
"Adek, jangan di **** sayang". Ujar Arsyila mengambil pulpen yang sedang dimainkan oleh Baby Kahfi.
"Jangan ya sayang, bahaya loh Adek, ini buat kakak aja ya sayang". Ujarnya lagi sambil tersenyum menatap adiknya.
"Kenapa kak?". Tanya Aisyah menghampiri anaknya.
"Ini Adek, ngemut pulpen nya kakak bun". Jawabnya pada bundanya.
Aisyah yang melihat itupun langsung menggendong putranya dan memindahkannya diruang bermain bersama anak dari Adinda dan Maryam, mereka tertawa bersama membuat Aisyah senang melihatnya hingga beberapa menit kemudian baby Kahfi tertidur.
"Ya ampun anak bunda lelah kayanya". Ujarnya sambil menggendong anaknya.
"Pindah ke kamar ya sayang". Ujarnya sambil mengelus punggung anaknya.
"Semoga saja kamu menjadi anak yang sholeh, menurut pada orangtua, membanggakan orangtua seperti abang kamu Hasan sayang". Gumam Aisyah sambil mengecup pipi gembul anaknya.
"Loh bun, tidur?". Tanya Arsyila yang baru saja selesai membereskan tugas menggambar.
"Iyaa nihh kayanya kecapean dia kak". Jawabnya pada anaknya.
"Yaudah tidurin aja di kamar bun, daripada keganggu karena berisik". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Iyaa kak, ini juga mau". Ujarnya pada anaknya.
Beberapa menit para suami pulang ke rumah kediaman keluarga Syafi'i, melihat para istri sedang menyiapkan makan pun membuat mereka langsung menghampiri keduanya, baik Aisyah maupun Maryam menyalimi tangan suaminya.
"Mana baby Kahfi bun?". Tanya Adam pada istrinya.
"Tidur Yah, capek mungkin banyak ketawa". Jawabnya pada sang suami.
"Kalau anak anak yang lain?". Tanya Adam pada Istrinya.
"SaMa tidur juga mas, mereka kelelahan belajar daritadi". Jawabnya menatap suaminya.
"Udah jangan saling tatap tatap gitu". Ujar Ilham kesal menatap keduanya.
"Dih sirik aja abangg tuh ya". Ujar Aisyah pada abangnya.
"Ngapain harus sirik, ada istri ini disamping abang". Ujarnya pada adiknya.
"Yaudah sana tatap tatapan aja sama Kak Maryam". Ujar Aisyah pada abangnya dengan kesal.
"Udah sayang, jangan debat okee". Ujar Adam menenangkan istrinya.
Mereka pun melaksanakan makan bersama dengan tenang hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya, Aisyah dan Maryam kompak membawa piring bekasnya ke dapur sementara para suami pergi ke kamar.
"Kalian ini buat apa ada pembantu kalau kalian masih melakukan nya?". Tanya Umi Humairah dibelakang mereka berdua.
"Gapapa kok umi, kita juga senang melakukannya". Jawab Aisyah yang disetujui oleh Maryam.
"Yaudah tapi udah ini udah ya, kasian tuh suami kalian belum dilayanin di kamar". Ujarnya sambil berlalu pergi dari sana.
"Ishh umi perkataannya ambigu banget". Ujar Aisyah menatap punggung umi nya.
"Hahah biarin aja Syah, namanya juga pernah muda". Ujar Maryam pada adik iparnya.
"Iyaa juga sih kak". Ujar Aisyah pada kakaknya.
__ADS_1
"Yaudah yuk layanin suami kita, kasian belum di siapin baju nya". Ajak Maryam pada Aisyah.
"Ayok kak". Ujar Aisyah padanya.
"Sayang, bunda titip Adek Kahfi yaa". Ujar Aisyah pada Arsyila.
"Okee siap bunda". Ujarnya memberikan hormat pada Aisyah yang membuat Aisyah tersenyum.
Mereka berdua berjalan menaiki tangga karena memang kamar Aisyah dan Ilham ada di lantai dua, Aisyah belok ke kanan sedangkan Maryam belok ke kiri karena bersebrangan kamar Aisyah dan abangnya itu untung saja kedap suara.
"Yah, udah selesai mandinya?". Tanya Aisyah yang masih mendengar suara gemericik.
"Sebentar lagi bun". Jawabnya pada Aisyah.
"Yaudah bunda siapkan bajunya dulu ya mas". Ujarnya pada suaminya.
"Iyaa syaang"..Ujar Adam Dari dalam kamar mandi.
"Sayang, abang sama Adek gimana?". Tanya Adam yang sudah selesai mandi.
