
Tiga bulan kemudian..
Tepatnya usia kehamilan Adinda yang ke lima bulan, mereka semua sedang mengadakan acara syukuran kehamilan Adinda dirumah kediamannya, Bunda Halwa berdoa untuk kebaikan keduanya begitupun yang lainnya, hingga beberapa jam kemudian acara selesai tepat jam 4 sore karena diadakannya jam set1 siang.
"Mas Davin". Panggil Adinda pada suaminya.
"Iyaa syang kenapa?". Tanya Davin Pada istrinya.
"Aku mau sesuatu mas". Jawab Adinda padanya.
"Kamu ngidam sayang? mau apa Heum? ". Tanya Davin pada istri tercintanya.
"Mau makan ayam bakar mas". Jawab Adinda pada suaminya.
"Yaudah mas pesankan ya syang". Ujar Davin pada istrinya.
"Gamau mas, maunya ayam bakar buatan bang Adam sama bang Ilham". Ujarnya pada suaminya.
"Apaa? kita dek?". Tanya keduanya kaget pada Adinda.
"Iyaa abang, kenapa? ngga mau ya?". Tanya Adinda sambil menunduk sedih.
"Kata siapa ngga mau pasti mau kok dek, tenang aja". Ujar Maryam sambil menatap suaminya.
"Iyaa abang akan membuatnya untuk Adinda". Ujar keduanya membuat Adinda tersenyum senang.
"Horeee, makasih yaa abangg". Ujarnya diangguki oleh keduanya.
Beberapa menit kemudian Ayam bakar telah jadi membuat Adinda bersemangat untuk memakannya, Adam dan Ilham membawakan ayam bakar tersebut ke meja makan, Adinda sudah akan memakannya tapi dihentikan oleh sang suami membuatnya menatap suaminya itu.
"Berdoa dulu sayangku". Ujar Davin pada istrinya.
"Hehe iyaa mas maaf abisnya aku ngiler mas". Ujarnya sambil nyengir.
"Yaudah berdoa dulu baru makan istriku". Ujarnya sambil mengelus kepala istrinya.
"Iyaa mas, bismillahirrahmanirrahim allahumma bariklana fima rozaktana waqina adzabannar, Aamiin yaa rabbal'alamin". Ujar Adinda sambil tersenyum.
"Silahkan makan tuan putri". Ujar Davin pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujarnya pada Davin.
"Pelan pelan makannya din, ngga akan ada yang rebut kok". Ujar Aisyah terkekeh melihat Adinda.
"Iyaa syaang pelan pelan aja makannya, nanti kesedak kamunya syaang". Ujar Davin pada istrinya.
"Iyaa mas kak". Ujarnya pada Davin dan Aisyah.
__ADS_1
Hingga beberapa menit kemudian Adinda selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun, Aisyah serta yang lainnya yang melihat itupun geleng kepala sambil tersenyum pada Adinda, membuat Adinda ikut tersenyum pada mereka.
Ting!
...Umikku 🤗❤...
...Online...
Assalamualaikum sayang 😢 nak kamu bisa kan kamu ke rumah sakit?
^^^Waalaikumussalam umi, siapa yang sakit umi? kenapa? Aisyah kesana sekarang samaa mas Adam^^^
Abi nak, kecelakaan saat dalam perjalanan pulang ke rumah, sekarang sedang di periksa oleh dokter.
^^^Innalillahi wa inailaihi roji'un, umi kirim alamatnya ya, Aisyah kesana sekarang^^^
Iyaa sayang
Setelah melihat Uminya mengirimkan alamat keberadaan nya, Aisyah menatap suaminya dengan cemas membuat Adam merasa ada yang tidak beres dengan istrinya yang gelisah semenjak memegang ponselnya.
"Kenapa sayang?". Tanya Adam pada istrinya.
"Mas, Abi mas kecelakaan". Jawab Aisyah membuat semuanya kaget.
"Apaa?!! Abi kecelakaan dek? bagaimana bisa? sekarang Abi dimana?". Tanya Ilham beruntun pada Aisyah.
"Dirumah sakit bang, gatau bagaimana kronologisnya". Jawab Aisyah pada abangnya.
"Iyaa udah bang". Jawabnya pada Ilham.
"Adinda dan kamu sayang tetap disini yaa, biar mas sama Aisyah dan Adam yang melihatnya". Ujarnya hanya bisa diangguki oleh keduanya.
