Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 12


__ADS_3

Setelah sehari mereka sah menjadi suami istri, Aisyah menjalankan tugasnya sebagai istri walaupun sikap suaminya sangat dingin padanya, tetapi Aisyah tidak menyadari bahwa Adam sedang menahan rasa senangnya karena dijodohkan dengannya.


"Kak Adam bangun". Ujar Aisyah membangunkan suaminya.


"Heum lima menit lagi". Ujar Adam sambol melanjutkan tidurnya.


"Yaudah kalau gitu Aisyah ke kamar mandi terlebih dahulu ya". Ujar Aisyah yang hanya dibalas deheman oleh Adam..


Setelah beberapa menit Aisyah baru keliar dari kamar mandi, setelah wudhu ia pun membangunkan suaminya kembali untuk sholat shubuh berjamaah, ia juga telah menyiapkan sarung serta koko untuk suaminya pakai.


"Kak Adam, bangun. Sholat shubuh berjamaah". Ujar Aisyah pada Adam.


"Cepat bangun, jangan menunda waktu sholat kak". Ujarnya lagi pada suaminya.


"Heum iyaa iyaa". Ujar Adam langsung pergi ke kamar mandi.


Setelah siap dengan baju koko serta sarungnya, Adam pun membentangkan sajadahnya begitu juga dengan Aisyah, mereka pun mulai sholat berjamaah dengan terbunyi nya takbiratul ikhram.


Selama melaksanakan sholat Aisyah mendengar suara lembut suaminya saat membaca surat kecil, membuat Aisyah tenang mendengarnya. Hingga beberapa menit kemudian mereka telah selesai melaksanakan sholat shubuh.


Aisyah mencium tangan suaminya setelah selesai berdzikir, begitu pun dengan Adam yang mencium kening istrinya, Adam memang dingin tetapi ia tetap memperlakukan istrinya dengan baik.


"Kak, bolehkah Aisyah mendengar suara kakak membaca al Qur'an?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Tentu boleh, mengapa tidak, mau surat apa?". Tanya Adam pada Istrinya.


"Terserah gimana kakak aja". Jawab Aisyah sambil menunduk.


"Baiklah, aku akan baca surat Ar - Rahman ayat 1 sampai ayat 10 saja ya". Ujar Adam dianggguki oleh Aisyah.


Bismillāhir rahmānir rahim


اَلرَّحْمَنُ


(Allah) yang mana penyayang.


عَلَّمَ الْقُرْاَنَ


'Alamal qur'ān(a)


Yang telah mengajarkan al Qur'an.


خلق الانسان


Khalaqal insān(a)


Dia menciptakan manusia,


علمه البيان


'Allamahul bayān(a)


mengajarnya pandai berbicara.


الشمس والقمر بحسبان


Asy-syamsu wal-qamaru bihusbān(in)


Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,


وّالنّجم والشّجر يسجدان

__ADS_1


Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān(i)


dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).


واسّمآءرفعهاووضع الميزان


Was-samā'a rafa'ahā wa wada'al mizān(a)


Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,


الاّتطغوافالميزان


Allā tatgau fil-mizān(i)


agar kamu jangan merusak keseimbangan itu.


واقيمواالوزن بالقسط ولاتخسرواالميزان


Wa aqimul wazna bil-qisti wa lā tukhsirul mizān(a)


Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.


والارض وضعهاللانامـ


Wal-arda wada'ahā lil-anām(i)


Dan buki telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya).


Shodaqallahull'adzim


Adam selesai membacakan surat tersebut membuat Aisyah mendongakkan kepalanya terpanah, sungguh suara suaminya sangatlah merdu ia merasa tenang setelah mendengarnya.


"Masya Allah kak, suara kakak merdu banget". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Eum itu kak, Aisyah mau menyiapkan sarapan, udah dulu ya, Aisyah duluan keluar, assalamualaikum". Ujar Aisyah menghindar dari suaminya.


Adam yang melihatnya hanya bisa tersenyum gemas pada Aisyah, ia menahan tangan Aisyah sebelum istrinya keluar membuat Aisyah menoleh pada suaminya.


"Ada apaa kak?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Buka dulu mukena nya sayang, baru kamu boleh keluar kamar". Jawab Adam sambil tersenyum tipis pada Aisyah.


Aisyah meraba kepalanya serta melihat penampilan nya, ia menepuk jidatnya akibat terburu buru membuatnya jadi lupa, ia pun membuka mukena nya lalu melipat dan disimpan dilemari khusus.


"Maaf, lupaa kak hehe". Ujar Aisyah sambil berlalu pergi dari hadapan Adam.


"Aisyah kamu tuh sangat lucu jika malu begitu". Ujar Adam melihat punggung istrinya yang telah menjauh.


Adam keluar dari kamarnya, menyusul Aisyah yang berada di dapur, tetapi ia terlebih dulu dipanggil oleh sang bunda, membuatnya urung untuk menyusul istrinya ke dapur.


"Ada apaa bunda?". Tanya Adam pada bunda nya.


"Bunda cuman mau ngasih ini, buat bulan madu kalian ke Eropa". Jawab Bunda memberikan tiket tersebut pada Adam.