"Ada dibawah saMa kakaknya". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Oh gitu ya syaang, oh ya sayang besok ada acara seminar". Ujar Adam pada istrinya.
"Kemana Yah?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Ke Surabaya sayang, kamu dan anak anak Ayah ajak". Jawab Adam pada istrinya.
"Emangnya ngga akan ngerepotin kamu Yah?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Berarti kita harus pulang dong Yah, kan harus siap siaap buat besok". Ujar Aisyah menatap suaminya.
"Iyaa Syaang, habis sholat ini kita pulang yaa". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaaa yah". Ujar Aisyah pada suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka turun kebawah menghampiri anak anaknya yang sedang berbincang bersama neneknya, Umi Humairah menoleh pada mereka berdua karena Ilham dan Maryam masih berada di kamarnya.
"Loh kalian kok rapih banget mau kemana?". Tanya Umi Humairah pada keduanya.
"Kita mau pulang umi, besok mas Adam ada seminar di Surabaya dan Aisyah serta anak anak ikut". Jawab Aisyah pada Uminya.
"Ah gitu, yaudah gapapa nanti kalian hati hati aja, eh ya berangkat jam berapa?". Tanya Umi Humairah pada mereka berdua.
"Pagi umi, jam 6 pagi". Jawab Adam pada mertuanya.
"Ah yasudah kalau begitu kalian harus bersiap siap dari sekarang". Ujarnya pada Aisyah dan Adam.
"Iyaa Umi". Ujar mereka berdua pada Umi Humairah..
"Kalian hati hati, kabari umi jika sudah sampai dirumah dengan selamat ya". Ujar Umi Humairah memeluk Aisyah.
"Iyaa siap umi, kalau gitu kita pulang, assalamualaikum". Ujar mereka pada Umi Humairah..
"Iyaa, waalaikumussalam". Ujar Umi Humairah pada mereka berdua.
Sesampainya mereka di rumah kediamannya, Aisyah serta anaak anaknya turun dari mobil begitupun dengan Adam, mereka masuk ke dalam ke rumah setelah mengucapkan salam pada pekerja yang menjaga rumah.
__ADS_1
Aisyah langsung berlalu menaiki tangga ke kamar mereka, Adam menyusul dari belakang dengan berjalan santai karena memang waktu nya masih lama, tapi Aisyah tidak mau sampai banyak yang ketinggalan makanya dari sekarang menyiapkan untuk besok.
يَا حَبِيْبَ الْقَلْبِ يَا خَيْرَ الْبَرَا يَهْ
يَا لِى جِئْتَ بِا لْحَقِّ رَسُوْ لَ الْهِدَايَهْ
يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
يَوْمَ الْوِلَادَةْ كَا لْبِدَا يَةْ لِلْهِدَا يَةْ كاَ لْبِدَا يَهْ
يَوْمَ الْوِلَادَةْ كَا لْبِدَا يَةْ لِلْهِدَا يَةْ كاَ لْبِدَا يَهْ
لِلْهِدَا يَةْ كاَ لْبِدَا يَهْ
اِنْ تَجِدْ يَا طٰهٰ بِنُوْرِ الْهِدَا يَةْ
يَا رَسُوْ لَ الله يَا رَسُوْ لَ الله
جِئْتَ بِدِيْنِ الله جِئْت كُلَّ الْبَرَا يَةْ
يَا حَبِيْبَ الله يَا حَبِيْبَ الله
يَا يَا يَا يَا بَشِيْرَالْخَيْر يَا رَسُوْ لَ الله
يَا يَا يَا يَا دَلِيْلَ النُّورْ يَا حَبِيْبَ الله
يَا حَبِيْبَ الْقَلْبِ يَا خَيْرَ الْبَرَا يَهْ
يَا لِى جِئْتَ بِا لْحَقِّ رَسُوْ لَ الْهِدَايَهْ
يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
Harapan yang nyata, hidup bahagia
Cinta yang utama, di hati slamanya
Dengan-Mu Yaa Raasul, rindu 'tuk bersama
Pada-Mu Yaa Raabbi, terkabul semoga
يَا يَا يَا يَا بَشِيْرَالْخَيْر يَا رَسُوْ لَ الله
يَا يَا يَا يَا دَلِيْلَ النُّورْ يَا حَبِيْبَ الله
يَا حَبِيْبَ الْقَلْبِ يَا خَيْرَ الْبَرَا يَهْ
يَا لِى جِئْتَ بِا لْحَقِّ رَسُوْ لَ الْهِدَايَهْ
يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
يَا رَسُوْ لَ الله يَا حَبِيْبَ الله
Aisyah menyiapkan semuanya sambil bersenandung membuat Adam tersenyum mendengar suara merdu istrinya tersebut.
__ADS_1