
"Ayahh bunda". Panggil Arsyila membuat Adam dan Aisyah menoleh padanya.
"Iyaa Syaang kenapa? ". Tanya Aisyah pada anaknya..
"Arsyi mau nanya sama ayah dan bunda". Jawabnya sambil duduk dihadapan mereka berdua.
"Mau nanya apa emangnya kak?". Tanya Adam pada anaknya.
"Ayah sama bunda nikah karena cinta apa dijodohkan?". Tanya Arsyila padanya.
"Tentu saja karena cinta sayang". Jawab Adam dan Aisyah kompak.
"Benarkah ayah bunda? ". Tanya Arsyila yang masih tidak percaya.
"Benar dong sayang, masa ayah sama bunda bohong". Jawab Adam menatap putrinya.
"Baiklah Arsyila percaya sama ayah". Ujarnya tersenyum tipis pada ayahnya.
Aisyah dan Adam kompak memeluk anaknya dengan lembut, membuat Arsyila merasa nyaman berada dipelukan kedua orangtuanya, Aisyah juga menyuruh anak anaknya yang lain untuk menghampiri mereka.
Setelah beberapa saat mereka berpelukan akhirnya mereka mengakhirinya, kini semuanya hanya fokus menonton acara televisi yang sedang ramai di tonton banyaknya orang, Kahfi tiduran di paha Aisyah.
"Bunda, Adek boleh engga jadi dokter?". Tanya Kahfi menatap bundanya.
"Boleh dong sayang, tapi emangnya kenapa adek pengen jadi dokter? ". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Biar mudah, jadi kalau bunda atau ayah abang kakak sakit, ada Adek yang merawat kalian semua". Jawabnya pada Aisyah.
"Bunda jadi terharu dengarnya sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa benar ayah juga terharu". Ujar Adam sambil tersenyum.
"Makasih ya ayah bunda". Ujar Kahfi menatap kedua orangtuanya.
"Iyaa saMa saMa sayang, semoga aja cita cita kamu terkabul". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin bunda". Ujar Kahfi mengaminkan doa bundanya.
"Sekarang lebih baik kita makan dulu yuk". Ajak Aisyah pada mereka.
"Ayok bun". Ujar mereka padanya.
"Iyaa sayang". Ujar Aisyah sambil menggandeng tangan Kahfi.
Kini mereka tengah makan bersama yang telah dipimpin doa oleh Husein, mereka makan dengan nikmat hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai makan bersama.
"Bunda kakak bantu beresin piring bekasnya ya". Ujar Arsyila pada Aisyah.
"Iya sayang ,makasih ya". Ujar Aisyah pada putrinya.
"Iyaa saMa saMa bunda". Ujar Arsyila sambil membawa sebagian piring bekas mereka makan.
"Sayang hati hati angkatnya ya". Ujar Aisyah melihat putrinya.
__ADS_1
"Iyaa siap bunda". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Oh ya sayang, kamu besok jadi nginep dirumah Aunty Maryam?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Jadi dong bunda". Jawabnya dengan gembira.
"Tapi ingat ya sayang jangan lupa segalanya dimanapun kamu berada". Ujar Aisyah pada anaknya sambil tersenyum tipis.
"Iyaa siap bundaku yang cantik". Ujar Arsyila sambil tersenyum manis pada Aisyah.
Setelah selesai mencuci piring baik Aisyah dan Arsyila menyusul ke ruang tengah, dimana Adam serta keempat anaknya yang lain sedang asik menonton acara televisi bersama, Aisyah dan Arsyila juga sambil membawa cemilan untuk mereka semua.
"Nih cemilannya datang". Ujar Aisyah sambil menyimpannya di meja.
"Wahh sop buah buatan bunda emang the best banget deh segerr". ujar Husein pada Aisyah.
"Iyaa bun, seger bangett". Ujar Ayra yang ikut berbicara.
"Yaudah kalau enak, jangan bicara lagi ya ga baik sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa siap bunda". Ujar keduanya pada Aisyah.
"Siip sayang". Ujar Aisyah sambil tersenyum tipis pada anaknya.
Ting!
...Abang Hasan...
...Online...
^^^Waalaikumussalam sayang, ada apa nak? apa terjadi sesuatu sayang?^^^
Engga ada apa apa bunda, abang hanya kangen pada kalian semua, kebetulan hari ini diperbolehkan menggunakann ponsel bun
^^^Ah syukurlah kalau abang baik baik aja, bunda pikir abang kenapa napa^^^
Abang baik baik aja kok bunda, bagaimana kabar bunda dan yang lainnya?
