Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 100


__ADS_3

Empat bulan kemudian...


Aisyah dan Adam yang sedang duduk memperhatikan semua anaknya kecuali Hasan yang sudah kembali ke pesantren semenjak sembuh, saat mereka sedang asik menatap anak anaknya tiba tiba saja keduanya melihat Baby Kahfi yang bangun dari tidurnya lalu duduk kemudian berdiri sendiri.


Aisyah dan Adam masih terpaku melihat perkembangan anaknya, bahkan ketika Baby Kahfi sudah berada dihadapannya dengan senyumannya yang mengembang, Aisyah tersenyum senang melihat anaknya berjalan menghampiri mereka berdua.


"Masya Alah mas, Baby Kahfi bisa berjalan walaupun pelan tanpa bantuan dari kita"..Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa syang kamu benar". Ujar Adam pada istrinya.


"Sini sayangnya bunda". Ujar Aisyah merentangkan tangannya pada Baby Kahfi.


"Ayok jagoan ayah kamu pasti bisa". Ujar Adam menatap anaknya yang berjalan perlahan lahan ke arah mereka berdua.


"Ayok sini sayang". Ujar Aisyah dengan senyum bahagianya menatap Baby Kahfi.


Baby Kahfi terus berjalan perlahan lahan ia hampir sampai dalam pelukan bundanya, hingga kini ia berhasil masuk ke dalam pelukan Aisyah membuat Aisyah tersenyum senang begitupun dengan Adam, Arsyila menghampiri mereka dengan membawa buku yang mungkin ada pertanyaan sulit dijawab.


"Bunda Ayah".. Panggil Arsyi pada mereka berdua.


"Iyaa kenapa sayang?". Tanya Adam dan Aisyah bersamaan pada Arsyila.


"Kakak malu bunda hiks". Jawabnya sambil terisak.


"Malu kenapa syaang?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Mereka bilang kakak ngga pandai dalam membaca al Qur'an ayah bunda". Jawabnya dengan sesegukan.


"Kata siapa anak ayah yang cantik ini ga pandai membaca al Qur'an? bilang sama ayah sayang". Ujar Adam pada anaknya.


"Temen temen sekolah kakak ayah, ayah liat aja mereka bahkan menulisnya di buku kakak hiks hiks". Ujarnya memperlihatkan tulisan besar pada Adam.


Adam mengambilnya setelah nya ia merasa kesal terhadap seseorang yang membuat anaknya menangis, liat saja Adam akan membalasnya melewati prestasi anaknya nanti, Adam mengelus rambut anaknya untuk menenangkan sang anak.


"Kakak jangan nangis, kalau mereka mengejek kakak lagi di sekolah jangan didengar yaa sayang, anggap saja mereka itu radio rusak". Ujar Adam sambil mengelus kepala anaknya.


"Iyaa ayah ngga akan kok, tapi kakak takut dibully lagi ups keceplosan". Ujarnya membuat Adam dan Aisyah menoleh kaget.


"Kakak dibully!!?". Tanya mereka berdua dengan bersamaan pada Arsyila.


"Heheh anggap aja kakak ngga bicara apa apa bun yah". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan mereka berdua.


"Sayangg! loh kok malah pergi sihh". Ujar Aisyah pada suaminya.


Adam langsung menyuruh Davin mencari permasalahan yang dihadapi anaknya, dengan sigap Davin mengerjakan nya karena kesal ada yang membully ponakannya, Aisyah hanya bisa menghela nafasnya agar hatinya tenang walaupun ia tidak terima anaknya di bully.


Ting!


...Davin Adik Ipar...


...Online...


Assalamualaikum bang


^^^Waalaikumussalam, gimana?^^^


Yang melakukan pembullyan adalah orang berbeda agama dengan Arsyila, mereka non muslim makanya membully keponakan ku karena mereka pikir hanya Arsyila yang beragama Islam padahal masih banyak lagi bang.


^^^Siapa mereka? orangtua meraka apakah bekerja sama dengan perusahaan kita?^^^


Benar bangg, ada begitu banyak orang beragama non muslim tetapi hanya empat orang yang merendahkan Arsyila. Dua cowok dan Dua cewek bang untung saja Arsyila bisa menjaga diri dari kedua cowok tersebut.


^^^Baiklah, biarkan saja mereka bermain tetapi jika Arsyila di bully kembali, batalkan kontrak kerja sama kita dengan perusahaan orangtua keempatnya^^^

__ADS_1


Siappp abanggg


"Bagaimana mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Ada empat orang yang membully anak kita syang, tapi mas memberikan mereka waktu bermain, tetapi jika Arsyila mendapatkan pembullyan lagi mas tidak akan segan segan membatalkan kerja sama bersama mereka".. Jawab Adam sambil mengepalkan tangannya.


