Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 148


__ADS_3

"Kamuu!!". Teriak keduanya terkejut.


"Kalian saling kenal?". Tanya Aisyah pada keduanya.


"Abang ini yang nolongin aku bunda, yang pernah aku ceritakan sama bunda dan juga ayah". Jawabnya dengan pelan.


"Emangnya kenapa sayang?". Tanya seorang wanita pada anaknya.


"Abang ini yang nolong aku saat akan diculik bunda". Jawabnya pada bundanya yang tak lain bernama Syifa.


"Astagfirullah, kapan sayang? kenapa kamu ngga bilang sama bunda ataupun ayah?". Tanya Bunda Syifa pada anaknya.


"Masa bunda lupa sih? padahal aku udah pernah cerita loh sama bunda juga ayah". Ujarnya pada bundanya.


"Yaudah, itu sudah berlalu sekarang kita fokus pada pembicaraan kita kali ini". Ujar Syamil yang merupakan ayahnya.


"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan pembicaraan kita". Ujar Adam pada Syamil.


Mereka kembali membicarakan soal pernikahan antara Husein dan Annisa, sementara kedua anak itu hanya terdiam mendengarkan namun keduanya saMa saMa terkejut karena pernikahan mereka akan dilaksanakan beberapa bulan lagi.


Untung aja bukan beberapa minggu lagi. Batin Husein menghela nafasnya panjang.


"Kamu kenapa sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Kenapa apanya bunda?". Tanya Husein padanya.


"Iyaa kamu menghela nafas terus kenapa?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Husein gapapa kok bunda, kalau engga nafas Husein udah meninggal dong". Ujarnya pada bundanya.


"Husstt kamu Tuh bicara ngelantur". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Lah kok jadi aku yang salah sih bun, kan aku bener jawabnya". Ujar Husein pada bundanya.


"Udahh jangan debat lagii, malu sama calon besan". Ujar Adam saat melihat istrinya hendak membuka mulutnya.


"Iya Yahh maaf". Ujar mereka berdua pada Adam.


"Kita lanjutkan kembali ke topik awal". Ujarnya pada mereka semua.


Mereka pun kembali berbincang mengenai pernikahan anak anak mereka, hingga beberapa jam kemudian Keluarga dari Annisa berpamitan untuk pulang pada Aisyah dan juga Adam serta Husein yang masih setia duduk dikursi.


Setelah melihat kepergian mereka barulah Husein beranjak dari duduknya, membuat Aisyah dan Adam menggelengkan kepalanya melihat sikap anaknya, Husein sendiri hanya acuh padahal Husein terkenal dengan lemah lembutnya.


"Kenapa dengan anak kita mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Mas juga ngga tau sayang". Jawabnya pada istrinya.


"Heum yaudah kalau gitu kita tanya aja sama Husein langsung mas". Ujar Aisyah pada suaminya.

__ADS_1


"Jangan sayang, biarkan Husein menenangkan dirinya sendiri, mas takut Husein banyak pikiran". Ujar Adam pada istrinya.


"Benar juga apa yang mas bilang ya". Ujar Aisyah sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Bundaa, bantuinn aku bundaa". Ujar Alyssa yang datang tiba tiba membuat keduanya menoleh.


"Bantu apa sayang kenapa?". Tanya Aisyah pada anaknya dengan cemas.


"Rambut aku kelilit sisir bunda ihh". Jawabnya dengan terus memegang rambutnya.


"Loh gimana bisa gini sih sayangg?". Tanya Aisyah yang mencoba membuka lilitan tersebut.


"Ngga tau bunda ihh sedih banget deh". Jawabnya pada bundanya.


"Kamu tuh udah masuk kepala dua loh, tapi kenapa bisa sampai begini sih nak?". Tanya Adam pada anaknya.


"Ngga tau Ayahh ihh". Jawabnya dengan cemberut.


"Potong aja gimana sayang rambutnya?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Ahh tapi sayang tau kalau dipotong bunda". Jawab Alyssa pada bundanya.


"Ya habis mau gimana sayang, susah loh ini". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Heum yaudah deh potong aja, gapapa". Ujar Alyssa pada bundanya.


