
Arsyila dan Arham duduk dengan berjarak disebuah kursi taman belakang rumah kediaman Aisyah dan Adam, baik Arsyila maupun Arham belum ada yang memulai berbicara karena keduanya sama sama gugup.
"Bang,, Dek". Panggil mereka dengan berbarengan.
"Abang duluan aja". Ujar Arsyila dengan pelan.
"Adek yang duluan, ladies first". Ujar Arham pada Arsyila.
"Heum sejak kapan abang suka sama Arsyi?". Tanya Arsyila pada Arham.
"Sudah sejak lama bahkan saat pertamakali kita bertemu di pantai". Jawabnya pada Arsyila.
"Masya Allah, aku kira itu cuman cinta monyet bang". Ujarnya begitu terkejut mendengar jawaban dari Arham.
"Engga abang juga ngga nyangka perasaan abang sebesar ini". Ujarnya pada Arsyila.
"Kalau abang ,mau bilang apa sama aku?". Tanya Arsyila pada Arham.
"Abang mau nanya, kenapa kamu menerima lamaran abang?". Tanya Arham pada Arsyila.
"Abang aneh banget sih, kan daridulu juga abang kekeuh pengen ngelamar aku, ya aku terima aja daripada ngga ada yang lamar aku nantinya". Jawabnya sambil menatap pemandangan di depannya.
"Hahaha iyaa deh maaf sayang ehh maaf keceplosan". Ujar Arham langsung menundukkan kepalanya.
"Heum iyaa gapapa bang". Ujar Arsyila dengan malu malu.
"Yaudah masuk lagi ke dalem yuk". Ajak Arham pada Arsyila.
"Iyaa ayo bang". Ujar Arsyila pada Arham.
Arsyila dan Arham kembali menghampiri mereka yang sedang asik berbincang dengan riang, mereka lantas menoleh pada Arsyila dan Arham yang saling menunduk satu sama lain, membuat Aisyah tersenyum tipis menatap mereka berdua.
"Udah selesai ngobrolnya?". Tanya Aisyah pada mereka berdua.
"Alhamdulillah udah selesai bunda". Jawab Arsyila pada Aisyah.
"Yaudah kalau udah selesai". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa bunda" . Ujar Arsyila padanya.
"Oh iyaa apakah kalian lapar? bunda akan buat sesuatu untuk kaloan". Ujar Arsyila pada anak anaknya.
"Iyaa Mauu bunda, aku mau ayam goreng tabur serundeng". Ujar Kahfi pada bundanya.
"Yaudah kalau gitu sekarang kita ke meja makan". Ujar Aisyah mengajak mereka.
"Okee siapp". ujar mereka pada Aisyah.
"Mau mbak bantu Syah?". Tanya Husna saat mereka di dapur.
__ADS_1
"Boleh aja mbak, ngga ngerepotin memangnya?". Tanya Aisyah pada Husna.
"Engga dongg, masa ngerepotin". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada Aisyah.
"Iyaa takutnya kan ngerepotin". Ujar Aisyah pada Husna.
"Yaudah mulai aja masaknya, mereka menunggu Syah". Ujar Husna pada Aisyah.
"Iyaa juga ya mbak". Ujar Aisyah pada Husna.
Husna dan Aisyah mulai memasak untuk makan siang, Aisyah membuat makanan kesukaan anak anaknya sedangkan Husna membuat makanan untuk semuanya, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memasak makanan untuk makan siang.
Aisyah dan Husna meletakkan makanan yang sudah jadi ke meja makan, dibantu oleh para anak perempuan yang lainnya, hingga kini mereka semua sudah bersiap untuk memakannya dan dipimpin do'a oleh Arham, Mereka makan dengan nikmat hanya terdengar dentingan sendok dan garfu.
"Alhamdulillah, aku orang yang pertama kali habisin makanan, habisnya makanan bunda sama Aunty sama sama enak hehe". Ujar Kahfi pada mereka.
"Kalau enak ya tambah dong sayang". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.
"Engga ah udah kenyangg". Ujarnya pada Aisyah.
"Haha yaudah kalau gitu". Ujar Aisyah sambil tertawa pelan.
"Bunda, ih abangg nyebelin bangett". Ujar Ayra pada bundanya.
"Kenapa sih sayang?". Tanya Aisyah pada putrinya.
"Itu abang Husein nyebelin bunda, ngegelitikin pinggang aku mulu". Jawabnya sambil mencebikkan mulutnya.
"Iyaa maaf bunda". Ujar Husein padanya.