"Padahal ngga usah bunda". Ujar Adam yang menerima tiket tersebut.


"Udahh gapapa, nanti pulang bulan madu harus bawa cucu buat bunda yaa". Ujar Bunda membuat langkah Aisyah terhenti saat akan menghampiri mereka.


Cucu dari aku? tapi aku kan masih umur 19tahun, beberapa hari lagi aku masuk umur 20tahun nya. Batin Aisyah.


"Assalamu'alaikum, semuanya". Salam Aisyah pada mereka.

__ADS_1


"Waalaikumussalam sayangg". Jawab mereka barengan.


Adinda yang mendengar Ayah dan Bunda serta abangnya menyebut sayang pada kakak ipar, langsung saja Adinda menarik tangan Aisyah untuk duduk didekatnya tetapi langsung dicegah oleh Adam.


"Aisyah istri abang , jadi harus disamping abang, bukan kamu dinda". Ujar Adam pada adiknya.


"Ishh abangg, masa gaboleh sihh?". Tanya Adinda padanya.


"Gabolehh, cuman boleh duduk disamping abang". Jawab Adam membuat Aisyah malu.


"Ihh masa nanti bang Ilham ataupun yang lain gaboleh duduk disamping kak Aisyah gitu?". Tanya Adinda padanya.


"Ya tetap gabolehh". Jawab Adam padanya.


"Udah udah kenapa kalian jadi mempermasalahkan tempat duduknya Aisyah, kasian tuh menantu bunda berdiri teruss". Ujar Bunda Halwa membuat mereka berdua tersadar.


"Maaf syaangg, membuat kamu berdiri terus". Ujar Adam pada Aisyah.


"Iyaa gapapa mas". Ujar Aisyah sambil duduk di samping suaminya.


Mereka pun melaksanakan sarapan bersama saat jam menunjukkan pukul jam 6 pagi, setelah selesai dengan sarapannya Aisya membantu mertuanya membereskan piring bekas mereka sarapan.


"Sayang besok kamu berangkat bulan madu ya sama Adam". Ujar Bunda Halwa pada Aisyah.


"Emangnya berapa lama bun?". Tanya Aisyah pada nya.


"Kalian bulan madu selama sebulan". Jawab Bunda Halwa membuat Aisyah kaget.


"Kuliah aku gimnaa bunda?". Tanya Aisyah pada nya.


"Kan kamu cuti sayang". Jawab Bunda Halwa diangguki oleh Aisyah.


Setelah selesai membereskan piring, Aisyah menghampiri yang lainnya untuk izin pergi keluar jalan jalan sebentar, Adam langsung berdiri mengajak Aisyah berjalan jalan dengannya, Aisyah mengikuti Adam dari belakang.


"Kamu istri aku sayang, jangan kaya pengawal gitu deh". Ujar Adam menarik tangan istrinya lalu ia genggam.


"Kak, malu diliatin orang". Ujar Aisyah saat Adam menggenggam tangannya.


"Biarin, orang kita sudah menikah kok". Ujar Adam pada Aisyah.


Mereka pun duduk ditaman karena hari semakin siang, matahari pun sudah berada di atas mereka, Aisyah tersenyum melihat banyaknya anak kecil yang bermain ditaman.


"Kak Adam". Panggil Aisyah membuat Adam menoleh.


"Iyaa kenapa?". Tanya Adam pada istrinya.


"Aku boleh cerita?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Cerita apa? silahkan aku akan mendengarkan nya". Ujar Adam pada Aisyah.


"Ini tentang masa kecil aku kak, mungkin jika aku bercerita dengan kak Adam akan tenang, karena namanya sama seperti kakak". Ujar Aisyah diangguki oleh Adam walaupun ia merasa penasaran dengan orang yang dimaksud Aisyah.


"Jadi dulu waktu Aisyah masih kecil, ada sahabat Abi datang ke rumah dan banyaklah pokoknya, disitu ada salah satu anak dari mereka yang diam di taman kak, dia ga suka keramaian, malah aku disuruh pergi yaudah aku kasih aja dia permen.. singkat sih tapi aku penasaran sekarang dia seperti apa ya kak". Ujar Aisyah membuat Adam kaget langsung menoleh padanya.


"Nama lengkapnya apa? mungkin kamu ingat". Ujar Adam pada nya.


"Eum kalau ga salah mirip banget kaya nama kakak, atau kakak punya kembaran ya?". Tanya Aisyah polos padanya.


Adam yang mendengar itu kaget, ia langsung memeluk sang istri dengan perasaan gembira, ternyata orang yang selama ini dia cari selalu ada di sekitar nya dan telah menjadi bagian dari hidupnya.


Aisyah yang dipeluk tiba tiba kaget, namun hanya bisa diam karena sekarang mereka telah menjadi pasangan halal, saat itu Adam membisikkan padanya 'akhirnya aku menemukan mu Ais' membuat Aisyah membalas pelukan suaminya dengan air mata terharu.

__ADS_1


Ternyata orang yang menjadi suamiku sekarang adalah orang yang waktu kecil aku temui. Batin Aisyah didalam pelukan suaminya.


__ADS_2