
Arsyila dan Arham menginap di rumah kediaman kedua orangtua Arsyila, mereka berdua tengah berada di halaman belakang menatap pemandangan yang indah di hadapannya, Arham mencium tangan istrinya membuat Arsyila menoleh pada suaminya.
"Kenapa mas?". Tanya Arsyila pada suaminya.
"Engga papa sayang". Jawabnya pada sang istri..
"Oh ya mas, gimana kerjaan kamu?". Tanya Arsyila pada suaminya.
"Alhamdulilah kerjaan aku semakin berkembang pesat sayang, oh ya sayang kamu mau lanjut kuliah?". Tanya Arham pada istrinya.
"Alhamdulilah syukur kalau begitu mas, pengen sih kuliah , tadinya aku pengen jadi guru Agama, tapi sekarang udah nikah jadi ibu rumah tangga aja mas". Jawab Arsyila pada suaminya.
"Loh padahal gapapa sayang kalau kamu ngelanjutin kuliah". Ujar Arham pada istrinya.
"Ngga mas , aku lebih baik jadi ibu rumah tangga apalagi nanti akan ada anggota baru". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Heum yaudah kalau gitu". Ujar Arham pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Arsyila pada suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka memasuki rumah kembali, Kahfi menghampiri keduanya lalu memeluk Arsyila membuat sang empunya terkejut dengan tingkah adiknya, saat ditanya ternyata adiknya itu sudah sangat merindukan dirinya.
"Padahal kakak ada dirumah sayang, ngga jauhh kok lagi ditaman tadi". Ujar Andira pada adiknya.
"Bagi aku masih jauh kak". Ujar Kahfi padanya.
"Heum iyaa deh gimana kamu aja dek". Ujar Arsyila pada adiknya sambil tersenyum tipis.
"Bang Arham, kapan debay hadir?". Tanya Kahfi pada Arham.
"Abang juga lagi nunggu kehadiran baby di perutnya kakak kamu". Jawab Arham pada adik iparnya.
"Heum semoga aja abang sama kakak cepat diberikan keturunan yang lucunya kaya aku, Aamiin yaa rabbal'alamin". Ujar Kahfi membuat keduanya tersenyum tipis pada Kahfi.
"Aamiin yaa rabbal'alamin, makasih doanya sayang". Ujar Arsyila pada adiknya.
"Iyaa sama sama kak". Ujar Kahfi sambil tersenyum senang pada kakanya.
"Yaudah yuk masuk kedalam sayang". Ajaak Arsyila pada adiknya.
"Iyaa ayok kaak". Ujarnya sambil memegang tangan Arham dan juga Arsyila.
Arsyila dan Arham saling menoleh saat Kahfi begitu seperti anak kecil yang menggandeng kedua orangtuanya, Aisyah dan Adam yang melihat pun tersenyum senang melihatnya apalagi terlihat seperti keluarga sempurna.
"Kapan calon cucu bunda hadir di perut kamu sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.
__ADS_1
"Doakan saja bunda, semoga secepatnya aku dan Mas Arham diberikan keturunan oleh Allah Swt". Jawabnya pada sang bunda.
"Iyaa bunda akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu sayang". Ujarnya pada anaknya.
"Makasih yaa bunda". Ujar Arsyila memeluk bundanya dengan manja.
"Iyaa sama sama sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Bunda kayanya aku pengen rujak deh, siang siang gini enak makan rujak". Ujarnya dengan tiba tiba pada bundanya.
"Kamu pengen rujak sayang?". Tanya Aisyah mencoba untuk tetap tenang.
"Iyaa bunda bikinin ya". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Agak pedes ya bunda, jangan terlalu pedes, sebelumnya terimakasih ya bundaku sayang". Ujar Arsyila pada bundanya .
"Iya sayang sama sama, apasih yang engga untuk anak bunda yang cantik ini". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.
Arsyila yang mendengar itupun hanya tersenyum senang pada bundanya, sambil menunggu bundanya selesai membuat rujak buah Arsyila selalu bermanja pada Adam ayahnya, membuat Arham merasa heran dengan sikap istrinya yang begitu manja akhir akhir ini.
Apa jangan jangan istriku ini hamil tanpa merasakan gejalanya?. Batin Arham sambil bertanya tanya.