Aisyah dan Adam serta Ilham menggunakan mobil yang berbeda , Ilham terlebih dahulu melajukan mobilnya kemudian disusul Adam dan Aisyah dari belakang karena sebelumnya Aisyah sudah mengirimkan alamat nya pada Ilham.
Sesampainya mereka di rumah sakit, ketiganya langsung berlari untuk berkunjung ke ruangan dimana Abi Ali dirawat, terlihat Umi Humairah sedang menunggu di luar karena tidak kuasa melihat suaminya didalam.
"Assalamu'alaikum". Salam mereka bertiga pada Umi Humairah.
Waalaikumussalam, kamu juga datang Ham?". Tanya Umi dengan lemas.
"Tentu saja Ilham datang Umi, ga mungkin Ilham ngga datang mendengar Abi kecelakaan". Jawabnya memeluk Uminya.
"Bagaimana kejadiannya umi?". Tanya Adam pada mertuanya.
"Entahlah, ada yang menyabotase rem Abi". Jawabnya membuat ketiganya melotot.
"Apakah abi mempunyai musuh dalam perusahaannya?". Tanya Ilham pada Uminya.
__ADS_1
"Umi gatau Ham, apalagi selama ini Abi Ali ngga pernah tuh punya musuh". Jawabnya sambil sesegukan.
"Pasti ada yang iri pada Abi Umi, karena perusahaan Abi berkembang dengan pesat". Ujar Adam pada mertuanya.
"Siapa yang begitu tega melakukannya mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Nanti akan mas selidiki syaang". Jawab Adam pada istrinya.
"Baiklah mas, semoga tertangkap orangnya ya mas". ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin sayang". Ujar Adam pada istrinya.
Kini mereka masuk ke dalam ruangan Abi Ali, Aisyah yang melihat berbagai selang tertempel ditubuh Abi nya pun menangis, membuat Adam langsung memeluk istrinya begitupun Ilhan yang memeluk Uminya karena tak tega melihat Abi nya seperti itu.
"Abi bangun bii hiks hiks bangun abii". Ujar Aisyah menghampiri Abi nya yang terbaring lemah.
"Abi siapapun yang melakukan ini pada Abi, Ilham akan pastikan hidupnya sengsara membuat Abi seperti ini". Ujar Ilham memegang tangan Abi nya.
"Jangan dendam nak". Ujar Umi pada anaknya.
"Tapi umi, Abi jadi seperti ini garagara remnya ada yang menyabotase, pastinya orang itu ingin membunuh Abi". Ujar Ilham dengan marah.
"Sabar nak, tunggu sampai keadaannya membaik , baru kamu boleh memberikan pelajaran pada orang tersebut". ujarnyaa mengelus pundak anaknya.
"Baiklah Umi". Ujar Ilham pada Umi Humairah.
Beberapa menit mereka bertiga disuruh pulang oleh Umi Humairah, sempat menolak tetapi Umi Humairah kekeuh ingin ketiga anaknya pulang saja, biarlah Umi Humairah saja yang menemani suaminya yang sedang tidak sadar.
Beberepa jam kemudian ketiganya sampai dirumah kediaman Adinda dan Davin, mereka ingin menjemput anak anaknya yang dititipkan dirumah Adinda, setelah berpamitan pada Adinda dan Davin mereka semua pergi dari sana.
"Mas, Aisyah masih ngga nyangka ada yang tega melakukan itu pada Abi". Ujar Aisyah dengan sedih.
"Iyaa syaang, kamu berdoa aja untuk kesembuhan Abi, mas akan menyelidikinya bersama Davin". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas, semoga saja Abi cepat sadar dan sembuh, Aisyah ngga tega melihatnya". Ujarnya pada Adam.
"Iyaa syaang, Aamiiin yaa rabbal'alamin". Ujar Adam pada istrinya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah kediaman mereka, Aisyah turun dengan lemas membuat Adam menyuruh anak anaknya masuk terlebih dahulu ke dalam rumah, Adam memapah istrinya yang lemas.
"Sayang jangan gini dong". ujar Adam pada istrinya.
"Habisnya aku lemes liat Abi mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa makanya doakan aja sayang, nanti sholat magrib kita doakan Abi bersama sama ya syaang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
__ADS_1
Mereka masuk kedalam rumah , Aisyah dan Adam memasuki kamar mereka untuk menidurkan baby Kahfi, setelahnya mereka berdua pergi ke ruang musholah begitupun dengan keempat anaknya yang sudah bersiap untuk sholat.
Maaf tadi buka puasa dulu 😁