
"Apa keputusan kamu sayang?". Tanya Aisyah pada putrinya.
"Entahlah bunda, Arsyi bingung harus bagaimana". ujarnya pada sang bunda.
"Lagian yaa bunda ngapain sih abang Arham lamar Arsyi di umur Arsyi belum ngerti soal seperti itu". Ujar Arsyila lagi pada bundanya.
"Berarti Arham ngga mau ada yang lebih dulu meminang kamu nantinya sayang". Ujar Aisyah padanya.
"Iyaa tapi engga harus di umur aku yang masih 13 tahun dong bunda". Ujar Arsyila dengan kesal.
Aisyah yang mendengar itupun merasa benar apa yang dikatakan putrinya, tetapi mau bagaimanapun tergantung Arham kapan dia ingin melamar anaknya, karena Arham yang akan melamar bukan anaknya yang akan melamar seorang laki laki.
"Sayang, Arham belum resmi melamar kamu karena Arham pernah bilang sama bunda, akan melamar resmi saat kamu berumur 20tahun sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Heum terus kenapa bunda nanya keputusan akunya dari sekarang? padahal masih 7tahun lagi kan bunda". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Iyaa bunda tau sayang, bunda hanya ingin kamu bisa mengambil keputusan yang tepat aja takutnya kan berubah pikiran". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Heum baiklah bunda nanti Arsyi pikirkan lagi". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Baiklah sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa bunda, Arsyi ke kamar dulu ya bunda". Ujar Arsyila padanya.
"Iyaa sayang". Ujar Aisyah tersenyum tipis pada anaknya.
Melihat kepergian anaknya, Aisyah pun bangkit dari duduknya menghampiri Kahfi yang sedang bermain mobil mobilan sendirian, ia duduk menatap putranya dengan penuh kasih sayang membuat Kahfi menoleh.
"Bunda sejak kapan disana? Kak Arsyi mana?". Tanya Kahfi menghampiri bundanya.
"Bunda baru aja kok sayang, kalau Kak Arsyi ke kamarnya sayang". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Bunda, Kak Arsyi ngga papa kan?". Tanya Kahfi menatapnya.
"Iyaa Kak Arsyi engga kenapa napa sayang". Jawab Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.
"Beneran bunda? tapi Kak Arsyi kelihatan kesal saat adek liat". Ujar Kahfi menatap bundanya.
"Iyaa beneran sayang, Kak Arsyi mungkin sedang datang bulan". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Heum gitu ya bunda". Ujarnya pada Aisyah.
"Iyaa sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
Ting!
...Abang Hasan π€πβ€...
...Online...
__ADS_1
Assalamu'alaikum bunda cantikku π€β€
^^^Waalaikumussalam anak gantengnya bunda sayangπ€β€^^^
Bagaimana kabar bunda dan yang lainnya?
^^^Alhamdulillah kita semua baik sayang, bagaimana kabar kamu di pondok? baik baik aja kan sayang? engga ada masalahkan? kamu ngga lagi sakit kan sayang?^^^
Haha bunda banyak sekali pertanyaannya π€ aku harus jawab satu satu apa semuanya bunda? π
^^^Jawab semuanya sayang jangan satu satu^^^
Baiklah bunda, Alhamdulilah kabar abang baik baik saja di pondok, engga ada masalah apapun bunda , kalau abang sakit ngga mungkin abang bisa pegang ponsel bunda yang ada abang ngga akan kuat megang ponsel π
^^^Syukurlah kalau abang baik baik saja, jangan sampai membuat khawatir ya bangg^^^
Iyaa siap bunda sayangku, udah dulu ya bunda sayang soalnya hanya sebentar abang bisa megang ponselnya, Titip salam rindu abang sama yang lain, Wassalamualaikum bunda cantikku ππ€β€
^^^Iyaa syaang, ingat jaga kesehatan kamu baik baik sayang, iyaa nanti bunda salamkan rindu kamu pada mereka, waalaikumussalam anak bunda yang ganteng ππ€β€^^^
Aisyah menyimpan ponselnya ketika selesai chatting dengan anaknya, Kahfi menghampiri bundanya yang tersenyum menatap ponselnya membuatnya penasaran pada sang bunda, Aisyah menoleh pada anaknya yang menatapnya dengan pandangan bertanya.
"Ini dari abang Hasan sayang, ada salam rindu dari abang buat kalian". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Wah abangnya masih aktif ngga bun ponselnya?". Tanya Kahfi dengan heboh.