"Mas tolong ambilin gunting di dapur". Ujar Aisyah pada suaminya.


Aisyah hendak memotong rambut anaknya tetapi terhentikan karena tiba tiba Ayra datang membantunya untuk membuka rambut Alyssa yang terlilit di sisir, hingga beberapa menit kemudian rambut Alyssa pun terselamatkan tidak terlilit lagi berkat Ayra.


"Waah makasih ya kak, berkat kakak rambut aku lepass". Ujar Alyssa pada kakak kembarannya.


"Iyaa sama sama dek". Ujar Ayra pada Alyssa.


"Ohh ya kak Ayra mau kemana? rapih bener?". Tanya Alyssa padanya.


"Iyaa juga yaa kamu mau kemana nak?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Biasa bunda mau ngajar anak anak". Jawabnya pada sang bunda.


"Yaudah sayang, hati hati dijalannya yaa". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Okee siap bunda". Ujar Ayra sambil tersenyum pada bundanya.


"Bunda, Alyssa mandi dulu ya hehe". Ujarnya sambil cengengesan pada bundanya.


"Ish jadi kamu belum mandi daritadi sayang? pantas saja bau asem kamu tuh". Ujar Aisyah sambil mengapit hidungnya menggunakan jari..


"Ihh ayahh bundanya nyebelin banget sih". Rengek Alyssa pada ayahnya.

__ADS_1


"Hahaha ya emang bau asem sayang". Ujar Adam sambil tertawa kecil pada anaknya.


"Ihh ayah sama bunda sama sama nyebelin, tau ah kesel". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan kedua orangtuanya.


"Yahh ngambek deh dia sayang". Ujar Adam pada sang istri.


"Biarin aja mas, nanti juga baikan lagi". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Heum yaudah deh kalau gitu sayang". Ujar Adam pada Istrinya.


"Iyaa mas". Ujar Aisyah pada suaminya sambil tersenyum manis pada suaminya.


"Sayang, kita istirahat aja yuk". Ajak Adam pada istrinya.


"Iyaa ayok mas". ujar Aisyah pada suaminya.


Mereka berdua beranjak dari duduknya lalu pergi menuju kamarnya, selama dalam perjalanan menuju kamar Aisyah selalu menyandar pada bahu suami tercintanya, hingga akhirnya mereka sampai dikamarnya dan hendak masuk kedalam.


"Bunda ayah tunggu". Ujar Husein pada mereka berdua.


"Iyaa kenapa nak?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Maafin abang ya bunda ayahh, kalau abang punya salah sama bunda dan juga ayahh". Jawabnya sambil menundukkan kepalanya.


"Sayang, kamu ngga punya salah apa apa sama bunda maupun ayahh, kenapa tiba tiba kamu begini?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Aku engga papa bunda ,hanya saja aku merasa punya salah aja sama ayah dan juga bunda". Jawabnya pada bundanya.


"Sudah ya sayang, kamu ngga punya salah apa apa sama ayah maupun bunda". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Baiklah bunda terimakasih, selamat beristirahat ya bunda ayahh". Ujar Husein diangguki oleh kedua orangtuanya.


Husein menatap pintu kamar kedua orangtuanya dengan sedih, hingga akhirnya ia berbalik badan memasuki kamarnya sendiri , Husein kembali termenung memikirkan pernikahannya dengan Annisa hingga membuatnya merasa lelah memikirkannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nulis Bab \= Selasa , 18 April 2023


Update Bab \= Rabu, 19 April 2023


Author mulai lanjut ngetik jam 11.37 siang gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis baru ada 200 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)


Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 14.30 siang karena tadi banyak yang belanja di toko gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh waktu istirahat sebentar gays :)


Author lanjut lagi nulis jam 19.00 malam karena author baru aja pulang kerja gays :) , jadi maaf kalau lama ya karena author juga butuh waktu istirahat saat pulang kerja nya ya gays :)


Jangan lupa Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)


MINAL AIDZIN WALFAIDZIN

__ADS_1


MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YA PARA READERS KESAYANGAN KU :)


__ADS_2