^^^Alhamdulillah kabar kita baik sayang, kamu pun pasti baik baik aja kan sayang?^^^
Alhamdulillah Abang baik baik saja bunda, yaudah kalau gitu udah dulu ya bunda, hanya boleh sebentar abang main ponselnya.
^^^Yaudah sayang gapapa, jaga diri abang baik baik ya sayang, kalau ada apa apa ingat kabari bunda^^^
Iyaa siap bunda, Wassalamualaikum bunda
^^^Waalaikumussalam sayang 😘^^^
Aisyah tersenyum senang setelah anaknya mengabari dirinya membuat Adam menatapnya heran, Aisyah pun mengerti dengan tatapan suaminya lalu menjelaskan padanya secara detail, bahkan kelima anaknya saja mendengarnya.
"Nunggu usia abang Hasan 17tahun lama banget ya bunda". Ujar Husein pada nya.
"Kan kalian berdua juga sama ulangtahunnya". Ujar Aisyah menatap Arsyila dan Husein.
__ADS_1
"Eh iya ya bunda kok bisa lupa sih abang". Ujar Husein sambil menepuk jidatnya.
"Ih abang kebiasaan deh jangan ditepuk jidatnya". Ujar Kahfi sambil mengelus jidat abangnya.
"Hahah iyaa maaf dek, engga sakit kok". Ujar Husein sambil tersenyum tipis pada adiknya.
"Iyaa tapi tetap aja engga boleh abang". Ujar Kahfi dengan kesal padanya.
"Hahah iya maaf maaf dek". ujarnya pada Kahfi sambil tertawa pelan.
"Yaudah Adek maafin tapi jangan diulangi lagi ya bang". Ujar Kahfi sambil memeluk abangnya.
"Makasih ya dek, udah khawatir sama abang". Ujar Husein mengelus rambut adiknya.
"Iyaa abang sama sama". Ujar Kahfi sambil menatap abangnya.
Beberapa menit kemudian mereka memilih untuk tidur siang karena mengantuk, Aisyah dan Adam pun memutuskan untuk tidur siang karena anak anaknya pun tidur siang, sebelum tidur terlelap Aisyah dan Adam sempat berbincang mengenai Arham.
Hingga waktu menunjukkan pukul jam dua lebih tiga puluh menit Aisyah bangun terlebih dahulu, Aisyah meregangkan tangannya yang terasa linu karena tidak mengubah posisi tidurnya.
"Sayang bangun, udah jam setengah tiga sore mas". Ujar Aisyah membangunkan suaminya.
"Masih ngantuk sayang". Ujar Adam yang masih memejamkan matanya.
"Uda ah cepet bangun mas, siap siap untuk sholat ashar". Ujar Aisyah mengguncang badan suaminya dengan lembut.
"Baiklah sayang mas bangun". Ujar Adam pada istrinya.
"Yaudah ayok ke kamar mandi sayang mandi". Ajak Aisyah pada suaminya.
"Mandi berdua sayang?". Tanya Adam dengan raut wajah senang.
"Engga mas, mandi sendiri sendiri". Jawabnya sambil menahan senyumnya.
"Yaahh sayang kok engga bareng aja sih". Ujarnya dengan sedikit kecewa pada istrinya.
Aisyah yang melihat itupun langsung saja tertawa menatap suaminya yang terlihat lucu menurutnya jika sedang cemberut, hingga pada akhirnya mereka mandi berdua membuat Adam senang bukan main.
Beberapa menit kemudian mereka selesai mandi bersama bahkan sudah berpakaian rapih, keduanya keluar dari kamarnya terlihat kelima anaknya yang sudah menunggu mereka berdua membuat Aisyah merasa tidak enak.
"Maaf ya jadi bikin kalian menunggu Ayah dan bunda kelamaan". Ujar Aisyah menatap mereka semua.
"Gapapa kok bunda, kita aja baru lima menit yang lalu diam menunggu didepan pintu". Ujar Ayra pada bundanya.
"Ah ya sudah kalau begitu kita ke ruang musholah yuk". Ajak Aisyah pada anak anaknya.
"Iyaa Ayok bunda". Ujar mereka pada Aisyah.
"Bunda nanti Arsyila libur dulu setor hafalannya ya". ujar Arsyila saat mereka akan masuk ruang musholah.
"Kenapa syang?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Soalnya ada banyak tugas dari sekolah bunda". Jawabnya pada Aisyah.
__ADS_1
"Yaudah gapapa sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
Arsyila yang mendengarnya pun tersenyum tipis pada bundanya.