"Yah engga sayang, ponsel abangnya udah dikumpulin lagi pada ustadz". Jawabnya membuat Kahfi kecewa.
"Iyaa maaf ya sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa gapapa bunda, lain kali pasti abang akan menghubungi kembali kan". Ujar Kahfi pada bundanya.
"Iyaa sayang pasti abang akan menghubungi kita kembali atau perlu kita yang datang menjenguk abang di pondok". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Bener ya bunda?". Tanya Kahfi menatap bundanya.
"Iyaa benar sayang". Jawab Aisyah tersenyum tipis pada anaknya.
"Horeee adek seneng banget bunda dengernya"..Ujar Kahfi sambil tersenyum senang pada bundanya.
"Iyaa sayang bunda juga senang akan bertemu dengan abang lagi". Ujar Aisyah pada anaknya.
Beberapa menit kemudian Adam pulang dengan jas kantornya, Aisyah menyalimi suaminya diikuti oleh anaknya Kahfi karena yang lain masih di kamarnya, Adam mencium kening mereka berdua karena hanya ada mereka.
"Ayah bawa makanan kesukaan Kahfi nih". Ujar Adam pada anaknya.
"Wah cake macha topping keju yang banyak makasih ayahh". Ujar Kahfi dengan tersenyum pada ayahnya.
"Iyaa sama sama jagoan ayah". Ujar Adam pada anaknya.
__ADS_1
"Kalau untuk bunda mana yah?". Tanya Aisyah pada suaminya dengan cemberut.
"Tentu ada dong bunda sayang, ini dia bolu lumer kesukaan kamu". Ujarnya mengeluarkan sesuatu dari mobil pada istrinya.
"Wah makasih ya suamiku". Ujar Aisyah pada suaminya sambil tersenyum senang.
"Iyaa sama sama sayang". Ujar Adam mengecup keningnya.
"Ayahhh ihh". Ujar Kahfi kesal menatap ayahnya.
"Kenapa sih jagoan ayah ini". Ujar Adam menatap anaknya.
"Jangan kelamaan diem disini, emangnya ayah engga lelah gitu berdiri daritadi?". Tanya Kahfi perhatian ayahnya.
"Iyaa ayah lelah, tetapi setelah anak anak ayah lelah ayah menjadi terobati". Jawabnya pada anaknya.
"Ayo sini Kahfi pijitin badannya Yah". Ujar Kahfi pada ayahnya.
"Iyaa makasih sayang". Ujar Adam sambil tersenyum tipis pada anaknya.
Kini Adam sedang duduk bersama istri dan anaknya, dengan Kahfi yang sibuk memijit kaki Adam yang di naikan ke atas sofa dengan susah payah tangan kecil Kahfi memijit kaki ayahnya yang besar.
"Keras banget sih yah". Keluh nya pada ayahnya.
"Haha namanya Kaki orang dewasa sayang". Ujar Aisyah tertawa pelan pada anaknya.
"Iyaa ya bunda, soalnya kaki Kahfi ngga keras seperti ayah". Ujarnya sambil bersandar pada belakang kursi sofa.
"Uluh Uluhh jagoan ayah capek ya". Ujar Adam pada anaknya.
"Iyaa habisnya kaki ayah keras banget". Ujar Kahfi pada ayahnya.
"Hahah maaf ya sayang". Ujar Adam pada anaknya.
"Eh ayah udah pulang". Ujar Arsyila dan ketiga adiknya yang baru turun.
"Udah dong sayang, kalau belum ayah engga akan duduk disini". Ujar Adam terkekeh pada anaknya.
"Hehe iyaa juga ya yah". Ujar Arsyila sambil cengengesan.
"Oh ya ayah bawa makanan kesukaan kalian nih". ujar Adam pada mereka berempat.
"Wahh cake, makasihh ayahh". Ujar mereka kompak saat melihat cake kesukaan mereka.
"Iyaa sayang sama sama, yaudah kalian makan dong cake nya". Ujar Adam pada anak anaknya.
"Iyaa siap ayah". Ujar mereka pada Adam.
Adam dan Aisyah menatap mereka dengan senyuman lembutnya, walaupun kurang Hasan diantara mereka saat ini tetapi setidaknya mereka tetap senang, apalagi Aisyah yang tadi mendapatkan pesan dari anaknya membuatnya merasa tenang.
__ADS_1
"Semoga kalian semua menjadi anak anak yang membanggakan nusa dan bangsa". Gumam Aisyah terdengar oleh suaminya.
"Aamiin yaa rabbal'alamin sayang". Ujarnya pada istrinya.