"Minta maaf sama adikmu". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Abang minta maaf ya dek". Ujar Husein menatap Ayra yang menatapnya kesal.
"Heum yaudah Ay maafin, tapi jangan di ulangi lagi loh bang". Ujar Ayra padanya.
"Iyaa engga akan kok dek". Ujar Husein padanya.
"Yaudah fiks ya abang, jangan sampai abang bikin aku kesal lagi". Ujarnya pada abangnya.
"Iyaa engga akan dek, ngga percayaan banget sama abang". Ujarnya pada Ayra.
"Percaya sama abang itu musyrik tau engga". Ujar Ayra sambil memalingkan wajahnya.
"Sadis amat dek perkataannya". Ujar Husein sambil terkekeh pada adiknya.
Beberapa menit kemudian keluarga kecil Husna berpamitan pada Aisyah sekeluarga, Aisyah dan Arsyila mengantar mereka sampai pintu depan , sebelum Husna memasuki mobilnya Arsyila menyalimi tangan Husna membuat Arham tersenyum senang melihatnya.
Setelah melihat kepergian mereka, Aisyah dan Arsyila kembali memasuki rumahnya sambil bergandengan tangan, membuat suami serta kelima anaknya menoleh pada Arsyila dan Aisyah. Terutama Husien yang melihat pertama kali mereka bergandengan tangan.
__ADS_1
"Kaya mau nyebrang aja gandengan tangan segala". Ujar Husein pada mereka berdua.
"Ya biarin dong". Ujar Arsyila sambil bermanja pada bundanya.
"Iyaa deh gimana calon pengantin aja". Ujar Husein padanya.
"Dihh jangan sekarang dong, orang masih belum tau kapan nikahnya". Ujar Arsyila sambil tertunduk karena malu.
"Ciee kakak malu nih yee". Ujar Ayra pada kakaknya.
"Ihh jangan godain Kakakk". Rengek Arsyila pada adiknya.
"Hahah kenapa sih kak? jangan malu gitu napa". Ujar Alyssa yang ikut menggoda kakaknya.
"Ah bunda mereka menyebalkan". Ujarnya sambil memeluk Aisyah.
"Sudah kalian jangan goda kakak kalian lagi suatu saat nanti juga kalian akan merasakan apa yang kakak kalian rasakan sekarang, paham". Ujar Aisyah pada mereka.
"Iyaa siap bunda paham!!". Ujar kelima anaknya pada Aisyah.
"Bagus kalau paham, lebih baik sekarang kalian istirahat yaa kecuali kalau ada tugas dari kampus atau sekolah". Ujar Aisyah pada anak anaknya.
"Asyiap bundaku yang cantik". Dengan kompaknya mereka menyahuti ucapan Aisyah.
Melihat kepergian anak anaknya menaiki tangga, Aisyah duduk disamping suaminya membuat Adam menoleh padanya, lalu Aisyah menyandar di pundak suaminya serta memeluk lengan sang suami, Adam yang melihat tingkahnya pun tersenyum tipis sambil mengecup kepala istrinya yang tertutup kerudung.
"Mas mencintaimu sayang". Ujar Adam tiba tiba membuat Aisyah mendongakkan kepalanya.
"Aku juga mencintaimu mas". Ujar Aisyah sambil tersenyum tipis pada suaminya.
"Tidak terasa ya , anak anak kita sudah beranjak remaja sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas ngga kerasa bangett, padahal dulu mereka masih kecil dimataku, kini bahkan mereka sudah beranjak remaja saja". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.
"Iya sayangg, lebih baik sekarang kita juga istirahat sayang, mas sangat merindukan waktu kita berdua". Ujarnya membuat Aisyah merona malu.
"Ish kaya ngga pernah aja kamu sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Udah ah mas jangan godain aku". ujar Aisyah sambil memalingkan wajahnya.
"Yaudah yuk, kita istirahat sayang". Ajak Adam langsung diangguki oleh Aisyah.
Sesampainya mereka di kamar, Aisyah membuka kerudungnya terlebih dahulu sebelum merebahkan tubuhnya, Adam pun merebahkan tubuhnya disamping sang istri lalu memeluknya serta mencium bibir manis istrinya dengan lembut hingga membuat Aisyah mengeluh karena tingkah suaminya.
"I Love You Wife"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf kemarin kecapean banget, jadinya aku engga update novelnya :)
__ADS_1
Maaf ya semuanya, kerjaan di toko lumayan banyak jadinya kadang pulang ke rumah langsung ketiduran:(
Jangan lupa juga Like, Comment and Votenya ya guys:) terimakasih :)