terjaga, Adam langsung duduk lalu menatap istrinya.


"Mas mandi dulu sana". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Baiklah sayang, oh ya tadi Baby Hasan lapar, nunggu kamu sampai ketiduran". Ujar Adam pada istrinya.


"Ah maafin bunda sayang, lama ya nunggu bunda". Ujar Aisyah mengusap pipi gembul anaknya.


"Hoaaam nda". Oceh Baby Hasan melihat Aisyah.


"Yehh Yehh". Oceh Baby Hasan digendongan Aisyah.


Beberapa menit kemudian Adam keluar dari kamar mandi, ia tidak melihat keberadaan istrinya serta Baby Hasan, mungkin sedang di dapur pikirnya. Adam memakai baju yang telah disiapkan oleh istrinya, lalu ia menoleh ke kasur ternyata kedua anaknya masih terlelap.


"Mas, Baby Husein sama Baby Arsyi belum bangun?". Tanya Aisyah saat melihat suaminya.


"Belum sayang, mereka masih anteng tidur". Jawab Adam pada istrinya.


"Syukurlah, tetapi udah kamu tutupkan kasurnya agat tidak jatuh ke bawah?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Alhamdulillah sudah sayang". Jawab Adam pada istrinya.


"Syukurlah mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Anak jagoan ayah, udah makannya sayang?". Tanya Adam sambil menatap Baby Hasan.


"Dah Yah". Oceh Baby Hasan membuat keduanya tersenyum senang.


"Gemesin banget sih kamu nak". Ujar Adam mengecup pipi gembul anaknya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka kembali ke kamar karena Baby Hasan tidur, Aisyah menidurkan nya di kamar anaknya, ia menatap kedua anaknya yang masih terlelap, Adam pun menghampiri kedua anaknya lalu memegang keningnya.


"Kenapa mas megang kening mereka? sakit emangnya?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Iyaa takutnya sakit seperti waktu itu sayang". Jawab Adam pada istrinya.


"Ohh yaudah mas kalau emang gaada kerasa panas atau apapun yaudah biarin aja mereka tidur". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa sayang, kamu udah nyetok asi di kulkas?". Tanya Adam pada istrinya.


"Udah mas, biar nanti kalau mereka nangis bisa Mira dan Ambar yang mengasih mereka asi nya". Jawab Aisyah pada suaminya.


"Baguslah sayang". Ujar Adam pada istrinya.


Beberapa jam kemudian, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul jam 3 sore, Aisyah membangunkan suaminya untuk melaksanakan sholat ashar berjamaah , Adam pun segera bangun saat istrinya membangunkan dirinya.


"Kemarin hafalannya surat yang pendek, sekarang yang panjang". Ujar Adam pada istrinya.


Aisyah pun menutup al Qur'an nya serta membacakan surat Yaa Sin, ia menyelesaikan hafalannya dengan lancar karena surat Yaa Sin selalu dibaca setiap malam Jum'at bersama keluarga nya saat ia belum menikah.


"Masya Allah istriku semakin lancar pembacaan nya sayang". Ujar Adam saat istrinya selesai membaca.


"Terimakasih mas, ini semua juga berkat bimbingan dari kamu mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Hadiahnya nanti nyusul ya sayang, mas lupa beli tadi". Ujar Adam pada istrinya.


"Gapapa mas, aku membaca hafalan bukan karena ingin mendapatkan hadiah dari kamu mas, tapi emang itu semua karena Allah". Ujar Aisyah membuat Adam tersenyum haru.


"Masya Allah pintar sekali istriku ini". Ujar Adam mengecup kening istrinya.


"Jelas mas". Ujar Aisyah pada suaminya terkekeh.


Mereka berdua keluar dari ruang musholah, saat keluar mereka berdua melihat Ambar dan Mira yang sedang mengasuh anak mereka, walau pertama kali Aisyah merasa tidak percaya mengerjakan babysitter.


Tetapi melihat Ambar dan Mira menyayangi anaknya layaknya anak sendiri, Aisyah mempercayai mereka begitupun dengan Adam, keduanya saling memandang serta tersenyum tipis melihat pemandangan didepannya.


"Anak bunda udah pada bangun ternyata". Ujar Aisyah menghampiri mereka.


"Yah Nda Yah Nda". Oceh mereka melihat ayah dan bundanya.


"Iyaa syaang sini sama bunda". Ujar Aisyah membuka tangannya tetapi mereka begitu lengket pada Mira dan Ambar.


"Aduh kak Aisyah kak Adam, sepertinya mereka jadi lengket sama kita". Ujar Ambar tertawa melihat Baby Hasan memeluknya.


"Sedih deh bunda". Ujar Aisyah berpura pura sedih.

__ADS_1


Muka ketiga anaknya langsung berubah, lalu menghampiri Aisyah dan memeluk nya, membuat yang berada disana menahan tawanya karena ketiganya sangatlah pintar, Adam mengelus kepala mereka berempat.


__ADS_2