"Sayang nih rujak buah yang kamu mau". Ujar Aisyah membuyarkan lamunan Arham.
"Wahh makasih bunda, enak kayanya". Ujar Arsyila sambil menelan ludahnya.
"Hahaa benar apa yang dibilang sama Kahfi kak". Ujar Ayra sambil tertawa pelan.
"Jangan menghina gitu ah". Ujar Aisyah pada mereka semua.
"Iyaa maaf bunda, engga kok". Ujar mereka dengan kompak kecuali Arsyila yang sudah fokus memakan rujak buah buatan bundanya.
"Sayang, pelan pelan aja makannya, nanti kesedak loh sayang". Ujar Arham khawatir pada istrinya.
"Habisnya enak bangett tau mas, cobain deh". Ujarnya pada sang suami.
"Sayang, mas kan ngga terlalu suka pedas, kamu aja yang makan". Ujar Arham pada istrinya.
"Ah iyaa bagaimana bisa aku lupa ya? maaf ya mas". Ujarnya dengan berkaca kaca.
"Udah sayang gapapa kok, lanjut makan rujaknya lagi aja syaang". Ujar Arham sambil tersenyum tipis pada istrinya.
"Baiklah mas, aku habiskan dulu rujak buah nya bari deh kita istirahat ke kamar". Ujar Arsyila pada suaminya.
"Heum baiklah kalau begitu sayang, mas terserah kamu aja sih". ujar Arham pada istrinya.
__ADS_1
"Okee kalau begitu mas". Ujarnya sambil tersenyum senang pada suaminya.
Beberapa menit kemudian Arsyila sudah menghabiskan rujak buah buatan bundanya tersebut tanpa tersisa sedikitpun, hingga tak terasa Arsyila tertidur di meja makan membuat Arham langsung menggendong istrinya dengan perlahan untuk memasuki kamar mereka.
Tersisa Aisyah dan Adam yang berada di bawah karena yang lainnya sudah memasuki kamar mereka, setelah Arham membawa Arsyila memasuki kamarnya lalu tak lama kemudian anak anaknya yang lain menyusul dari belakang.
"Sayang, bagaimana tentang perjodohan Hasan?". Tanya Adam pada istrinya.
"Mas jangan bahas ini lagi yaa". Ujar Aisyah sambil memohon pada suaminya.
"Iyaa sayang mas ngga akan bahas lagi, maaf ya sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa gapapa kok mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah kita juga masuk kamar yuk sayang". Ajak Adam pada istrinya .
"Iyaa ayok mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Aisyah memeluk lengan suaminya sambil berjalan menuju kamar mereka berdua, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di kamar mereka, keduanya memasuki kamar setelah mengucapkan salam walau tidak ada siapapun dikamar mereka.
"Sayang, kamu duluan sana bersihkan badan". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Bareng aja gimana sayang?". Tanya Adam sambil menaik turunkan halisnya.
"Ihh mas jangan ngegoda deh, udah sana mas". Ujar Aisyah sambil tertunduk malu.
"Gausah malu gitu dong sayang, kita udah menikah selama bertahun tahun masa iya kamu masih malu". Ujar Adam sambil tersenyum tipis pada istrinya.
"Ya tetap aja lah ada rasa malu mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah deh mas duluan ya mandinya sayang". Ujarnya hanya diangguki oleh Aisyah.
Hingga beberapa menit kemudian Adam selesai membersihkan badannya, ia melihat istrinya yang sudah terlelap yang mungkin saja kelamaan menunggunya mandi barusan, tak tega membangunkan membuatnya membiarkan saja.
...****************...
Hari ini masih lancarkan puasanya?
Semangat terus menjalani ibadah puasanya ya guys
Semoga bocornya cuman sedikit hehe
Jangan lupa Like, Comment And Votenya ya guys di bulan penuh berkah inii :)
Maaf sekali lagi, akhir akhir ini selalu telat update bahkan ngga update sama sekali, karena capek banget kerjaannya huhu menyedihkan :(
__ADS_1
Dan jugA aku ngetiknya waktu sahur terus dilanjut pas buka, karena dari jam 7 sampai jam 5 sibuk di toko gays jadi maaf ya kalau kadang ngga update atau telat :(