"Apa ngga berlebihan mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Engga sayang". Jawabnya dengan santai.


"Tapi--eh loh abang mau kemana?". Ucapan Aisyah terpotong karena melihat anaknya.


"Abang mau ke kamar kakak bun, kayanya lagi sedih soalnya daritadi diam aja". ujarnya pada Aisyah.


"Ah baiklah syang, tanyakan ya kenapa dengan kakakmu itu". Ujar Aisyah diangguki oleh anaknya.


Aisyah dan Adam menghampiri Ayra dan Alyssa yang sedang menggambar sesuatu, keduanya duduk membuat sikembar menoleh pada orangtua nya yang menatap merekea dengan raut wajah tersenyum. Ayra memghampiri Baby Kahfi yang melihatnga sambil tersenyum.


"Bunda, Ay mau menyanyikan lagu sholawat". Ujarnya pada Aisyah.


"Masya Allah benarkah? yaudah bunda akan mendengarkan syang". ujar Aisyah dengan tersenyum senang.


"Setelah Ayra, Alyssa juga mau bunda". Ujar Alyssa padanya.


"Iya sayang, sekarang Ayra dulu yang menyanyikan lagu sholawat"..Ujar Aisyah membuat anak Anakknya mengangguk.


"Ayok ayah juga mau dengar".. Ujar Adam tersenyum menatap anaknya.


*Bidadari didadam


Bidadari didadam


Bidadari didadam


Dengan kasihmu ya Rabbi


Berkahi hidup ini


Dengan cintamu ya Rabbi


Damaikan hati ini


Saat salahku melangkah


Gelap hati penuh dosa


Beri ku jalan berarah


Temui mU di surga.


Terima sembah sujudku


Terimalahh doaku..


Terima sembah sujudku


Izinkan ku bertabiat.


Maulana ya maulana..


Ya sami'duana


Maulana ya Maulanaa...

__ADS_1


Ya sami'duana*


Ayra selesai menyanyikan lagu sholawat membuat Aisyah dan Adam bertepuk tangan karena suara anaknya merdu, Alyssa yang melihat itupun ingin sekali dipuji oleh ayah dan bundanya, kini giliran ia yang maju ke depan.


"Okee syaang, kamu juga mau nyanyi sholawat?". tanya Aisyah pada anaknya.


"Iya bunda". Jawabnya pada Aisyah.


"Lagu sholawat apa syang?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Lagu sholawat Qomarun". Jawabnya pada Aisyah.


"Baiklah silahkan mulai nyanyiannya". Ujar Adam layaknya juri.


"Baik siap tuan". Ujar Alyysa membuat mereka tertawa bersama.


*Qomarun Qomarun


Qomarun sidnan nabi


Qomarun....


Wajamil wajamill


Wajamil sidnan Nabi..


Wajamil..


Wakafful mustofa kalwardi Nadi


Allah Allah


Wa Itruhayabqo idza massat ayadi


Allah Allah


Oohh.. Wa Amma waluha kullal'ibadi


Wa Ammana waluha kullai'Ibadi


Wa Ammana waluha kulkas'Ibadi


Habibullahi ya khoiril baroyaaa*..


Beberapa menit kemudian Alyssa selesai menyanyikan lagu sholawat, membuat yang lainnya tepuk tangan yang meriah karena Arsyila dan Husein sudah tiba dii ruang tengah, Alyssa yang diberikan tepuk tangan seperti itupun tersenyum senang.


"Wah suara kamu bagus banget saayang". Ujar Aisyah sambil mencium pipi anaknya.


"Iya benar anak ayah yang ini suara nya bagus". Ujar Adam yang juga mencium pipi anaknya.


"Masya Allah kamu hebat loh dek". Ujar Arsyila pada adiknya.


"Benar itu apa yang dibilang sama Kak Arsyila". Ujar Husein menatap adiknya.


"Ya benar suara kamu bagus mengalahkan suara ku". Ujar Ayra dengan kesal.


"Hahah dasar, kalian itu suaranya sama kok, sama sama bagus karena turun dari bunda dan ayah, iya kan yah?" Tanya Aisyah pada suaminya.


"Iyaa benar apa yang di bilang oleh bunda kalian"..Jawabnya sambil tersenyum pada anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka makan siang bersama, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kkemudian mreka selssai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun.


...****************...

__ADS_1


Maaf cuma bisa update satu bab, aku kapok kemarin ponselku blank+panas bangett 😭😭


__ADS_2